My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 44 – Apa Yang Paman Lakukan Disini


__ADS_3

Kini Ashura tahu mengapa seorang Vargas bisa terkejut ketika terkena serangan Cross Venom.


Karena selain rasa nyeri, Ashura juga merasakan sesuatu yang lain, Ashura merasa seperti ada sebuah makhluk hidup yang menggerogoti energi kehidupan miliknya.


Meskipun rasa tersebut hanya berada disekitar luka, dan berjalan lambat tetap saja Ashura memikirkan apa yang dirasakan Vargas ketika tubuhnya dicabik – cabik oleh Cross Venom ini.


‘Pantas saja aku dapat dengan mudah mengalahkan manusia gila itu’ Ashura akhirnya tahu penyebab kemenangan mudahnya.


Sebenarnya, dibandingkan dengan Vargas, Ashura jelas merasakan efek penuh dari Cross Venom dikarenakan Martial Spiritnya tidak memiliki efek penyembuhan, sedangkan untuk Vargas efek Cross Venom hanya berlaku setengahnya saja.


Namun setengah efek saja sudah mempu menghabisi Vargas jika serangan yang diterimanya sebanyak itu.


“Sekarang kau tutup aliran energi kehidupan milikmu sebanyak dua buku jari dari luka itu, dan lihat apa yang akan terjadi” Tanhill kembali memberikan saran agar Ashura tahu seberapa kuat Cross Venom ini.


Ashura masih menurutinya, dan kemudian ...


“Ah ...” tanpa sadar Ashura berucap ketika dilihatnya kulit disekitar lukanya mulai membusuk.


“Sekarang kau oleskan krim ini pada lukamu” kemudian Tanhill memberikan sepeles kecil berisi krim obat, yang ajaibnya langsung menyembuhkan luka dijari Ashura.


“Sekarang kau sudah tahu bukan apa yang telah terjadi, dan mengapa aku sepercaya diri itu dengan Cross Venom ini”


“Ya” Ashura mengangguk.


“Sekarang kau lihat mayat orang itu disana” Tanhill menunjuk mayat Vargas.


Ashura kembali terkejut ketika dilihatnya mayat Vargas yang sedikit demi sedikit mulai membusuk seperti dimakan rayap, meskipun lambat tetapi kecepatannya masih bisa terlihat oleh mata telanjang.


“Bolehkah kutahu jenis racun apa yang terkandung dalam Cross Venom ini?” Ashura fokus kembali kepada Tanhill dan langsung bertanya.


“Jenis racunnya adalah Corotion”


“Corotion? Poison Stinger kah?”


“Oh kau sudah mengetahuinya,” Tanhill tidak terlalu kaget “Ya, dan bilah pada Dagger ini dua – duanya terbuat dari taring Poison Stinger yang dikalahkan anak ini” Tanhill menunjuk Claude yang masih terbaring tidak sadarkan diri disebelahnya.


“Taringnya? Kalau begitu Dagger ini memiliki pasokan racun yang tidak terbatas?”


“Kau benar, aku juga tidak terlalu yakin mengapa itu bisa terjadi, tetapi setiap penggunanya mengalirkan energi kehidupan bilahnya akan langsung merepon dengan mengeluarkan racunnya.”


“Dan setahuku, racun korosi adalah racun terganas dari racun – racun lainnya, kau juga sudah melihat apa yang terjadi dengan lawanmu disana bukan, meskipun taring ini berasal dari Wild Beast level tiga puncak tetapi karena sifat korosi yang sekuat itu efeknya akan tetap kalian para ranah Grand Master rasakan, meskipun dengan waktu yang lebih lambat” Tanhill memberikan penjelasannya.


Mendengar penjelasan Tanhill tiba – tiba Ashura mengingat sesuatu, “Tuan dari mana anda mendapatkan krim obat tadi?”


“Aku yang membuatnya sendiri”

__ADS_1


“Hah?”


“Tidak perlu terkejut seperti itu, anak ini membawakanku Soul Kristal dari Poison Stinger sudah pasti aku akan menelitinya dan membuat sebuah penawar untuk mengatasi racun Corotionnya”


“Aku mengerti, anda benar – benar mempersiapkannya dengan baik, anda akan memberikan sebuah Dagger yang berbahaya maka anda mempersiapkan juga penawar dari racunnya, kini aku mengerti mengapa anda berani memberikan Dagger ini kepadanya” Ashura menunjuk Claude.


Tanhill hanya tersenyum, tidak membenarkan tidak juga menyalahkan. Bagi Tanhill, Claude tidak akan memerlukan penawar yang dimilikinya, cukup dengan Immortal Flame saja Claude sudah aman terlindungi, tetapi untuk memberitahukan informasi ini kepada Ashura, Tanhill berpikir belum waktunya.


Biarkan Ashura berpikir seperti sekarang, dan biarkan Ashura mengajarkan Claude seperti biasanya tanpa ada jejak istimewa dalam pelatihannya layaknya air yang mengalir, Tanhill ingin Ashura mengetahui kebenaran Claude dengan caranya sendiri.


“Ya aku hanya ingin melindungi anak ini saja” Tanhill mengelus kepala Claude yang terbaring disisinya “Kau tahu Dagger ini terlihat seperti Dagger biasa ketika kau tidak menyuntikan energi kehidupanmu kedalamnya, maka dari itu Cross Venom tidak akan terlalu mencolok jika dipakai oleh seorang anak kecil, tetapi dalam keadaan bahaya Cross Venom ini bisa melindunginya”


“Yah anda benar, ternyata dibalik pertengkaran yang sering anda lakukan, anda benar – benar menyayangi anak ini” Ashura kagum dengan kepedulian yang dimiliki Tanhill.


“Kau tahu, tutur kata lemah lembut belum tentu menceerminkan sebuah rasa kasih sayang, pun begitu juga dengan ucapan sumpah serapah pertengkaran tidak juga berarti saling membenci, itulah seninya hidup, kau tidak akan mengerti mereka sampai kau benar – benar mengenal mereka.”


“Terima kasih atas nasihatnya tuan”


“Oh iya, kenapa anda bisa ada disini sekarang?” Ashura mulai meminum pil restorasi, pil yang berguna untuk mengganti energi kehidupan yang telah dikeluarkannya ketika menggunakan Ash World.


Meskipun tidak terlalu signifikan, tetapi dengan beristirahat sejenak Ashura bisa memulihkan kembali kondisinya lebih cepat dari biasanya.


“yah, sambil menunggu anak ini siuman aku akan menceritakannya, kau juga butuh istirahat bukan” Tanhill tersenyum melihat Ashura yang baru saja meminum pil restorasi.


Kemudian Tanhill mulai menceritakan peristiwa tadi pagi dikediamannya


-Flashback beberapa jam kebelakang-


Di pagi hari itu juga, dilain tempat, tepatnya dihalaman rumah Tanhill, terlihat seseorang sudah menggedor pintu rumah, memaksa sang pemilik rumah agar segera bangun dan membukakan pintunya.


“Woy Tanhill,! ... Cepat bangun! ... mau sampai kapan kau membiarkanku tinggal diluar seperti ini? Hoy Tanhill! ... Cepat keluar! ...”


Teriakan orang itu cukup keras, membuat orang – orang disekitarnya mulai memperhatikan.


“Sir Geroge apa yang sedang anda lakukan didepan rumah ini, pemilik rumah ini sangat malas, selalu bangun siang, sebaiknya anda berkunjunng saja ke kedaiku dan menikmati secangkir teh hangat yang menyegarkan dipagi hari seperti ini” Seorang pria mendekati George.


Ya orang yang sedang menggedor rumah Tanhill adalah George, yang entah ada angin apa, pagi – pagi sekali ia sudah berada di depan rumah Tanhill.


“Sir George, kau kelihatan sangat kecapean, mengapa tidak mampir ke kedai kami, kami punya masakan yang bisa mengembalikan stamina dan kebugaran” seorang wanita juga datang menghampiri.


Di Behemoth City, George lebih dikenal dibandingkan dengan Tanhill, bisa dikatakan George masuk dalam jajaran orang yang dihormati, sedangkan Tanhill ia lebih nyaman menjadi orang yang biasa – biasa saja.


Namun sebelum George menjawab ajakan mereka, pintu rumah Tanhill terbuka perlahan, menunjukan seorang pria yang menguap, dengan mata setengah sadar ia berjalan keluar.


“Hey, Sir George datang ingin menemuiku, kenapa kalian ingin membajaknya,? Tolong biarkan sesekali aku mendapatkan bisnis yang layak” masih dengan aksen malasnya Tanhill membela diri.

__ADS_1


“Jangan salahkan orang lain kesempatanmu diambil, kau sendiri yang mengakibatkannya, suruh siapa jadi pemuda pemalas yang selalu bangun siang,” pria yang datang pertama menjawab ucapan Tanhill.


“Yah terimakasih atas tawaran kalian, lain kali aku akan mengunjungi kedai kalian, tetapi hari ini aku memiliki bisnisku sendiri dengan Tanhill tolong maklumi itu” Sebelum ada keributan yang lain, George segera memotong percakan diantara orang – orang ini.


“Kalau begitu silahkan Sir George” Tanhill membukakan pintu.


Setelah itu mereka duduk bersama di ruang tengah rumah Tanhill.


“Ada apa, tidak biasanya kau datang pagi hari sekali menemuiku ... Hua” masih dalam keadaan setengah mengantuk, Tanhill membuka obrolan.


“Tidak ada apa – apa, aku hanya ingin memberitahumu bahwa Dagger yang kau pesan telah aku selesaikan” George kemudian mengambil Dagger dari Storage Ringnya.


“Hmm bukannya kau membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat hari, mengapa kau sudah menyelesaikannya” Tanhill cukup terkejut dengan kinerja temannya ini tidak biasanya orang ini menyelesaikan pekerjaannya secepat ini.


“Apa yang kau katakan, hari ini juga sudah memasuki hari ketiga, tentu saja aku menyelesaikannya dihari ini” George menjawab Tanhill.


“Kau jangan mencoba membohongiku, meskipun hari ini adalah hari ketiga, tetapi ini masih awal hari, dan juga dilihat dari kantung matamu aku yakin kau bergadang semalaman untuk membuatnya, apa yang telah terjadi,? Aku tidak pernah melihatmu memaksakan diri seperti itu”


George menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Hehe ya aku hanya terlalu bersemangat, mengingat kita sebentar lagi akan segera pulang, aku tidak bisa tidur jika memikirkannya, oleh karena itu aku memilih untuk menyelesaikan Dagger itu”


“Hah ...” Tanhill menghela nafasnya, dia memang sudah menebak hal ini akan terjadi, “Kau itu sudah tua, seharusnya kau bisa mengendalikan emosimu ingat kita masih berada dalam misi, bertingkahlah seperti biasa ...” Tanhill mulai memberikan wejangannya.


George hanya menguap, mulai merasa mengantuk mendengar Tanhill berceramah didepannya.


“Ya sudah, sekarang lebih baik kau beristirahat dikamarku” pada akhirmya Tanhill menyurh George untuk istirahat.


“Haha kalau begitu aku akan tidur” George kemudian masuk kekamar, dan sebentar kemudian suara dengkurang keras mulai terdengar.


“Orang itu benar – benar menyelesaikannya secepat ini, mari kita coba ...” Tanhill kemudian mengambil Dagger, mulai menyuntikan energinya dan kemudian tersenyum puas dengan hasil temannya itu.


“Tidak buruk, sesuai dengan ekspektasiku, sekarang karena Daggernya sudah ada disini mengapa tidak sekalian saja aku antarkan sekarang” kemudian Tanhill segera bersiap hendak pergi ke hutan.


-Flashback selesai-


“Seperti itulah, cerita sebenarnya dan seperti yang kuceritakan sebelumnya aku menemukan anak ini dalam keadaan sekarat lalu ya seperti itu” Tanhill selesai menceritakan alasan keberadaannya, tentu saja Tanhill tidak mengatakan misi yang tengah dijalaninya bersama George.


Masih ada yang ingin Ashura tanyakan namun sebelum itu Tanhill sudah bersuara kembali.


“Heh anak kecil, mau sampai kapan kau berbaring seperti itu, aku tahu kau sudah sadar sedari tadi, cepat kau bangun” Tanhill mendelik kearah Claude.


“Hehe kau sudah tahu paman” Claude terkekeh berusaha bangun namun tubuhnya masih terlalu berat bagi Claude. “Hmm apa yang paman lakukan disini?”


-----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)

__ADS_1


__ADS_2