
“Hidangan utama telah tiba” seringai kejam tergambar jelas di wajah Gamo, ekspresi yang jarang diperlihatkannya kepada siapapun, “Pasukanku, persiapkan diri kalian”
Para Goblin dibelakang Gamo menjadi sangat bersemangat, mereka hampir saja putus asa menunggu kapan giliran mereka akan bertarung.
Sementara itu Goroda masih dalam posisi santainya, Goroda menanggapi misi penyelamatan yang dilakukan Richard hanya dengan seringai jijik, didalam pikiran Goroda, mau sebanyak apapun para manusia mengirimkan bantuan pada akhirnya tetap mereka akan binasa ditangannya.
“Hey kalian, para Mage, Archer dan Assassin, kali ini aku memberikan izin kepada kalian, pada gelombang manusia yang sebentar lagi tiba aku memperbolehkan kalian untuk mengamuk sesuka kalian, bersenang – senanglah dan bawa kemenangan untukku” suara Goroda terdengar biasa saja dan cenderung acuh tidak acuh.
Namun suaranya masih terdengar oleh setiap Goblin yang berada digaris belakang, yang otomatis juga membakar semangat para Goblin yang sedari tadi pun mereka sudah gemetar ingin ikut bertarung.
“Terima Kasih Chief” semua Goblin serempak berterima kasih karena waktunya bagi mereka untuk bersinar telah tiba.
Mendengar barisan belakang berteriak para Goblin yang berada ditengah menyadari bahwa barisan belakang sebentar lagi akan bergerak, yang artinya bala bantuan dari para manusia sebentar lagi akan tiba, dan mereka juga tidak perlu lagi merasa jengkel terhadap teman – teman didepan mereka.
Malah sekarang para Goblin ini merasa iba dengan teman – temannya yang terkena magic ilusi yang sepertinya level magic tersebut sangat tinggi sehingga sulit untuk di patahkan.
Mengapa mereka merasa iba? Karena jika dugaan mereka benar, berarti target pertama dari para manusia itu adalah mereka yang terkena magic ilusi, sedangkan bagaimana caranya mereka melawan, jika mereka saja belum bisa mematahkan magic ilusi ditubuh mereka.
“Chief tolong bantu para bawahanku?” Toad salah satu Goblin Commander berbalik dan meminta bantuan Goroda, Toad sendiri tidak bisa mematahkan magic ilusi tersebut.
“Hmm kau meminta bantuanku? Sayangnya aku memiliki rencana lain dikepalaku” Goroda menanggapi permintaan Toad masih dengan sikap santainya “Menyebar” Goroda memberi perintah kepada para Goblin yang ada dibarisan belakang.
“Apa maksudmu Chief?” Toad berteriak tidak mengerti dengan maksud Goroda.
“Maksudku sederhana, aku tidak akan membantu bawahanmu, malah aku akan memanfaatkannya sebagai umpan penyergapan, sesederhana itu saja” jawab Goroda dengan seringai kejam di sudut mulutnya.
“Tetapi mereka juga pasukanmu Chief?” Toad masih belum menerimanya.
“Ya kau benar, mereka adalah pasukanku, pasukan yang bisa ku korbankan kapankun aku mau, bukankah seperti itu kalian menjawab kepercayaanku?” Goroda terus membalikan ucapan Toad.
“Tapi ...” Toad tidak bisa menjawab, karena apa yang diucapkan Goroda sangat benar adanya, tidak ada keharusan bagi Goroda untuk menolong pasukannya.
Sementara itu Warren dan para petualang yang tersisa akhirnya bertemu dengan pasukan utama. Disusul Richard yang berkuda.
Pasukan utama berhenti untuk sejenak.
“Bagaimana situasinya” Albert yang memimpin pasukan terdepan segera menghampiri Richard, dan memeriksa keadaan Warren dan para petualang lainnya.
“Situasinya tidak terlalu bagus, untung saja tadi aku bergerak cepat, dan masih bisa membantu menyelamatkan mereka, mereka adalah para petualang yang tersisa, sedangkan yang lainnya telah dibantai oleh para Goblin”
“Cepat bawa para petualang ini ke barisan belakang, dan temui para Healer, perintahkan para Healer mengobati luka – luka para petualang ini” Albert meminta salah satu bawahannya untuk mengantarkan para petualang.
Para petualang segera bergerak kebelakang barisan mengikuti prajurit yang mengantar mereka, namun Warren tidak mengikuti mereka dan memilih tinggal dibarisan terdepan.
__ADS_1
“Tuan Warren, mengapa kau tidak mengikuti mereka dan menerima pengobatan?”
“Terima kasih Sir Richard, tetapi aku merasa tubuhku baik – baik saja, dan mentalku masih terjaga, jadi lebih baik aku membantu digaris depan bersama pasukan utama” jawab Warren dengan tegas.
Ya memang para petualang ini tidak memiliki luka fisik yang berat, para petualang ini hanya memiliki luka goresan saja pada tubuh mereka, karena para Tanker dan para warrior sebelumnya menjalankan tugasnya dengan baik meskipun harus mengorbankan nyawa mereka sendiri.
Tetapi luka yang paling mereka rasakan sekarang adalah trauma mental yang sangat besar, yang mungkin akan membutuhkan waktu yang beragam untuk menyembuhkan para petualang ini.
Sedangkan untuk Warren, pengalaman telah mengajarkannya untuk tetap bisa tenang dalam situasi apapun.
‘Dia memang layak menjadi pemimpin serikat petualang’ dalam hati Albert memuji daya tahan yang dimiliki Warren.
“Baiklah jika kau memang mampu aku tidak akan memaksamu, dan itu juga berita bagus untuk pasukan kita, jadi sekarang kau bisa membantu kami, tolong ceritakan seberapa banyak musuh yang ada dihadapan kami” Albert langsung bertanya kepada Warren.
“Secara kuantitas jumlah pasukan kita memang lebih banyak dari mereka, tetapi aku tidak mengetahui perbandingan kekuatan mereka, sejauh kami melawan bahkan pemimpin dan barisan belakang mereka belum bergerak sama sekali” Warren memberikan gambaran pertempuran yang terjadi diantara para petualang dan Goblin.
“Apa yang harus kita lakukan paman?” Richard bertanya kepada Albert.
“Sekuat apapun mereka, tetap saja kita harus menghadapi mereka, tetapi disini kita memiliki keunggulan dalam jumlah, kita harus memanfaatkan hal tersebut, kita serang mereka secara bersama, hanya itulah satu – satunya cara agar kita bisa memenangkan pertempuran ini”
“Maksudmu, kita akan membiarkan para rakyat ikut menyerang dan kita akan mengorbankan para rakyat ini?” Richard menangkap maksud Albert.
“Ya, mereka sebelumnya sudah bertekad untuk mengorbankan nyawa mereka untuk kemenangan bukan? Daripada mereka disini hanya untuk mati dengan sia – sia bukankah sebaiknya kita memanfaatkan jumlah tersebut untuk membantu kita” Albert menjelaskan rencananya.
“Tapi ...”
“Pasukan yang terdiri dari rakyat – rakyatmu, apa kau sungguh berpikir mereka bisa bertahan melawan para Goblin yang kejam itu?”
Mendengar ucapan Albert Richard jatuh dalam perenungan.
“Cepat putuskan, kita tidak mempunyai banyak waktu untuk berpikir” Albert mendesak Richard.
“Baiklah kalau begitu, aku juga tidak mempunyai saran ataupun strategi lain, mari kita gunakan usulanmu paman, jadi apa yang harus mereka perbuat sekarang?”
“Bagus, sekarang biarkan para rakyatmu membaur dengan pasukanku, biarkan mereka berkumpul digaris depan, dan ketika bentrokan terjadi biarkan para wargamu menyerang sekaligus menjadi tameng bagi para pasukan”
“Ketika para Goblin sekarat pasukanlah yang akan mengeksekusi mereka, kau juga masuk dalam barisan Mage dan persiapkan magic AOE sebagai salah satu senjata eksekusi untuk pasukan kita” Albert menjelaskan rencananya.
“Baik” jawab Richard.
“Dan untuk anda tuan Warren, terima kasih atas informasinya, meskipun aku tahu kau lelah tapi bisakah aku memberikanmu tanggung jawab untuk memimpin para Assassin dikelompok kita” Albert memalingkan wajahnya kearah Warren.
Warren yang masih termenung mendengar rencana Albert, terkejut ketika ia diberi sebuah tanggung jawab, “Ba ... baik, aku akan berusaha semampuku” Warren akhirnya menyetujuinya, meskipun dalam hati ia tidak tega melihat banyak warga yang akan dikorbankan, tetapi Warren yakin para warga ini pun tahu resiko yang harus mereka terima ketika bergabung dengan pertempuran ini.
__ADS_1
Rencana telah dibuat, Richard kembali kebarisan para Mage, Warren juga bertemu dengan pasukan barunya, para Assassin ini bergerak dibelakang barisan tugas mereka sebagian menjaga Healer, dan sisanya menyelinap kegaris belakang lawan, dan apabila memungkinkan Assassin ini mampu mengacak – ngacak barisan belakang musuh.
Sementara itu seperti yang direncanakan Albert, para warga kini sudah bergabung, membaur di garis depan, secara sekilas pun sudah terlihat perbedaan diantara para prajurit dan warga biasa, namun karena dibutakan semangat membara, para warga ini tidak memikirkan hal yang lain selain pertempuran.
Dalam hal ini George pun memegang andil dalam menaikan semangat para warga, tentu saja George juga dibantu oleh Tanhill.
Setelah semua warga membaur, George mendapat rincian rencana mereka dari Albert, meskipun Albert membungkus ucapannya dengan seribu kata bagus, namun George yang bodoh dalam hal ini pun tahu bahwa rencana Albert adalah mengorbankan para warga.
‘Sial, semuanya benar – benar sesuai dengan rencana Tanhill’ George bergumam dalam hati, kagum akan prediksi dari temannya.
George menerima semua penjelasan dari Albert, kemudian memberikan kepemimpinannya kepada Albert, dan George masuk dalam barisan.
“Mulai dari sini aku yang akan memimpin kalian, semuanya kuharap kalian akan mematuhi perintahku” Albert mengambil alih pasukan.
“Siapppp!!”
“Musuh ada didepan mata kita, kita akan bergerak dan menyapu mereka dalam sekali gerakan, maka persiapkan senjata dan skill terkuat kalian tetapi ingat gunakan dengan bijak, pastikan serangan kalian membantu mengurangi jumlah Goblin, kalian mengerti?!!”
“Yaaaaa!!”
“Bagus” dengan menunggangi kudanya Albert berbalik menghadap kedepan lagi kemudian “Majuuu!!”
“Oarghhh” pasukan langsung bergerak kedepan, dengan sekejap awan hitam dan kegelapan penuh ilusi langsung terlihat, melihat hal tersebut Albert semakin bersemangat, ia yakin para Goblin sedang terperangkap didalam kabut tersebut.
Sayangnya perkiraan Albert tidak sepenuhnya benar, memang ada Goblin yang terjebak didalam magic, tetapi yang tidak Albert tahu adalah para Goblin tengah mempersiapkan pasukannya juga dibalik kabut hitam tersebut.
“Richard!!” teriak Albert.
Richard mendengar teriakan Albert, Richard langsung bergerak untuk menghilangkan kabut hitam didepan pasukan tanpa menghilangkan efek ilusi dari para Goblin.
Dengan timing waktu yang pas, Richard mampu menghilangkan kabut disaat para pasukan tiba di depan kabut, jadi pasukan ini langsung dapat melihat mangsa mereka.
Pertempuran pun pecah, pasukan garis depan langsung membantai para Goblin di pimpin oleh Albert mereka langsung memenggal setiap Goblin yang berada dihadapan mereka.
Namun ketika kabut itu menghilang secara utuh akhirnya para pasukan utama dapat melihat seluruh medan pertempuran, ternyata mereka sekarang hampir dikelilingi oleh para Goblin.
Anehnya Albert sempat melihat perubahan ekspresi pada seorang Goblin yang duduk di sebuah tandu.
Ya Goroda yang diperhatikan Albert, mengeluarkan ekspresi terkejut, sebelum kemudian seringai jahat ia perlihatkan, ‘Aku tidak menyangka akan menemukan beberapa pengkhianat disini’
------------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)
__ADS_1