
Para pasukan kota dengan segera menenangkan para masyarakat, sekaligus meminta para petualang untuk sama – sama bersiap mempertahankan kota apabila terjadi penyerangan terhadap Behemoth city.
Dibawah arahan Coda setiap pasukan kota bersiap dengan senjata masing – masing, walaupun suasana terasa menegangkan, tetapi para pasukan tidak menampakkan raut wajah tegang.
Para pasukan senior sudah terbiasa dengan jenis pertempuran seperti ini karena mereka sering kali berangkat ke area dalam Green Lentern Forest untuk membunuh para Wild Beast, mereka menganggap kejadian ini hanya sebagai pertempuran yang diulang kembali bedanya sekarang mereka mempunyai benteng pertahanan.
Sedangkan para prajurit pemula yang baru bergabung dengan pasukan kota, mereka menunjukan sikap antusiasme, menunggu pertempuran seperti apa yang akan mereka hadapi.
Para prajurit pemula ini sudah tidak sabar ingin segera menunjukan hasil latihan mereka setiap hari.
Sedangkan untuk para petualang mereka juga bersiap dibawah arahan Warren seorang petualang tier A yang berspesialisasi sebagai Berserker dengan membawa 2 kapak besar dipunggungnya, Warren juga memiliki identitas lain yakni sebagai ketua serikat petualang di Behemoth City.
Tentunya Warren memiliki reputasi yang baik dikalangan para petualang, sehingga ketika Warren meminta mereka menjaga kota para petualang ini bersedia menjawab panggilannya.
Menunggu dan terus menunggu, para pasukan dan para petualang dengan sabar menunggu sesuatu yang mereka sendiri tidak mengetahui apa yang sedang mereka tunggu, mereka hanya bersiap untuk kemungkinan keadaan yang buruk terjadi.
Sementara itu dikedalaman hutan beberapa kilometer dari tembok kota terdapat seorang pria yang sedang terduduk kaget ketika dia melihat Array Magic Grand Intermediate di ikuti suara ledakan dan teriakan putus asa tidak jauh dari tempatnya sekarang.
“Celaka, apa yang sebenarnya terjadi disini?, Mengapa ada seorang Grand Mage yang membantai manusia di dekat Behemoth City” secara tidak sadar tubuh pria itu menggigil memikirkan mereka yang menjadi korban pemtaian Grand Mage tersebut.
“Sepertinya aku harus berjalan memutar untuk memasuki kota, terlalu berbahaya jika aku harus berjalan kesana, apalagi sampai bertemu dengan Mage itu” Pria itu langsung berbalik badan berlari kearah yang berbeda menjauhi tempat Anna.
Adapun pria tersebut adalah seorang pencari tanaman yang bernama Tanhill, tidak hanya sebagai pencari tanaman tetapi Tanhill juga seorang Alchemis walaupun level meraciknya belum terlalu tinggi, tapi Tanhill mempunyai modal untuk mencapai level yang lebih tinggi.
Biasanya Tanhill akan pergi kehutan setiap 3 hari sekali, setiap kali Tanhill pergi ke hutan maka ia akan menghabiskan waktu lebih banyak daripada pencari tanaman yang lain dan kerap kali Tanhill pulang setelah larut malam.
Bahkan para penjaga gerbang pun sudah mengetahui kebiasaannya tersebut, sehingga ketika Tanhill pulang kemalaman, para penjaga tidak pernah mempersulit Tanhill.
Kebiasaan ini terpaksa Tanhill lakukan karena ia harus memenuhi kebutuhannya sebagai seorang Alchemis untuk 2 hari kedepan, karena jika tidak maka Tanhill tidak mempunyai sesuatu untuk menyambung hidupnya.
Dengan sebuah keranjang besar yang berada di punggungnya Tanhill tidak terlihat kesulitan berlari menembus semak – semak belukar, melewati beberapa pohon, seluruh pergerakannya sangat terampil hampir seperti air yang mengalir tidak ada kesalahan apapun ketika tanhill mengeksekusi pergerakannya.
Sampai kemudian
-Jedukkkk-
__ADS_1
“Aduhhhh” Tanhill jatuh berguling – guling dirumput ketika kakinya tersandung sesuatu yang keras.
“Apa itu?” Tanhill heran jelas – jelas tadi dia melihat bahwa daerah yang dilewatinya hanya semak belukar tanpa ada batu atau sesuatu apapun yang bisa membuatnya tersandung.
Tidak lama kebingungan Tanhill terjawab, setelah Tanhill amati lebih jauh ternyata ada fluktuasi magic di sekitar semak – semak belukar tersebut, jika saja Tanhill tidak terbiasa dengan fluktuasi magic maka Tanhill tidak akan bisa memperhatikannya.
Setelah Tanhill merapikan tanaman herbal yang sempat terjatuh, Tanhill segera mendekati semak belukar yang membuatnya tersandung.
“Illusion Cut” Dengan telapak tangan terjulur kedepan Tanhill menyerukan sebuah mantra perusak bidang magic.
Namun secara mengejutkan fluktuasi magic melawan mantra dari Tanhill sehingga tidak menghasilkan apa – apa.
“Sungguh menarik, apa yang disembunyikan seseorang disini, sampai harus menggunakan mantra ilusi tingkat tinggi” Tanhill semakin penasaran dengan apa yang ada didalam fluktuasi magic.
“Jika saja orang lain yang menemukan ini, maka mereka hanya bisa berputus asa, tapi sialnya penghalang magic ini harus bertemu denganku” Tanhill tersenyum simpul mulai membuat array magic Grand Advanced “Illusion Break”.
Tidak lama mantra Illusion itu hancur berkeping – keping, dan menunjukan seorang anak laki – laki dengan kisaran umur 3 tahun sedang tertidur pulas masih dibawah pengaruh mantra Sleep.
Ya anak laki – laki yang ditemukan Tanhill adalah yang mulia pangeran Red Phoenix Empire yang di kawal oleh Anna, sayangnya kini hampir tidak ada yang mengetahui identitas dari anak ini.
“Hah, mengapa seorang bayi ada disini? Kebutuhan seperti apa yang mengharuskan seseorang menggunakan mantra tingkat tinggi untuk menyembunyikan keberadaan bayi ini” Tanhill merenung.
Sudah menjadi hal yang lumrah jika setiap anak yang lahir di dataran Grand Middle Earth akan memiliki bakat bawaan dalam tubuhnya, atau yang sering disebut dengan Martial Spirit.
Martial Spirit ini bisa berbentuk apa saja, dan setiap Martial Spirit memiliki fungsi dan manfaatnya masing – masing, dan tergantung pada penerapannya Martial Spirit bisa menjadi sangat kuat, atau menjadi sangat tidak berguna.
Di Grand Middle Earth sendiri hampir 2/3 dari populasi manusia mempunyai Martial Spirit yang berguna untuk keperluan sehari – hari seperti memasak, bercocok tanam, menambang, berdagang dan sebagainya.
Sedangkan sisanya 1/3 lagi menjadi populasi yang bisa memanfaatkan Martial Spiritnya menjadi sebuah kelebihan dalam sebuah pertarungan, maka tidak aneh jika 1/3 populasi ini memiliki jalur menjadi seorang pasukan kerajaan atau menjadi seorang petualang.
Karena Martial Spirit bisa di deteksi dari awal kelahiran maka setiap keluarga akan melakukan pengecekan langsung pada hari sang anak di lahirkan dengan harapan bahwa anaknya akan mendapatkan Martial Spirit yang bisa membuatnya minimal menjadi seorang prajurit kota.
Oleh sebab itu ketika seorang anak terlahir memiliki Martial Spirit dengan potensi terbaik, maka anak tersebut langsung menjadi fokus seluruh keluarga, bahkan seluruh penghasilan keluarga diberikan untuk pengembangan si anak tersebut.
Bahkan tidak jarang keluarga – keluarga ini juga menyewa para pengawal untuk menjaga anak mereka, karena tidak jarang juga pada satu malam seorang anak genius terbunuh begitu saja, maka dari itu seluruh keluarga memusatkan fokus mereka pada anak tersebut.
__ADS_1
Semua hal tersebut berlaku untuk rakyat biasa maupun para bangsawan, jika rakyat biasa cenderung mengembor – gemborkan informasi anak mereka, tetapi untuk para bangsawan, mereka biasanya memilih merahasiakannya sampai anak itu tumbuh besar dan memperlihatkan potensinya.
Melihat anak yang tergeletak dengan beberapa magic tingkat atas menemaninya membuat Tanhill lebih penasaran.
“Nah nak mari kita lihat apakah ada sesuatu yang istimewa dalam dirimu?” Tanhill segera menggenggam tangan mungil anak itu.
Dengan menyuntikan sedikit energi yang dimiliki, Tanhill segera mengetahui Martial Spirit yang dimiliki anak itu.
“Tidak ... ini tidak mungkin ... bagaimana bisa anak ini memiliki Martial Spirit ini?” Tanhill segera tercengang tidak mempercayai penilaian yang baru saja ia lakukan.
Setelah beberapa kali melakukan penilaian dengan akhir yang sama akhirnya Tanhill menerima bahwa Martial Spirit anak ini sungguh tidak biasa.
“Hah, apa ini sebuah karma untukku?” Tanhill menghela nafas pelan “Mengapa kau berada disini nak? Apa mungkin semesta yang mengatur agar kau bertemu denganku?”
“Yah aku memang tidak bisa menghindari karmaku sendiri” Tanhill merangkul tubuh anak itu
“Nah nak sepertinya kita berjodoh, maka aku akan merawat dan membesarkanmu, sampai kelak kau bisa memilih jalanmu sendiri” Tanhill tersenyum simpul.
Tanhill segera menempatkan anak itu diatas keranjang tanaman herbalnya dan segera melantunkan sebuah mantra.
“True Illussion” magic level Saint Intermediate keluar, dengan array magic kecil segera terbentuk di atas keranjang tanaman, segera menyembunyikan keberadaan anak kecil tadi.
Setelah membereskan semuanya segera Tanhill bersiap kembali ke kota, namun ketika hendak berjalan kembali gangguan menghampiri Tanhill, kali ini sebuah Sound Stone yang berada di sakunya menyala, menandakan bahwa ada seseorang yang berusaha berkomunikasi dengannya.
“Tanhill de Jong, ada yang ingin kau laporkan?” terdengar suara dingin terdengar dari Sound Stone sesaat setelah Tanhill menyuntikkan energinya.
“Tidak banyak yang bisa kulaporkan tuan, seperti yang anda rencanakan Red Phoenix Empire sekarang jatuh dalam krisis, adapun masalah – masalah yang muncul melebihi perkiraan awal kita seperti ...” Tanhill memberikan laporan lengkap mengenai keadaan Red Phoenix Empire saat ini.
“Bagus Tanhill, tetap pertahankan profil rendahmu, dan nantikan intruksi selanjutnya” terdengar suara puas dari seberang.
“Baik tuan, saya akan menunggu” Tanhill memberikan hormatnya.
“Lanjutkan pengintaianmu” Sound Stone langsung meredup menandakan berakhirnya perbincangan mereka.
“Yah sebentar lagi ... ” Tanhill menyeringai, untuk kemudian kembali berjalan menuju gerbang kota.
__ADS_1
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)