My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 10 – Namamu Adalah Claude


__ADS_3

“Ayo kita pergi, sang tuan rumah sudah menyuruh kita pergi dari kediamannya” Carl berdiri dan mengajak yang lainnya untuk keluar dari mansion.


“Lebih baik jika kau mengerti” Richard tersenyum penuh arti.


Dengan menggertakan giginya Carl memimpin rombongannya keluar dari mansion Richard.


“Mia segera hubungi Ayala, minta dia untuk segera berkumpul dengan kita di restoran tengah kota”


“Baik tuan” kedua Great Commander tidak banyak berkata – kata, mereka tahu bahwa suasana hati tuan mereka sedang tidak baik – baik saja.


***


Di pagi menjelang siang hari, masyarakat Behemoth City melakukan pekerjaan mereka masing – masing, kecuali bagi mereka yang biasa pergi keluar kota, semuanya tidak terganggu sama sekali.


Adapun bagi mereka yang biasa keluar kota meliburkan diri selama 3 hari tidak membuat mereka resah, mereka menganggap peringatan keluar kota sebagai waktu mereka beristirahat dan bersantai di rumah.


Semua penduduk kota percaya dengan pasukan penjaga kota dan para petualang, mereka yakin mereka mampu menjaga kota dengan aman, dan untuk aliran pasokan bahan – bahan makanan yang terhenti selama 3 hari tidak menjadi masalah karena mereka masih mempunyai banyak stok di gudang mereka masing – masing.


Sama seperti orang lain, pagi itu Tanhill baru bangun dari tidurnya yang nyenyak, seperti kebiasaannya, Tanhill membersihkan diri dan lekas berlari menuju kedai makanan terdekat.


“Bibi sarapan sudah siap,? seperti biasa ya!!” Tanhill berteriak kepada seorang perempuan tua yang berada di dapur kedai.


“Ya” sebentar kemudian seorang anak remaja berjalan mendekat dengan membawa semangkuk sup daging, sepiring roti dan segelas besar air putih meletakkannya di meja “Paman hari ini kau bangun siang lagi, tidak takutkah uangmu di curi ayam pagi paman”


“Yo Austin kecil ternyata sedang berada di rumah, tidak perlu banyak omong kau juga tahu kebiasaanku, sekarang bagaimana dengan Akademimu, sebentar lagi seharusnya kau segera lulus benarkan?”


“Di Akademi aku baik – baik saja paman, tes kelulusan akan dilakukan 3 bulan lagi jika aku bisa masuk 2 peringkat teratas maka aku bisa memasuki akademi Apprentice di ibukota Mountain Sage Kingdom” Jawab Austin bersemangat dan sedikit khawatir.


“Hoho menarik, tapi aku yakin di kota ini tidak akan ada yang bisa mengalahkan mu di tes kelulusan itu” Tanhill mengobrol dengan Austin sembari memakan sarapannya.


“Kuharap seperti itu paman” Austin menundukan kepalanya murung.


“Hey, Apa yang terjadi?”


“Mereka yang berasal dari keluarga pedagang dan para pejabat kota selalu menyembunyikan kemampuan mereka, aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka”


“Ayolah Austin kecil yang ku kenal bukan seperti ini, Austin yang ku kenal selalu bersemangat dan pantang menyerah” Tanhill mengeluarkan satu botol giok berisi 5 butir pill hasil racikannya, “Kau harus ingat kembali tujuanmu masuk ke Akademi” Tanhill tersenyum.


“Ini apa paman?”


“Bayaranku atas sarapan gratis yang selalu diberikan ibumu padaku” Tanhill tersenyum lembut, “Di dalamnya ada 5 butir pill, pil ini bernama Novice Condense Pill, sesuai namanya, pill ini akan membantumu melewati ranah Novice”


“Tapi ... paman ... ini ...” Austin tergagap.


“Tidak usah kau pikirkan, kau harus bisa masuk Akademi di ibukota atau jika tidak kau menjadi muridku saja bagaimana?”

__ADS_1


“Hehe paman, bukan aku tidak mau menjadi seorang Alchemis, tetapi yang ku bisa hanya berkelahi selain itu aku tidak berani sombong” Austin berkata dengan malu.


“Nah oleh karena itu, dimana sikap sombong mu itu, berlatihlah dengan keras dan keluarkan sikap sombong mu itu, maka kau bisa menjadi yang terbaik”


“Baik paman” Austin tersenyum cerah.


“Sudahlah, aku terlalu banyak berbicara hari ini, kau kembali saja bantu kembali ibumu, aku akan menikmati sarapan ini” Tanhill menyuruh Austin Pergi.


Austin tidak berkata – kata lagi, ia mengambil botol giok di atas meja, langsung memasukannya kedalam balik baju, “Terima kasih paman” Austin kembali berjalan kembali.


“Eh tunggu sebentar, aku hampir lupa, tolong siapkan juga semangkuk sup dan segelas air susu, untuk ku bawa pulang” Tanhill baru ingat bahwa dirinya sekarang mengurus seorang bayi.


“Baik paman akan ku persiapkan” Austin mengangguk tidak mempertanyakan pesanan Tanhill.


Selepas makan Tanhill pulang dengan membawa makanan untuk seorang bayi, ketika Tanhill hendak membuka pintu rumahnya, Tanhill merasakan sebuah kemampuan sihir yang datang menaungi seluruh kota.


Tanhill menyeringai, ia tahu sihir apa yang datang, ia juga tahu siapa yang mengeluarkan kemampuan Magic tersebut, “Seorang anak kecil dari Desolate mau mencari asuhanku, kau pasti bercanda”


Tanhill tidak mempedulikan kemampuan Magic tersebut, Tanhill hanya bergegas masuk ke rumahnya, langsung menuju sebuah ruangan tempat biasa ia beristirahat, namun bedanya sekarang ada ranjang kecil yang terletak disana.


“Nak kau beruntung bertemu denganku, karena jika tidak orang – orang itu akan membawamu, dan mungkin membunuhmu” Tanhill melihat seorang bayi yang sedang terlelap disebuah kasur kecil “Yah mungkin sudah menjadi jalan takdirmu untuk bertemu denganku” Tanhill menghela nafas.


Tanhill tahu bahwa seseorang tengah mencari keberadaan bayi ini, tetapi Tanhill sedah memutuskan untuk merawat dan membesarkan bayi ini, walaupun di kemudian hari anak ini kemungkinan besar menjadi masalah tersendiri baginya, hanya saja Tanhill penasaran jalan hidup seperti apa yang akan dilalui anak ini dikemudian hari.


Untuk kemampuan Ayala sendiri, sebenarnya dia mampu menyapu seluruh daerah di Behemoth City, tidak terkecuali rumah Tanhill, tetapi ketika kemampuan itu datang, Ayala hanya melihat rumah Tanhill sebagai rumah Alchemis rendahan biasa, tidak terlihat sesuatu yang aneh, bahkan keberadaan seorang bayi pun tidak terlihat.


Oleh karena itu Ayala melewatkan rumah Tanhill.


“Nah nak, sekarang waktunya kau bangun dan mendapatkan sarapanmu” Tanhill menggendong bayi tersebut kepangkuannya mengelus tengkuknya, Tanhill melepaskan mantra penenangnya dan membangunkan sang bayi.


Kini nampak seorang bayi laki – laki berumur 3 tahun dengan mata yang mengerjap akhirnya bangun, namun anehnya bayi tersebut tidak menangis, malah tersenyum untuk kemudian tertawa ketika melihat Tanhill.


“Anak pintar sekarang waktunya kita sarapan” Tanhill memberikan makanan dan minumannya secara perlahan.


“Oh bayi kecil kau belum mempunyai nama kan” Tanhill berpikir sejenak mencari nama yang cocok untuk diberikan kepada bayi ini, beberapa saat kemudian Tanhill tersenyum.


“Ok, sekarang namamu adalah Claude”


“Claude, aku tidak tahu takdir apa yang akan kau hadapi, tanggung jawab sebesar apa yang akan kau tanggung, tetapi satu pesanku kau harus memilih jalanmu sendiri, jalan yang tidak bergantung pada orang lain, tidak juga denganku, jalan yang harus kau tapaki selangkah demi selangkah agar kau tahu apa itu benar dan apa itu salah.” Tanhill memberikan suapan terakhirnya kepada Claude.


“Aku pasti sudah gila, berbicara omong kosong dengan seorang anak berusia 3 tahun” Tanhill menggeleng – gelengkan kepalanya.


“Ok little Claude kau sudah sarapan, maka aku akan membiarkanmu disini, diluar banyak sekali orang jahat yang mencarimu, tapi tenang saja paman Tanhill ada disini untuk melindungimu” Tanhill membicarakan sambil memperagakan sesuatu di depan Claude yang dibalas dengan tawa bahagia Claude.


“Nak kau tunggu disini, aku harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita berdua” Tanhill meninggalkan Claude dan berjalan menuju ruang tempat ia membuat pill.

__ADS_1


***


“Apa kau tidak bisa menemukannya!!!” Carl langsung berteriak marah ketika ia mendengar laporan dari Ayala, untung saja Carl dan rombongannya telah memesan sebuah ruangan khusus jadi walaupun keributan terjadi orang – orang diluar tidak bisa memperhatikan mereka.


“Maaf tuan, tapi itulah yang terjadi, tidak ada sedikitpun aura bayi itu di kota ini, jika saja ada sedikit auranya maka aku sudah menemukannya, tetapi ini tidak ada sama sekali, aura bayi itu telah menghilang sejak dari semak belukar yang ada dihutan” Ayala menundukan kepalanya, mencoba memberikan penjelasan lebih tentang keadaannya.


“Lantas dimana bayi itu sekarang berada?” Carl kembali bertanya, tidak jelas kepada ia bertanya.


“Aku takut bahwa seseorang yang lebih kuat dari kita telah mengambil dan menyembunyikan keberadaannya tuan” Ayala menjawab pertanyaan Carl dengan hati – hati.


“Sial !!!” Carl menggebrak meja.


Carl tahu bahwa Richard tidak menyembunyikan bayi itu, dan Carl tahu bahwa seseorang telah menyembunyikannya, tapi pertanyaan nya siapa, jelas orang itu lebih kuat daripada Carl dan Richard bahkan Ayala pun tidak bisa menemukannya, tetapi siapa yang lebih kuat dari mereka.


Sangat sedikit orang yang sama kuat ataupun lebih kuat dari Carl, tetapi jikapun ada mengapa keberuntungan bayi itu bagus sekali, belum sehari bayi itu diketahui posisinya, untuk kemudian menghilang begitu saja seakan ditelan bumi. Memikirkan hal tersebut Carl hanya bisa melampiaskan kekesalannya.


Ditengah heningnya ruangan tersebut, tiba – tiba Sound Stone milik Carl bergetar tanda seseorang berusaha menghubunginya.


Setelah menyuntikan sedikit sihirnya Carl bisa mendengar suara dari seberang.


“Carl, sedang apa kau di sana? Ada sesuatu yang pentingkah yang mengharuskanmu pergi dengan tergesa – gesa menuju sebuah kota diantah berantah” suara seorang pria tua terdengar.


“Ya disini memang ada kejadian darurat dan mengharuskan saya untuk bertindak, tetapi tenang saja Grand Duke saya sudah membereskannya”


“Hmm baguslah kalau begitu, sekarang kau bergegas pulang ke kekaisaran, Yang Mulia Kaisar mencarimu, ada sesuatu yang harus kau lakukan, sebaiknya kau cepat pulang, kau tahukan Yang Mulia Kaisar tidak suka menunggu” langsung saja Sound Stone meredup.


“Kalian dengar sendiri, ayo kita bergegas pulang dan untuk pencarian bayi itu karena kita tidak menemukannya anggap saja bayi itu sudah meninggal, jika diantara kalian ada yang menyebarkan beritanya maka aku sendiri yang akan memenggal kepala kalian, mengerti” Ancam Carl.


“Ya tuan”


***


5 tahun kemudian


“Hey Claude kau hendak mencari tanaman herbal, dimana pamanmu?” sapa seorang penjaga gerbang.


“Iya paman, paman Tanhill sedang tidur dirumahnya”


“Ok, kalau begitu hati – hati walaupun relatif aman, tetapi hutan tetap berbahaya bagi anak seusiamu” Prajurit itu mengingatkan Claude.


“Siap paman, aku akan mengingatnya” Claude langsung berjalan melewati gerbang kota.


‘Hehe, petualangan solo ku dimulai, kelinci – kelinci kecil persiapkan dagingmu untuk ku masak nanti’ Claude menggosok hidungnya dan mulai berlari menuju hutan.


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2