My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 53 – Tenang Sebelum Badai


__ADS_3

Tidak ada kejadian aneh lagi yang terjadi pada hari itu, Claude berlatih seperti biasa, Ashura memberikan instruksinya dari samping, semua berjalan seperti apa adanya.


Ketika siang datang, Claude kembali pergi berburu dan kembali membawa beberapa ekor Forest Deer kemudian memasaknya untuk makan siang, namun mulai hari itu porsi makan mereka harus ditambah karena kehadiran Siryu ditengah – tengah mereka.


Sore harinya Claude berlatih menggunakan Daggernya, sama seperti hari – hari sebelumnya kemampuan Claude masih segitu – segitu saja, dengan cecaran koreksi dari Ashura, Claude berusaha bertahan sekuat tenaga.


Sama juga dengan hari kemarin Claude menyudahi latihan dengan terbaring ditanah, dan kembali bermandikan


keringat.


Menjelang matahari terbenam Claude kembali pergi ke danau untuk membersihkan badannya, tentu saja Claude membawa Siryu bersamanya.


“Nah Siryu, mulai dari sekarang aku akan mengobatimu setiap sore hari, karena diwaktu ini aku tidak di awasi oleh paman Ashura, kau tahu kekuatan Flame spiritku adalah kekuatan langka yang harus dirahasiakan jadi kau harus menjaga rahasia ini juga, ini adalah rahasia kita berdua” Siryu hanya menatap Claude saja.


Walaupun Claude tahu tidak ada gunanya ia berbicara dengan Siryu, tetapi Claude hanya ingin berbicara saja. Mengobrol, karena jelas Claude tidak mempunyai teman sebaya.


Bukan tidak mempunyai, hanya saja teman – temannya yang tidak mengerti Claude, yang terlalu pintar untuk seumuran mereka sehingga kebayakan anak seusianya menjauhi Claude.


Itulah yang menjadi alasan mengapa Claude selalu bersama pamannya, bahkan para wargapun sudah sangat mengenalnya sebagai anak yang terlalu cepat dewasa.


Untuk memasukkannya ke akademi, bukan Tanhill tidak mau, tetapi materi yang ada di akademi untuk seumuran Claude, sudah Tanhill berikan semuanya kepada Claude, jadi datang ke Akademi hanya menyia – nyiakan waktu.


Sedangkan pengetahuan tentang beladiri, pengenalan Magic, dan pemanfaatan spirit semuanya dimulai dari umur sepuluh tahun yang dimana Claude belum memenuhi syarat minimumnya.


Jadi Tanhill memilih mencarikan Claude seorang master dan melatih Claude secara pribadi ketimbang menunggu dan mengikuti aturan akademi, bagi Tanhill potensi Claude sayang untuk didiamkan begitu saja.


Claude kemudian mengulang kembali proses yang dilakukannya tadi pagi, tidak signifikan tetapi jelas ada jejak pemulihan pada luka Siryu.


Tanpa terasa hari datang silih berganti, Claude tetap dengan rutinitas hariannya, Siryu yang mulai bisa berdiri mengangkat badannya, namun belum bisa berjalan seperti biasanya.


Tanpa terasa tiga hari telah terlewati begitu saja, tidak ada peristiwa aneh yang terjadi, di Behemoth City seluruh warganya kembali beraktivitas seperti biasa, mereka sudah bersiap jika mereka harus pergi dan mengungsi.


Baron Simon juga melakukan perintah Richard, ia mengintai dan mewaspadai setiap gerakan dari kediaman Baron Lim, namun sayangnya sampai saat ini Baron Simon tidak menemukan satu hal pun yang mencurigakan dari kelompok Baron Lim, termasuk Wen Qi yang dicurigai pergi melarikan diri, tidak kunjung terlihat di kediaman Baron Lim.


Sedangkan untuk Baron Lim sendiri, ia sudah mengetahui bahwa kediamannya tengah dijaga dan diperhatikan, oleh karena itu saat ini Baron Lim memilih bersikap pasif dan mengikuti alur saja, kali ini Baron Lim sangat berhati – hati dalam mengambil tindakan, ia tidak mau kembali menyinggung kekuatan yang lebih besar dari mereka.


“Heh ternyata para pelayan Desolate itu pintar juga” Tanhill terkekeh mengetahui Baron Lim mengikuti peringatannya.


“Yah ternyata mereka tidak sebodoh yang kupikirkan” George juga menanggapi ucapan Tanhill.


Saat ini Tanhill tengah berada dirumah George, mendiskusikan rencana bagaimana mereka akan kembali ke East Moon Forest


“Jadi apakah kau sudah menghubungi Lindswell?” George lanjut bertanya.


“Aku sudah, sebelumnya dia juga diberitahu informasi detail mengenai kepulangan kita, jadi ketika kuhubungi, ia tidak terlalu banyak bertanya dan pertukaran posisi selesai begitu saja” Jawab Tanhil acuh tidak acuh.

__ADS_1


“Hoo, tidak biasanya kalian mengakhirinya begitu saja, bukankah selalu ada drama yang terjadi ketika kalian berbicara satu sama lain?” George bertanya menyelidik.


“Yakinlah kali ini, aku sudah membereskannya dengan clear dan jelas, kita ini sudah tua untuk apa kita masih memelihara sifat kekanak – kanakan seperti itu” Tanhill mempertegas ucapannya.


“Ok baiklah, sekarang yang mau aku tanyakan bagaimana cara kita pulang, apakah kita akan pergi begitu saja? Tetapi sepertinya tidak, karena hal itu sama sekali bukan gayamu”


“Untuk mereka yang ada di kota – kota lain aku membiarkan mereka memilih cara apapun dan kapanpun mereka akan pergi tetapi aku menegaskan bahwa kita akan bertemu di Dark Moon Canyon satu bulan dari sekarang, mereka yang tiba terlebih dahulu akan menunggu disana, dan mereka yang terlambat datang kita akan meninggalkannya” jawab Tanhill.


“Lalu bagaimana dengan kita?”


“Aku sudah menyiapkan skema sendiri untuk kepulangan kita, kau tinggal mematuhi saja apa perintah dariku”


“Oh terus apa yang akan kita lakukan sekarang?”


“Ikuti saja alur yang terjadi, kau tetap pada peranmu sebagai George si pandai besi dan peranku Tanhill si pemalas, sampai waktunya tiba aku akan memberitahumu”


“Ok aku percayakan semuanya padamu, toh aku juga masih mempunyai beberapa pekerjaan” seperti biasa George tidak mau ambil pusing.


Pada hari itu juga Sir Lars dan pasukannya dari Throne Bite City tiba di Behemoth City, Sir Richard sendiri yang datang menyambut kedatangan mereka.


“Selamat datang di Behemoth City Lars, sudah lama kita tidak berjumpa” Richard mengulurkan tangannya.


“Ya lama kita tidak berjumpa, bagaimana kabarmu Richard, kulihat sepertinya kau menikmati jabatanmu di kota ini” Lars kemudian menjabat tangan Richard seraya merangkulnya.


“Apa yang kau lakukan, sudahlah itu hanyalah masalah kecil, ku yakin kau juga akan melakukan hal yang sama jika hal seperti itu terjadi padaku, lagipula menjaga ketertiban jalur utama juga bagian dari tanggung jawabku, sudahlah hentikan formalitas seperti itu” Lars segera menegakkan lagi tubuh Richard.


“Baiklah, ku yakin kau dan pasukanmu kelelahan oleh karena itu, untuk pasukanmu aku sudah menyiapkan tempat untuk mereka dikediaman Baron Trixie, sementara untukmu ayo ikuti aku dan beristirahatlah di Mansionku”


“Kau yang memimpin disini, jadi aku akan ikut semua pengaturanmu” Lars menyetujui pengaturan Richard untuknya.


Kemudian para pasukan Sir Lars diarahkan ke kediaman Baron Trixie yang sebelumnya sudah ditunjuk untuk mengurus semua akomodasi yang dibutuhkan.


“Kau beristirahatlah dulu di kamar ini, nanti malam aku akan memberitahukan semua informasi yang kupunya” setelah mengantarkan Lars ke kamarnya Richard bersiap kembali keruangan kerjanya.


“Tunggu dulu, sestidaknya beritahu aku siapa saja yang akan membantu kita disini”


“Bukankah Baron Trixie sudah memberitahumu?”


“Apa benar mereka semua akan datang membantu?”


“Ya mereka akan datang, mungkin sebentar lagi Haze dan pasukannya akan datang, sementara itu untuk pasukan kerajaan mungkin butuh waktu sekitar satu minggu lagi sebelum mereka datang dan bergabung dengan kita”


“Lalu pasukan kekaisaran?”


“Aku tidak tahu, yang mengetahui detail informasi itu adalah salah satu Baronku, tetapi sayangnya telah terjadi sebuah masalah kecil jadi aku tidak tahu sudah sampai mana pasukan kekaisaran ini.”

__ADS_1


“Masalah kecil?” Lars mengerutkan kening.


“Kau tenang saja, aku sudah mengantisipasinya, aku pastikan masalah ini tidak akan mempengaruhi perang besar kita” Richard mencoba menenangkan Lars.


Disaat Richard dan Lars sedang berbicara munculah seorang pelayan dengan tergesa – gesa.


“Maaf mengganggu tuan, tapi baru saja seorang prajurit datang dan memberitahukan bahwa Lady Haze dan pasukannya baru saja tiba, dan Baron Yorda datang menyambutnya, Baron Yorda juga berharap anda datang dan menyambut mereka”


“Tuh kan apa kubilang, mereka juga datang” Richard memandang Lars.


“Ya kau benar, saranku segera penuhi permintaan Baronmu itu, kau tidak mau kan nenek sihir itu mengamuk dikotamu” Lars terkekeh, namun dapat dilihat bahwa ada jejak kelegaan pada wajah Lars.


“Apa? Kau masih takut padanya? Ck ck ck” Richard menggeleng – gelengkan kepalanya.


“Aku tidak mengerti apa yang kau ucapkan, kalau begitu aku akan beristirahat terlebih dahulu, jika nenek sihir itu mencariku katakan aku sedang istirahat dan tidak bisa diganggu, ok?” kemudian Lars menutup pintu kamarnya dengan segera, seakan tidak peduli dengan kehadiran Richard.


“Haha kau tidak berubah sama sekali Lars” Richcard tertawa, kemudian berbalik berniat menyambut salah satu sekutunya.


“Huh sungguh tuan rumah yang buruk, kau memintaku datang hanya untuk kau abaikan sungguh luar biasa Richard” Haze langsung berkomentar ketika Richard baru tiba.


“Yah inilah aku, aku meminta maaf juga percuma tidak akan kau dengarkan juga bukan” Richard hanya mengangkat kedua bahunya, seperti sudah terbiasa dengan komentar pedas dari Haze.


“Cih, apa yang sedang kau lakukan, setidaknya kau tidak boleh melupakan etika dasar dalam menyambut tamumu bukan?” Haze sedikit melunak melihat sikap acuh tak acuh yang ditampilkan Richard.


“Kau tahu, beberapa saat yang lalu, Lars da ...”


“Hah, laki – laki pengecut itu datang kemari, dimana dia sekarang?!!” setelah mendengar nama Lars disebut, Haze langsung memotong ucapan Richard.


“Tidakkah kalian malu dengan umur kalian, mengapa tidak kalian lupakan saja masalah diantara kalian itu”


“Aku tidak meminta pendapatmu, yang aku tanyakan adalah dimana laki – laki pengecut itu sekarang berada? Pasti dia di Mansionmu kan?” Haze tidak mendengar ucapan Richard.


“Hah ...” Richard menghela nafas berat “Aku minta padamu, selesaikan semua masalah diantara kalian sekarang!!” ekspresi Richard seketika berubah serius menyeramkan membuat Haze merinding dan mundur satu langkah kebelakang, “Dia ada di Mansionku, ayo aku tunjukan jalannya”


“Baron Yorda, seperti yang telah kuperintahkan anda akan mengurus akomodasi dari seluruh pasukan Lady Haze”


“Baik tuan” Yorda menyanggupi.


“Kemudian untukmu, ayo ikuti aku” masih dengan ekspresi seriusnya Richard memimpin Haze menuju Mansionnya.


Baron Yorda yang melihat itu hanya bisa bergumam “Sepertinya sebentar lagi akan terjadi sesuatu”


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2