My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 59 – Pasukan Utama Bergerak


__ADS_3

“Apa maksudmu?” seorang warga yang berada disamping Tanhill mendengar gumaman Tanhill.


“Ah ... maksudku, kerja bagus Sir George mampu meyakinkan Sir Richard untuk mengikutsertakan kita dalam pertempuran ini” Tanhill segera berkilah.


“Oh, kudengar kau tadi memanggil Sir George dengan panggilan biasa” pria itu masih menyelidik.


“Kau pasti bercanda, mana berani aku melakukan hal seperti itu” Tanhill tertawa canggung.


“Hmm benar juga, mungkin aku salah dengar” pria tersebut kembali melihat kedepan dan mengabaikan Tanhill.


Dan seperti itulah pasukan besar yang terdiri dari para warga kota yang membawa senjata seadanya bergerak menuju hutan, dipimpin oleh George yang membawa dua palu sebagai senjatanya, mereka mengikuti dibelakang pasukan utama.


Dilihat dari kuantitasnya jelas bahwa pasukan warga menempati urutan pertama dengan jumlah lebih dari seribu orang, dibandingkan dengan pasukan utama yang tidak lebih dari lima ratus orang.


Tetapi kualitas dari kekuatan pasukan utama sangat diperhitungkan, tentu saja perbedaan diantara warga biasa dan para pasukan yang setiap hari berlatih senjata akan sangat jauh.


Namun meskipun warga biasa, mereka bukan tanpa kekuatan, setiap warga mempunyai martial spirit masing – masing, meskipun dampaknya tidak signifikan dalam pertempuran tetapi para warga ini masih bisa melakukan perlawanan.


Pemikiran inilah yang mendasari keputusan Richard untuk membiarkan para warganya ikut bertempur, selain para warganya yang siap mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.


Sedangkan mengapa para warga tiba – tiba melakukan inisiatif rela mengorbankan diri mereka, semua itu berkaitan dengan Tanhill, memanfaatkan ucapan Richard pada pertemuan di alun – alun kota, Tanhill sengaja memicu emosi beberapa orang yang berpotensi.


Dan kemudian efek bola salju pun terjadi, kabar menyebar dengan sendirinya dari beberapa orang menjadi beberapa ratus dan terakhir seluruh warga terpengaruh oleh kabar tersebut.


Seluruh pasukan terus bergerak, ditengah perjalanan para pemimpin aliansi mengubah pengaturan pasukan, seperti yang disepakati dalam pertemuan mereka.


Meski tetap bergerak para prajurit mulai memisahkan diri dan berkelompok sesuai dengan Job mereka masing – masing.


Termasuk pasukan yang dipimpin oleh Baron Simon, Baron Yorda, dan Baron Lim mereka juga mengikuti pengaturan yang ada.


Ditengah – tengah pergeseran pasukan tersebut, tiba – tiba ada seseorang yang luput dari perhatian para prajurit masuk dalam rombongan mereka, dan mendekati Baron Lim.


Baron Lim yang dikelilingi oleh bawahannya tidak terlalu terkejut melihat kedatangan pria tersebut, “Bagaimana?” setelah mengkonfirmasi identitasnya, Baron Lim hanya bertanya singkat.


“Sudah kuselesaikan” jawab singkat pria tersebut.


“Bagus, kau kembali dalam barisanmu, sebentar lagi kita akan bertempur melawan para Goblin” Baron Lim sengaja sedikit membesarkan suaranya agar para prajurit disekitar mereka tidak mencurigainya.


Ya pria yang datang mendekat adalah Faceless yang baru saja menyelesaikan tugasnya menyamar menjadi seorang Kiev, dan mengacaukan situasi yang ada dibenteng pertahanan.


Sedangkan untuk Kiev sendiri, Seiji dan Zen Yang menyergapnya ketika Kiev hendak kembali menuju benteng, dan hasilnya saat itu juga Kiev meregang nyawa.


Seperti itulah Faceless dapat masuk menyamar menjadi seorang Kiev, menjalankan tugasnya dan terakhir dengan bantuan Seiji, Faceless bisa melarikan diri dari benteng.


“Baik tuan” Faceless mundur dan kembali berbaur dengan prajurit lainnya.


Meskipun Faceless sudah memperhatikan pergerakannya, dan memastikan tidak ada yang akan mengetahui bahwa dirinya baru bergabung, namun tetap saja diluar perkiraannya Richard yang berada dibelakang pasukan melihat dengan jelas munculnya Faceless dari arah samping.


“Prajurit yang mencurigakan”


***


Pasukan utama sudah bergerak menjauh dari gerbang timur kota, tidak lama kemudian giliran para pengungsi yang terdiri atas perempuan dan anak – anak serta para orang tua mulai bergerak dari gerbang barat, menuju ibukota kerajaan.


Dipimpin oleh Baron Trixie para pengungsi bergerak perlahan, sedangkan Baron Lathias dan Sir Davos mengawal mereka dari belakang dan beberapa puluh prajurit mengawal rombongan ini dari samping.

__ADS_1


Semua bergerak secepat yang mereka bisa, meskipun was – was dengan anggota keluarga mereka yang ikut bertempur tetapi mereka tidak bisa melakukan apa – apa selain berdo’a.


Ashura yang bergerak cepat menuju kota segera menemukan rombongan para pengungsi, dari atas pepohonan Ashura memperhatikan para pengungsi dan raut wajah bingung diperlihatkan Ashura.


“Paman apa itu para warga yang mengungsi?”


“Ya”


“Oh ada bibi Wad juga ternyata”


“Siapa?”


“Itu bibi pemilik kedai tempat biasa aku dan pamanku makan”


“Oh”


“Lalu mengapa aku tidak menemukan seorangpun pria dewasa dalam rombongan itu?”


“Itu juga yang sedang kupikirkan”


Ashura sengaja tidak bergerak dan tidak juga menyembunyikan kehadirannya karena takut hanya akan terjadi kesalah pahaman diantara mereka, dalam pikirannya Ashura yakin para prajurit sudah merasakan kehadirannya tetapi selama Ashura tidak membuat gerakan yang mengancam rombongan, para prajurit tidak akan mempermasalahkan kehadirannya.


Karena prioritas para prajurit ini adalah mengawal rombongan bukan menyerang pengintai.


Memikirkan apa yang telah terjadi Ashura menemukan sesuatu.


“Paman, apakah semua pria dewasa ikut dalam pertempuran yang kau khawatirkan?” sebelum Ashura dapat mengatakannya, Claude sudah lebih dulu bertanya.


‘Sejak kapan anak ini bisa membaca pikiranku?’ “Aku juga barusan berpikir seperti itu dan kemungkinannya sangat besar, kurasa pamanmu juga bergabung dengan mereka”


“Tanpa kau perintahkan pun aku akan segera menyusul mereka” Ashura kembali berlari, sementara beberapa prajurit yang sadar dengan kehadiran Ashura hanya menoleh kebelakang dan segera berfokus kembali.


Baron Lathias dan Sir Davos pun tidak mempermasalahkan kehadiran Ashura “Sepertinya perjalanan ini tidak akan mudah, tetap jaga kewasapadaan meskipun ada prajurit dari kerajaan yang menjaga jalur pengungsian, tetap saja kita tidak boleh lengah” Baron Lathias mengingatkan.


“Anda benar” Sir Davos menyetujui.


Ashura dengan cepat sampai di kota, dilihatnya Behemoth City yang dulunya ramai sekarang menjadi sepi, ‘Kota ini telah berubah menjadi kota mati’ pikir Ashura.


“Kota tempatku tumbuh sekarang menjadi kota mati” gumam Claude dalam gendongan Ashura. Ashura diam.


‘Semoga saja aku tidak terlambat membantu mereka’ pikir Ashura setelah melewati alun – alun kota dan bergegas menuju gerbang timur.


“Semoga kita tidak terlambat membantu mereka ya paman” lagi – lagi Claude berbicara.


“Hari ini kau cerewet sekali, tidak bisakah kau diam, dan hemat tenagamu untuk nanti saja” Ashura mulai jengkel, karena Claude seakan bisa membaca pikirannya.


“Ok paman” Claude menutup rapat – rapat mulutnya tidak berbicara apa – apa lagi.


Dan seperti itulah duo guru dan murid itu berusaha menyusul pasukan.


Pasukan utama sudah bergerak, Ashura dan Claude menyusul dibelakang, tetapi semua bantuan akan datang terlambat karena saat ini para Goblin telah berhasil meruntuhkan benteng.


Para Goblin langsung berlari mengejar para petualang yang bergerak mundur, tidak lama kemudian Goblin berhasil melihat mangsa mereka.


“Bantai mereka!!” Seketika para Goblin Commander menyerukan perintah mereka, membiarkan para Goblin menggila.

__ADS_1


“Mage tanah kerahkan penghalang” Warren langsung berseru


“Earth Wall” beberapa Mage langsung mengerahkan magis pembatas mereka.


“Memutar” seru Goblin Commander yang berada disisi barisan.


“Hancurkan” –bledar- -bledar- Goblin Commander yang berada ditengah memberikan perintahnya, kemudian terdengar suara beberapa skill penghancur menghantam dinding Earth Wall, tidak lama retakan mulai terlihat.


“Archer lindungi sisi samping” Warren dan para petualang lainnya menghentikan gerakan mereka dan lebih fokus bertahan.


“Pemimpin kami tidak bisa mempertahankan Skill” Para mage tanah berteriak.


“Ganti, Mage Air lakukan”


“Iya pemimpin, Water World Aegis” teriak beberapa Mage Air, terlihat Earth Wall mulai runtuh, namun seketika digantikan oleh bentangan Air setinggi beberapa meter membentuk sebuah ombak kembali menghalangi gerakan dari para Goblin.


“Triple Draw”


“Quick Draw”


“Heavy Bow”


“... ... ...”


-siu- -siu- -siu-


Belasan anak panah melesat dari busur para petualang mengincar para Goblin yang merangsek dari samping, namun sayangnya luka yang dihasilkan tidak cukup untuk menumbangkan para Goblin.


Seperti kekuatannya para Goblin ini masih memiliki vitalitas tinggi bahkan ketika mereka mendapatkan luka dan darah mengalir dari lukanya.


Namun ketika para Goblin ini bersorak bisa melewati barisan anak panah, mereka harus tertahan oleh magic Water Aegis yang bisa mencapai posisi mereka.


Melihat keadaan seperti ini Goroda cukup jengkel, “Cih dasar para tikus bodoh, dengan cara apapun kalian tidak akan pernah bisa menang melawan kami, bangsa kalian sudah ditakdirkan untuk binasa hari ini, Goblin Shaman kalian serap Magic Water mereka”


“Baik” Para Goblin Shaman mulai maju dan mengacungkan Staf mereka, “Nature Spirit Absorp”


Meskipun ras mereka dihukum oleh Nature Spirit Tree, tetapi para Mage dari bangsa Goblin masih bisa menggunakan kekuatan alam sebagai fondasi magic mereka.


Langsung saja berbagai jenis tanaman merambat muncul dari tanah dan mulai menyerap Aegis, sehingga secara perlahan ketinggian Aegis mulai terlihat berkurang, pun demikian dengan ketebalannya.


“Tidak!!” Mage air berteriak “Mage Es”


“Nova Freeze” Mage Es langsung bergerak.


“Tidak” Warren terlambat mencegah para Mage bertindak, karena Aegis mulai berubah menjadi dinding Es.


Sekilas tidak ada yang salah karena Magic Water sangat mudah dibentuk menjadi dinding Es dan akan mempercepat proses pembekuan, tetapi dengan Aegis berubah menjadi dinding Es berarti memudahkan para Goblin untuk menghancurkan dinding.


“Hancurkan” -prak- -prak- dinding espun dengan cepat dihancurkan, dan pada akhirnya para petualang bertatap muka dengan para Goblin.


Untuk sesaat waktu terhenti, para Goblin menyeringai, dan para petualang menguatkan tekad mereka.


“Serang!!” “Tahan!!”


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2