My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 33 – Armor Sialan


__ADS_3

“Mendelth?” tatapan Claude masih terlihat bingung dan ragu.


“Nak kau masih terlihat sedikit ragu, baiklah akan ku ceritakan sedikit sejarah dari Armor ini”


“Mendelth set Armor ini merupakan salah satu karya yang ditempa oleh Ryan Mendelth, salah satu Grand Master Blacksmith yang berafiliasi dengan serikat petualang beberapa ratus tahun yang lalu”


“Nama Ryan Mendelth sendiri tidak terlalu terkenal di masyarakat luas karena semasa hidupnya ia tidak pernah membuat senjata yang berharga, dan sebagian hidupnya juga ia curahkan untuk membantu mengembangkan serikat”


“Namun untuk orang – orang yang berada di serikat petualang nama Ryan Mendelth membawa rasa hormat mereka tersendiri, dimata para petualang ini Ryan Mendelth telah membantu mempercepat proses latihan mereka dengan item – item yang telah diciptakannya, ya termasuk Mendelth Set Armor ini” Ashura menunjuk set Armor di depannya.


“Kau mungkin tidak mengetahuinya, tetapi bisa kupastikan bahwa Mendelth set Armor ini adalah item pelatihan eksklusif yang tidak sembarang petualang dapat coba, banyak sekali petualang di serikat yang ingin menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan mereka, bahkan aku sendiri untuk memiliki item ini aku harus menukarkan banyak sekali kontribusi kepada serikat petualang”


“Tapi paman, dari tadi kau berbicara mengenai sejarah, siapa pembuat Armor ini, dan seberapa eksklusifnya set Armor ini, namun aku belum mendengar fungsi dan kegunaan dari Armor ini, apa yang membuatnya se eksklusif itu sampai – sampai para petualang serikat memperebutkannya?” Claude tetap merasa ada suatu yang janggal dari penjelasan Ashura.


Terlalu lama hidup dengan Tanhill membuat Claude peka dengan setiap obrolan orang, Claude tidak serta merta percaya dengan ucapan seseorang, apalagi orang seperti Ashura yang tidak bisa menyembunyikan ekspresi dari niat terselubungnya.


“Aku tidak bisa menyebutkannya, memang ketika ia diletakkan seperti ini, set Armor ini akan terlihat seperti sampah baja yang tidak berguna, akan tetapi ketika kau memakainya kau akan segera merasakan efeknya” Ashura tersenyum simpul, ia merasa puas telah berhasil membalas Claude dengan tidak memberikan informasi lengkap mengenai Mendelth set Armor.


“Ini ...” jelas Claude masih ragu, tidak mudah untuk meyakinkan Claude yang berhati – hati.


“Yah aku tidak akan memaksamu, semua pilihan ada ditanganmu, aku juga tidak bisa memaksamu untuk terus berlatih mengikuti caraku, dan satu hal yang kurasa menjadi kelemahanmu sampai saat ini, kau tidak memunyai alasan untuk berlatih selain untuk memuaskan rasa penasaranmu semata”


“Ya aku akui semua ucapan paman benar, tetapi apakah hal tersebut sangat berpengaruh paman?” Claude tidak menyangkalnya.


“Ya sangat berpengaruh, apalagi itu terlihat jelas berpengaruh pada tekadmu, ok tekadmu sangat kuat buktinya kau bisa menguasai kemampuan Quick Draw dengan cepat tapi tekadmu kuat ketika kau berhadapan dengan sesuatu yang pasti.”


“tetapi ketika kau berhadapan dengan ketidak pastian, maka tekad kuatmu digantikan sifat kehati – hatian yang kau punya, contohnya pada Mendelth Set Armor ini, kau mungkin tidak akan pernah memakainya, sampai kau tahu apa yang akan terjadi ketika kau memakainya, benar bukan?”


“itulah contoh mengapa aku menyebut ‘alasan’ sangat berpengaruh, bagi mereka yang ingin memuaskan rasa penasaran, mereka cenderung bermain aman, tetapi bagi mereka yang mempunyai alasan, mereka tidak akan berpikir dua kali, mereka akan langsung memanfaatkan setiap kesempatan yang ada tanpa keraguan selama hal itu bisa membuat diri mereka berkembang” Ashura berusaha menyadarkan Claude.


Mendengar penuturan Ashura, Claude tertegun dengan otaknya yang cerdas Claude dapat segera menangkap dan mengerti maksud semua ucapan Ashura.


“Jadi apa yang harus kulakukan paman? Bagaimanapun juga sekarang aku tidak mempunyai alasan tersebut”


“Yah tidak ada yang bisa kau lakukan sekarang, karena ‘alasan’ seperti itu tidak datang dengan disengaja, tetapi untuk saat ini yang harus kau lakukan adalah menghilangkan sifat terlalu hati – hatimu, setidaknya untukku saja, dan yakinlah bahwa apa yang aku perintahkan adalah untuk perkembangan kemampuanmu semata” Ashura akhirnya sampai pada titik apa yang ingin ia sampaikan.

__ADS_1


Mendengar Ashura berbicara, sekilas jejak kekaguman terlihat dimata Claude, “Baiklah paman, kalau begitu mulai sekarang aku akan berusaha mempercayaimu sepenuhnya, sekarang aku tinggal memakai Armor ini saja kan” dengan polosnya Claude segera menyetujui ucapan Ashura.


‘Hah ... akhirnya anak ini mempercayaiku juga, tidak kusangka akan sesusah ini meyakinkan seorang anak kecil betapa berharganya memakai Mendelth set Armor ini, pamannya benar – benar mengajarinya cara berhati - hati’ Ashura menghela nafas lega ketika dilihatnya Claude mulai memasangkan Mendelth Set Armor ketubuhnya.


“Seperti ini paman? Tapi kurasa Armor ini terlalu besar untukku paman, rasanya tidak terlalu nyaman menggunakan Armor yang longgar seperti ini.” Claude berdiri melihat tubuhnya yang terlihat aneh dengan Armor besar ditubuhnya.


“Ya wajar saja Armor nya longgar, Armor itu kan dibuat untuk orang dewasa bukan anak – anak sepertimu, tapi tenang saja salah satu kemampuan Armor ini adalah menyesuaikan ukurannya dengan tubuh di pengguna”


“Caranya?”


“Kau cukup alirkan Shadow Spiritmu kepada seluruh bagian Armor tersebut, kemudian Armor akan merespon dan mulai menyesuaikan bentuknya.”


“Oh begitu, kalau begitu aku mulai ya paman”


Claude mulai mengeluarkan Shadow Spiritnya menyelubungi semua bagian Armor di tubuhnya.


Mendelth set Armor sendiri terdiri atas pelindung dada, pelingdung kaki, pelingdung tangan, sarung tangan, dan sepatu, sesuai dengan ucapan Ashura seluruh bagian Armor mulai merespon ketika Armor mengenali Shadow Spirit milik Claude.


Claude merasakannya sendiri bahwa semua bagian Mendelth set Armor ditubuhnya mulai mengecil dan mempaskan bentuknya dengan tubuh Claude.


“Aduhhhhh !!”


Claude secara reflek berteriak ketika secara tiba – tiba ia jatuh dari posisinya berdiri, dan ketika ia ingin bergerak badannya terasa berat sekali.


“Apa yang terjadi paman, mengapa tubuhku menjadi sangat berat sekali?” Claude menggerutu kearah Ashura.


“Yah itu adalah salah satu kemampuan dari Mendelth set Armor ini, jadi mulai dari sekarang kau harus membiasakannya” Ashura tersenyum penuh kemenangan.


‘Akhirnya aku tidak perlu merasa terbebani lagi melihat kecepatan latihan gila yang dimiliki anak ini’ Ashura tersenyum lega.


“Kau pasti bercanda paman, bagaimana aku membiasakannya, lihat saja untuk mengangkat tangan saja aku harus mengerahkan seluruh tenagaku”


“Yah itu kau sudah tahu sendiri kan, jika ingin segera terbiasa dengan Armor ini, mulai sekarang kau harus mengeluarkan tenaga lebih untuk bergerak”


“Ah, aku tidak mau paman, Armor ini terlalu berat dan menyiksa untukku” Claude dengan gerakan lambatnya berusaha melepaskan salah satu sarung tangannya.

__ADS_1


“Percuma saja kau melakukan hal itu, Armor ini tidak akan bisa lepas sampai kau memenuhi syarat minimal kekuatannya”


“Maksud paman, aku akan terus terjebak dalam Armor ini?”


“Ya benar sekali” Ashura mengangguk.


“Ah kau menipuku paman, mengapa kau menipuku, apa salahku, aku tidak menyangka seorang Assassin hebat berani menipu seorang anak kecil demi kepuasan pribadinya, aku tidak menyangka hal itu paman, kau penipu paman, kau bilang Armor ini untuk latihan, latihan darimana, jelas saja Armor ini ada untuk menyiksaku, iyakan paman” Claude langsung mengeluarkan sumpah serapahnya,


“Ho ho, aku tidak akan menyangkalnya, yah aku melakukan hal ini juga untuk kepuasan pribadiku sendiri” Ashura tidak menyangkalnya, “Tapi Armor ini memang Armor yang cocok untuk latihanmu, aku tidak berbohong pada bagian ini”


“Hey nak, jika ku katakan sebelumnya efek dari Armor ini, maka sudah jelas kau akan menolaknya seperti ini kan, saranku kau terima saja pengaturan ini dariku, dulu juga aku diperlakukan seperti ini oleh guruku pada akhirnya aku berusaha menerima pengaturannya, dan jadilah aku seperti sekarang ini” jawab Ashura bangga terhadap dirinya sendiri.


“Cih, terima apanya, jelas saja kau hanya ingin membalas dendam atas apa yang telah dilakukan gurumu padamu dulu kan paman”


“Ha ha ha, akhirnya kau mengerti diriku” Ashura tertawa senang, “Sudahlah hentikan gerutuanmu itu, dan lanjutkan lagi pisahkan daging Grey Wolf itu, aku akan pergi tidur dulu dah” Ashura kemudian berdiri dan mulai menjauh “Ah benar, aku ingin daging panggang yang enak pastikan kau memanggangnya dengan benar ya ha ha ha” ‘puas sekali rasanya bisa memperlakukan anak nakal seperti itu’  batin Ashura.


“Hoy paman batu, kau mau pergi kema ...” ucapan Claude terhenti ketika dilihatnya Ashura sudah pergi melompat diantara pepohonan, “Paman batu, setidaknya beritahu aku apa fungsi dan kegunaan Armor ini” Claude menangis darah didalam hatinya.


“Paman licik, lihat saja lain kali aku tidak akan masuk dalam perangkap mu lagi” Claude berusaha menerima keadaannnya, “Baiklah mari kita coba, apakah aku bisa memasak dengan keadaan seperti ini”


Beberapa saat kemudian.


“Arggghhhhhh !!!!! dasar Armor sialan” Claude melepaskan seluruh amarahnya, Claude tidak tahan lagi dengan beban berat dari Armornya.


***


Sementara itu di Behemoth City terlihat Tanhill telah tiba di rumah Sir George.


“George aku masuk” tidak menunggu jawaban dari George, Tanhill segera masuk kerumahnya, dan seperti yang sudah biasa dilihatnya George sedang menempa dengan konsentrasi penuhnya.


Seperti biasa pula Tanhill berniat menunggunya disudut ruangan sebelum kemudian Tanhill merasakan getaran dari Sound Stone disakunya dan lekas Tanhill berseru.


“George pasang Barier!!”


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2