My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 32 – Mendelth Set Armor


__ADS_3

“Seharusnya tiga ekor Grey Wolf ini, sudah cukup untuk makan kami berduakan ya, jadi aku tidak perlu mencari Wild Beast lainnya lagi kan,” Claude bergumam sendiri, “Hmm sepertinya begitu, tapi bagaimana caraku membawa ketiga Grey Wolf ini?”


“Ah iya, sekarang aku kan mempunyai Storage Ring, mengapa aku harus bingung” kemudian Claude mendekati ketiga Grey Wolf yang sudah tergeletak dan mulai memasukannya kedalam Storage Ring.


“Ok sudah selesai, sekarang waktunya kembali,” Claude berbalik dan kemudian berjalan santai menuju tempat ia beristirahat dengan Ashura.


Sementara itu Ashura masih terdiam diatas pohon, masih dalam perenungannya Ashura tidak menyadari Claude telah kembali.


“Kemana anak itu pergi? Apa ia sudah kembali ke perkemahan” Ashura turun dari pohon dan mulai mencari jejak Claude, takut anak itu akan melakukan sesuatu yang aneh kembali.


“Sepertinya begitu” Ashura menemukan jejak Claude yang mengarah langsung ke perkemahan mereka dan kemudian Ashura pun mengikuti jejak Claude kembali ke perkemahannya.


“Paman kau dari mana? Lihat ini Wild Beast Grey Wolf muda dengan level dua menengah apa tugasku sudah benar” setibanya Ashura, Claude segera memperlihatkan tubuh Grey Wolf yang sedang ia kuliti untuk diambil dagingnya dan kemudian memanggangnya.


“Ya aku tahu, kau sudah melakukan tugasmu dengan baik, kerja bagus” Ashura mendekati dan mengucek – ngucek kepala Claude.


“He he he, sudah kubilang bukan, sangat mudah sekali memburu para Wild Beast ini” Claude menyombongkan pencapaiannya.


“Ya kau benar, aku tadi juga melihat aksimu, sekarang ada yang mau kutanyakan?” Ashura duduk ikut membantu Claude menguliti daging Grey Wolf.


“Oh jadi kau juga melihatnya paman” Claude menjawab datar, Claude merasa paman Ashura tidak seasik paman Tanhill yang bisa bertukar kata – kata ejekan dengannya. “Apa yang ingin paman tanyakan?”


“Aku ingin bertanya dari mana kau belajar Stealth, bahkan sampai ketahap seperti itu?” Ashura mengingat kembali kemampuan Shadow Lost milik Claude.


“S... Stealth, Stealth itu apa paman?” Claude binngung dengan pertanyaan Ashura.


“Kau tidak tahu apa itu Stealth?”


“Apakah Stealth itu nama sejenis tanaman Herbal, atau nama sebuah teknik Alchemy,” Claude menjawab dengan datar.


“Ah...” ‘Sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan prilaku anak ini, entah mengapa anak ini bisa terlihat cerdas dilain waktu dan tidak berpengetahuan diwaktu berikutnya’ Ashura bergumam di dalam hati mulai berdamai dengan rasa kaget yang selalu diterimanya dari Claude


“Hmm nak, sepertinya kau masih harus banyak belajar mengenai seni beladiri”


 “Hmm, apa jawabanku salah paman, pantas saja aku tidak menemukan istilah Stealth di buku paman Tanhill” Claude mengangguk – angguk kan kepala “Jadi Stealth itu apa paman?”

__ADS_1


“Stealth itu, salah satu kemampuan Assassin yang bisa meniadakan keberadaan tubuh penggunanya, pada tingkatan tertentu bisa juga menghilangkan hawa keberadaan si penggunanya, Stealth sendiri sangat berguna untuk serangan menyelinap yang sering dilakukan Assassin” Ashura menjelaskan.


“Sekarang pertanyaanku, darimana kau belajar kemampuan Stealth seperti yang kau lakukan barusan ketika menyergap Grey Wolf ini?” Ashura balik bertanya.


“Oh paman bertanya tentang kemampuanku, tapi kemampuan yang kupakai bukan Stealth paman, kemampuan itu kuberi nama Shadow Lost, aku sendiri yang membuat teknik itu, makanya kuberi nama sendiri” jawab Claude dengan bangga.


“Hmm” Ashura tidak terkejut lagi dengan apa yang dikatakan oleh Claude, “Baiklah sekarang ku ganti pertanyaannya, bagaimana caranya kau bisa membuat kemampuan seperti itu, aku ingin mengetahuinya”


“Oh jadi intinya paman penasaran dengan kemampuanku dan ingin belajar dariku? Mengapa ucapan paman sangat sulit dimengerti, mengapa tidak ucapkan saja ‘aku ingin belajar kemampuan sepertimu?’ gitu saja kok repot” Claude mencibir.


“Kau  ...” ‘Ingat Shura, dia hanyalah anak kecil yang polos, yang belum mengetahui kejamnya dunia, tahan amarahmu, tahan ... tahan ...’ Ashura berguman dalam hati dan menghela nafasnya beberapa kali.


Kemudian Ashura tersadar, ‘Pantas saja tuan Tanhill sering terlihat kesal dengan anak ini, jadi inilah penyebabnya,’ belum sampai satu hari saja Ashura sudah dapat memperkirakan kehidupannya akan benar – benar penuh emosi kedepannya.


Melihat ekspresi Claude membuat Ashura tidak nyaman, jelas bahwa Ashura tidak terlalu pandai bersosialisasi, dan Ashura tidak mengetahui bahwa Claude hanya menggodanya saja, dalam pikiran Ashura, ia berkewajiban untuk menjelaskan maksud dari pertanyaannya, sehingga tidak membuat anak itu salah paham.


“Hey nak dengarkan aku, kemampuan mu tadi adalah kemampuan Stealth tingkat tinggi, meskipun tingkat tinggi tidak mustahil juga dipelajari oleh setiap Assassin, dan aku sendiri juga memiliki kemampuan seperti itu, jadi aku jelaskan bahwa aku tidak tertarik belajar darimu, ok!!” Ashura menatap lekat – lekat mata Claude.


“Ohhhh”


“Nah yang membuat aku tertarik adalah mengapa kau yang masih berusia muda, terlebih masih di ranah Novice sudah memiliki kemampuan seperti itu, apa yang sudah kau lakukan?”


“Sampai suatu ketika, karena terlalu fokus aku secara tidak sadar mengeluarkan Shadow Spiritku untuk menyelubungi tubuhku, dari saat itulah aku sadar bahwa kemampuan ini sangat berguna untukku menyergap mangsa – mangsaku, oleh karenanya aku terus mengasah kemampuan ini sampai seperti hari ini”


“Namun yang kurasakan kemampuan Shadow Lost ini saja yang berkembang sedangkan untuk kemampuan memanahku tidak sama sekali, oleh karena itu aku selalu memburu Wild Beast level satu karena mereka mudah di kalahkan dengan satu anak panah”


‘Hmm pantas saja anak ini mahir sekali melepaskan satu anak panah’ Ashura menganggukan kepalanya.


“Oleh karena itu setelah mendapatkan gulungan Quick Draw dan mempelajarinya, aku merasa hambatan yang mengekangku sirna seketika” Claude tersenyum bahagia menceritakan apa yang dirasakannnya. “Terima kasih paman” Claude menundukan kepalanya.


“Lalu jika kau terbiasa melawan Wild Beast level satu mengapa kau tidak gentar ketika melawan para Grey Wolf tadi?” Ashura kembali bertanya.


“untuk masalah itu, mungkin aku mulai terbiasa, soalnya beberapa hari yang lalu aku berhasil mengalahkan Poison Stinger sendirian dan pengalaman tersebut masih hangat dalam pikiranku, jadi ketika melihat Grey Wolf yang lebih lemah dari Poison Stinger aku tidak terlalu takut he he” Claude nyengir kuda.


“Kau ... Kau ... kau berhasil mengalahkan Poison Stinger sendirian?” Ashura tidak bisa menahan perasaan kagetnya lantas ia berteriak, “Bagaimana caranya?”

__ADS_1


“Aku panah ular itu tepat di titik vitalnya” Claude tersenyum simpul, tidak menceritakan detail lebihnya.


“K .. ka ... kau ...” Ashura tidak bisa berkata – kata, Ashura tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Claude, tidak mungkin sekalipun dalam mimpi terliarnya bahwa seekor Poison Stinger mati oleh satu anak panah anak kecil berusia delapan tahun.


Tapi Ashura juga tidak bisa memaksa Claude untuk menceritakan seluruh kejadian dengan detail, namun pengakuan Claude juga memperjelas sikap tenang yang dimilikinya.


Ashura berpikir bisa mempercayai ucapan anak ini tanpa harus mengkonfirmasi terlebih dahulu.


‘Ku pikir hari ini, aku sudah cukup banyak menerima berbagai peristiwa aneh yang dimiliki anak ini, tetapi tetap saja aku merasa anak ini masih memiliki banyak keanehan di tubuhnya’ gumam Ashura


“Hey nak, apalagi peristiwa mengejutkan yang harus ku tahu, supaya aku bisa bersiap dengan jantungku” Ashura mulai melihat Claude seperti anak monster yang baru keluar dari telurnya.


“Maksudnya paman?” Claude bingung dengan pertanyaan Ashura.


“Tidak ada ... tidak ada” Ashura melambaikan tangannya “Yah karena kau begitu istimewa, aku juga harus memperlakukanmu dengan istimewa, pada kemampuanmu yang sekarang, pelatihan biasa tidak akan terlalu berguna untukmu, yang jelas semua teknik yang kuberikan kuyakin kau mampu menguasainya dengan cepat” Ashura tersenyum misterius.


“Jadi aku telah memutuskan untuk memberimu sesuatu yang menarik” kemudian Ashura mengeluarkan satu set Armor dari dalam Storage Ring nya.


Claude merasa bahagia mendengar ucapan Ashura, namun hanya sesaat, ekspresi kebahagiaan berubah menjadi kebingungan ketika Claude melihat satu set armor dimunculkan oleh Ashura.


“Hmm apa ini paman?”


“Ya ini, satu set armor apa lagi yang kau lihat”


“Untukku?”


“Ya untukmu, kau cukup beruntung aku memberikan Armor ini kepadamu, satu set Armor ini sangat berharga, apalagi untuk anak seperti dirimu yang masih memerlukan pelatihan dasar yang sangat intensif, Armor ini akan sangat berguna untukmu, dulu juga Armor ini yang menemaniku ketika masa – masa pelatihanku dulu” Ashura tampak sedikit mengenang masa lalunya.


“Tapi bukannya seorang Assassin selalu memakai jubah ya paman, dan seorang Archer, aku selalu melihat mereka memakai armor yang terbuat dari kain atau kulit, bukan armor berat seperti ini? apa benar ini untuk pelatihanku”


“Hey anak kecil, kau tidak akan tahu sebelum mencobanya, buktinya aku saja dulu berlatih menggunakan Armor ini, maka dari itu menurut penilaianku Armor ini sudah jelas berguna untukmu” Ashura tetap meyakinkan Claude.


Melihat Ashura yang sangat gigih membujuknya, entah mengapa Claude merasakan suatu perasaan tidak enak merayap di pundaknya, “Hmm nama Armor ini apa paman”


“Namanya, Mendelth Set Armor”

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2