My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 57 – Goblin Datang Menyerang


__ADS_3

Goroda bangun dari tempatnya, ia merasakan kekuatan yang melimpah berasal dari kalung yang dipakainya, berkat kekuatan itu juga persepsi Goroda meningkat tajam, kini Goroda bisa mengetahui apa yang sedang terjadi diluar tempat persembunyiannya.


“Apa yang mereka lakukan?” Goroda merasakan para Commandernya sedang berdebat.


Goroda tidak tahan melihat anak buahnya saling berselisih, oleh karena itu Goroda segera bergerak dan menghancurkan batu yang menghalangi jalan keruangannnya.


-Buakkk-


“Kalian, jelaskan apa yang telah terjadi disini?” Goroda keluar dengan ekspresi dingin dan suara berat nan perlahannya semakin memperkuat rasa takut yang dimiliki anak buahnya.


“Salam tuan Goroda”


“Salam tuan Goroda”


“... ... ...”


Semua Goblin Commander dengan segera menunduk dan menyambut kedatangan Goroda.


“Garu, jelaskan apa yang terjadi”


“Baik tuan” lalu Goblin Commander bernama Garu menceritakan secara detail apa yang telah dilakukan Gamo, bahkan Garu menambahkan bahwa Gamo telah mempermalukan ras mereka karena bersikap sangat pengecut, “Oleh karena itu baru saja aku akan memipin beberapa puluh Goblin untuk menyerang mereka” Jawab Garu merasa bangga dengan keputusannya.


“Hmm jadi seperti itu” Goroda mengumpulkan sebuah energi ditangannya kemudian.


-Bam-


-Arghhhh-


Hanya dalam sekejap, Garu yang baru saja memberikan penjelasan kini sudah terlempar jauh kebelakang menabrak dinding dan mengerang kesakitan.


“Bodoh, sejak kapan aku memberimu izin menggerakan pasukanku” kilatan dingin terpancar disepanjang mata Goroda, “Dan untukmu Gamo, kerja bagus sudah menahan para idiot ini”


“Terimakasih Chief” Gamo semakin menundukan kepalanya.


“Segera kumpulkan semua Goblin, panggilan sudah datang kita akan menyerang manusia hari ini”


Mendengar ucapan Chief mereka, para Commander dipenuhi rasa sukacita “Baik Chief” semua Commander segera bubar dan kembali kepasukannya masing – masing.


Namun dibalik sukacita semua Commander ada satu yang berbeda yakni Garu, ‘Semua ini gara – gara Gamo, penghinaan ini tidak akan pernah kulupakan lihat saja nanti Gamo’ Garu ikut kembali kepasukannya dengan jalan agak tertatih – tatih.


Beberapa saat kemudian seluruh pasukan Goblin telah berkumpul ditengah – tengah Goa.


“Waktunya telah tiba, kita musnahkan para manusia itu dalam sekali serang”


“Woahhhh” teriakan demi teriakan terdengar, para Goblin mengangkat senjata mereka dengan semangat yang tinggi.


“Goblin Rider siapkan serigala, kalian yang memimpin pasukan, Goblin Shaman berada dibelakang bersamaku, Goblin Archer kalian menyebar dan berada didepan Goblin Shaman di garis belakang, sisanya kalian bisa mengamuk sesuai hati kalian”


Semua Goblin mulai membentuk formasi sesuai arahan Goroda.


Meskipun tidak spesifik tetapi para Goblin Commander sepakat untuk memimpin pasukan mereka digaris depan, sedangkan untuk Goblin Archer dan Goblin Shaman dikelompok mereka akan berada dibawah perintah Goblin Chief mereka Goroda.


Bersamaan dengan itu juga semua pasukan Goblin mulai bergerak menuju pintu goa, seakan menunggu perintah semuanya berhenti didepan mulut gua, dalam kegelapan yang sunyi bahkan seorang petualang ahli pun tidak akan bisa mendeteksi bahaya besar dari kumpulan para Goblin ini.


“Bantai!!”


-Aauuuuuuu-


-Woahhhh-


Dengan seruan singkatnya, Goroda juga memberikan 10 persen penguatan pada setiap pasukannya, bahkan para serigala pun menyadarinya.


Dan seruan singkat itu juga berfungsi sebagai penanda serangan Goblin dimulai.


“Maju!!” semua Goblin Commander meraung.


***


“Sial aku juga ingin beristirahat, kenapa pemimpin Warren memilih kita untuk menjadi kelompok pertama” seorang petualang sedang menggerutu pada temannya.


Tentunya dengan kebijakan baru yang diterapkan Warren, efeknya akan terasa bagi kelompok pertama yang berjaga, karena efek kelelahan yang masih mereka rasakan.

__ADS_1


Namun dalam kondisi seperti ini pun Warren tidak bisa melakukan apa – apa, jika Warren tetap mempertahankan keadilan bagi semua petualang, mereka tidak akan merubah keadaan.


“Sudahlah, hentikan omonganmu, sebelum kau mengkritik pemimpin Warren, sudahkah kau berpikir menjadi dirinya, sudahkah kau melihat pemimpin Warren beristirahat akhir – akhir ini?”


“Itu” orang tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan temannya.


“Kita hanya bertugas menjaga, setelah matahari terbenam kita bisa kembali dan beristirahat tapi tidak dengan pemimpin Warren, sebelum mengkritiknya setidaknya kau harus mengetahui ini terlebih dahulu” teman tersebut kembali keposisinya dan mulai mengamati kembali.


“Kau benar” petualang yang baru saja menggerutu kembali keposisinya.


Mereka berdua adalah seorang Archer, dengan menggunakan kemampuan Eagle Eye mereka bisa melihat lebih jauh, dan dapat mengintai musuh, singkatnya dengan kemampuan ini Archer sangat dibutuhkan untuk tugas berjaga.


“Sial apa itu?” tiba – tiba si petualang terkejut.


“Apa yang kau lihat?”


“Aku tidak yakin, kau fokuskan Eagle Eyemu kesana” petualang tersebut menunjuk satu arah.


“Itu ... itu pasukan Goblin”


Meskipun daerah itu dipenuhi pepohonan tetapi area di sekitar goa tidak terdapat apapun jadi pergerakan para Goblin yang keluar dari goa dapat terlihat jelas seterang hari.


“Cepat hubungi pemimpin Warren” teman tersebut segera mengingatkan.


“Ah ya ... ya” petualang tersebut segera mengambil Sound Stone dan menghubungi Warren, “Pemimpin pasukan Goblin datang menyerang, segera bersiap”


“Apa?!!” terdengar teriakan kaget dari sisi Warren.


“Iya pemimpin, Goblin Rider memimpin pasukan, dibelakang mereka ratusan Goblin berbaris rapi menuju arah kita, segera siapkan pasukan pemimpin, mungkin tidak sampai sore hari pasukan utama mereka akan tiba di camp kita” teman si petualang memberikan info lebih detail.


“Baik, kalian terus amati mereka, jaga posisi kalian jangan sampai mereka mengetahui keberadaan kalian”


“Baik pemimpin” si petualang segera mematikan Sound Stone dan kembali menggunakan Eagle Eye nya hanya untuk kemudian kembali terkejut.


“Sial kita ditemukan” siteman pun menyadari hal serupa, ketika dia menggunakan Eagle Eye nya kembali mereka berdua bertemu dengan tatapan menyeramkan dari Goroda.


“Cepat kita pindah, sebelum mereka mengunci pergerakan kita” dua petualang tersebut segera bereaksi dan mencari tempat persembunyian baru.


Sementara itu Goroda yang bersantai dalam tandunya di baris belakang pasukan Goblin hanya menyeringai “Dua ekor tikus berani memantauku, habisi mereka” Goroda memberikan perintahnya kepada dua Goblin Assassin yang berjalan disampingnya.


Meskpiun Goroda bukan seorang Archer namun karena persepsinya telah meningkat tajam, Goroda mampu mendeteksi aura sebuah kehidupan dengan jarak yang menyamai Eagle Eye milik seorang Archer.


“Stealth”


“Sial, cepat kembali ke camp”


“Hubungi pengintai yang lain,”


“Ya”


Dua petualang Archer melihat sekilas dua Goblin Assassin masuk mode Stealth, itu artinya mereka sudah tidak bisa mengintai lagi, satu – satunya jalan adalah kembali.


Mereka juga mengingatkan para pengintai lain supaya lekas kembali, sayangnya ditengah perjalanan mereka.


“Seekor tikus memang senang kabur dari mangsanya”


“Sayangnya mereka lupa bahwa mereka hanya seekor tikus”


Dua suara lirih terdengar ditelinga masing – masing petualang Archer sebelum kemudian.


-srattt- -sratt-


Dua kepala petualang tersebut jatuh dari kepala mereka masing – masing.


Tanpa sempat berteriak keduanya mati begitu saja ditangan Goblin Assassin.


Tidak lama kemudian Goblin Rider melewati mereka, seakan tidak terpengaruh Goblin Rider terus bergerak dengan cepat memimpin pasukan sedangkan dua Goblin Assassin kembali ke posisi mereka.


***


“Semuanya bersiap diposisi!!, Goblin datang menyerang!!” tidak lagi memikirkan Strategi Warren segera berteriak, dalam pikirannya sekarang mampu bertahan saja sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


Mendengar teriakan panik dari Warren, semua petualang yang ada segera mengerti bahwa situasi yang tidak mereka harapkan telah terjadi, dan ini waktunya mereka bertugas, mereka segera memberitahukan petualang lainnya.


Waktu pun seakan berjalan sangat cepat, walaupun mereka tahu bahwa ini hanyalah pemikiran mereka, namun karena terlalu gugup mereka tidak bisa mengontrol perasaan mereka.


“Tenangkan diri kalian” Kiev yang melihat hal ini segera berteriak, “Lakukan sesuai dengan yang kita rencanakan, segera atur barisan pertahanan”


Mendengar teriakan Kiev membuat semua petualang kembali fokus, dan mereka yang sedang beristirahatpun kembali bersiaga, dengan segera para petualang ini bersiaga diposisi mereka masing – masing.


‘Aku harus segera memberitahu Sir Richard’ melihat para petualang bersiap, Warren segera mengambil Sound Stone dan mengabari Richard.


Untungnya Richard segera menjawab panggilan Warren, namun sayangnya Warren kehabisan waktu, belum sempat ia melaporkan seluruh detailnya informasi yang dimilikinya, teriakan petualang digaris pertahanan sudah mulai terdengar.


“Goblin Rider tiba”


-Auuuhhhhh-


“Goblin Rider tiba”


“Arghhgh”


Terdengar teriakan para petualang bercampur dengan jeritan serigala dan para Goblin yang terjerembab masuk jebakan di sepanjang garis pertahanan.


“Mage, Archer, Serang mereka!!” Kiev yang berada diatas sebuah tower memberikan perintahnya.


“Lightning Bolt”


“Fire Ball”


“Heavy Bow”


“Lava Frost”


“Water Canon”


“Earth Shatter”


“... ... ...”


Mendengar perintah Kiev semua petualang Mage dan Archer segera menggunakan seluruh skill AOE milik mereka.


Seketika lautan skill tercipta memenuhi area sekitar jebakan, membenamkan para Goblin Rider yang merangsek maju kedepan.


Warren yang melihat serangan para petualang terkejut, “Apa yang kau lakukan Kiev?!!” terasa nada amarah dalam teriakan Warren.


Warren marah bukan karena para petualang menyerang para Goblin Rider, Warren marah lebih karena itu bukan rencana mereka, sebelumnya Warren telah menugaskan Kiev untuk menjaga selama mungkin garis pertahanan dengan gelombang serangan Aoe dari para Mage dan Archer, bukan menyuruhnya mengeluarkan semua skill para petualang sekaligus.


“Bukankah ini adalah perintah dari anda pemimpin Warren, saya hanya mengikuti apa yang anda perintahkan” sebuah seringai kecil terlihat di sudut bibir Kiev.


“Kau ... siapa kau? Kau bukan Kiev” Warren melihat perangai yang berbeda pada Kiev.


Namun ketika Warren ingin bergerak menangkap Kiev, para petualang lain segera berteriak.


“Pasukan utama Goblin datang”


“Kiev apa yang harus kita lakukan?”


“Pemimpin Warren bagaimana kita menahan mereka?”


“Apa yang harus kami lakukan pemimpin?”


Teriakan demi teriakan panik terdengar sahut menyahut, ketika para petualang ini melihat lautan Goblin yang sebentar lagi menyerang pertahanan mereka.


Melihat hal tersebut Kiev hanya tersenyum “Selamat tinggal Warren, tugasku sudah selesai hahah”


-boom-


Tiba – tiba sebuah kepulan asap muncul disekitar Kiev dan seketika juga Kiev menghilang.


Setelah peristiwa tiba – tiba ini terjadi barulah para petualang mengerti, bahwa ada sesuatu yang salah.


“Sial!! Apa yang terjadi disini”

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2