My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 31 – Diluar Prediksi


__ADS_3

Claude terus mencobanya berkali – kali, dan semakin banyak Claude mencoba, semakin terbiasa dan nyaman ketika Claude melepaskan tiga anak panah secara beruntun.


Dengan teknik Quick Draw ini Claude jadi tahu posisi sarung anak panah yang tepat, bagaimana gerakan tangan yang efisien ketika mengambil dan memasang anak panak dibusur.


Meskipun isi dari teknik tersebut adalah sesuatu yang mendasar, tetapi hal tersebutlah yang justru paling dibutuhkan oleh Claude sekarang.


Jika Claude ingin menjadi seorang Archer yang handal dan ditakuti maka ia memerlukan pondasi yang kuat, dan pondasi terkuat tercipta dari memahami dasar – dasar dari teknik Archer itu sendiri.


Sadar akan hal tersebut membuat Claude sangat berkonsentrasi dalam memahami setiap gambar dan tulisan dalam gulungan tersebut.


Oleh karena itu Claude dengan cepat mampu mengeksekusi gerakan Quick Draw bahkan belum setengah hari sejak ia mulai berlatih, hal itu merupakan bukti bahwa bakat dan tekad nya berada di level yang berbeda.


Setelah mampu melepaskan tiga anak panah secara berurutan, Claude mencoba menaikan jumlah anak panahnya dan kemudian Claude berhenti di anak panah ke lima, karena Claude tidak sadar bahwa ia telah menghabiskan semua anak panah dalam sarung dipunggungnya.


“Ah ...” dengan tangan yang menggapai – gapai kearah belakang “Aku sampai lupa dengan jumlah anak panah yang ku miliki” gumam Claude.


Melihat hal tersebut Ashura tidak bisa berkata – kata lagi, jika hal tersebut terjadi dalam sebuah pertarungan maka Ashura akan menegur Claude, untuk secara sadar menghemat anak panahnya.


Tetapi ini terjadi ketika anak itu latihan Quick Draw yang untuk sebagian Archer disebut bagian paling membosankan dari teknik dasar Archer.


Merenungkannya sebentar Ashura dapat menyimpulkan bahwa konsentrasi anak itu sangat tinggi sampai – sampai ia sendiri tidak mengetahui jumlah anak panah yang telah ia lepaskan.


‘Tidak buruk, kau hendak memberitahuku bahwa tekadmu bukan sekedar omong kosong belaka bukan?, dan juga kamu mempunyai bakat yang mendukungmu, maka aku pun akan meningkatkan tingkat latihanmu, dan mari kita lihat sampai sejauh mana kau dapat bertahan’ Ashura tersenyum menyeringai ketika melihat Claude sedang mengambil dan mengumpulkan anak panah yang tertancap di pohon.


“Hey nak, kau tidak mempersiapkan banyak anah panah untuk pelatihan ini?” Ashura mendekati Claude yang sedang menyusun kembali anak panahnya.


“Hmm tidak paman, aku hanya punya ini saja”


“Seharusnya kau membawa banyak anak panah, bagaimana jadinya jika anak panahmu habis atau rusak, dan lagipula anak panahmu ini terlalu bagus untuk dijadikan sebagai alat latihan, anak panah ini lebih cocok digunakan untuk berburu” Ashura mengambil satu buah anak panah dan memegang ujungnya.


“Bukannya aku tidak mau paman, tetapi aku bingung cara membawanya, keranjangku terlalu kecil untuk menambah beberapa sarung anak panah lagi, adapun untuk Storage Ring, kau juga sudah melihatnya, paman Tanhill memberikannya ketika kita akan berangkat jadi aku belum sempat mencari anak panah lainnya” Claude menjelaskan kondisinya.


“Hmm masuk akal” tiba – tiba Ashura teringat beberapa kata dari Tanhill, “Nak coba kau cek didalam Storage Ringmu, apakah pamanmu meninggalkan sesuatu disana”

__ADS_1


“Hmm baiklah” Claude tidak mengerti dengan ucapan Ashura namun ia tetap memeriksa Storage Ring miliknya.


Setelah beberapa saat Claude memeriksa Storage Ring miliknya, kemudian Claude tersenyum bahagia.


“Aku menemukannya paman!! ... Aku menemukannya paman!! ... paman Tanhill memang yang terbaik” Claude berseru dan kemudian mengeluarkan sekitar sepuluh sarung anak panah standar yang biasa dipakai mereka yang berlatih Archery.


‘Yah seperti yang diucapkannya kemarin, tuan Tanhill benar – benar memfasilitasi dan mendukung anak ini’ Ashura tidak kaget dengan jumlah anak panah yang disediakan Tanhill untuk Claude.


“Sekarang kau tidak perlu mengkhawatirkan stok anak panahmu lagi”


“Iya paman”


“Ok, berhubung waktu sudah mendekati tengah hari, sebentar lagi kita akan makan siang, tapi aku ingin memakan daging Wild Beast, maka dari itu tugasmu sekarang adalah berburu beberapa Wild Beast menggunakan panahmu, dengan syarat minimal Wild Beast itu berada di level dua, kau bisa membedakan level mereka bukan?”


“Bisa paman tinggal lihat ukuran dan intensitas Soul Kristal nya saja kan?, jadi maksud paman, aku harus bisa mengalahkan Wild Beast yang lebih kuat daripada aku?”


“Yah semacam itu, tugas ini juga bermaksud menguji seberapa berani dan tenangnya dirimu menghadapi bahaya, dan seberapa dalam pemahamanmu mengenai Quick Draw, apakah kau tetap bisa melakukan Quick Draw dibawah tekanan para Wild Beast ini atau tidak?”


“Hey nak, kuharap kau serius kali ini dan tidak meremehkan para Wild Beast ini,  karena jika kau dalam bahaya aku tidak akan datang membantu, jadi kau harus menyelesaikannya sendiri apapun caranya” Ashura mengingatkan Claude agar tidak gegabah dalam menghadapi para Wild Beast.


“Paman tenanglah, aku sudah banyak memburu Wild Beast jadi aku sudah terbiasa dengan hal ini, paman tidak perlu khawatir” Claude masih nyengir.


Sementara itu Ashura hanya geleng – geleng kepala dengan sikap yang ditunjukan Claude, Ashurapun tersadar bahwa Claude tetaplah seorang anak kecil naif yang belum pernah melihat kejam dan menakutkannya para Wild Beast diluar sana.


“Aku berangkat paman” Claude tidak menunggu Ashura yang sedang terdiam, ia dengan segera pergi kearah hutan.


“Mari kita lihat apa yang akan dilakukan anak itu” Ashura kemudian naik keatas pohon dan mulai mengikuti Claude dari atas pohon, memperhatikan setiap gerak gerik Claude.


Sampai beberapa saat kemudian, Ashura menemukan tiga ekor Grey Wolf muda yang sedang berebut daging Forest Deer berjarak sekitar sepuluh meter jauhnya dari tempat Claude berada.


“Tiga ekor Grey Wolf muda, tidak terlalu buruk untuk menjadi lawan bagi anak itu” Ashura menganggukan kepalanya melihat Claude yang sepertinya juga sudah mengetahui keberadaan Grey Wolf tersebut.


Grey Wolf sendiri adalah Wild Beast bertipe kecepatan dengan indra penciuman yang sangat bagus, jadi jika seorang pemburu mendekat kearah mereka, mereka akan dengan mudah mengetahuinya dan tentu saja balik menyerang si pemburu.

__ADS_1


Dengan sifat seperti itu, Otomatis Archer dan Mage adalah jawaban terbaik ketika melawan mereka, namun persyaratannya adalah mereka harus bisa mengalahkan Grey Wolf ini dalam satu sapuan, jika tidak Grey Wolf akan mengeluarkan lolongan dan memanggil kawanan mereka.


Adapun ranah tertinggi yang bisa dicapai Grey Wolf dewasa adalah level tiga menengah, sedangkan untuk Grey Wolf muda di depan sana mereka memiliki ranah level dua menengah.


Ashura mengerutkan kening melihat Claude yang tengah berjalan mengendap – ngendap secara perlahan mendekati kawanan Grey Wolf di depannya


“Apa anak itu gila!!, mendekati Grey Wolf dengan cara seperti itu sama saja dengan meminta Grey Wolf untuk menerkammu” Ashura kemudian mengambil belatinya dan bersiap jika keadaan berbahaya datang, ia akan segera turun dan menyelamatkan Claude.


Namun demi perkembangan Claude Ashura menahan dirinya dan tetap berada diatas pohon memperhatikan gerak gerik Claude dengan penuh konsentrasi seperti takut ia akan melewatkan sesuatu yang penting.


Dan benar saja, dalam pandangan Ashura Claude kemudian bergerak dengan cepat mengaktifkan Shadow Lost yang terlihat seperti Stealth dimata Ashura dan helaan nafas berikutnya.


-siu siu siu .... siu-


Terdengar beberapa suara anak panah yang melesat secara berurutan keluar dari busur Claude, dengan tiga anak panah untuk masing – masing Grey Wolf, ditambah tingkat akurasi mengerikan yang dimiliki Claude, masing – masing anak panah tersebut menyerang titik vital Grey Wolf, membuat tiga Grey Wolf tidak sempat melakukan apa – apa selain jatuh tergeletak dan kemudian meregang nyawa mereka.


“Yosha !! ... teknik Quick Draw memang yang terbaik” terdengar seruan bahagia dari Claude bibawah sana.


“Apa yang sebernarnya terjadi!!” Ashura melebarkan mulutnya, membelakakan matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


Ashura sebenarnya tidak terlalu terkejut dengan kemampuan Archery dari Claude, tapi yang Ashura masih tidak percaya adalah Claude sudah menguasai teknik Stealth yang bahkan bisa menghilangkan hawa keberadaannya sendiri.


‘Sebenarnya sosok seperti apa anak kecil yang sedang ku latih saat ini, mengapa sepertinya logika dasar untuk seorang anak kecil tidak bekerja padanya’


‘Mengapa anak ini sangat diluar prediksi?’ banyak pertanyaan muncul dalam benak Ashura tentang hal – hal apa yang sudah dilewati oleh Claude selama ini, Ashura yakin kemampuan Claude kecil tidak datang dengan sendirinya.


Satu hal yang tidak diketahui Ashura adalah beberapa hari yang lalu Claude telah berhasil mengalahkan Wild Beast level tiga puncak, maka ketika saat ini Claude dihadapkan dengan Grey Wolf berlevel dua menengah, Claude tidak terlalu ketakutan.


“Melihatnya seperti ini, pelatihan normal tidak akan terlalu efektif untuk anak itu, tidak ada gunanya lagi aku mencoba mencari batasan pada anak itu, yang ada hanya menghabiskan waktu terbaik bagi perkembangannya, ya sudah ku putuskan aku akan menggunakan item itu”


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2