
Belo yang mendengar bisikan Audrey hanya bisa melongo, Belo tidak percaya nona mudanya memiliki sifat seperti ini.
“Cepat paman” Audrey menepuk – nepuk pundak Belo.
“Ah iya” Belo tersadar, “Anak muda bagiku keselamatan nona muda adalah prioritas nomor satu, jadi dengan berat hati aku harus meninggalkanmu disini, terima kasih telah membantu kami.”
“Ya sama – sama tuan” mendengar jawaban Claude, Belo segera berbalik dan kemudian mulai berlari kembali.
“Wahhh ... Flame Princess memang sesuai dengan namanya, ia tidak hanya cantik, tetapi kehangatan hatinya pun dapat kurasakan” Claude masih tenggelam dengan pesona Audrey.
‘Oh tidak aku harus fokus kembali’ Claude mulai berjalan kembali mengikuti jejak Belo, bedanya sekarang Claude tidak terburu – buru dengan niatan kabur, Claude hanya ingin memberi jarak dengan tuan Coda.
Dalam pemikiran Claude, setidaknya satu orang akan menyusulnya, dan tentu saja Claude akan berusaha sekuat tenaga, semaksimal mungkin menghadangnya, ‘Ini semua untukmu nona Flame Princess’.
Disaat Belo dan Claude berlari, Coda yang berhenti segera bersiap dengan segala kemungkinannya, dengan pedang yang tersarung rapi siap kapan saja Coda tarik, Coda mempertahankan posisinya.
Tidak lama setelah itu muncullah dua orang yang tadi sempat mengepungnya.
“Aku tidak mengizinkan kalian melewatiku!!” Ucap Coda tegas.
“Kau terlalu menilai tinggi dirimu, apa kau yang hanya kepala pasukan kota kecil berpikir mampu menahan kami, hanya dengan mengorbankan nyawamu saja” Tan Qiang mencibir.
“Ya, aku memang terlalu menilai diriku tinggi” Coda mengakui “Tetapi jika aku kabur dari pertarungan ini, aku tidak bisa menyebut diriku seorang kepala pasukan” Coda mencabut pedang kemudian menghunuskannya kedepan.
“Huh, mental naif seorang prajurit” giliran Wen Qi yang berbicara “Kau yang hadapi dia, aku akan mengejar yang lainnya, ingat kita sedang ditengah – tengah melakukan misi, kau jangan bermain – main cepat bunuh dia dan segera susul aku” Wen Qi kemudian segera bergerak.
“Aku bilang tidak boleh ada melewatiku!!” Coda berusaha menyerang Wen Qi, namun serangannya sudah ditahan oleh sebuah tongkat yang muncul dari arah samping.
“Hoho tenang brother, yang jadi lawanmu adalah aku, tidakkah kau merasa dirimu sedikit tamak dengan mengincar kami berdua”
Coda tidak bisa mencegah kepergian Wen Qi yang bergerak cepat begitu celah pertahanan Coda terbuka.
‘Nona muda, Belo kuharap kalian selamat’ Coda memejamkan mata sejenak sebelum membukanya kembali, kini terlihat kilatan tekad yang kuat terpancar dari sorot matanya.
“Merenung sebelum kematian, ide yang bagus hahah” Tan Qiang menyimpan tongkat dibelakang leher dengan kedua tangan menahan tongkat disetiap sisinya. (bayangkan gaya Sun Wukong)
“Mari kita mulai, Lightning Sabre” Coda langsung bergerak dengan gerakan dan skill tercepatnya, berniat memberikan serangan kejutan namun Tan Qiang sudah mengantisipasinya.
Dengan Tongkat ditangan, Tan Qiang langsung memukul tepat kearah serangan Coda, tentunya dengan jangkauan tongkat yang lebih panjang daripada pedang, memudahkan Tan Qiang untuk bertahan dan menghindar dari serangan Coda.
Coda bertindak hati – hati, ia tidak sungguh - sungguh menyerang dan lebih banyak mundur ketika tongkat Tan Qiang datang, sementara itu Tan Qiang bertindak, seperti Coda sudah berada dalam genggamannya, bagi Tan Qiang hanya masalah waktu saja Coda akan terbunuh, maka dari itu Tan Qiang tidak bersungguh – sungguh menghadapi Coda.
__ADS_1
‘Tidak peduli apa, aku harus bisa menempatkan seranganku padanya, meskipun itu hanya segores luka, selanjutnya racun pelumpuh akan membantuku’ setelah bertukar serangan berkali – kali, Coda menyadari jika dia tidak nekad dia tidak akan mampu menyentuh tubuh lawannya.
“Knight Will” Coda berteriak melepaskan batasan pada tubuhnya.
Knight Will adalah skill berserk yang khusus dimiliki setiap prajurit, efeknya mampu secara paksa meningkatkan kemampuan penggunanya, tetapi memiliki batas waktu yang bergantung pada ketahanan si penggunanya sendiri.
Setelah batas waktu habis, maka sipengguna akan merasakan efek balik senilai kemampuannya sendiri, yang mengubahnya tidak lebih seperti mayat hidup, singkatnya kemampuan ini ada untuk mereka yang siap mati.
“Kau pasti bercanda” Tan Qiang terkejut melihat Coda yang mengaktifkan Knight Will.
Seperti yang diduga, Coda langsung menerjang kearah Tan Qiang, Tan Qiang tidak bisa santai lagi, Tan Qiang mulai membalas serangan Coda, namun diluar perkiraannya Coda tidak berniat mundur, Coda terus maju walaupun Tan Qiang jelas memukulnya.
Coda terus melepaskan tebasan demi tebasan, sampai ada beberapa serangan Coda yang masuk dan melukai tubuhnya, tentu dengan serangan Coda itu, Tan Qiang mulai merasakan bahwa tubuhnya menjadi sedikit kaku dan berat ketika digerakkan.
Tan Qiang segera mengetahui ada yang tidak beres dengan tubuhnya, maka dari itu ia segera mengambil Monkey Peach dari Storage Ringnya, “Kau yang memaksaku” Tan Qiang berseru kemudian meminum Monkey Peach ditangannya.
Segera semburat kekuatan besar keluar dari tubuhnya, Tan Qiang langsung melompat keatas pohon menjauh dari Coda.
“Mari kita mulai Ronde kedua” dengan mode Monkey Rage, Tan Qiang menyeringai.
***
Dilain tempat, Claude merasakan seseorang datang dari arah belakang, Claude berpikir pasti orang tersebut adalah satu dari dua musuh yang tersisa, oleh karena itu Claude mulai bersandiwara.
Dengan timing waktu yang tepat, ucapan Claude di barengi dengan kemunculan Wen Qi.
Wen Qi yang mendengar semua ucapan Claude tersenyum simpul dalam pikirannya ‘Anak kecil tetaplah anak kecil, mereka masih terlalu naif’ namun senyuman Wen Qi hanya bertahan sebentar.
‘Eh mengapa aku tidak merasakan aura dari jalan yang ditunjuknya, Magic Detection’ Wen Qi langsung memindai seluruh area dan menemukan jejak sebuah aura yang mengarah kearah sebaliknya dari yang ditunjukan anak itu.
“Bagus sekali sandiwaramu anak kecil, kau hampir saja dapat menipuku” Wen Qi mau tidak mau memuji kepintaran anak kecil dihadapannya.
“Cih, memang tidak mudah menipu orang tua, Hmm ternyata suara anda merdu sekali, tetapi mengapa anda menutupi wajah anda dengan topeng itu, apa anda takut aku bisa melihat wajah jelek dibaliknya” Claude memulai rentetan omong kosongnya.
“Hey bocah ingusan, aku bukan lagi anak kecil yang bisa kau provokasi semudah itu” Wen Qi mengabaikan ucapan Claude dan mulai berjalan kearah jejak Belo berlari.
“Yah baguslah jika anda tidak terprovokasi, dengan begitu aku semakin yakin bahwa anda adalah seorang nenek – nenek yang menolak tua, lihat saja kulit putih yang tidak alami itu, kuyakin ...”
“Hentikan omong kosongmu!!” Wen Qi berbalik dengan wajah murka dan langsung mengeluarkan Magic Shockwave mengarah langsung ketubuh Claude.
Wen Qi memang tidak mudah terprovokasi, malah dalam kesehariannya ia yang lebih sering memprovokasi orang lain, namun ketika seorang wanita disebut tua, ya setiap wanita akan marah mendengar hal tersebut.
__ADS_1
Namun jejak kemurkaan langsung berubah menjadi terkejut ketika dilihatnya pula sebuah anak panah meluncur tepat kearah wajah dari Wen Qi.
-Prak-
-Arghhhh-
Wen Qi dan Claude sama – sama terkena serangan masing – masing, bedanya Claude terlempar beberapa meter dan menabrak sebuah pohon sedangkan Wen Qi tidak mendapatkan luka apapun selain topengnya yang pecah kemudian jatuh.
“Binggo” ucap lirih Claude, ketika dilihatnya topeng milik Wen Qi pecah, menyisakan tangan Wen Qi yang masih menghalangi wajahnya.
‘Bukankah anak itu seorang Assassin, mengapa dia memakai busur’ sebelumnya Wen Qi telah memperhatikan anak kecil yang diduganya seorang Assassin, dugaannya diperkuat dengan Dagger yang tersarung rapi dipinggang Claude, namun ternyata dugaannya salah.
“Hey anak kecil, sebenarnya siapa dirimu? Terlalu banyak tipu muslihat disekelilingmu, darimana kau berasal?” Wen Qi kemudian menunjukan wajahnya.
“Hah anda nona Wen,” kini giliran Claude yang terkejut melihat penampilan wanita dibalik topeng tersebut “apa yang sedang dilakukan gundik seorang baron ditempat seperti ini?”
‘Sial, ternyata anak itu tahu identitasku’ Wen Qi mengutuk “Anak kecil sebelumnya aku tidak tertarik denganmu dan akan mengabaikanmu, namun setelah apa yang kaulakukan dan apa yang kau ketahui aku tidak bisa membiarkanmu hidup” ekspresi wajah Wen Qi semakin menyeramkan.
“Memangnya apa yang ku ketahui, tunggu ... tunggu jangan bilang kau dan Baro...” ucapan Claude terhenti oleh sebuah energi yang menutupi mulut serta mencengkram lehernya.
“Apa pernah ada yang mengatakan, bahwa mulutmu itu sangat menyebalkan” Wen Qi mengangkat tangannya, dia sudah mengeluarkan salah satu skill yang dimilikinya yaitu Soul Grasp.
Soul Grasp adalah skill tipe magic jarak jauh yang jalur serangannya tidak bisa dilihat dan hanya bisa dirasakan saja.
Seperti yang sekarang dirasakan Claude, Claude merasa seperti ada sebuah tangan besar tak kasat mata yang membekap mulut serta mencekik lehernya, padahal Wen Qi berada cukup jauh dari tempatnya.
“Salahkan dirimu, atas kemalanganmu sendiri” Wen Qi mulai mencengkramkan kepalan tangannya.
“Mmm mmm” Claude mengejang merasakan lehernya semakin tercekik, tubuhnya mulai lemas, dan kesadaran Claude mulai hilang.
‘Apa aku akan berakhir seperti ini?’ sebuah pertanyaan muncul dalam benak Claude ‘Yah sebuah anugerah aku bisa hidup sampai hari ini, jika bukan karena paman Tanhill yang memungut dan merawatku, mungkin aku sudah mati dari dulu’
Claude sudah mengetahui perihal masa lalunya, awal mula perjumpaan mereka berdua dan perihal kedua orang tuanya yang tidak ada bahkan Tanhill pun tidak mengetahuinya, Tanhill menceritakan bahwa Claude tidak memiliki hubungan darah dengan Tanhill.
‘Hanya satu yang ku sesalkan’ Claude merasakan dunianya mulai memutih.
‘Paman maafkan aku, belum bisa membalas kebaikanmu’ Claude menitikan air mata, “Selamat tinggal Dunia”
----------
Haruskah author tambahkan kata "The End"?
__ADS_1
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)