My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 58 – Jatuhnya Benteng Perbatasan


__ADS_3

“Pemimpin apa yang harus kita lakukan?”


“Mereka semakin mendekat”


Terlihat para Goblin sudah berkumpul di depan garis pertahanan benteng tepatnya di depan jebakan yang sebelumnya telah para petualang siapkan, para Goblin hanya tinggal menunggu efek tumpukan Skill berakhir dan mereka dapat dengan mudah melancarkan serangan.


‘Aku tidak memiliki waktu untuk mencerna semua masalah ini’ Warren yang sebelumnya sempat Shock mulai memfokuskan dirinya kembali, dan mengesampingkan pengkhianatan yang dilakukan Kiev, baginya keselamatan anak buahnya adalah prioritas utama, ‘Aku harus mengamankan para petualang ini terlebih dahulu’


“Para Knight dan Shield Warrior kalian gunakan skill pertahanan kalian, gunakan pada dinding benteng dan gerbangnya, tumpuk semua skill kalian, sementara itu para Mage dan Archer semua turun dan tinggalkan benteng ini” Warren membuat keputusan.


Menurut Warren, para petualang tidak akan bisa menahan serangan para Goblin terlalu beresiko baginya untuk terus mempertahankan benteng setelah satu perintah salah yang dilakukan Kiev.


“Tapi bagaimana dengan Behemoth City, jika kita kehilangan benteng ini, para Goblin akan segera menyerang kota?” meskipun ada beberapa petualang yang mempertanyakan perintah Warren, namun semua Mage dan Archer tetap bergerak.


“Kalian tenang saja, Sir Richard sudah bersiap untuk bergabung dan memberikan bantuannya, kita akan bergerak mundur dan memberikan hambatan – hambatan untuk para Goblin ini”


“Semua bergerak Archer dan Mage terlebih dahulu disusul Knight dan para petarung, kita bergerak perlahan dan pastikan para Goblin tidak bisa bergerak sesuka mereka” Warren terus memberikan instruksinya.


Sesuai perintah Warren semua petualang bergerak mengikuti formasi, mereka semua bergerak mundur secara pasti dan juga tidak membiarkan perhatian mereka lepas dari benteng.


Beberapa saat kemudian mulai terdengar getaran – getaran hebat dari benteng, tanda bahwa para Goblin mulai melancarkan serangan mereka.


Namun karena dari pertama dibuat benteng tersebut sudah di tanami batu pertahanan jadi akan membutuhkan beberapa waktu untuk merubuhkannya ditambah dengan skill pertahanan dari para petualang, telah meningkatkan daya durabilitas dan pertahanan benteng itu sendiri.


“Benteng pertahanan akan menghambat mereka untuk beberapa saat, tetap bergerak pastikan kalian tetap siaga, Mage tanah persiapkan Magic pembatas kalian, disusul dengan Mage api, Mage air, Mage Angin dan Mage Ilusi kita akan terus melakukan putaran skill ini sampai kita bertemu bantuan Sir Richard”


“Ya” jawab semua petualang.


Dalam pertempuran seperti ini, Job Mage adalah Job yang sangat bisa diandalkan, sekaligus tidak bisa diandalkan, mengapa? karena Job Mage bergantung pada siapa pemimpin yang memerintah mereka, jika pemimpin bijak para Mage adalah kunci dari kemenangan pun demikian sebaliknya para Mage juga bisa menjadi kunci kekalahan.


Seperti perintah Kiev, para Mage langsung memberikan seluruh skill terbaik mereka yang pada akhirnya menempatkan para Mage dalam situasi tidak bisa diandalkan, karena Fakta bahwa skill AOE tidak bisa dilakukan secara terus menerus, para Mage memerlukan waktu yang beragam sampai mereka bisa menggunakannya kembali.


Oleh karena itu Warren menyuruh para Mage untuk bergiliran menggunakan skill mereka.


Timbul sebuah pertanyaan mengapa para Mage tidak bisa memutuskan sendiri apa yang harus mereka lakukan?.


Kembali pada jenis pertempuran, pada pertempuran skala besar, keputusan para Mage dipersempit hampir tidak memiliki wewenang, mengapa? Karena satu skill AOE saja dapat merubah keadaan, jadi para Mage dituntut untuk menuruti pemimpin mereka.


Oleh karena itu pemimpin Mage pada suatu kelompok sangat dihargai ketika pertempuran skala besar terjadi, sayangnya sosok seperti itu hadir dalam tubuh Kiev bagi para petualang Behemoth City.


“Para Archer kalian serang para Goblin yang menyerang lewat samping pembatas, pastikan tidak ada yang mendekati kita, sisanya para Job petarung yang akan membereskan jika Archer dan Mage kewalahan”


“Siap pemimpin”


Ditengah gerakan mundurnya Warren teringat Ashura yang akan memberikan bantuannya ketika serangan Goblin terjadi, diraihnya Sound Stone dan segera Warren menghubungi Ashura.

__ADS_1


“Apa yang terjadi?” segera terdengar suara Ashura.


“Ashura, para Goblin datang, para petualang sedang bergerak mundur mendekati kota, aku mohon bantuanmu”


-brakkk- -brakk-


-rawllll- -auhhhhh-


Terdengar suara dinding benteng yang mulai rusak, dan raungan penuh semangat dari para Goblin.


“Apa?” Ashura terdengar terkejut.


“Aku tidak memiliki banyak waktu, segera datang dan bantu kami” Warren segera menutup Sound Stone nya, dan kembali memberikan arahannya.


“Semua bersiap” sambil bergerak mudur para petualang khususnya Mage mempersiapkan skill mereka.


***


“Ada apa paman?” Claude segera bertanya ketika melihat ekspresi kaget yang diperlihatkan Ashura.


“Keadaan gawat telah terjadi, aku harus segera datang membantu” Ashura segera berdiri dan bersiap pergi.


Claude langsung menahan gerakan Ashura, “Apa maksud paman? Keadaan gawat apa? Apa yang terjadi? Aku tidak mengerti” meskipun Claude tahu ada sesuatu yang salah, tapi tidak tahu apa itu.


“Ah maafkan aku, karena terlalu panik aku sampai lupa denganmu, dengar sebentar lagi mungkin akan ada gelombang warga kota yang pergi mengungsi ke ibukota kerajaan, setelah kau melihat mereka kau pergi dengan mereka dan berlindung dengan mereka diibukota, nanti setelah semua kondisi aman terkendali aku akan menjemputmu di ibukota”


“Arghh aku tidak mempunyai waktu untuk menjelaskannya tetapi sekelompok makhluk tengah mengancam Behemoth City dan sebentar lagi mereka akan menyerang kota, aku harus segera membantu para petualang dan pasukan kota, sementara pamanmu mungkin ada disana untuk membantu para petualang yang terluka, mengingat dia seorang Alchemis kehadirannya akan sangat membantu”


“Kalau begitu bawa aku paman, setidaknya sampai bertemu pamanku, aku bisa membantu pamanku digaris belakang, meskipun aku tidak bisa membuat pil tapi untuk bidang medis aku tahu banyak hal yang bisa membantu”


Hal inilah yang ditakutkan Ashura, ia tidak ingin menempatkan Claude dalam kekacauan tersebut, “Kau ... tidak bisakah kau menuruti permintaan ku kali ini saja, aku tidak ingin menempatkan dirimu dalam bahaya”


“Tolong paman, aku hanya tidak ingin kehilangan keluargaku lagi, setidaknya apapun yang terjadi aku berdiri bersama pamanku” Claude tetap bersikukuh.


“Paman yakinlah, selama aku bersama paman Tanhill, aku tidak akan merepotkan paman Ashura, paman Tanhill sudah lebih dari cukup untuk menjagaku, lagipula aku juga sudah meningkatkan kemampuanku, inilah waktu yang tepat untuk mengujinya, untuk apa aku berlatih jika keadaan seperti ini muncul aku hanya berlari dan bersembunyi, aku tidak seperti itu paman” terlihat pancaran tekad di kedua bola mata Claude.


“Hah ... baiklah” akhirnya Ashura menyerah, “Aku ingatkan lagi sebelum membantu orang lain, pastikan dirimu selamat terlebih dahulu, ini bukan main – main, lawan yang kita hadapi tidak akan mentolelir apapun, prioritas mereka adalah memusnahkan manusia, kau harus ingat itu” Ashura mengingatkan.


“Aku akan mengingat semua ucapan paman” Claude mengangguk dengan sungguh – sungguh, tidak ada canda dalam pikirannya.


Ashura langsung menggendong Claude dan segera berlari menuju kota.


Sementara itu di alun - alun kota Sir Richard sedang menghadapi masalah lainnya. Yakni setelah Sir Richard memberitahukan keadaan darurat dan meminta seluruh warganya untuk mengungsi, ternyata para pria warga kota langsung berkumpul dan siap bertarung bersama dengan dirinya.


“Kami tidak bisa menyerahkan tanggung jawab melindungi kota ini hanya kepada anda Sir Richard”

__ADS_1


“Ya benar, kami siap mempertaruhkan nyawa kami bersama anda Sir Richard”


“Ya Sir Richard tolong bawa kami bersama anda”


“... ... ...”


Teriakan demi teriakan terdengar.


“Richard, kita sudah siap kapan kita berangkat?” dari gerbang timur para pasukan aliansi sudah bersiap.


“Apa yang harus ku lakukan?” Richard memegang kepalanya sendiri, tidak menyangka warganya akan bertindak demikian.


Melihat hal tersebut, George datang menghampiri, “Sir, kita tidak bisa menghalangi para warga ikut membela tanah kelahiran mereka, biarkan mereka membantu meskipun mereka tahu bantuan mereka terbatas, tetapi mereka telah siap mempertaruhkan nyawa mereka” George mencoba memberitahukan maksud para rakyak Behemoth City.


“Tapi masalahnya siapa yang memimpin mereka Sir George?” Richard juga tidak menentang kehendak warganya, tapi ia tidak memiliki stok komandan yang bisa diandalkan untuk memimpin para rakyat ini.


“Sir Richard tenang saja, untuk para warga ini, biar saya saja yang memimpin mereka, tidak apa – apakan Sir?” George menawarkan diri.


“Anda ingin bergabung dengan pasukan? Lantas bagaimana dengan mereka yang akan mengungsi?”


“Para warga yang mengungsi telah diurus oleh Sir Davos, Baron Lathias dan Baron Trixie, mereka bertiga sudah


memulai proses pengungsian, dan kurasa dengan mereka bertiga saja sudah lebih dari cukup untuk mengatur para warga yang mengungsi, sedangkan tugasku adalah mengawal dan memastikan mereka yang ikut bertarung selamat” George menjelaskan perannya.


“Kau yakin?” Richard menegaskan kembali.


“Saya yakin Sir” George mengangguk.


“Baiklah kalau begitu kuserahkan mereka dalam pengawasanmu” Richard mengalah.


“Baiklah para wargaku, kalian dapat bergabung dengan pasukan, dan kalian akan berada dalam kepemimpinan Sir George siapkan semangat kalian karena pertempuran ini tidak akan mudah kita menangkan” Richard memberikan izinnya.


Seketika para warga menjadi bersemangat.


“Pastikan kalian menuruti semua perintah Sir George kalau tidak kalian sendiri yang menanggung akibatnya”


“Baik Sir” jawab serempak para warga.


“Ya, kalian semua berada digaris belakang dan ikuti pasukan utama” Richard segera menaiki kudanya dan berseru lantang “MAJU!!” seruannya terdengar sampai gerbang timur.


Richard memang sengaja menggunakan sedikit energi kehidupannya agar suaranya bisa didengar semua pihak, agar mereka tidak lagi mengundur waktu biar saja dirinya yang akan menyusul pasukan didepan.


Sementara itu Tanhill juga bergabung dalam pasukan warga, dengan senyum penuh arti Tanhill bergumam, “Kerja bagus George”


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2