My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 22 – Darah Goblin


__ADS_3

“Ayah apa kau memanggilku? Ada apa?” Audrey tiba diruangan Richard, tetapi Richard masih menyibukkan dirinya dengan kertas dan pena.


Richard menuliskan surat tidak hanya kepada raja Mountain Sage Kingdom, Richard juga hendak mengabari semua penguasa kota di Mountain Sage Kingdom, menurutnya semakin banyak pemimpin yang mengetahuinya, semakin cepat proses penanggulangannya.


“Oh kau sudah disini nak, tidak ada apa – apa, aku hanya ingin kau segera berkemas, 3 hari kemudian kau akan kembali ke White Lake City, kembali kepada ibumu” Richard mengangkat kepalanya tersenyum kearah Audrey.


“Hah apa yang ayah bilang!? Mengapa aku harus kembali secepat ini, lagipula akademi juga sedang libur untuk apa aku cepat pulang ke White Lake City?” Audrey merengut tidak terima dengan perintah ayahnya.


Richard yang mengetahui sifat Audrey sudah menduga respon yang akan Audrey perlihatkan.


“Kemarilah nak” Audrey mendekat “3 hari lagi kau harus pulang ke White Lake City ya, ayah yakin ibumu saat ini pasti sedang merindukanmu” Richard masih membujuk Audrey.


“Tapi aku merindukan ayah, sudah lama kita tidak bertemu, semenjak aku pindah ke White Lake City bersama ibu, ayah jarang menemui kami, lagipula ayah kan menjanjikan aku Sun Refine Pill, mengapa sekarang aku harus pulang ke White Lake City” Audrey memeluk ayahnya.


“Nak, ayah tidak akan berbohong, ayah gagal menemukan Heaven Sun Lotus, sepertinya Sun Refine Pill yang ayah janjikan pun harus menunggu, ayah minta maaf ya untuk saat ini ayah tidak bisa memenuhinya”


“Dan untuk beberapa minggu kedepan mungkin Behemoth City tidak akan setenang sekarang, oleh karena itu ayah memintamu untuk pulang terlebih dahulu ke White Lake City, setidaknya ayah akan tenang jika kau sudah aman” Richard mengusap – ngusap kepala Audrey.


“Memang apa yang akan terjadi dengan Behemoth City, bukannya ayah adalah penguasa kota ini, harusnya ayah bisa membereskannya kan?”


“Masalahnya tidak sesederhana itu nak, ayah akan lebih fokus jika anak perempuan ayah dalam keadaan aman” Richard terus membujuk Audrey.


Audrey yang kini berusia 10 tahun bukan lagi anak kecil yang tidak mengerti apa – apa, meskipun ayahnya tidak memberitahunya, Audrey yakin bahwa sesuatu telah terjadi di Behemoth City.


“Baik ayah, aku akan menuruti perintahmu, tapi aku memiliki satu syarat ayah,” Audrey balas menatap Richard.


“Katakan nak.”


“Ayah harus janji, untuk menyusul aku dan ibu di Jotunheim.” Entah mengapa Audrey merasakan sebuah firasat buruk sedang menghampiri ayahnya, oleh karena itu Audrey memberikan syarat tersebut kepada ayahnya.


“Hmm mengapa kau mengajukan syarat seperti itu nak?” Richard heran, “Tidak biasanya kau seperti ini nak?”


“Janji!!” Audrey menatap ayahnya lekat.


“Ya ayah berjanji” Richard mengucek – ngucek kepala Audrey.


“He he, kalau begitu aku akan bersiap ayah” Audrey kemudian keluar dari ruangan Richard.


“Hmm anak itu, ... ayah akan berusaha menepati janji ayah” Richard bergumam pelan. “Pelayan panggil Coda dan Belo segera!”


Tidak lama kemudian Coda dan Belo menghadap.


“Ada apa tuan?” Belo bertanya.


“Belo sekarang kau panggil semua Baron Behemoth City Sir, Davos, dan Sir George, sedangkan Coda kau panggil Warren dan beberapa eksekutif asosiasi petualang di kota, segera kita akan melakukan rapat darurat.”


“Baik tuan.” Jawab Belo dan Coda secara bersamaan.

__ADS_1


Belo dan Coda segera melakukan tugas mereka, Belo langsung berlari keruang komunikasi, untuk menggunakan Sound Stone guna menghubungi semua Baron memberitahu mereka agar segera berkumpul di kediaman Sir Richard.


Sedangkan Coda langsung berangkat menuju Asosiasi Petualang, menggunakan kudanya Coda dengan cepat sampai di Asosiasi Petualang, tanpa lama Coda langsung memberikan sebuah token kepada resepsionis.


Melihat token tersebut, sang resepsionis terkejut sebentar sebelum kemudian, “Silahkan ikuti saya tuan Coda” Resepsionis itu menuntun Coda ke ruangan Warren.


Dalam hati sang resepsionis bertanya, ada apa gerangan sehingga tuan Coda mengeluarkan Token Urgensi untuk bertemu dengan Pemimpin Serikat, namun sang resepsionis tidak berani bertanya, ia hanya dengan cepat mengantar Coda keruangan Warren.


-tok tok-


“Maaf mengganggu tuan, tuan Coda ada diluar meminta bertemu dengan anda, beliau juga membawa Token Urgensi di tangannya.” Sang resepsionis melapor.


Sejenak Warren terdiam, “Cepat persilahkan dia masuk”


“Baik tuan.” Sang resepsionis membungkukan kepalanya dan membuka pintu “Silahkan tuan Coda, tuan Warren sudah menunggu anda”


“Terima kasih” Coda langsung masuk dan menutup pintu ruangan tersebut.


Sang resepsionis mau tidak mau kembali kedepan tanpa mendapatkan informasi apa – apa.


Di dalam ruangan, Coda langsung menceritakan maksud kedatangannya, dan mengundang Warren serta beberapa petualang top untuk menghadiri rapat dadakan di mansion Sir Richard.


Warren tidak banyak bertanya, Warren hanya menduga bahwa diadakannya rapat mendadak ini mungkin berkaitan dengan cairan hijau yang baru saja ia bawa dari hutan area dalam.


Melihat keresahan Sir Richard, Warren tahu bahwa cairan tersebut bukan sembarang cairan, meskipun Warren tidak mengetahui apa itu, tetapi mengingat sifat dari Sir Richard, Sir Richard tidak akan membuat pergerakan yang masif jika situasinya masih terkendali.


“Terima kasih tuan Warren, kalau begitu saya undur diri guna mempersiapkan acara nanti malam.” Coda langsung beranjak keluar dari ruangan tersebut.


“Ya” Warren hanya melambaikan tangannya, tidak mengantar Coda kedepan.


...


Sementara itu di salah satu sudut pinggiran kota tepatnya dirumah Tanhill, Tanhill sedang melakukan jamuan makan siang dengan berbagai hidangan daging yang Tanhill beli dari kota.


“Ayo Ashura nikmati daging – daging ini, tidak setiap hari kita bisa makan enak seperti ini” Tanhill mengambil satu daging panggang saus madu dari piring di depannya dan langsung memakannya.


“Iya paman Shura, biasanya paman Tanhill sangat pelit untuk urusan uang, maka dari itu sebuah keajaiban hari ini dia mentraktir banyak daging untuk kita makan” Claude tidak menahan nafsu makannya, ia dengan lahap memakan satu persatu daging panggang berlumur madu di depannya.


“Ah ya ha ... ha ...” Ashura mengambil beberapa daging ke piringnya kemudian memakannya.


Meskipun terlihat santai Ashura menyimpan raut wajah yang gelisah, dan hal tersebut tidak luput dari pandangan Tanhill yang tajam, tetapi Tanhill tidak langsung membahasnya, karena Tanhill lebih mementingkan kondisi perutnya yang sempat berteriak minta di isi.


Beberapa saat kemudian, beberapa piring yang semula penuh dengan daging panggang berlumur madu kini hanya menyisakan beberapa tetes madu tanpa ada daging yang tersisa.


“Kenyangnya, terima kasih paman.” Claude memegang perut nya.


“Hei kau, cepat bereskan piring – piring ini, sekalian kau cuci segera semua piring ini, cuci yang bersih, aku tidak mau melihat sisa – sisa lemak daging di piringku besok pagi!” Tanhill segera menyuruh Claude ketika dilihatnya Claude hendak bersantai.

__ADS_1


“Cih, tidak bisakah aku bersantai sedikit menikmati makanan yang baru saja masuk kedalam perutku” Claude menggerutu.


“Tidak!, cepat kerjakan!”


Mendengar perintah Tanhill, Claude tidak berlama – lama, ia segera membereskan piring dan membawanya kebelakang.


Claude tidak banyak mengeluh karena dia tahu bahwa pamannya dan paman Ashura akan membicarakan sesuatu, sedangkan dirinya tidak diperkenankan untuk mendengar.


“Padahal aku ingin tahu apa yang akan mereka bicarakan, cih dasar orang tua itu.” Claude menggerutu sepanjang ia membersihkan piring.


“Nah anak itu sudah tidak ada, sekarang katakan apa yang membuatmu gelisah seperti itu?” Tanhill membuka percakapan.


“Terima kasih tuan Tanhill atas pengertiannya, baiklah kalau begitu saya tidak akan sungkan, apakan tuan tahu ini cairan apa?” Ashura memberikan sebuah botol giok kecil.


Tanhill mengambil botol tersebut dan perlahan membuka tutupnya mencoba melihat isi dari botol tersebut.


Tanhill mengerutkan keningnya, “Mengapa kau berpikir aku mengetahui apa jenis cairan ini?” Tanhill kemudian bertanya.


“Karena saya tidak dapat memikirkan siapapun lagi yang mengetahui pengetahuan yang luas selain anda, dan melihat ekspresi anda barusan, sepertinya dugaan saya benar?” Ashura tersenyum simpul.


“Cih sepertinya keputusanku dulu membantumu adalah sebuah kesalahan” Tanhill menggeleng – gelengkan kepalanya.


Beberapa tahun kebelakang Tanhill pernah membantu Ashura, selama proses itu berlangsung Ashura mampu membuka kedok Tanhill tetapi hanya sebatas kemampuan dan pengetahuan Tanhill saja. Dimata Ashura, Tanhill adalah seorang Alchemis yang menyembunyikan jati dirinya, berpura – pura menjadi seorang Alchemis biasa dan menutupi keterampilan aslinya.


Menurut Ashura, jika Tanhill mau, Tanhill bisa mendapatkan kedudukan sebagai Alchemis kekaisaran dengan kemampuannya, namun Tanhill tidak memiliki ambisi seperti itu, setidaknya itulah hal yang Ashura simpulkan setelah melihat gerak gerik Tanhill.


Sayangnya hanya sebatas itulah Ashura membuka kedok Tanhill, Ashura tidak bisa mengungkapkan identitas sebenarnya dari seorang Tanhill.


Mengetahui hal tersebut, membawa Ashura menemui Tanhill untuk memberitahukannya sebuah dugaan yang Ashura sendiri takut untuk membayangkannya.


“Ya aku tahu ini cairan apa, darimana kau mendapatkan cairan ini?”


“Cairan itu saya temukan beberapa minggu yang lalu, ketika saya bersama sebuah party pergi menjelajah hutan area dalam di sekitaran Red Flower City”


“Hmm, seberapa banyak cairan seperti ini yang kau lihat?” Tanhill terus bertanya.


“Sangat banyak tuan, hampir menutupi seluruh area tersebut tetapi anehnya yang saya lihat hanyalah tanah bekas pertempuran dengan semua cairan ini, tetapi saya tidak menemukan apapun lagi.” Ashura jelas keheranan mengingat kejadian itu.


“Bolehkah saya bertanya cairan apa itu tuan?” Ashura kembali bertanya.


“Menurutmu ini cairan apa?” Tanhill balik bertanya.


“Saya berharap dugaan saya salah, tetapi dugaan saya cairan ini adalah darah dari monster bernama Goblin, apakah saya benar tuan?”


“Ya kau benar, cairan di dalam botol giok ini merupakan darah Goblin” Tanhill tidak menahan sedikitpun ucapannya.


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2