My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 28 – Identitas Baron Lim


__ADS_3

Pada malam itu seluruh bangsawan dan tokoh – tokoh masyarakat Behemoth City di sibukkan dengan tugas mereka masing – masing.


Namun ada satu bangsawan yang terlihat sibuk sama seperti bangsawan lainnya namun memiliki tujuan yang berbeda yakni Baron Lim.


“Sial!!, mengapa umpanku tidak berhasil?” duduk di kursi aula Baron Lim segera berteriak dan menggerutu.


“Apa yang terjadi tuan?” Zen Yang yang merupakan kepala pelayan serta bawahan langsung Baron Lim bertanya.


“Zen Yang segera panggil orang – orang ku kemari kita harus menyusun rencana kembali” Ucap Baron Lim, berusaha menenangkan pikirannya.


“Iya tuan” Zen Yang segera berlari keluar aula memanggil beberapa orang.


Setelah semua bawahan langsungnya berkumpul, Baron Lim segera memberitahukan semua informasi yang telah di bahas dalam pertemuan di mansion kota.


Baron Lim juga mengatakan bahwa mereka gagal menjebak Richard masuk kesarang Goblin, tetapi untungnya jejak mereka belum terendus oleh pihak Richard sehingga pemimpin kota tersebut tidak bisa sembarangan menghakimi suatu kelompok.


Baron Lim juga mengatakan beberapa tugas yang diperintahkan Richard kepada para bangsawan, sebagaimana identitasnya, Baron Lim di berikan tugas untuk mengabari pihak kekaisaran.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” setelah Baron Lim menyelesaikan penjelasannya salah seorang bertanya.


“Yang jelas kita harus lebih berhati – hati untuk tindakan selanjutnya, bisa jadi Richard sudah mewaspadai dan mencurigai beberapa kelompok termasuk kita”


“Ya kau benar, dan kita juga tidak bisa mengabaikan perintahnya untuk menghubungi pihak kekaisaran, jika terbukti kita tidak melakukannya, bukan tidak mungkin mereka segera membuka kedok kita”


“Untuk itu kita tidak perlu khawatir, aku sudah memberitahu para bangsawan itu bahwa kekaisaran juga menghadapi beberapa masalah sehingga kecil kemungkinan mereka akan datang membantu, dan untuk suratnya aku akan mengirimkannya kepada nona Ayala sehingga tetap terlihat kita tidak mengabaikan perintah tuan kota” Baron Lim menambahkan.


“Ok penanganan yang bagus Lim”


Baron Lim yang datang ke Behemoth City lima tahun yang lalu bersama para bawahannya diketahui oleh publik merupakan seorang Baron utusan dari kekaisaran, yang datang ke kota terpencil untuk membantu pemimpin kota dalam mengelola dan mensejahterakan masyarakatnya.


Kejadian serupa sering sekali terjadi di kota – kota lain, dan dapat dianggap sebuah berkah bagi masyarakat kota tersebut, dimana kota mereka telah dianggap dan dilihat keberadaannya oleh kekaisaran, oleh karena itu para masyarakat segera menerima kehadiran Baron Lim dan para bawahannya.


Berbeda dengan masyarakat, para bangsawan yang ada di Behemoth City pada awalnya skeptis, dan mereka mulai melindungi aset – aset mereka takut Baron Lim merencanakan sesuatu, namun tahun demi tahun berlalu Baron Lim sama sekali tidak membuat pergerakan yang menyinggung para bangsawan ini, dan secara perlahan mereka pun mulai mempercayai dan membaur dengan Baron Lim.


Namun sejatinya, Baron Lim bukanlah bangsawan dari kekaisaran, Baron Lim dan bawahannya sebenarnya setara, identitas mereka adalah bawahan dari nona Ayala sang tangan kanan Jenderal Agung Carl.


Dengan berbekal kecerdasan yang ia punya, Lim mampu bersandiwara menjadi seorang bangsawan dan menipu seluruh Behemoth City, bahkan Richard pun hanya bisa menaruh kecurigaan tanpa bisa mengungkapkannya.


Adapun tugas mereka secara general adalah mencari keberadaan sang pangeran putra mahkota kekaisaran, disamping itu, di bawah perintah Carl sendiri, mereka diperintahkan untuk membaur dengan masyarakat Behemoth City guna mengawasi semua pergerakan Sir Richard yang dianggap sedang menyembunyikan sang pangeran.


Namun tidak hanya Carl saja yang memberi perintah, di belakang Carl ada Ayala yang juga memberikan perintah kepada mereka, tugas dari Ayala sederhana namun memiliki bobot yang sangat berat yakni menggiring Sir Richard kekematiannya tanpa meninggalkan jejak.


Karena dalam pandangan Ayala, keberadaan Richard bisa menjadi ancaman bagi rencana jangka yang dimilikinya ditambah dengan meninggalnya Richard dapat dipastikan kekacauan akan terjadi.

__ADS_1


Maka dari itu ketika Ayala mengetahui informasi mengenai keberadaan Goblin yang dekat dengan Behemoth City ia segera memberitahukannya kepada Baron Lim, untuk mengatur supaya Richard pergi dan mati ditangan para Goblin.


Dan dengan cerdasnya Baron Lim memikat Richard dengan sepucuk surat berisikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh Richard.


Sayangnya, rencana tersebut gagal, dan pada akhirnya rencana Baron Lim berbalik memberitahukan dan menyadarkan Richard akan keberadaan Goblin yang berada dekat dengan halaman rumah mereka.


“Seiji datang meminta audiensi” tiba – tiba terdengar suara tenang namun menghanyutkan ditengah – tengah aula.


“Ya bagus akhirnya kau datang, cepat tunjukan keberadaanmu, aku terlalu benci dengan orang yang berbicara dalam kegelapan” salah seorang pria di aula tersebut menyela.


“Aku datang ke aula ini bukan untuk beradu mulut denganmu Tan Qiang” Seiji menampakkan dirinya di tengah – tengah aula.


“Kau berani ...” Tan Qiang hendak menyalak.


“Tan Qiang!!” Baron Lim segera membentak Tan Qiang “Aku tidak mengerti dengan kau Tan Qiang, kita disini satu aliansi tetapi mengapa kau selalu mencari gara – gara dengan seiji?” Baron Lim menatap tajam kearah Tan Qiang.


“Cih” Tan Qiang hanya mendengus dan memalingkan wajahnya, menolak menjawab peretanyaan Baron Lim.


“Apa yang kau temukan? Kau tidak akan datang kesini jika tidak memiliki sesuatu untuk dilaporkan bukan?” Baron Lim menyerah dengan Tan Qiang, dan segera berbalik kearah Seiji.


“Ya aku menemukan sesuatu, selepas kalian para bangsawan pergi meninggalkan Mansion Kota, Richard segera memanggil Coda serta Belo kemudian ...” Seiji kemudian menceritakan semua isi percakapan antara Richard dan bawahannya, sekaligus rencana Richard yang ingin mengungkapkan keberadaan mereka.


“Hmm, seperti yang diharapkan dari seorang pemimpin kota, tetapi sayangnya dia berhadapan dengan kita,” Baron Lim terkekeh “Kau mengetahui apa nama racun yang diberikan Richard kepada bawahannya?”


“Ok, mempunyai seorang Shinobi sepertimu sangat berguna untuk kelompok kita, terima kasih sudah memberikan informasi berharga ini”


“Aku hanya melakukan tugasku sebaik mungkin, kalau begitu aku akan mengintai kembali, jangan lupa bayarannya” Seiji mundur beberapa langkah sebelum tubuhnya menjadi transparan dan detik berikutnya Seiji telah menghilang dari tengah – tengah aula seakan keberadaannya tidak pernah ada.


“Entah bagaimana, aku selalu mengagumi teknik menghilang dari para shinobi” terdengar suara yang menggoda dari satu – satunya wanita di aula tersebut.


“Cih, untuk apa kau mengagumi teknik pengecut seperti itu, aku berani bertaruh jika aku bertarung dengannya dengan konfrontasi langsung sudah pasti aku yang akan menang” Tan Qiang tidak bisa menahan lagi ucapannya.


“Ya ya, aku akui Little Tan adalah yang terkuat sayangnya hanya yang terkuat, dengan otakmu yang hanya berisi otot, kau tidak akan mengerti apa itu seni gerakan dan seni membunuh” wanita itu kembali terkekeh menertawakan Tan Qiang.


“Apa katamu !!”


“Sudah – sudah, hei Tan Qiang tidak bisakah kau menjaga amarahmu itu,? Kau juga seharusnya sudah menyadari bahwa itu adalah salah satu kelemahanmu bukan? Mengapa kau selalu saja bertingkah seperti itu?” Baron Lim menggeleng – gelengkan kepalanya.


“Tan Qiang, Wen Qi kalian dinginkan kepala kalian, aku akan membagikan beberapa rencana yang ku pikirkan” kemudian Baron Lim segera memberitahukan beberapa rencana yang ada di kepalanya.


“Bagaimana apa kalian setuju dengan rencanaku? Atau ada masukan lainnya?”


“Hmm, aku tidak terlalu pandai dalam berpolitik dan berstrategi aku akan menyetujui usulanmu saja.” Tan Qiang peretama bereaksi

__ADS_1


“Seperti yang diharapakan dari Lim, kau benar – benar telah menawan hatiku dengan kepandaian yang kau punya” di ikuti Wen Qi masih dengan gaya centilnya.


“Aku tidak keberatan”


“Aku setuju dengan rencanamu”


...


Dan seperti biasanya, mereka setuju dengan rencana Baron Lim yang memang sedari awal ditugaskan sebagai juru strategi dikelompok mereka.


“Terima kasih, kalau begitu ayo sekarang kita bersiap”


“Ya” dan segeralah setiap orang meninggalkan aula kecuali Baron Lim yang masih duduk di kursinya.


“Kau ingin bermain denganku Richard, mari kita lihat siapa yang akan tertawa nanti” seringai dingin terlihat di wajah Baron Lim


***


“Hey Tanhill, aku ingin mengabarkan sesuatu yang penting” setibanya George di kediamannya, ia segera mengambil Sound Stone dan cepat menghubungi Tanhill.


“Apa?” terdengar suara pria malas dari seberang Sound Stone.


“Lebih baik kau menyegel ruanganmu sekarang karena informasi ini sangat penting” George segera mengingatkan Tanhill yang sepertinya masih setengah sadar.


“Hmm ... ya ... sudah kulakukan, sekarang apa yang ingin kau katakan? Huaaa” terdengar Tanhill yang menguap di seberang sana.


Kemudian George segera memberitahukan keberadaan Goblin yang telah muncul dan diketahui oleh pemimpin kota, serta beberapa rencana yang akan mereka lakukan.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kau sudah mendapatkan informasi dari pemimpin?” George kembali bertanya dengan perasaan tidak sabar, sejatinya George kini merasa kebingungan apa yang harus dia lakukan sekarang.


“Oh Goblin ya ... Hua ... aku sudah mengetahuinya, ku pikir tentang apa, ya sudah aku akan melanjutkan tidurku, kau mengganggu saja” Tanhill balik menggerutu kepada George.


“HOY HOY HOY !!!!”


“Apa lagi?”


“Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang akan kita lakukan?”


“Kau sekarang pergi ke kamar tidurmu, berbaring, kemudian pejamkan matamu, rilekskan pikiranmu, lupakan kejadian hari ini, dan tidurlah. Besok kita akan bicarakan hal ini, gitu saja kok repot, ya sudah Bye”


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2