My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 20 – Bahaya Mengintai


__ADS_3

“Mempersiapkan ... mempersiapkan untuk apa?”


“Belum saatnya kau tahu, jadi sekarang kau diam saja dan ikuti saja semua pengaturanku” ucap Tanhill kepada Claude.


“Ya nak, sekarang kau turuti saja kemauan paman gila mu ini, kelak kau juga akan mengerti sendiri apa yang diinginkan pamanmu ini” George menimpali ucapan Tanhill.


“Jadi bagaimana menurutmu, kau bisa mengerjakannya”


“Tentu saja aku bisa, kau pikir aku ini siapa coba kulihat dulu taring itu” George mengulurkan tangannya..


Tanhill memberikan kedua taring itu “Bagus lah kalau begitu”


“Hmm Poison Stinger ya, bahan yang bagus, apalagi Wild Beast ini memiliki level 3 puncak sangat cocok untuk melindungi keponakanmu itu, terlebih karena bawaannya, taring ini memiliki sifat racun korosi yang panas” George merenung sebentar “Darimana kau dapatkan 2 taring ini? kau membunuhnya sendiri?”


“Tidak, anak itu yang mendapatkannya sendiri” Tanhill menunjuk Claude kembali.


“Dengan cara?”


“Membunuhnya lah apalagi”


“Kau pasti bercanda” George menunjukan wajah yang tidak percaya, tetapi ketika George melihat Tanhill berwajah tegas “Kau serius?!!”


“Aku tidak akan berkata apa – apa lagi, butuh waktu berapa lama sampai kau menyelesaikannya” Tanhill segera menutup obrolannya, ia tidak mau keterusan berbicara.


“Mungkin sekitar 3 – 4 hari baru bisa selesai, aku juga harus mencari bahan yang tepat untuk menjadi pegangan dari taring ini”


“Ok baguslah, kalau begitu aku akan kembali 4 hari lagi pastikan kau sudah membuatnya” Tanhill menatap lurus


George.


“Ya aku akan segera membuatnya, kau jangan khawatir, kau juga tahu sendiri seberapa maniak aku dalam urusan seperti ini, akan ku pastikan Dagger yang kubuat adalah Dagger terbaik dikelasnya” George tersenyum “Nak kau harus berterima kasih mempunyai paman sepertinya, jarang sekali aku melihat dia sebaik ini kepada seseorang ha ha ha”


“Diam kau !!” Tanhill menyalak “Ayo bocah kecil, kita pergi dari sini, semakin lama kita disini semakin dia akan mengeluarkan banyak omong kosong” Tanhill memegang tangan Claude dan menyeretnya keluar.


Ketika Tanhill hendak melewati pintu penghubung ruang depan, George berkata “Berapa lama lagi kita akan berada disini” kali ini suara George terdengar alami tanpa ekspresi apapun di dalamnya.


“Sebentar lagi, aku tidak tahu detailnya tetapi firasatku mengatakan secepatnya kita akan bergerak” Tanhill membalas ucapan George “Hanya mereka yang memberi perintah, tugas kita sebagai bawahannya cukup melaksanakan tugas kita dengan baik, kau jangan banyak berpikir”


“Bailah kalau begitu” George setuju dengan ucapan Tanhill.


Setelah keluar dari rumah George, Claude bertanya.


“Paman sebenarnya apa yang kalian bicarakan? Sebagian ucapan kalian aku mengerti, tetapi mengapa sebagian lagi aku tidak mengerti ya, sebenarnya apa yang akan terjadi, kita harus bersiap untuk apa?”


“Nak kau banyak sekali bertanya hari ini”


“Aku dari dulu juga seperti ini, sepertinya paman saja yang terlambat menyadarinya, jadi jelaskan padaku sekarang”


“Heh, biarku jelaskan sekalipun kau tidak akan mengerti, kau itu terlalu kecil untuk mengetahui permasalahan orang dewasa, tunggu sampai kau besar dulu, baru aku akan menjelaskan obrolan ku tadi dengan George” Tanhill terkekeh melihat tingkah Claude.


“Alasan klise,” Claude mencibir.


“Terus Dagger itu, mengapa aku membutuhkan sepasang Dagger, lagi pula aku juga sudah mempunyai busur panah ini, kenapa aku harus menambah senjata lagi” Claude menunjukan busur yang berada di punggungnya.


“Hei nak kau tahu seorang Rogue?”


“Rogue? ... Rogue apa? Siapa?” Claude kembali bingung.

__ADS_1


“Rogue adalah salah satu Job Khusus untuk seorang petualang, seperti yang kita ketahui Job Dasar seorang petualang itu terdiri dari Swordman, Tank, Mage, Healer, Archer, dan Assassin namun diluar Job Dasar itu, banyak sekali ditemukan Job Khusus yang bergantung pada Martial Spirit masing - masing”


“Sedangkan Job Khusus Rogue biasanya memfokuskan kemampuannya pada serangan jarak jauh, dan juga bisa menangani jarak dekat, jadi pada dasarnya Rogue dapat bergerak dan berdiri sendiri ketika berpetualang”


“Tidak seperti Job Khusus lainnya, yang mengandalkan Martial Spirit sebagai pondasi job mereka, Rogue bisa diciptakan sendiri, selama petualang itu memiliki kemampuan menyerang jarak jauh dan jarak dekat maka petualang itu sudah bisa disebut sebagai Rogue”


“Ouh ada job yang seperti itu juga paman”


“Ya ada, Kebanyakan dari para Rogue ini mengambil keterampilan Magic Swordmanship, dimana Magic sebagai kemampuan jarak jauhnya dan Pedang sebagai kemampuan jarak dekatnya”


“Nah untuk kau nak, aku memikirkan sesuatu yang berbeda”


“Apa itu paman?”


“Karena kau sudah memiliki dasar dalam Archery, berarti tinggal jarak dekat yang kurang dan karena Shadow Spiritmu itu aku lebih cenderung memilih Dagger sebagai mainan keduamu, bagaimana apa kau tertarik?” Tanhill menjelaskan sesingkat mungkin apa yang ia mau.


“Tapi mengapa aku harus menjadi seorang Rogue?”


“Hei nak, kau tidak perlu aku untuk mengemukakan alasan yang lain kan”


Claude terdiam sebentar, berusaha memahami beberapa informasi yang baru saja masuk kedalam otaknya. “Ya aku mengerti paman”


“Oh satu lagi, untuk sekarang kesampingkan dulu Flame Spiritmu itu, karena untuk saat ini Flame Spiritmu akan terus seperti ini saja, lebih baik kau fokuskan kemampuanmu pada Shadow Spiritmu”


“Hmm sampai kapan aku harus mengesampingkannya paman, menurutku sekarang aku harus banyak berlatih pengendaliannya, dan lebih memahami karakteristik Flame Spiritku, sedini mungkin”


“Sampai waktunya tiba, nanti kau juga akan merasakannya sendiri, dan ketika saat itu terjadi kau juga akan mengetahui karakteristik Flame Spiritmu, sedangkan untuk pengendaliannya ... kau tidak perlu khawatir” Tanhill tersenyum ‘karena Flame Spirit itu sudah dalam kendali mu’ ucap Tanhill dalam hati.


“Sekarang kau juga sudah mengetahui kemampuan Flame Spiritmu itu, oleh karena itu kau pasti mempunyai pertimbangan sendiri dalam pikiranmu, ku katakan untuk yang terakhir, jangan kau tunjukan Flame Spiritmu kepada siapapun, dimanapun karena jika kau bertemu dengan seseorang yang mengenalimu, maka sesuatu yang buruk akan menimpamu, kau juga tahu alasan nya mengapa aku mengatakan hal ini, cukup aku dan kamu yang mengetahui Flame Spiritmu ini” Tanhill kembali menegaskan pengingatnya.


“Bagus, sekarang kita pulang kerumah, oh ya sebelum mainanmu jadi, kau berlatih menggunakan ini” Tanhill mengeluarkan dua Dagger umum yang biasa dijual di toko senjata.


Kemudian Tanhill dan Claude berjalan kembali kearah kota searah dengan rumah mereka, namun ketika mereka melewati sebuah penginapan, mereka bertemu dengan seseorang yang baru saja keluar dari penginapan tersebut.


“Oh kebetulan sekali kita bertemu disini Sir Tan, tadinya aku berniat mencarimu, bagaimana kabarmu?” dengan muka kusut yang sesekali masih menguap pria itu menyapa Tanhill.


“Yah kebetulan sekali kita bertemu disini Shura, Ada apa kau mencariku?”


“Yah seperti yang ku katakan, aku butuh bantuan anda Sir Tan” pria itu melirik Tanhill.


“Baiklah kita akan membicarakannya dirumahku, sekarang kau berkenalan saja dengan keponakanku, Claude ini Ashura seorang petualang Assassin terkenal di Jotunheim ibukota kekaisaran”


“Tidak perlu berkata seperti itu Sir Tan rasanya aku tidak seterkenal itu, baiklah oh jadi kau ya yang bernama Claude”


“Iya pak saya Claude salam kenal”


“Tidak perlu terlalu formal, panggil saja aku paman, nah kulihat kau membawa sebuah busur dan sepasang Dagger, kau mau menjadi seorang Rogue” Ashura memperhatikan penampilan Claude.


“Hmm mungkin paman” jawab Claude ragu.


Ashura berbalik kearah Tanhill, kemudian Tanhill mengangguk kecil.


“Nak apa Martial Spiritmu?”


“Martial Spiritku, Shadow Spirit paman” Claude ingat dengan peringatan pamannya.


“Hmm menarik” Ashura menunjukan sedikit ketertarikan.

__ADS_1


“Sudahlah, ayo kita berangkat nanti saja lanjutkan obrolan kalian dirumahku” Tanhill memimpin jalan.


“Oke”


***


Di gerbang timur Behemoth City, muncul sekelompok pria yang baru saja pulang dari ekspedisinya, mereka adalah Warren dan anak buahnya.


“Setelah ini kalian istirahatlah, aku akan pergi melaporkan misi ini kepada orang itu” Warren memisahkan diri.


“Tapi ketua, apa kau perlu kami temani, mengingat kita gagal membawa bunga tersebut”


“Iya ketua mereka pasti akan menekan dan mempersulitmu”


“Kami tidak apa – apa, kami masih bisa pergi menemani dan melindungimu”


“Hoy, kau pikir aku ini siapa hah” jawab Warren tegas. “Tidak perlu kalian pikirkan, orang itu tidak akan menekan aku, aku jamin itu” kemudian Warren pergi memisahkan diri.


Beberapa saat kemudian Warren memasuki sebuah rumah sepi, dan didalam rumah itu telah duduk seorang pria. Yakni Sir Richard


“Warren kau sudah tiba, bagaimana perjalananmu” Richard menyapa Warren dan mempersilahkannya duduk.


“Yah tidak terlalu buruk Sir, kami berhasil memanen beberapa bahan, tetapi mohon maafkan aku Sir, karena kami tidak berhasil mendapatkan bunga tersebut” Warren menundukan kepalanya.


“Hmm jadi seperti itu, tapi kau sudah memeriksa tempat itu? Apa yang kau dapat”


“Ya aku sudah memeriksanya, bahkan kami juga mencari di sekelilingnya, tetapi di tempat itu hanya ada goa saja, ketika kami memasuki goa yang pertama kali kucium adalah bau busuk yang menyengat jauh berbeda dari cerita mengenai bunga itu.”


“Dan aku tidak tahu apa itu tetapi kami menemukan beberapa cairan lengket berwarna hijau di sekitar mulut gua” Warren mengakhiri penjelasannya dan menyodorkan botol giok berisi cairan lengket.


Richard mengambilnya dan segera memeriksanya, untuk kemudian Richard terkejut dengan penemuannya ‘Darah Goblin’


“Apakah kalian memeriksa gua itu lebih jauh”


“Tidak, karena aku memiliki sebuah firasat yang tidak baik, aku memutuskan untuk menghentikan ekspedisi”


“Baguslah, kau membuat pilihan yang benar” Richard tersenyum lega.


“Sebenarnya apa yang terjadi Sir”


“Aku tidak tahu, tetapi sepertinya ada seseorang yang mencoba menjebakku” Richard menampak ekspresi dinginnya.


“Maksudnya Sir”


“Tidak apa – apa, terima kasih telah membantuku memeriksanya, dan maafkan aku karena telah menempatkan mu bersama timmu dalam situasi yang berbahaya” Richard kembali tersenyum.


Sementara itu di kedalaman hutan tepatnya di dalam goa yang baru saja Warren datangi terlihat beberapa ribu goblin sedang berpesta bersenang – senang, namun ada satu goblin yang berpenampilan berbeda dan duduk di sebuah singgasana batu.


“Hmm manusia yang beruntung, jika saja mereka berani melangkah lebih dalam mereka pasti sudah menjadi makanan penutup bagiku sekarang he he” dengan mata merahnya Goblin itu menyeringai.


“Chief, boleh kutahu kapan kita akan berangkat membantai para manusia itu” salah seorang goblin bertanya.


“Sebentar lagi, tunggu sampai Oldie Tribal memberikan perintahnya”


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2