My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 07 – Death Seal


__ADS_3

Selepas Berg pergi, Carl dan Ayala langsung membahas informasi yang baru saja mereka dapatkan.


“Tuan Carl apakah anda percaya dengan informasi yang baru saja Berg laporkan?” Ayala membuka pembicaraan.


“Apa maksudmu?” Carl mengerutkan kening.


“Tidak hanya saja aku ragu – ragu, Grand Wizard Anna sudah pergi meninggalkan kekaisaran terlalu lama, mengapa dia tiba – tiba ada disini, ditambah bagaimana caranya dia bisa bersama dengan pangeran ...”


“Tutup mulutmu !! jangan sebut dia pangeran !!!” Carl membentak, langsung memotong ucapan Ayala.


“Maaf tuan Carl, maksudku bayi itu” Ayala menundukan kepalanya, sejenak Ayala lupa bahwa pria yang sedang ia ajak bicara adalah seorang monster yang terkadang bisa menjadi baik, dan terkadang bisa menyeramkan.


Suasana mendadak hening sejenak, keduanya menenangkan pikiran mereka masing – masing.


“Ayala, cepat perintahkan bawahanmu Makani untuk memeriksa Kalou, gunakan sihir unik nya, dan temukan informasi yang sebenarnya” Carl kembali kepada sikap tenangnya.


“Baik tuan”


“Katakan secepatnya, karena jika informasi itu benar kita harus segera mengambil keputusan”


“Baik tuan” Ayala langsung mengeluarkan Sound Stone menyuntikan sebagian energi di dalam tubuhnya, Ayala menghubungi Makani.


Setelah terhubung, Ayala memberitahu Makani semua informasi dan langsung memerintahkan Makani untuk bergerak cepat mengkonfirmasi semua informasi tersebut.


Makani tahu seberapa pentingnya tugas ini, maka dari itu ia langsung berlari menuju ruangan perawatan dimana Kalou sedang diobati oleh seorang Priest yang ditemani beberapa prajurit.


Makani datang dan langsung memerintahkan Priest dan beberapa prajurit itu untuk meninggalkan ruangan, Makani berbicara atas nama Jenderal Agung Carl, oleh karena itu semua orang yang ada di ruangan tersebut keluar tanpa bertanya sedikitpun.


Makani mendekat kearah Kalou, “Kau prajurit bernama Kalou kan, maafkan aku harus melakukan ini, Mind Control” Makani memposisikan kedua telapak tangannya disamping kepala Kalou.


Dari tangan Makani keluar aliran energi yang langsung masuk kedalam kepala Kalou, sesaat kemudian Klaou menegang, sedangkan Makani seperti kehilangan kesadarannya, Makani tertegun dengan bola mata yang sepenuhnya putih.


Melalui proses itu akhirnya Makani menemukan ingatan yang berada di dalam kepala Kalou, Makani memutar kembali seluruh adegan yang terjadi di Green Lantern Forest.


Makani terus memperhatikan seluruh detail yang terlihat setelah beberapa saat Makani terkejut melihat pelayan itu mengeluarkan sihir Imperial Arcane menegaskan identitas dari pelayan tersebut adalah Grand Wizard Anna, tetapi setelah dilihat sebentar ada yang aneh dengan kondisi dari Anna.


“Ah sepertinya Anna sedang terluka parah, aku harus segera melaporkannya kepada nyonya Ayala” Makani tersenyum cerah atas informasi yang di dapatnya.


Makani melepaskan kekuatan magicnya, secara perlahan penampilan Makani kembali seperti semula, tetapi tidak dengan Kalou, Kalou yang hanya berada di ranah Master Awal kembali harus menderita.


“Kalou jika kau bisa bertahan dari ini semua, kuyakin tuan Carl dan nyonya Ayala akan mengingat namamu” Makani tidak menunggu lama, ia lekas keluar dari ruangan tersebut dan memerintahkan Priest untuk kembali merawat Kalou.


Beruntung sekali Carl mempunyai bawahan seperti Makani, karena dengan kekuatannya, Makani bisa memeriksa pikiran atau pengalaman seseorang, memproyeksikan kembali apa yang target nya telah alami dalam pikiran Makani.


Dalam prosesnya Makani yang sekarang berada di ranah Master Lanjut tidak perlu mengeluarkan energi yang terlalu besar untuk mendapatkan informasi dari Kalou.


Batas atas dari kemampuan ini adalah 2 tingkat dari ranah si pengguna, yang artinya Makani hanya bisa mengambil ingatan dari seorang yang berada di ranah Grand Master Menengah, dengan syarat Makani harus mengeluarkan seluruh energinya.

__ADS_1


Namun kekuatan ini datang dengan resikonya tersendiri, seperti Makani tidak bisa terganggu saat proses nya berlangsung atau Makani akan terluka sangat parah.


Sedangkan sitarget akan kehilangan kehidupannya sebanyak pengalaman yang diambil oleh Makani, tidak ada hitungan pasti berapa banyak kehidupan yang diambil namun tidak sedikit pula orang – orang yang meninggal ditangan Makani oleh kekuatan ini.


Untuk Kalou yang sedang terbaring meskipun kondisinya stabil namun dengan datangnya Makani Kalou kembali memasuki kondisi sekarat bahkan lebih parah.


“Nyonya Ayala aku yakin bahwa informasi yang diberikan Kalou adalah benar, dan aku menemukan bahwa ... ”Makani langsung menghubungi kembali Ayala dan melaporkan semua penemuannya.


Mendengar laporan dari Makani raut wajah Ayala berubah, terlihat sebuah jejak kebahagian terlintas di wajahnya, Carl yang memperhatikan perubahan ekspresi pada Ayala mau tidak mau bertanya.


“Apa yang kau dapatkan?”


“Tuan, Makani melaporkan bahwa semua informasi itu benar adanya, tetapi sepertinya kondisi Anna sedang terluka parah, kita harus secepatnya pergi kesana membunuh Anna dan bayi tersebut” Ayala berkata dengan semangat membara di kedua matanya.


“Hmm, Ayala aku tahu apa yang ada dipikiranmu saat ini, kau ingin segera membunuh Anna agar ia bisa menjadi mainanmu, dan memperkuat kekuatanmu kan?” Carl mendengus mengetahui apa yang Ayala rencanakan.


“Yang mulia, aku tidak akan menyangkal hal tersebut, tetapi bukan itu poin utamanya, coba anda pikirkan lebih jauh, sekarang kondisi Anna sedang terluka parah jika kita memberikannya waktu untuk mengembalikan kondisinya apakah anda yakin bisa mengalahkannya?” Ayala memberikan penjelasannya.


“Apa kau meremehkan ku!!?” Carl menggebrak meja tidak terima dengan ucapan Ayala.


“Bukan itu maksudku yang mulia, aku yakin anda bisa mengalahkannya, tetapi ketika kita menemukan sebuah peluang, kita harus segera meraihnya, kesempatan itu tidak datang dua kali, terlebih lagi sekarang Anna tidak akan bisa melindungi bayi tersebut sehingga peluang kita membunuhnya praktis 100% apakah lain kali akan datang kesempatan seperti ini yang mulia” Ayala tersenyum simpul menjelaskan rencananya.


Carl akhirnya merenung memikirkan ucapan yang baru saja dikatakan Ayala.


“Yang mulia, jika kita bergerak sekarang maka kerugian kita hampir tidak ada, namun jika kita melewatkannya, di kemudian hari kita akan kehilangan beberapa prajurit lagi, apakah anda ingin kekaisaran kehilangan satu pasukan lagi seperti hari ini, mohon pertimbangkan yang mulia” Ayala terus mendesak pemikirannya terhadap Carl.


“Tidak perlu berterima kasih tuanku, sudah menjadi tugasku untuk melihat dan merencanakan, tetapi pada akhirnya andalah yang membuat keputusan” Ayala menundukan kepalanya dan tersenyum di ikuti dengan seringai kecil di sudut bibirnya.


“Baik kalau begitu, Ayala segera hubungi 2 Great Commander pasukan utamaku, dan juga Makani, kita akan berangkat sekarang juga menggunakan Spatial Teleport menuju Green Lantern Forest yang berada di dekat Behemoth City”


“Baik Tuan” jawab Ayala.


Menjawab panggilan dari pemimpin mereka, ke 2 komandan bersama Makani segera berkumpul di dekat taman Array Spatial, mereka memakai perlengkapan masing – masing, menunggu datangnya Carl dan Ayala.


Tidak lama kemudian Carl dan Ayala datang bergabung dengan para komandan berjalan menuju tengah – tengah Spatial Array, kemudian Carl menggunakan hak khususnya dan kemudian mengaktifkan Spatial Array.


Sebenarnya tidak setiap orang di kekaisaran bisa menggunakan Spatial Array semaunya, bahkan kaisar sekalipun tidak. Hanya ketika kondisi darurat terjadi, kaisar serta para bangsawan dan para General bisa menggunakan Spasial Array itu pun terbatas hanya untuk 10 orang saja setiap kali pengaktifan.


Menilai situasi dan kondisi saat ini akhirnya Carl harus menggunakan hak istimewanya karena jika tidak Carl akan kehilangan kesempatan langka di depan matanya. yaitu mengalahkan dan membunuh Grand Wizard Anna.


Mengikuti lokasi terakhir Kalou menggunakan Spatial Stone, Spatial Array langsung mengirimkan Carl dan pasukannya ke Green Lantern Forest di dekat Behemoth City.


Hanya beberapa kedipan mata Carl dan pasukannya langsung tiba di Green Lantern Forest tepatnya di tempat pembantaian pasukan kekaisaran terjadi.


Di tengah kegelapan malam yang semakin larut, cahaya bintang dan bulan menerangi setiap sudut area luar Green Lantern Forest, pun demikian disalah satu sudutnya terlihat Carl dan pasukannya sedang memeriksa tempat kejadian.


“Tuan, melihat kekuatan dan jejak sihir yang tertinggal dipastikan Anna yang melakukan semua ini” Seorang Komandan bernama Argus melaporkan temuannya.

__ADS_1


“Argus, apa kau meragukan kemampuanku?” Makani merasa tersinggung dengan laporan Argus.


“Ya aku meragukanmu, apa ada masalah” Argus melirik Makani dengan sebuah seringai meremehkan diwajahnya.


“Kamu ... ” Makani terlihat marah dan hendak memberikan pukulan terhadap Argus namun segera ditahan oleh Ayala.


“Kalian berhentilah berseteru, sekarang kita berada dipihak yang sama, Argus lupakan cerita masa lalu, sekarang kita harus bersatu membersihkan kekaisaran dari para pengkhianat” Carl mencoba menenangkan Argus.


“Baik tuan” Argus segera menundukan kepalanya kearah Carl.


“Makani sekarang kau gunakan lagi kemampuanmu, pindai seluruh area ini dan biarkan kita melihat apa yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu, untuk melihat kemana perginya Anna” Carl memberikan perintahnya.


Makani tidak langsung mematuhi perintah Carl tetapi ia melirik kearah Ayala.


“Lakukan perintah tuan Carl, tenang saja kita semua akan melindungi mu” Ayala tersenyum dan melirik karah Carl.


Carl tersenyum kecut, sedangkan Argus mendengus dan memalingkan wajahnya. Argus tidak terima dengan sikap Makani yang tidak langsung mematuhi perintah Carl.


Makani kemudian berjalan ketengah – tengah Area, merentangkan kedua tangannya, berkonsentrasi “Field Memory”. Melantunkan sihirnya Makani masuk dalam kondisi tidak sadar matanya menjadi putih dan secara perlahan daerah sekitar Makani menunjukan Proyeksi kejadian beberapa saat yang lalu.


Semua yang terjadi dalam radius sihir Makani diputar ulang kembali, semua orang melihat kejadian pembantaian yang terjadi, melihat penderitaan bawahan mereka para komandan ini meringis, namun diakhir pembantaian raut wajah semua orang berubah, jejak kepuasan terlihat jelas di setiap wajah, bahkan Carl pun tidak bisa menyembunyikan raut wajah bahagianya.


‘Bagus akhirnya aku mendapatkan satu’ Ayala juga memperlihatkan wajah bahagianya namun dengan alasan yang berbeda.


“Cukup Makani kau bisa mengakhirinya sekarang” setelah tidak ada yang terjadi lagi Ayala mengingatkan Makani untuk segera mengakhiri sihirnya.


Makani segera mengakhiri sihirnya.


Sedangkan Ayala bergegas mendekati tempat dimana Anna terakhir kali terbaring, melihat hal tersebut, Carl mengerutkan keningnya, seolah tahu apa yang akan dilakukan oleh Ayala.


“Soul Guiding” Ayala meneriakan sebuah magic, tidak lama jejak sebuah energi terkumpul di sekitar tanah. Terlihat raut wajah Ayala sangat bahagia melihat sekumpulan energi tersebut.


“Arise” Ayala melanjutkan magicnya, mencoba memanggil kehidupan baru dari sekumpulan energi tersebut.


Ya Ayala adalah seorang Necromancer, Ayala dapat membangkitkan satu prajurit tengkorak dengan menggunakan energi dari seorang yang telah mati, dan prajurit tengkorak tersebut akan memiliki kemampuan yang sama persis seperti orang yang mempunyai energi tersebut, namun levelnya menurun sebanyak 2 ranah di bawah tubuh asli si target.


Ya Alasan Ayala mendukung dan merencanakan serangan ini, karena Ayala ingin mengambil energi kehidupan Anna untuk menambah satu Skull Mage dalam koleksinya.


Seluruh proses terjadi dengan lancar, perlahan Skull Mage bangkit dari tanah berdiri dengan sempurna, namun memasuki langkah terakhir dimana energi kehidupan Anna akan bergabung dengan Skull Mage, Energi tersebut tiba – tiba pecah dan berhamburan untuk kemudian menghilang dan menyatu dengan alam.


“Death Seal”


“Death Seal”


Carl dan beberapa komandan bergumam pelan.


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2