My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 26 – Berbagai Pengaturan (1)


__ADS_3

“Bagus saya terima saran kalian” Richard tersenyum puas mendengarkan saran dari para tamunya.


“kalau begitu aku akan memrintahkan Baron Simon untuk menghubungi pemimpin Red Flower City, Baron Yorda untuk menghubungi pemimpin Stone Lake City, dan Baron Trixie untuk menghubungi pemimpin Throne Bite City, mintalah mereka untuk mengulurkan bantuan, disini adalah surat resmi yang telah ku tulis” Richard memberikan beberapa pucuk surat kepada Belo untuk dibagikan kepada ketiga Baron.


“Dan untuk Baron Lim seperti yang dikatakan Baron Simon saya berharap anda memberitahukan perkara ini kepada kekaisaran, adapun surat resminya saya juga sudah mempersiapkannya.”


“Untuk Mountain Sage Kingdom aku sendiri yang akan menghubungi mereka, serta menugaskan Belo untuk mengantarkan surat resminya”


“Sedangkan untuk Baron Lathias, aku harus merepotkan Baron Yorda untuk memberitahukannya untuk mendukung serikat petualang membangun perbatasan di perbatasan hutan.”


“Baik my Lord akan kusampaikan kepada Baron Lathias” jawab Baron Yorda.


“Untuk tuan Warren, terima kasih sudah mau membantu kami Behemoth City, tapi jika bisa, saya minta untuk meminta bantuan juga dari serikat petualang yang berada di kota terdekat” Richard menangkupkan tangannya.


Ucapan Richard cukuplah wajar, karena serikat petualang berdiri mandiri tanpa terikat dengan pemerintah setempat, mereka ada untuk mendapatkan keuntungan mereka sendiri bukan untuk membantu kota, atau membela rakyat biasa.


“Tidak perlu sungkan tuan, Behemoth City sudah kuanggap sebagai rumah kami sendiri, sudah sepantasnya kami membantu Behemoth City jika ada yang mengancam keamanan kota” Warren menangkupkan tangannya.


“Untuk serikat petualang kota lain, saya juga akan meminta bantuan mereka, semoga saja mereka dapat mengulurkan bantuannya” Warren juga tidak bisa mengharapkan lebih dari serikat petualang di kota lain.


“Terima kasih” ucap Richard tulus dari hatinya.


“Untuk Sir Davos dan Sir George, aku harap kalian akan merahasiakan ancaman Goblin ini, serta membantu menenangkan masyarakat jika kabar mengenai para Goblin ini terdengar oleh mereka, untuk jalur evakuasi sendiri aku akan meminta pihak kerajaan untuk membantu, sehingga ketika waktunya tiba para masyarakat langsung bisa di evakuasi” Tegas Richard.


“Kami akan membantu sebisa kami my Lord”


“Kau tidak perlu khawatir my lord, masalah masyarakat kami akan bertidak semaksimal mungkin”Sir Davos, dan George menyanggupi permintaan Richard.


“Demikianlah perintahku sebagai pemimpin kalian, apakah ada yang keberatan?” Richard mengedarkan pendangannya, menatap satu – persatu para tamu yang hadir.


“Tidak My Lord” jawab serempak peserta rapat.


“Kalau begitu kita akhiri pertemuan kita hari ini, silahkan kembali ketempat masing – masing, dan mulailah membuat pengaturan, karena semakin cepat kita bergerak semakin tinggi kemungkinan kita bisa membasmi para Goblin ini” Richard mengakhiri pertemuannya.


“Kalau begitu saya permisi tuan, kami serikat petualang akan segera membangun basis pertahanan di sekitar perbatasan hutan” yang pertama pamit adalah Warren dan para petualang lainnya.


“Kami juga pamit undur diri My Lord” Diikuti Baron Simon beserta Baron Yorda, Baron Trixie, dan Baron Lim.

__ADS_1


“Terima kasih Tuan Richard atas jamuannya, saya beserta Sir George undur diri” Melihat semua sudah berpamitan, Sir Davos dan Sir George juga berdiri dan menangkupkan tangan mereka masing – masing berniat undur diri dari aula pertemuan tersebut.


“Ya silahkan” Sir Richard mengantar kepergian mereka sampai kepintu gerbang mansion.


Melihat semua tamunya sudah pergi, Sir Richard langsung memanggil Belo kepala pelayannya beserta Coda pemimpin pasukan keamanan untuk menemui Richard diruangannya.


“Ya tuan, apakah anda memanggil kami?”


“Silahkan nyatakan perintah anda tuan?” Belo dan Coda langsung bergegas datang.


“Aku mempunyai tugas untuk kalian, dalam dua hari kalian berdua akan ikut dengan rombongan putriku menuju ke White Lake City ibu kota Mountain Sage Kingdom, keselamatan putriku, ku percayakan kepada kalian berdua, dan untuk belo setibanya di White Lake City aku ingin kau memberikan surat ini kepada istriku” Richard mengeluarkan sepucuk surat dari laci mejanya.


“Dan ini surat untuk keluarga kerajaan,” Richard mengeluarkan sepucuk surat lainnya.


“Untuk surat ini –Richard menunjuk surat untuk istrinya- aku ingin kau menyimpannya dengan baik – baik, lebih baik dimasukan saja kedalam Storage ringmu, sedangkan untuk surat lainnya, kau simpan di tasmu saja tidak apa - apa” ucap Richard menekankan pentingnya surat untuk istrinya.


Belo yang mendapat tugas mengerutkan keningnya tidak mengerti, mengapa surat untuk kerajaan serasa tidak terlalu penting, menurutnya kedua surat itu sama pentingnya.


Melihat ekspresi bingung yang ditunjukan Belo, Richard memberi penjelasan.


“Aku mempunyai firasat bahwa perjalanan kalian ke White Lake City tidak akan mudah, aku tidak berani menyimpulkan siapa tetapi aku dapat katakan bahwa seseorang pasti sedang bergerak di belakang layar mencoba memotong semua upaya kita”


“Kalau begitu, mengapa tidak anda juga ikut bersama kami tuan? Atau kita menyewa para petualang untuk menangkap dan menghalangi mereka” Coda memberikan sarannya.


“Karena situasi saat ini, aku tidak bisa meninggalkan kota, sedangkan untuk para petualang mereka akan membuat basis pertahanan tentu saja kekuatan mereka tidak boleh diganggu, di lain pihak aku juga ingin menjebak mereka yang berani berurusan denganku” kilatan dingin terpancar dari mata Sir Richard.


“Maka dari itu, tugasmu menjadi sedikit agak berat Coda, selain menjaga keselamatan putriku, kau juga harus bisa menangkap salah satu dari mereka, minta informasi dari mereka, sebagai bantuan ambilah ini” Richard mengeluarkan sebuah botol kecil dari Storage ringnya.


“Ini apa tuan?” Coda bertanya.


“Itu adalah cairan pelumpuh, aku dapatkan dari Sir Davos sebagai alat pertahanan diri, ketika bahaya datang kau cukup lumuri pedangmu dengan cairan tersebut, maka dengan sekali gores saja musuhmu akan segera bertekuk lutut lemas tidak berdaya dengan catatan ranah mereka tidak melebihi ranah Master Lanjut”


“lalu bagaimana jika musuhku berada diatas ranah tersebut tuan?”


“Aku tidak tahu efek yang akan terjadi, tetapi dengan beberapa tebasan seharusnya efeknya akan kurang lebih sama, kecuali jika yang kau hadapi memiliki roh spirit penguatan tubuh, diluar itu, efek dari cairan ini masih akan berguna” Richard kemudian merinci detail – detail dari tugas kedua orang ini.


“Saya mengerti tuan”

__ADS_1


“Saya mengerti tuan”


“Bagus sekarang kalian bersiap kembali ke tempat kalian masing – masing dan mulailah bersiap” setelah memberikan arahannya Richard menyuruh kedua orang tersebut bersiap.


“Sekarang mari kita lihat apa kau akan berani keluar dan bermain denganku” kilatan dingin kembali terlihat dalam sorot mata Richard.


***


Sekembalinya dari pertemuan di mansion kota, ke empat Baron segera bergerak menuju kediaman mereka masing – masing.


Setibanya Baron Simon di rumahnya ia segera memerintahkan bawahannya untuk mengambil Sound Stone guna segera menghubungi pemimpin Red Flower City sesuai perintah Richard.


Simon sendiri yang menghubungi pemimpin Red Flower City, ia tidak berani memberikan tanggung jawab ini kepada bawahannya, mengingat betapa beratnya situasi yang sedang mereka alami.


Setelah menyampaikan beritanya, Simon segera memerintahkan seorang bawahannya agar segera berangkat menuju Red Flower City, untuk menyerahkan surat resmi dari Behemoth City.


Sama seperti Baron Simon, setibanya di rumah Baron Trixie juga melakukan hal yang sama, ia dengan cepat membuat pengaturan kepada bawahannya, mengawasi secara langsung takut bawahannya lalai, yang menyebabkan masalah ini tidak sampai di telinga pemimpin Throne Bite City.


Sementara itu, berbeda dengan kedua Baron lainnya, Baron Yorda tidak lekas kembali ke kerumahnya, melainkan Baron Yorda pergi ke rumah Baron Lathias, untuk memberitahukan kesimpulan pertemuan, serta tugas yang harus dilakukan Baron Lathias.


“Tuan Baron Yorda meminta bertemu dengan anda?” seorang pelayan segera melapor ketika Baron Yorda datang.


“Ya bawa berliau kemari” Baron Lathias memerintahkan.


Beberapa saat kemudian terlihat seorang pria paruh baya datang keruangannya.


“Bagaimana dengan para bawahanmu? Apakah mereka selamat?” Baron Yorda langsung menanyakan keberadaan para penambang bawahan Baron Lathias.


“Ya mereka baik – baik saja, untungnya mereka belum terlalu dalam menggali tambang tersebut, sehingga mereka belum bertemu atau melihat tanda – tanda keberadaan Goblin, dan aku sudah menyuruh mereka untuk segera pulang kembali ke Behemoth City”


“Baguslah kalau begitu” Baron Yorda menghela nafas lega, menurutnya nyawa lebih penting dari pada harta kekayaan. “Meski mereka selamat mengapa raut wajahmu menunjukan kerutan yang mendalam?” Baron Yorda


tidak mengerti dengan sikap temannya ini.


“Ya aku bersyukur mereka masih selamat tetapi tetap saja berat rasanya meninggalkan harta yang sudah jelas berada di depan mata terbengkalai atau bahkan jatuh ke tangan para Goblin itu, sungguh sangat menyebalkan” raut muka kecewa dan marah terlihat di wajah Baron Lathias.


“Kamu!!” Baron Yorda kehilangan kata – katanya.

__ADS_1


-----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2