My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 45 – Akhir Penyergapan, Awal Dari ...


__ADS_3

“Apa yang sedang kau lakukan, cepat bangun?” Tanhill melihat Claude masih berbaring di tanah.


“Hehe maaf paman, tenagaku belum pulih sepenuhnya paman, dan juga Armor yang kupakai ini sangat berat jadi aku tidak bisa mengangkat badanku”


“Hah?”


“Ehem ... ehem” Ashura berdehem “Maaf tuan sebenarnya aku telah memasangkan Mendelth Set Armor ditubuh Claude”


“Mendelth Set Armor? Apa itu?”


Kemudian Ashura menjelaskan asal usul, semua fungsi, kegunaan dari Mendelth Set Armor, tujuan pemakaian Set Armor ini, serta apa yang dirasakan Claude ketika memakainya.


Termasuk seluruh gerakan Claude yang kini sangat lambat, dan berat yang membebani tubuh Claude.


Dan juga Ashura menasehati Claude bahwasanya, ketika memakai set Armor ini Claude tidak akan merasakan aura apapun dari musuhnya, akan tetapi ketika berhadapan dengan seorang musuh Claude tidak boleh meremehkan mereka, bisa jadi Claude terbunuh oleh omongannya sendiri.


“Oh jadi karena Armor ini kau tidak bisa kabur dari situasi sebelumnya?” Tanhill akhirnya mengerti mengapa Claude bisa berada dalam keadaan bahaya, bukan karena Claude tertangkap, tetapi karena Claude tidak bisa bergerak bebas.


“Heheh” Claude menjawab dengan senyuman saja.


“Ya sudahlah, yang penting sekarang kau sudah aman, tapi kuharap untuk kedepannya kau Ashura yang menempelkan Armor ini kepada keponakanku maka kau yang harus bertanggung jawab melindungi dan menjaganya, sedangkan untuk kau anak bodoh, hentikan prilaku sembrono dan gegabahmu itu, kau jangan membuat keadaan menjadi sulit akibat perbuatanmu, ingat kau sekarang tidak bisa bergerak bebas seperti dulu lagi” Tanhill memberi peringatan kepada keduanya.


“Baik tuan” Ashura menerima teguran dari Tanhill.


“Baik paman” Claude juga menerimanya, ia sadar peristiwa hari ini terjadi akibat kecerobohannya sendiri.


“Ok, sekarang maksud kedatanganku adalah untuk memberikan Dagger ini padamu” Tanhill kemudian memberikan Cross Venom kepada Claude.


“Namanya Cross Venom, Dagger ini terbuat dari taring Poison Stinger yang beberapa hari lalu berhasil kau kalahkan, Dagger ini mampu ...” kemudian Tanhill menceritakan semua kegunaan dan bahaya dari memakai Dagger ini, termasuk Ashura juga memberikan masukan kepada Claude untuk sangat berhati – hati ketika memakai Cross Venom.


Semua informasi dan nasihat yang diucapkan Tanhill serta Ashura, Claude mengingatnya dengan jelas.


“Sekarang kau coba suntikkan sedikit energi kehidupanmu kedalam Cross Venom ini”


Claude menuruti perintah pamannya, kemudian memasukan sedikit Shadow Spririt kedalam Cross Venom, kemudian Cross Venom segera bereaksi bilahnya mulai mengeluarkan sebuah aura hijau, namun warna hijaunya sekarang lebih terlihat terang seperti perpaduan antara hijau dengan orange, tidak seperti warna hijau pekat yang di tunjukan Ashura sebelumnya.


‘Seperti yang kuduga’ Ashura tersenyum puas dalam hatinya.


“Mengapa warnanya berubah?” Ashura bertanya.


“Mungkin reaksinya berbeda dari Martial jenis apa yang disuntikan kedalamnya” Tanhill mencoba menebak jawaban untuk Ashura.


“Ya mungkin saja” Ashura kemudian sepakat dengan ucapan Tanhill.


“Karena aku sudah melakukan bagianku, sekarang bisakah kalian menceritakan kembali apa yang telah terjadi disini beberapa saat yang lalu?”


“Jadi seperti ini tuan ...” kemudian Ashura menceritakan seluruh kejadian, termasuk pergerakan para bandit dari hari kemarin, munculnya kepala penjaga, pelayan, serta nona muda penguasa kota, dan sampai pada pertarungan yang terjadi.


Mendengar detail cerita Ashura, Tanhill bisa menebak apa yang sebenarnya telah terjadi.

__ADS_1


Tanhill yakin para pelayan Desolate yang merencanakan hal seperti ini namun sayangnya mereka tidak memperkirakan keberadaan Ashura dan Claude serta kedatangan Tanhill.


‘Yah sesekali aku harus memberikan pelajaran kepada mereka, untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan’ Tanhill tidak merasa bersalah sedikitpun.


“Kurasa ada seseorang yang bermain dibelakang layar” Tanhill berucap datar, jelas Tanhill tidak akan membocorkan rencana sekutunya, meskipun para pelayan Desolate ini telah menyinggung dirinya.


“Ya aku juga berpikir seperti itu” Ashura juga berpikir seperti itu sebelum kemudian “Arghh apa yang dipikirkan orang – orang ini, jelas sebuah bahaya besar mengintai di hadapan kita, tetapi masih saja beradu politik saling menjatuhkan satu sama lain”


“Aku tidak bisa berkomentar” terdengar celetukan Claude yang membuat kedua orang tua itu berbalik seketika melihatnya.


“Kau mengerti apa yang kami bicarakan?”


“Kau mengerti dengan maksud gerutuanku barusan?”


“Tidak” jawab singkat Claude.


-heu-


Ingin rasanya Tanhill dan Ashura menjitak kepala anak nakal ini.


“Sudahlah, sekarang kalian sudah cukup beristirahat bukan, ayo kita cari keberadaan para prajurit yang telah diserang itu, barangkali kita bisa menemukan sesuatu” Tanhill mengajak semuanya melihat keadaan.


“Ya” kemudian Ashura menggendong Claude agar pergerakan mereka lebih cepat.


“Sepertinya pertempuran mereka sudah selesai” tiba dilokasi Tanhill disuguhkan oleh mayat para prajurit serta beberapa mayat dari para bandit, jelas bahwa para prajurit ini dibantai sedangkan para prajurit masih bisa membunuh beberapa bandit lainnya.


“Kurasa setelah mereka menjarah seluruh isi kereta, mereka segera kabur kembali ke markas mereka” Ashura melihat jejak pergerakan yang menuju kesarang para bandit.


“Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menguburkan para prajurit ini dengan layak, lalu membakar para bandit ini mereka tidak layak mendapatkan pemakaman, oh iya jangan lupa mayat kepala pasukan kota, kita juga harus menguburkannya dengan layak, setelah itu aku akan melaporkan semua ini ke Mansion kota untuk segera ditindak lanjuti, dengan hanya kita berdua saja, jelas tidak akan mampu melawan para bandit ini”


“Aku mengerti tuan”


Kemudian Tanhill dan Ashura mulai menguburkan para prajurit dengan layak, membakar mayat para bandit, setelah melakukan semua itu tidak terasa waktu sudah mendekati malam, kemudian Ashura berpamitan dan kembali menuju kota sedangkan Ashura dan Claude tetap tinggal dihutan tersebut.


Pelatihan Claude masih jauh dari kata selesai.


***


Sementara pertempuran terjadi Belo dan Audrey yang melarikan diri terus berlari tanpa henti, khususnya Belo yang masih belum merasa tenang dan aman.


“Paman ... paman ayo kita istirahat sebentar, aku yakin kamu pasti kelelahan terus menggendongku” Audrey memukul pelan pundak Belo.


“Kau tidak perlu mengkhawatirkan kondisi saya nona, yang penting sekarang kita harus terus berlari dan berusaha menjauh dari kawanan bandit itu, kita baru merasa aman jika kita sudah sampai di kota sebelah”


Berkat kepintaran dan ingatan Belo menghafal jalan, pada sore hari mereka berdua bisa tiba dikota sebelah yakni Throne Bite City.


Berbekal identitas Audrey dan Belo yang dibuktikan dengan token identitas yang dimiliki keduanya, para penjaga kota sama sekali tidak mempersulit, malah para penjaga kota sendiri yang mengantarkan keduanya menuju Mansion kota tempat kediaman pemimpin kota.


Tentu saja Audrey dan Belo disambut hangat oleh pemimpin kota, mengingat hubungan dekat yang dijalin oleh kedua kota.

__ADS_1


Kemudian Belo menceritakan semua hal yang telah terjadi kepada rombongan mereka, mendengar cerita dari Belo pemimpin kota menjadi geram dan segera memerintahkan pasukannya untuk memeriksa keadaan para prajurit rombongan Belo.


“Kalian berdua tenang saja, dan beristirahatlah disini, aku sudah memerintahkan para prajuritku untuk memeriksa mereka, mari kita berharap masih ada yang selamat”


“Sir Lars, bolehkah saya meminta bantuan anda sekali lagi, saya ingi meminjam Sound Stone yang bisa menghubungi Sir Richard di Behemoth City” Belo mengajukan permintaannya.


“Ah benar, Richard juga harus diberitahu, baiklah ini Sound Stone yang langsung terhubung dengannya” Lars yang merupakan pemimpin Throne Bite City memberikan Sound Stone langsung kepada Belo.


“Terimakasih tuan”


“Tidak apa, sudah menjadi tugasku membantu kalian para sekutuku, lagipula keamanan daerah ini juga termasuk dalam tanggung jawabku” Lars tersenyum kemudian berpamitan, dengan alasan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya.


Belo kemudian mencoba menghubungi Richard, tidak lama kemudian Sound Stone terhubung.


“Iya Lars, bagaimana apa kau sudah mendapatkan surat dari Behemoth City?”


“Maaf tuan, ini dengan saya Belo”


Mendengar suara Belo, perasaan Richard langsung tidak enak, “Belo apa yang terjadi, mengapa kau sekarang berada di Throne Bite City? Bagaimana dengan Audrey apa anakku baik – baik saja?”


“Nona Audrey baik – baik saja tuan, nona muda sekarang bersama saya sedang berada di mansion kota Throne Bite City, seperti yang anda perkirakan kami memang disergap, namun diluar perkiraan yang datang menyergap kami adalah kelompok bandit Blood Skull” kemudian Belo menceritakan kembali apa yang telah terjadi.


“Saya mencurigai dua orang yang memakai topeng sebagai bagian dari mereka yang berniat mencelakakan anda tuan” Belo menyimpulkan dua orang bukan termasuk anggota Blood Skull.


“Lalu bagaimana dengan prajurit lainnya, bagaimana dengan Coda, adakah dari mereka yang datang menyusul kalian?”


“Sayangnya sampai saat ini tidak ada tuan”


“Baiklah aku akan memeriksa keadaan mereka, kau teruskan saja perjalanan kalian” Richard segera mengambil keputusan.


“Ya tuan, aku berencana besok pagi kami akan berangkat dengan menyamar sebagai orang biasa, guna menghindari mereka yang mengejar kami”


“Baiklah, kau atur saja, pastikan anakku aman, aku serahkan keselamatannya padamu Belo”


“Saya akan berusaha semaksimal mungkin tuan”


***


Sementara itu, pada siang harinya suasana dikediaman Baron Lim tampak sibuk, mereka mempersiapkan kedatangan para prajurit kekaisaran yang sedang dalam perjalanan.


Sementara itu diruangannya sendiri Lim masih tenang seperti biasanya, Lim belum mengetahui bahwa kedua temannya telah gagal dan meninggal.


Beberapa saat kemudian seorang pelayan masuk membawa secangkir teh hangat untuk Lim.


Lim yang melihatnya menyeringai, “Kita lanjutkan ketahap selanjutnya, Faceless kuserahkan tugas itu kepadamu”


“Saya mengerti tuan Lim” sang pelayan menjawab.


-----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2