
Dilanjut aja yah
---------------------
Kembali ke pertarungan Coda vs Tan Qiang.
“Mari kita mulai ronde kedua” Tan Qiang yang terpaksa menggunakan Golden Monkey Body, yang sebenarnya kemampuan itu disiapkannya sebagai kartu truf ketika melawan musuh yang kuat, Tan Qiang tidak menyangka ia akan menggunakannya melawan seorang prajurit rendahan.
“Kau seharusnya merasa terhormat, bahkan ketika kau sudah dipastika matipun kau masih bisa memaksaku menggunakan kemampuan ini”
Golden Monkey Body adalah kemampuan bawaan yang dimiliki Tan Qiang, namun penggunaannya terbatas pada seberapa banyak kau mempunyai Monkey Peach.
Tentu saja Monkey Peach sendiri adalah sejenis minuman yang sangat sulit untuk diperoleh bahkan untuk Tan Qiang sendiri ia hanya memiliki dua Botol Monkey Peach yang telah ditukarkannya menggunakan sebagian besar kekayaan dan kontribusi terhadap keluarganya.
Golden Monkey Body sendiri seperti skill berserk Knight Will, mampu meningkatkan kekuatan, kecepatan, dan immune dari segala jenis efek racun, namun perbedaannya Golden Monkey body tidak memberikan efek samping selain kelelahan setelah menggunakannya.
“Terima ini” Tan Qiang melompat mengangkat tongkatnya, berniat memberikan serangan dari atas “Toya Pound”
Coda tidak berdiam diri ia segera mengangkat pedangnya, mengambil sikap defensive, bersiap menahan serangan tongkat dari Tan Qiang.
-blar-
Suara benturan tongkat dan pedang bergema namun keduanya tidak ada yang mengendur, Coda yang berhasil menahan serangan Tan Qiang langsung memutar badannya “Break Slash” memberikan tebasan diagonal kearah tubuh Tan Qiang.
Tan Qiang memposisikan dirinya menghindari serangan Coda, Tan Qiang dengan mode Monkeynya memiliki kelenturan dan kebebasan bergerak.
Duel terus berlanjut, serangan terus dilancarkan, namun jelas posisi Coda yang tidak diuntungkan, kini cairan pelumpuhnya sudah tidak berefek pada Tan Qiang, sedangkan dirinya terus diserang oleh tongkat milik Tan Qiang.
Meskipun tidak ada luka berdarah di tubuh Coda, namun karena serangan Tan Qiang menyasar titik sirkulasi energi kehidupan milik Coda, membuat Energi Kehidupan Coda terganggu dan lebih cepat terkuras.
“Kau harusnya bangga dengan kegigihanmu, namun sayangnya kau harus berakhir disini” Tan Qiang memberikan pukulan telak pada kepala Coda yang membuat Coda terpelanting jatuh kebelakang.
Coda sudah mencapai batasnya, kini efek dari Knight Will mulai menyerang balik pada tubuh Coda.
“Pertarungan yang bagus, kau lawan yang kuat, bolehkah aku membuat sebuah saran, jika kau bersedia bertekuk lutut, memohon ampunan dan memberikan kesetiaanmu padaku, aku akan memberikan pil penyembuh ini untukmu” Tan Qiang mengeluarkan sebotol giok berisi pil penyembuh.
“Lebih baik aku mati daripada harus bertekuk lutut meminta ampunan dari penjahat sepertimu” Coda menolak secara lantang. Coda memang bukan prajurit terkuat, tetapi untuk kesetiannya Coda yakin dirinya adalah yang terkuat.
“Cih, kau membosankan sekali padahal ketika kita bertarung kau bisa menghiburku, kenapa sekarang kau menolak mentah – mentah tawaranku” Tan Qiang menggeleng – gelengkan kepalanya.
“Yah itu piliha...”
__ADS_1
“Tidakkkkk .... Arrggghhhhhh” tiba – tiba terdengar jeritan seorang wanita dari arah kepergian Wen Qi.
“Apa yang terjadi” Tan Qiang secara reflek berbalik melihat kearah sumber teriakan berasal.
-sreb-
“Meskipun lawanmu sekarat, tetap saja kau tidak boleh berbalik membelakanginya” bisik Coda perlahan di telinga Tan Qiang.
Tan Qiang terlambat bereaksi, ia mulai sadar ketika rasa sakit mulai menjalar dari luka tusukan pedang di area perutnya.
“Prajurit sialan” Tan Qiang berbalik dan segera meninju Coda yang sepertinya sudah menghembuskan nafas terakhirnya, sesaat sesudah berbisik ditelinga Tan Qiang.
“Sial mengapa aku bisa selengah ini” Tan Qiang berusaha mencabut pedang Coda, dan kemudian menelan beberapa pil penyembuh.
“Aku harus segera mengejar Wen Qi” Tan Qiang mulai berjalan tertatih – tatih meninggalkan mayat Coda.
***
Beberapa saat yang lalu
“Kau ingin membunuhnya tepat dihadapanku” disaat Wen Qi sedang mencengkram Claude, suara berat dan menindas terdengar ditelinganya “Akhir – akhir ini kalian para pelayan kecil dari Desolate benar – benar melampaui batas”
“Aku?”
“Bagaimana dengan ini, apa kau bisa mengenalinya, Nature Spirit, Release!” pria tersebut menggunakan kekuatannya, dan mengarahkannya kepada Claude yang secara paksa menghancurkan Soul Grasp milik Wen Qi.
Kemudian Claude jatuh tidak sadarkan diri, namun helaan nafas lirih tidak teratur masih bisa terdengar.
“K ... Kau ...” Wen Qi membulatkan matanya tidak percaya dengan skill yang baru saja diperlihatkan pria dihadapannya.
“Melihat ekspresimu, aku yakin sekarang kau mengetahui siapa aku bukan?” seringai jahat nan mengintimidasi terlihat diwajah pria tersebut.
“Mengapa seorang High Elf ada disini? Apa yang sedang kau lakukan? Dan mengapa kamu mencampuri urusanku?” Wen Qi mundur beberapa langkah ia sadar dirinya bukanlah lawan dari pria dihadapannya.
“Kita semua beraliansi dengan tujuan yang sama, mengapa kau membelot dan melindungi manusia?” Wen Qi mempertanyakan tindakan pria tersebut dalam menyelamatkan Claude, sambil mundur beberapa langkah berharap bisa pergi melarikan diri.
“Kau mempertanyakan tindakanku? Sejak kapan pelayan Desolate berani mempertanyakan tindakan para High Elf, Forest Jail” Pria tersebut mengetukkan jarinya diudara dan kemudian pohon – pohon yang berada disekitar Wen Qi mulai bergerak membentuk sebuah kurungan yang secara instan memenjarakan Wen Qi didalamnya.
Penjara bukan sekedar penjara, Forest Jail adalah kemampuan menekan yang sangat kuat, disamping bentuknya yang memang seperti penjara, tubuh Wen Qi didalamnya juga terkekang oleh akar – akar pohon melilit tubuhnya, tidak membiarkan Wen Qi bergerak bebas.
Pria tersebut berjalan mendekati Claude, kemudian memeriksa keadaan Claude, setelah memastikan Claude tidak memiliki luka yang serius dan hanya kekurangan nafas, pria tersebut mengeluarkan sebuah pil dan kemudian memasukannya kedalam mulut Claude.
__ADS_1
“Anak bodoh kau beristirahatlah sejenak, biarkan pamanmu ini yang membereskan semuanya” Tanhill mengusap air mata yang masih membekas di pipi Cluade. Ya pria yang datang menolong Claude adalah Tanhill yang secara kebetulan berada dihutan tersebut.
“Oh ya, tadi kau mempertanyakan sikapku kan” setelah kondisi Claude Stabil, Tanhill bergerak mendekati Wen Qi, “Kau berani menyentuh keponakanku, dan kau masih bertanya mengapa aku bersikap?” kilatan dingin yang tajam terlihat dari sorot mata Tanhill.
“Tidak ... tidak mungkin,” mendengar ucapan Tanhill, Wen Qi akhirnya sadar bahwa kali ini dia telah membuat kesalahan yang fatal, namun tetap saja ia tidak percaya dengan ucapannya “jelas anak itu seorang manusia, mengapa kau mennyebutnya keponakanmu?”
“Pada awalnya, aku tidak pernah berpikir untuk mencampuri urusan kalian, bahkan ketika kalian sendiri yang telah membocorkan keberadaan para Goblin aku tidak mengambil tindakan, tapi kali ini kau berani menyentuh keponakanku, mari kita lihat apa yang harus ku perbuat untuk mu” Tanhill mengangkat tangannya.
Melihat gerakan Tanhill, Wen Qi tahu apa yang ingin dilakukan Tanhill, “Tidak tuan ... tolong maafkan aku, aku tidak mengetahui asal usul anak itu, jika saja aku tahu, aku tidak akan seberani itu untuk menyerangnya, tolong ampuni aku tuan” melihat nasibnya sudah berada diujung tanduk, Wen Qi mengiba dan memohon pengampuanan.
“Aku berjanji, aku tidak akan menyentuh anak itu lagi, dan aku akan memberitahu teman – temanku untuk tidak mengusik anda maupun anak itu, aku juga akan memberikan anda semua yang anda inginkan, seluruh informasi bahkan diriku sendiri, aku siap menjadi pelayan mu tuan, tapi biarkan aku hidup, berikan pengampunanmu tuan” jika Wen Qi bisa bersujud, ia pasti sudah melakukannya sejak tadi, sayangnya ia tidak bisa.
“Kau menginginkan pengampunan” Tanhill menurunkan tangannya.
“Iya Tuan” Wen Qi mulai bersemangat kembali melihat Tanhill menurunkan tangannya “Teri...”
“Sayang, kau tidak layak mendapatkannya” tanpa ragu Tanhill mengangkat kembali tangannya “Absorption” dengan satu seruan Tanhill mengepalkan tangannya, kemudian Forest Jail merespon.
“Tidakkkkk .... Arrggghhhhhh” Wen Qi mulai menjerit sejadi – jadinya merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya, ketika dirasakannya energi kehidupan dalam tubuhnya diserap oleh akar – akar Forest Jail.
Sama seperti skill kemampuan Blood Rage, Forest Jail juga memiliki kemampuan untuk melakukan Absorption pada tubuh mangsanya, bedanya jika Blood Rage terkesan lembut dan cepat karena target hanya kehilangan darah untuk kemudian mati lemas begitu saja.
Tetapi untuk Forest Jail yang diambil adalah sumber inti dari kekuatan makhluk hidup apapun secara paksa, oleh karena itu prosesnya akan terasa sangat menyiksa, sampai pada titik si makhluk ingin membunuh dirinya sendiri untuk segera mengakhiri penderitaannya.
Namun kehebatan Forest Jail bukan tanpa lawan, lawan alami nya adalah Spirit Flame, Spirit Flame mampu membakar setiap akar – akar dari Forest Jail, tetapi kembali pada level kemampuan orang yang menggunakannya.
Sialnya untuk Wen Qi, hari ini dia bergerak sendiri jadi Wen Qi hanya bisa menerima nasibnya sendiri.
Absorption berjalan lambat namun pasti, kini terlihat tubuh Wen Qi mulai berubah, bahkan wajah cantiknya mulai terlihat menyeramkan, “Jadi kau seekor Soul Eater, ya makhluk menjijikan sepertimu sudah sepantasnya merasakan Forest Jail”
Begitu teriakan berakhir, berakhir pula kehidupan dari Wen Qi atau Wild Beast berjenis Soul Eater tersebut, yang tersisa hanyalah Cairan abu sisa – sisa dari tubuh perwujudan Soul Eater.
Bersamaan dengan itu pula Forest Jail menghilang, dan pohon – pohon kembali kebentuk dan posisi semula mereka.
“Apa yang terjadi disini? Dimana Wen Qi?” tidak lama kemudian muncul satu orang lagi yang berjalan pincang menggunakan tongkatnya, tubuhnya dipenuhi bulu – bulu berwarna emas, namun ada satu luka besar diperutnya, dan banyak sekali bekas luka ringan ditubuhnya.
“Oh ternyata Golden Monkey juga berada disini, kebetulan sekali” Tanhill menyeringai.
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)
__ADS_1