My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 36 – Vargas the Blood Warrior


__ADS_3

‘Oh tidak’ melihat ekspresi Ashura Claude mengumpat, “Paman kau jangan bercanda denganku, bagaimana bisa aku bertahan dengan bau badan ini” jika itu hanya satu atau dua hari Claude mungkin masih bisa menahannya.


Tetapi ketika Claude membayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkannnya untuk melepas Armor, selama itu pula dia akan tersiksa dengan bau badannya sendiri, Claude bergidik ngeri.


“Haha, jadi seperti ini ya, perasaan guruku ketika dulu mengajariku” Ashura tertawa terbahak – bahak.


“Paman!!!!”


“Oh kau masih belum juga mengerti” Ashura melirik kearah Claude “Hal itu juga termasuk resiko yang harus kau rasakan ketika berlatih menggunakan Mendelth set Armor, saranku mulailah belajar terbiasa dengan bau tubuhmu hahaha” Ashura berjalan menjauh.


Claude dibuat tidak bisa berkata – kata, ingin rasanya Claude mengumpat, tapi ia tahu itu percuma, ingin menangis ia terlalu malu, yang jelas mulai dari sekarang Claude harus belajar mengendalikan hidungnya.


Malampun tiba, Claude sudah duduk tegak dibawah sebuah pohon berkonsentrasi menyerap Soul Kristal dalam genggamannya, sekaligus Claude memasuki hari pertamanya berlatih indra penciumannya.


Malam dengan cepat berlalu, tidak ada kejadian aneh yang terjadi, Claude dengan tenang menyerap Soul Kristal menambah sedikit kemajuan dalam ranahnya sekaligus memperkuat Shadow Spiritnya.


Sedangkan Ashura menjaga area tempat Claude berlatih, berjaga – jaga jika ada segerombolan bandit yang tidak sengaja lewat dan mengganggu mereka, sekaligus Ashura juga berjaga dari Wild Beast yang bergerak lebih aktif di malam hari.


Jika ada satu hal yang aneh adalah, ketika Ashura mendapati dua orang bergerak cepat menuju area misterius tempat para bandit tinggal, namun karena kedua orang ini tidak mengganggu, Ashura mengabaikan keberadaan mereka, dan sepertinya mereka juga tidak menyadari keberadaan Ashura.


Pagi pun datang, seperti hal nya kemarin Claude memulai kembali rangkaian latihan yang diminta oleh Ashura, tanpa ada drama rengekan anak kecil Claude mencoba terbiasa dengan apa yang akan dijalaninya beberapa minggu, atau beberapa bulan kedepan.


Melihat Claude yang penurut hari ini, membuat Ashura heran, namun Ashura tidak bertanya lebih lanjut, Ashura hanya memberi arahan dan masukan untuk latihan Claude.


Bahkan sampai waktu makan siangpun Claude tidak banyak mengeluh.


Karena daging Grey Wolf yang kemarin masih tersisa banyak, Claude kembali memanggang daging – daging tersebut, bedanya kali ini Claude tidak membedakan masakannya.


“Tumben sekali kau diam dan menjadi penurut seperti ini?” Ashura bertanya heran.


“Hmm aku dari dulu memang penurut paman, buktinya aku bisa ditipu memakai Armor ini oleh mu iya kan?”


“Kau masih belum menerimanya?”


“Tidak paman, aku sudah berdamai dengan nasibku sendiri, oleh karena itu aku bersikap penurut seperti ini” Claude menjawab datar.


“Yah baguslah, jika kau sudah menerima kenyataannya”


“Akan ku usahakan paman”


Suasana kembali menjadi hening, aneh rasanya seperti ada sesuatu yang salah telah terjadi dalam pikiran bocah bernama Claude ini, itulah yang Ashura rasakan sekarang, namun Ashura sendiri tidak mengetahui apa kesalahan tersebut.


Sementara suasana canggung dirasakan Ashura dan Claude, beda lagi dengan suasana yang dialami Tan Qiang dan Wen Qi.


“Tuan Tan, Nona Wen dimana keberadaan kereta bangsawan yang katanya menyimpan banyak emas didalamnya,? bahkan sampai tengah haripun belum terlihat sedikitpun moncong kuda mereka!” seorang pria tegak berbadan kekar bertanya dengan nada meninggi, terlihat kesabaran pria ini mulai menipis.


“Maafkan kami tuan Vargas, menurut informan kami, mereka seharusnya sudah berangkat tadi pagi, dan seharusnya sudah sejak tadi mereka melewati jalan ini” Tan Qiang memberikan penjelasan.


“Kalau begitu apa yang kalian tunggu, segera hubungi informan kalian dan tanyakan apa yang telah terjadi, jika aku tidak mendapatkan jawabannya segera maaf saja jika aku harus memenggal kepala kalian sebagai bayaran ketidakpuasanku” Vargas kembali menyalak, kali ini ia butuh penjelasan.


Mendengar ucapan itu Tan Qiang menelan ludahnya sendiri, Tan Qiang sadar dengan kekuatannya sendiri, jika ia bertarung adil dengan Vargas, Tan Qiang yakin ia akan memenangkannya.

__ADS_1


Namun Vargas yang sekarang ia hadapi adalah seorang ketua kelompok bandit bernama Blood Skull, sudah merupakan hal yang umum jika bertarung melawan para bandit maka jangan mengharapkan pertarungan yang adil, entah itu di keroyok, menggunakan senjata rahasia, ataupun racun para bandit ini bisa melakukan semua itu.


Tidak ada kehormatan dalam pandangan mereka, yang mereka pikirkan hanyalah harta dan kepuasan yang bisa mereka dapatkan terlepas dari apapun cara mereka.


Oleh sebab itu, saat ini Tan Qiang hanya bisa menundukan kepalanya dan mematuhi setiap ucapan Vargas.


“Wen Qi, apa yang sedang kau lakukan, cepat hubungi Lim, dan tanyakan mengapa informasi dari shinobi idiot itu tidak akurat” Tan Qiang berbisik kepada Wen Qi


“Mengapa aku yang harus menghubungi Lim, mengapa juga aku harus menuruti perintahmu, disini kita setara tidak aku yang memberi perintah disini, seharusnya kau yang menghubungi Lim”


“Hey nona manja, apa kau tidak mengerti situasinya sekarang, aku sedang berusaha menenangkan Vargas, tidak bisakah kamu membantuku menghubungi Lim” Tan Qiang mulai jengah dengan sikap Wen Qi.


“Tidak, kau lakukan saja sendiri” Wen Qi masih bersikukuh.


“Kau ... bagaimana jika Vargas kehilangan kesabarannya, kita berdua pasti akan segera dihabisinya, apa kau lupa kita sedang berhadapan dengan manusia seperti apa?” Tan Qiang masih berbisik.


“Apa kau mengira aku bodoh, aku tentu saja mengetahuinya, tapi untuk apa aku takut, aku masih bisa pergi apapun situasinya, seharusnya kau yang takut, maka dari itu segera kau turuti semua permintaan orang itu” Wen Qi terkekeh dibalik kipasnya yang selalu menutupi wajahnya.


“Kau tidak peduli padaku?”


“Untuk apa aku peduli padamu”


“Kau tidak ...”


“Apa kalian sudah selesai berdiskusi !!” suara berat Vargas bergema di barengi dengan aura kuat yang keluar dari tubuhnya, memotong ucapan Tan Qiang “Sekarang aku menuntut penjelasan dari kalian berdua, jika kalian tidak bisa meredam amarahku, jangan salahkan aku bertindak lebih kepada kalian”


Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya Vargas dibuat menunggu untuk sesuatu yang tidak pasti, jadi ketika hari ini ia dihadapkan dengan peristiwa seperti ini, Vargas tidak akan pernah mentolelirnya.


Vargas akan baik kepada sekutu yang menghargai dan memberinya keuntungan, namun satu kali saja sekutu itu membuatnya kecewa Vargas tidak akan segan – segan, sama seperti kali ini, Vargas berniat menghabisi Tan Qiang dan Wen Qi yang dianggapnya telah mengecewakannya dan Blood Skull.


Namun sebelum Vargas bergerak, Tan Qiang mengeluarkan Sound Stone yang bergetar dari saku bajunya.


“Syukurlah” Tan Qiang menghela nafas lega ketika dilihatnya Sound Stone itu adalah milik Lim.


“Lim, kau hampir saja membunuhku” Tan Qiang segera mengumpat setelah menghubungkan Sound Stone ditangannya.


“Oh benarkah? Kalau begitu kesalahanku menghubungimu terlalu cepat” terdengar suara Baron Lim terkekeh diseberang sana.


“Kau ... ”


“Sudah lah, apa Vargas juga sedang berada disana, biarkan dia juga mendengar apa yang akan kuucapkan”


“Ya” Tan Qiang menjawab singkat “Tuan Vargas, Baron Lim ingin berbicara denganmu”


“Vargas kau bisa mendengarku, yah untuk kesepakatan kali ini memang telah terjadi sesuatu yang tidak terduga, sang kereta gagal berangkat tadi pagi, kemungkinan mereka akan berangkat besok pagi, tapi kau tenang saja besok pagi aku sendiri yang akan memastikan keberangkatan mereka”


“Adapun untuk konfensasi kelalaianku hari ini, aku akan segera mengirimkannya ke markas Blood Skull, kuharap kau bisa mengerti dan tetap mempercayaiku sebagai mitramu”


“Baiklah untuk kali ini saja aku akan mengabaikan kelalaianmu, tapi kau harus ingat tidak ada lain kali” Vargas menekankan suaranya “Akan kutunggu konfensasi darimu” Vargas mendengus dan menurunkan aura agresif yang sempat dikeluarkannya.


Begitu pun juga dengan para bandit yang lain, melihat Vargas tenang mereka juga melepaskan aura agresif mereka.

__ADS_1


“Tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunggu disini, sebaiknya kita kembali ke markas, beristirahat, dan menunggu informasi apa yang akan diberikan Lim besok pagi” Vargas menyuruh anak buahnya kembali.


“Kalian berdua, ikut dengan kami” Vargas tidak membiarkan Tan Qiang dan Wen Qi untuk pergi berpisah dengan Blood Skull.


Ditengah perjalanan kelompok Blood Skull ini berpapasan dengan seekor Bear Spirit Fire seekor Wild Beast berbentuk beruang dengan Fire Spirit membentang sepanjang kepala sampai tulang punggungnya, memiliki level empat puncak.


“Kebetulan sekali suasana hatiku sedang buruk, kau datang disaat yang tepat beruang manis” Vargas yang sebelumnya berusaha menahan amarahnya, kini berniat melampiaskannya.


Tidak menunggu lama, Vargas segera berlari mengayunkan pedang besarnya, langsung memberikan serangan telak pada Bear Spirit.


Namun Bear Spirit tahu nyawanya sedang terancam, ia segera berbalik mencoba menghindar, dan memberikan serangan balik namun sayangnya pedang milik Vargas berhasil menggores tubuh Bear Spirit, melihat hal tersebut Vargas tersenyum penuh kemenangan.


Vargas meletakkan pedangnya, seraya berkata lirih.


“Blood Rage : Absorp”


Dengan sekejap udara sekitar berubah, dalam radius dua puluh meter langit berubah menjadi merah darah, perasaan mencekam terasa sangat pekat, perasaan gelap dan mencekam ini berpusat pada Bear Spirit yang secara perlahan kehilangan aura kehidupan berikut dengan darahnya yang keluar terus menerus, mendekat kearah Vargas untuk kemudian Vargas serap dan dijadikan nutrisi untuk kekuatannya.


“Lezat sekali hahaha” Vargas tertawa terbahak – bahak merasakan nikmatnya darah Bear Spirit yang memasuki tubuhnya.


Sementara itu aura Vargas juga dirasakan oleh Ashura dan Claude yang berada tidak jauh dari kelompok Vargas.


“Apa yang sedang dilakukan Blood Warrior disini” Ashura mengerutkan keningnya.


-----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


spesial thanks buat :


@gardika


@Anak Desa


@Bye one Kak


@Roy Makaay


@Zulkhairi Mohamad


@kuro no hiro


@Rido Arizeky


dan teman - teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya, terima kasih atas dukungannya selama setengah bulan ini, maaf apabila cerita saya masih banyak kekurangannya, dan saya harapkan untuk tetap mendukung My OP Red Phoenix ini kedepannya.


saya akan mengusahakan untuk bisa daily update, min. satu chapter setiap harinya setiap pukul 20.00, dipantau terus ya,


sekali lagi terimakasih mina-san


salam

__ADS_1


__ADS_2