
“Apa itu?” Claude melihat ada seekor Wild Beast berwarna putih berbentuk seperti kucing tergeletak di bibir danau.
Claude berjalan menghampiri Wild Beast tersebut “Ah ternyata seekor Moon Fox biasa” Claude mendengar lirih nafas dari Moon Fox tersebut, kemudian Claude memperhatikan tubuh dari Moon Fox itu dan melihat ada luka yang cukup besar memanjang dari sisi perut sampai kakinya.
“Sepertinya bekas cakaran Wild Beast lainnya” Claude bergumam pelan.
Merasakan ada seseorang yang memperhatikannya, Moon Fox berusaha sekuat tenaga berbalik melihat kearah Claude dengan tatapan mengiba seakan mengisyaratkan meminta pertolongan.
“Kau meminta pertolongan kepadaku?” Claude juga tidak mengerti mengapa dia bisa berasumsi seperti itu.
Kemudian dilihatnya Moon Fox tersebut mengedipkan matanya beberapa kali seakan menjawab pertanyaan Claude.
“Kau pasti bercanda” Claude tidak percaya bahwa dia sekarang menemukan seekor Wild Beast yang bisa mengerti bahasa manusia.
“Aku pasti sudah gila, berbicara dengan seekor Wild Beast” Claude menggeleng – gelengkan kepalanya kemudian memeriksa luka dari Moon Fox tersebut.
Seperti dugaan Claude Moon Fox ini masih berusia muda, masih berada di level satu dan belum mempunyai Soul Kristal, namun satu hal yang membingungkan Claude adalah daya tahan yang dimiliki Moon Fox ini.
“Apa Moon Fox sekuat ini, bahkan di level satu saja dengan luka seperti ini, mereka masih mampu mempertahankan kesadaran mereka” Claude menatap Moon Fox.
“Untung kau bertemu denganku, jika kau bertemu orang lain mungkin mereka akan mengabaikan atau bahkan membunuhmu” Claude kemudian melihat kekanan, kiri kemudian mengambil Moon Fox itu dan kemudian berjalan menuju semak belukar yang cukup rimbun.
“Nah disini kurasa aman” melalui tangannya Claude mulai mengalirkan Flame spirit miliknya untuk kemudian Claude usapkan tangannya pada luka di Moon Fox.
Pada awalnya Moon Fox cukup kaget dan memberontak ketika dilihatnya Claude mengeluarkan api dari tangannya, Moon Fox beranggapan bahwa Claude akan membakar dan memanggang nya.
Namun setelah merasakan Immortal Flame Spirit milik Claude, barulah Moon Fox tenang kembali, secara perlahan luka yang dimiliki Moon Fox berangsur pulih.
“Hah ... hah ... ternyata mengobati sebuah luka akan menguras energi sebanyak ini” nafas Claude tersenggal - senggal jelas Claude kehabisan energi, apalagi Claude sendiri belum pulih sepenuhnya dan fakta bahwa Claude sendiri masih berada diranah Novice membuatnya tidak bisa mempercepat proses penyembuhan.
“Hei rubah kecil, maaf aku tidak bisa mengobatimu dalam sekali jalan, kemampuanku masihlah terbatas, tapi aku janji aku pasti akan mengobatimu sampai kau sehat kembali” Claude kemudian mengambil sebuah kain dari Storage Ring miliknya dan kemudian membalut luka Moon Fox.
Meskipun masih jauh dari kata pulih, tetapi keadaan Moon Fox sekarang sudah jauh lebih baik, nafasnya sudah seperti biasa, terlihat wajahnya pun sedikit cerah tidak sepucat waktu pertama kali Claude temukan.
Meskipun belum mampu menggerakan tubuhnya Moon Fox mengangguk – anggukan kepalanya mencoba berterima kasih atas pertolongan Claude.
“Heh Rubah kecil yang pintar, sepertinya untuk sementara waktu kita akan bersama, maka dari itu aku akan memberimu nama” Claude mengusap kepala Moon Fox “Namamu sekarang adalah Siryu”
__ADS_1
“Kau setuju?” Siryu memperlihatkan ekspresi senang ketika mendengar Claude memberinya nama, “Bagus jika kau suka” Claude merangkul dan mengusap – ngusap kepala rubah kecil itu.
“Ok sekarang kau tunggu disini, aku akan membersihkan badanku terlebih dahulu, dan setelah itu kita akan menemui seorang pria tua yang menyebalkan” meskipun sempat lupa Claude kembali teringat dengan perlakuan Ashura terhadapnya.
Dengan segera Claude turun kedanau dan berendam ditepiannya, merasakan air yang secara otomatis masuk membasuh tubuhnya melalui celah – celah Armor bagian atas, kemudian air ditubuhnya secara ajaib menyerap keringat Claude sembari mengalir kembali melewati celah Armor dibagian kaki.
Siklus terus berulang sampai Claude merasakan segar kembali.
“Wah, mandi terasa lebih mudah ketika menggunakan Armor ini” gumam Claude menikmati kesegaran yang sudah beberapa hari terakhir ini tidak Claude rasakan.
Setelah selesai, Claude keluar dari danau tersebut, hal ajaib pun terulang kembali, dimana Armor nya secara otomatis mengeringkan tubuh Claude dengan sendirinya, “Armor yang sangat berguna” Claude tersenyum senang.
“Hey Siryu ayo kita kembali” Claude kemudian merangkul Siryu dan membawa nya pergi, kambali ketempat Ashura berada.
“Hey darimana saja kau ini, mengapa untuk pergi mandi saja kau butuh waktu selama itu, lihat aku bahkan sudah selesai memasak untuk sarapan kita” Ashura menggerutu tanpa melihat kedatangan Claude, Ashura terpaksa memasak sendiri karena perutnya tidak bisa menunggu kedatangan Claude.
“Ya sesekali paman yang memasak, jangan terus mengandalkanku” Claude kemudian duduk di depan makanannya sendiri.
“Apa itu?” Ashura baru sadar bahwa ada sesuatu dalam pelukan Claude.
“Oh, ini namanya Siryu, seekor Moon Fox”
“Tidak kusangka kita akan menemukan seekor Moon Fox disini, tetapi sayangnya Moon Fox ini hanya jenis One Tail” Ashura memperhatikan secara detail tubuh Siryu, sedangkan Siryu yang berada dalam pelukan Ashura menunjukan ekspresi bingungnya.
“Ya aku juga tahu paman, Moon Fox ini adalah Moon Fox One Tail jenis yang biasa, tetapi apa seaneh itu kita menemukan Moon Fox disini?” Claude kembali mengambil Siryu.
“Meskipun mereka jenis One Tail tetapi tidak sembarang tempat juga kau bisa menemukan mereka, habitat asli mereka adalah pegunungan yang diselimuti salju, sudah pasti menemukan mereka disini sangatlah aneh”
“Oh” Jawab singkat Claude sambil menyantap makanannya.
“kau bahkan memberinya nama, apa kau bermaksud menjadi seorang Tamer? Tidakkah kau merasa terlalu serakah dengan Job mu?” Ashura menatap heran Claude.
“Tamer? Apa itu paman?”
“Yah tidak aneh jika kau tidak mengetahuinya, karena job Tamer memang Job yang sangat langka”
“Tamer adalah job yang mengkhususkan diri pada menjinakan para Wild Beast, Job ini sangat langka karena tingkat penguasaannya yang mendekati mustahil, tetapi sekalinya seorang Tamer berhasil menjinakan Wild Beast, maka selamanya Wild Beast itu akan menurut pada si Tamer, dan tentu saja ketika pertempuran terjadi para Tamer sangat diuntungkan”
__ADS_1
“Bahkan pernah ada cerita yang mengatakan bahwa pernah ada seorang Tamer yang berhasil mengumpulkan para Wild Beast dan membuat pasukannya sendiri, meskipun cerita itu tidak jelas kebenarannya, tetapi ada logika yang nyata pada cerita tersebut”
“Sehingga orang yang memiliki Job Tamer sekalipun ia hanya berhasil menjinakan satu Wild Beast mereka tetap dihormati, bahkan oleh kekaisaran sekalipun” Ashura menerangkan semua yang ia tahu.
“Hmm, jadi faktor apa yang membuat tingkat penguasaan Job Tamer mendekati mustahil paman?”
“Secara logika waktu terbaik untuk menjinakan para Wild Beast adalah ketika mereka level satu waktu mereka masih muda, namun karena para Wild Beast muda tidak memiliki kesadaran dan kepintaran mereka tidak akan menerima maksud apapun dari manusia”
“para Wild Beast baru akan mempunyai kesadaran ketika sudah dewasa atau memiliki level sekitar tiga atau empat, namun ketika sampai pada titik itu ego mereka sebagai makhluk yang lebih kuat dari manusia pun mempengaruhi mereka, sehingga selain dengan melumpuhkan dan mengikat kontrak dengan mereka, para Wild Beast ini tidak akan menyerah”
“Apa maksudnya membuat kontrak paman?”
“Maksudnya si Tamer akan mengikat jiwa si Wild Beast kedalam tubuhnya, jadi si Tamer bisa membunuh Beast nya kapanpun dia mau, dan ketika si Tamer meninggal Beast tersebut juga ikut meninggal, jadi bagi si Beast pilihan terbaik mereka adalah melindungi si Tamer untuk mempertahankan hidupnya”
“Jadi apa kau juga akan membuat kontrak juga dengan Moon Fox ini?”
“Apa hal itu mungkin terjadi paman?”
“Yang pasti jawabannya tidak, seperti yang ku ucapkan kau harus mengikuti alur itu, kemudian baru kau bisa menjinakan rubah kecil ini” jawab Ashura terkekeh.
“Kau sendiri sudah mengetahuinya untuk apa bertanya, tetapi niatku dari awal adalah untuk merawatnya sampai sembuh kembali, bahkan setelah paman menceritakan Job Tamer, sekalipun aku tidak tertarik, setelah siryu sembuh aku akan melepaskannya dan membiarkan dia memilih jalannya sendiri” Claude mengelus kepala Siryu.
“Kau yakin akan melepaskannya? Ini Moon Fox lho, apa kau tidak tahu kemampuan mereka yang sebenarnya?”
“Maksudmu kemampuan Moon Fox Nine Tail, Aku juga tahu paman, tapi rubah ini adalah rubah One Tail, apa kau pernah melihat seekor Moon Fox One Tail menggunakan kemampuan legendaris itu?”
“Yang jelas aku tidak pernah melihatnya” Ashura tersenyum canggung “Ya sudah kau rawat saja rubah itu, dan pastikan kau memberinya cukup makanan, dari tadi kulihat matanya selalu memperhatikan daging di piringmu”
“Oh, haha kau juga ingin makan rupanya” Claude segera mengambil sup daging kedalam mangkuk kemudian memberikannya kehadapan Siryu yang sudah dibaringkan ditanah sebelumnya.
“Kau sudah selesai makan bukan, cepat sana pergi berlatih”
“Baik paman” Claude segera membereskan sisa – sisa makanannya dan segera bersiap berlatih kembali, “Siryu kau tunggu disini ya” kemudian Claude memulai kembali rutinitas latihannya.
Tanpa Claude dan Ashura sadari sebenarnya Siryu mengerti semua yang diucapkan mereka berdua, ‘Ternyata tidak semua manusia jahat, masih ada beberapa anak baik seperti dia, tetapi anehnya anak itu memiliki api penyembuh, jenis api apa itu, hah ... sayangnya kekuatanku belum sepenuhnya pulih jadi aku belum bisa menghubungi ibuku’ gumam Siryu didalam hatinya.
Ashura kembali memperhatikan Siryu yang menatap lekat kearah Claude, “Mengapa perasaanku mengatakan ada sesuatu yang aneh dengan Moon Fox ini?”
__ADS_1
-----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)