
“Chief, boleh kutahu kapan kita akan berangkat membantai para manusia itu” salah satu Goblin Commander bertanya.
“Sebentar lagi, tunggu sampai Oldie Tribal memberikan perintahnya”
Goblin Chief itu lantas berdiri dan menyerukan suaranya.
“Perhatian! Seluruh pasukanku, nikmatilah jamuan pesta pembuka kita hari ini, dan nantikanlah jamuan pesta yang lebih besar sebentar lagi ha ha ha”
“Groaahhhhh” jawab seluruh pasukan goblin sembari mengangkat gelas arak yang terbuat dari batu.
“Kemuliaan untuk bangsa Goblin” Goblin Chief kembali meraung.
“Hidup Chief!! Hidup Chief!! Hidup Chief !!!” suara goblin menggema diseluruh goa.
“Gamo apa lagi yang kau inginkan!?” Goblin Chief mendelik kepada Gamo Goblin Commander yang tadi bertanya.
“Tidak Chief, aku hanya khawatir dengan beberapa manusia tadi, bisa saja mereka melaporkan keberadaan kita disini”
“Terus!!” Goblin Chief mengerutkan keningnya.
“Aku takut mereka akan punya waktu untuk bersiap, kemudian datang menyerang kita disini” jawab Gamo ragu.
“Hoy!!” Goblin Chief langsung mencengkram leher Gamo “Sejak kapan kita bangsa Goblin takut dengan para manusia tolol itu” Goblin Chief berkata lirih disamping telinga Gamo.
Sedangkan wajah Gamo berubah sedikit pucat, terlihat kesulitan bernafas. Goblin Chief melanjutkan ucapannya. “Ingat ini! karena kau adalah salah satu Commander berbakat di pasukanku, dan hari ini suasana hatiku sedang baik, akan kubiarkan kau kali ini, tapi tidak ada lain kali camkan itu” Goblin Chief melemparkan Gamo kearah lantai.
“Baik Chief” Gamo segera bangun dan menundukan kepalanya.
“Pergi kau!” Goblin Chief mengusir Gamo.
Sedangkan para Goblin lainnya, mereka tidak mempedulikan keadaan Gamo, semuanya bersuka cita larut dalam pesta mereka.
Gamo bergerak kesudut gua, dia merenungkan kembali ucapan Goblin Chief “Ya aku seorang Goblin, mengapa aku harus takut dengan mereka, ada apa dengan pemikiranku hari ini”
Gamo termenung cukup lama, memikirkan ketakutan yang ia rasakan, Gamo berpikir apa mungkin karena Ras mereka sudah terlalu lama bersembunyi sehingga ia memiliki pemikiran seperti tadi.
Goblin sendiri dulunya merupakan salah satu ras Elf, sama seperti elf pada umumnya paras dan penampilan para Goblin ini sangat menawan di tambah dengan ukuran tubuh Goblin yang kecil menambah daya tariknya tersendiri.
Sayangnya di balik tubuhnya yang kecil itu tersimpan keserakahan yang besar.
Goblin mempunyai kecenderungan lebih menyukai harta seperti emas, permata dan sabagainya daripada alam, oleh karena itu mereka sangat giat mengumpulkan harta sampai suatu ketika ras Goblin ini menemukan sebuah tambang yang dipenuhi permata di dalamnya.
Singkat cerita mereka mengeksploitasinya sampai habis, namun mereka tidak berpuas diri, dan mulai menggali tanah, menghancurkan gunung, mencari dan membuat tambang baru.
__ADS_1
Hal tersebut membuat Nature Forest Tree sebuah pohon besar yang para ras elf akui sebagai nenek moyang mereka murka.
Karena dianggap menghancurkan ekosistem alam, Nature Forest Tree mengutuk ras Goblin ditempat, dilihat oleh semua ras Elf, penampilan Goblin mulai berubah.
Dari mulai warna kulitnya nya yang menghijau disertai keriputan – keriputan kecil, muka yang berubah menjadi lebih menyeramkan, telinga runcing yang lebih memanjang, serta gigi yang berubah menjadi deretan taring yang tajam.
Secara langsung perubahan Goblin ini terlihat oleh seluruh Elf, pada hari itu juga ras Goblin menjadi ras dengan peringkat kemuliaan terendah diantara para Elf dan pada hari itu juga mereka diusir dari East Moon Forest tanah kelahiran bangsa Elf.
Peristiwa tersebut juga menjadi cambuk pengingat bagi seluruh Elf yang ada, bahwa mereka harus senantiasa menghormati alam sebagai leluhur mereka jika tidak mau bernasib serupa dengan para Goblin, dan sejak saat itulah kepercayaan ras Elf terhadap alam menjadi semakin tinggi, bahkan menganggap Nature Forest Tree sebagai dewa mereka.
Karena alasan ini juga yang membuat elf membenci ras manusia, mereka menganggap ras manusia sebagai ras yang tidak tahu diri, mengapa? Karena ras manusia tidak mempunyai kekuatan apa – apa (selain jumlah mereka yang banyak) tetapi mereka masih merusak dan memanfaatkan alam untuk kepentingan mereka sendiri.
Dengan pemikiran tersebut, bangsa Elf mulai membantai ras manusia, ditambah lagi Nature Forest Tree tidak memberikan hukuman kepada mereka yang membantai manusia, semakin menambah keyakinan bangsa Elf.
Pun demikian dengan bangsa Goblin, mereka berpikir dengan membantai para ras manusia, mereka bisa memulihkan kehormatan mereka di hadapan Nature Forest Tree, yang kemudian berujung pengangkatan kembali ras mereka.
Karena di dalam hati mereka, para Goblin ini masih menginginkan status terdahulu mereka.
Sekilas Goblin terlihat seperti monster yang bertarung menggunakan otot mereka, tanpa berpikir mereka akan langsung menerjang mengalahkan musuh mereka.
Namun dibalik itu semua pemimpin mereka adalah seorang Goblin licik dan serakah yang penuh akan siasat.
Terbukti, ketika perang besar terjadi pada saat itu, seluruh pasukan aliansi mengerahkan seluruh upaya mereka untuk menghapus keberadaan ras manusia, hanya ras Goblin saja yang memilih menghindar dari pertempuran tersebut.
Dengan waktu dan tempat yang diselaraskan, para Goblin ini menumpahkan sebagian darah mereka ditanah, mereka mulai berpencar, dan bersamaan pula berbagai serangan dari ras manusia datang menerjang. Pengaturan waktu yang pas membuat para Goblin bisa melarikan diri, dan sekaligus membuat alibi untuk pasukan aliansi bahwa keberadaan mereka telah ditiadakan oleh para manusia.
Melihat pasukan Goblin tidak tersisa sama sekali pasukan aliansi tercengang kaget, untuk kemudian mereka memperkuat barisan dan mulai menganggap pertempuran ini dengan serius.
Namun semua trik para Goblin ini dapat diketahui oleh pemimpin Elf beserta para komandan kelompok elf lainnya.
Pada mulanya pemimpin Elf ini, akan mengungkapkan pemikiran mereka, namun melihat situasinya, pemimpin Elf dengan segera menenangkan dan melarang mereka membocorkan temuan tersebut.
Pemimpin elf berpikir peristiwa ini bisa mendorong semangat pasukan aliansi, dan meringankan beban ras Elf, sedangkan untuk para Goblin pemimpin Elf ini akan mempertimbangkan kembali setelah mereka mengakhiri pertempuran tersebut.
Namun naas pertempuran tersebut berakhir dengan kemenangan ras manusia, dan pasukan aliansi termasuk ras Elf, hanya bisa melarikan diri bersama ras Demon ke dunia lain, meninggalkan Immortal World.
Sedangkan untuk para Goblin mereka bersyukur ras mereka tidak binasa, dan mereka tidak perlu meninggalkan Immortal World.
Namun mereka juga cukup khawatir dengan kemampuan ras manusia yang bisa memukul mundur pasukan aliansi, oleh karena itu pemimpin Goblin memberikan perintah kepada seluruh goblin untuk menyebar dan hidup dengan kelompok mereka masing – masing.
Terus memperkuat dan memperkaya diri mereka sendiri. pemimpin Goblin memberikan perintah supaya para Goblin menahan hasrat mereka menghancurkan ras manusia, menunggu dalam kegelapan dan membiarkan para manusia ini berpuas diri dan lupa terhadap ancaman mereka, baru kemudian para Goblin ini akan memberikan kejutan.
Mendengarkan perintah pemimpin mereka, para Goblin ini menyetujuinya tanpa syarat, dimata mereka sosok pemimpin mereka sudah menjadi karakter setengah dewa, yang bisa membawa keselamatan, kemuliaan, bahkan kebangkitan bagi Ras Goblin.
__ADS_1
Ribuan tahun berlalu, beberapa generasi datang silih berganti, yang muda beranjak tua, dan yang tua mulai berguguran, namun dendam dihati para Goblin ini masih menyala, hasrat akan pengakuan didalam hati mereka masih berkobar, bahkan ada beberapa kelompok yang tidak bisa menahan hasrat mereka dan mulai berkeliaran disekitar hutan membunuh para manusia, hanya untuk dibantai kembali oleh para manusia.
Mendengar hal tersebut, sang pemimpin bereaksi, ia menenangkan kembali para pasukannya, dan berjanji bahwa sebentar lagi waktunya akan tiba untuk ras Goblin mereka membantai para manusia.
Kemudian pemimpin itu kembali ke pertapaannya, memejamkan matanya kembali memasuki keheningan kembali, hanya untuk mempertajam indranya mencari waktu yang tepat untuk mereka melakukan pergerakan.
Sampai pada suatu hari sang pemimpin membuka matanya kembali, dengan kilauan semangat terpancar dari matanya sang pemimpin keluar dari pertapaannya untuk kemudian memberi perintah kepada bawahannya.
“Beri tahu seluruh pasukan, Bersiap!! Pembantaian akan segera dimulai” seringai jahat terlukis di wajahnya.
“Ya Oldie Tribal”
...
Sementara itu di dalam Mansion penguasa kota Behemoth City tepatnya di ruang kerja penguasa kota, Richard sedang gusar memandangi botol giok yang ada di hadapannya.
“Sial, mengapa mereka muncul kembali” Richard menyentuh dahinya yang mengkerut, banyak ingatan muncul di dalam kepalanya.
Dulu waktu Richard masih menjadi seorang kesatria kekaisaran, ia pernah ditugaskan untuk membunuh sekelompok Monster berwarna hijau, yang kemudian mereka ketahui sebagai ras Goblin.
Dalam ingatan Richard, meskipun kelompok Goblin ini hanya terdiri dari 7 Goblin, tapi para Goblin ini telah membantai masyarakat dan para prajurit diranah Apprentice, bahkan ketika Richard membantai para Goblin ini ia memiliki 10 prajurit ranah Master disampingnya tetap saja itu bukan pertempuran yang mudah.
“Warren mengatakan bahwa terdapat banyak sekali darah goblin di sepanjang dinding goa, bisa dipastikan ada lebih dari puluhan goblin yang berada di dalam goa tersebut.”
“Ditambah dengan informasi yang baru ini kuterima, mengarahkanku untuk pergi kesana”
“Apa orang itu berniat membunuhku tanpa mengotori tangannya” Richard menyimpulkan.
"Siall !!!” Richard memukul meja “Andai saja aku bisa melacak siapa pengirim surat tersebut”
Richard menjatuhkan dirinya kesandaran kursi, Richard mencoba menenangkan dirinya sendiri.
Kemudian.
“Ya meskipun ini percobaan pembunuhan, tetapi berkatnya aku tahu bahwa sekelompok Goblin berada di depan pekarangan rumahku, aku harus segera melaporkannya ke yang mulia raja Mountain Sage Kingdom”
“Pelayan panggil Audrey untuk menemuiku!!” Richard berteriak kepada pelayan di luar ruangan.
Setelah itu Richard langsung mengambil kertas dan penanya, dan mulai menulis surat permohonan kepada yang mulia raja Mountain Sage Kingdom.
“Behemoth City sedang tidak baik – baik saja” Richard bergumam.
----------
__ADS_1
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)