My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 18 – Flame Princess


__ADS_3

“Hmm sepertinya, itulah julukan anakku dimata orang – orang, aku tidak tahu bahkan Sir Davos mengetahui julukannya” Richard tersenyum bangga.


“Yah siapa yang tidak tahu mengenai anak anda tuan, di usianya yang sekarang ia sudah berada di ranah Novice Puncak, menunjukan betapa berbakatnya anak anda tuan”


“Prestasinya yang sekarang juga tidak terlepas dari beberapa pill yang Sir Davos berikan kepadanya, pil tersebut terbukti mampu mempercepat perkembangannya”


“Ya pill adalah sebuah bahan eksternal yang membantu setiap orang menyingkat pengumpulan energi mereka, namun memiliki tubuh yang cepat menyerap pil – pil tersebut juga merupakan berkat, tidak banyak anak kecil yang mampu seperti anak anda tuan” Sir Davos masih memuji bakat Audrey.


“Anda harus berbangga mempunyai anak seperti Young Noble tuan, saya yakin dimasa depan anak anda akan menjadi penantang para penguasa kekaisaran” Sir Davos melanjutkan.


Sir Davos tidak memuji Audrey terlalu jauh sampai menjadi penerus kekaisaran karena Sir Davos tahu bagaimana kekuatan para genius penerus kekaisaran tersebut.


Audrey sendiri sangat terkenal, setidaknya seluruh Mountain Sage Kingdom tahu sejenius apa Audrey, dan seberbakat Audrey, bisa dikatakan Audrey adalah bintang no 1 Mountain Sage Kindom diantara anak – anak seusianya.


Tetapi jika dibandingkan dengan kekaisaran, tidak ada yang pernah mengetahuinya.


Karena fakta menunjukan bahwa sampai saat ini para anak muda kekaisaran setiap masanya tidak pernah kalah dari para penantang ini.


Disamping itu, Red Phoenix Empire menaungi dua belas kerajaan yang salah satu diantaranya adalah Mountain Sage Kingdom, jika Mountain Sage Kingdom mengatakan bahwa mereka mempunyai seorang jenius, bagaimana dengan kerajaan yang lain.


Sudah dipastikan sebelas kerajaan yang lain pun akan mempunyai bakat – bakat mereka sendiri.


Dan maksud ucapan Sir Davos mengabaikan kerajaan lain, dan langsung menyandingkan Audrey dengan para anak muda kekaisaran adalah karena Flame Spirit yang dimiliki oleh Audrey.


Terlepas dari apapun jenisnya Flame Spirit milik Audrey, fakta bahwa Red Phoenix Empire berakar dari Flame Spirit menunjukan bahwa Audrey memiliki masa depan yang bisa ia perjuangkan.


Sedangkan untuk identitas Richard yang dulu merupakan bangsawan kekaisaran hampir tidak ada yang mengetahuinya selain beberapa orang dekatnya dan para orangtua di kekaisaran.


Identitas Richard yang diketahui banyak orang adalah ia merupakan mantan komandan di kekaisaran, dan karena prestasinya ia ditunjuk sebagai pemimpin di sebuah kota.


“Saya tidak akan terlalu berharap, saya hanya ingin membantunya, memfasilitasi dirinya semaksimal mungkin, tetapi untuk masa depannya, saya tidak akan mengganggunya, biarlah dia memilih jalannya sendiri” Richard tersenyum “Jika dia mempunyai ambisi seperti itu aku tidak akan menghalanginya”


“Saya mengerti” Sir Davos menganggukkan kepalanya.


“Pelayan, tolong panggilkan Audrey kesini, katakan padanya untuk datang dan menyapa Sir Davos sekarang” Richard memberi perintah kepada pelayan yang berdiri di depan pintu.


“Baik tuan” segera pelayan tersebut keluar dan memanggil Audrey.


Sementara itu Richard menanyakan kembali permintaannya kepada Sir Davos.


“Jadi bagaimana Sir, apakah anda sanggup untuk membuatkanku Sun Refine Pill?”


“Saya tidak akan menyangkalnya Sir Richard, tetapi saya tidak terlalu percaya diri dalam menyuling pill ini, karena karakteristiknya pil ini bisa dibuat oleh siapa saja, dengan ranah apa saja, dan untuk jenis Flame Spirit apa saja, tetapi hasil yang didapat juga tergantung dari beberapa hal tersebut.”

__ADS_1


“Ya saya tahu karaktertistik tersebut, dan saya juga tahu bahwa Flame Spirit putri saya juga bukan yang biasa, jadi setidaknya putri saya akan dapat menyerapnya sampai 60% lebih, bahkan jika anda ragu, anda bisa memeriksa putri saya sekarang” Richard mengerutkan keningnya.


“Oh maafkan saya tuan, jika anda tersinggung dengan ucapan saya” Sir Davos segera menyadari perubahan ekspresi Richard dan menjelaskan “Bukan maksud saya untuk meragukan putri anda tuan, tetapi saya meragukan diri saya sendiri, saya tidak yakin dapat membuat pill yang bagus, saya hanya tidak ingin membuang – buang bahan berharga ditangan saya”


“Oh seperti itu, saya harap anda tidak merendahkan diri anda sendiri tuan, saya yakin dengan kemampuan anda Sir, saya tahu di Behemoth City tidak ada Alchemis yang lebih baik daripada anda tuan, dan saya harap anda akan mencoba membuatnya, terlepas dari apapun hasilnya saya tetap akan berterima kasih untuk anda” Richard tersenyum untuk menenangkan pikiran Sir Davos.


Sir Davos tahu ucapan Richard bukan bualan semata, bukan sebuah ancaman berkedok ucapan sopan santun, tetapi murni niat dari Richard sendiri, karena sosok Richard yang seperti itulah menjadikan Behemoth City, sebagai kota yang damai dan sejahtera.


“Baiklah kalau begitu, saya akan mencoba menyuling pil tersebut semampu saya, saya bisa menyediakan semua bahan pelengkapnya, tetapi untuk bahan utamanya saya tidak bisa, maka dari itu izinkan saya bertanya, sudahkan anda mendapatkan Heaven Sun Lotus tuan?”


“Untuk Heaven Sun Lotus, saya belum mendapatkannya, tetapi saya tahu beberapa informasi mengenai keberadaannya, dan saya sendiri telah meminta bantuan Warren untuk memeriksa tempat tersebut, saya berharap Warren bisa membawa pulang Heaven Sun Lotus.”


“Baiklah kalau begitu saya akan menunggu bahan utamanya”


“Ayah Audrey disini, apa ayah memanggilku?” ditengah percakapan Richard dan Sir Davos, Audrey datang.


“Iya nak kemarilah dan sapa Sir Davos” Richard menyuruh putrinya Audrey datang mendekat.


Nampaklah sesosok gadis muda berusia sekitar sepuluh tahun, dengan balutan baju berwarna merah cerah, berjalan mendekat menampilkan sosok anggun yang tidak bisa disembunyikan.


Berkulit putih dengan wajah tenangnya tersungging sebuah senyuman yang bisa menenangkan jiwa, aura kecantikannya pun sudah terlihat bahkan ketika usia perempuan ini masih belia.


“Salam ayah, salam tuan” terdengar suara lirih seorang gadis muda.


“Salam Young Noble, sebuah kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda” Sir Davos menyanjung Audrey.


Mendengar ucapan ayahnya Audrey terkejut sebentar sebelum memperbaiki sikapnya menjadi lebih serius dan benar – benar menghormati Sir Davos.


“Sebelumnya maafkan saya karena tidak mengetahui identitas anda tuan” Audrey menangkupkan tangan dan membungkuk seraya berkata “Terima kasih saya ucapkan, berkat pil – pil buatan anda, Audrey kecil ini mampu berkembang sampai saat ini, dan untuk kedepannya Audrey mohon bantuannya tuan”


“Bagus nak, sikap yang bagus kelak masa depanmu akan cerah” Sir Davos tersenyum melihat sikap hormat Audrey.


Hari ini Audrey menampilkan sikap bangsawannya, menuruti ucapan ayahnya dan benar - benar menghormati Sir Davos.


Audrey melakukan semua itu karena ia sadar ia tidak bisa menentang perintah ayahnya, dan setelah mengetahui identitas Sir Davos Audrey sadar bahwa tanpa bantuannya sekarang Audrey tidak akan menjadi apa – apa.


Maka dari itu Audrey menganggap Sir Davos sebagai penolongnya.


Sikap ini sangat bertentangan dengan kesehariannya, dimana dengan identitasnya sebagai putri dari tuan kota, serta bakat dan ranah nya yang tinggi membuat Audrey kecil kerap sekali bertindak arogan.


Tidak sedikit pula Audrey membuat ulah di Akademi, membuli, menjahili, atau menantang para siswa disana, namun para siswa di akademi tidak berani melawan karena Audrey terlalu kuat bagi mereka, serta para instruktur juga tidak bisa mengatur Audrey karena segan akan identitas ayahnya.


Karena sikap yang arogan dan sombong inilah perlahan para siswa di akademi menjulukinya sebagai Flame Princess, dan belakangan diketahui juga bahwa penguasaan Flame Spirit dari Audrey cukup tinggi, sehingga semakin menguatkan julukan tersebut.

__ADS_1


Perlahan kemampuan Audrey diketahui oleh masyarakat umum, melalui julukannya yang mencolok serta kemampuan yang mendukungnya.


Dengan julukan ini, Audrey semakin merasa tinggi, Audrey merasa bahwa ia yakin tidak ada anak seusianya yang bisa mengalahkan dirinya di kota ini. oleh karena itu Audrey meminta ayahnya untuk memindahkan Audrey ke Akademi ibukota kerajaan.


Richard menuruti kemauan anaknya, karena merasa Audrey tidak akan berkembang terlalu jauh jika ia masih berada di Behemoth City.


Setelah kepindahannya ke akademi ibukota kerajaan, Audrey kembali membuat seisi akademi gempar, dengan


mengalahkan seluruh siswa disana  dan menjadi  siswa no satu di akademi sekaligus talenta no satu di Mountain Sage Kingdom.


Tentunya Audrey berhak sombong atas pencapaiannya, karena di balik itu semua Audrey selalu berlatih keras meningkatkan ranahnya sendiri, memahami kemampuan Flame Spirit miliknya, belajar menggunakan kekuatannya, dan menyerap beberapa energi dari pil yang tersedia.


“Terima kasih Sir” Audrey tersenyum kembali mengangkat kepalanya.


“Oh iya, seperti yang tadi anda katakan, bolehkah saya memeriksa Flame Spirit anak anda tuan?” Sir Davos bertanya.


“Ya silahkan, Audrey kemarilah”


Audrey pun mendekat ke arah Sir Davos, Sir Davos memegang pergelangan tangan Audrey dan mulai mengalirkan sedikit energinya memeriksa kondisi Martial Spirit milik Audrey.


Sejenak kemudian Sir Davos tersenyum “Nak coba kau keluarkan sedikit Flame Spirit milikmu, cukup seujung jari saja”


“Baik tuan” menuruti permintaan Sir Davos, Audrey mengeluarkan energi Flame Spirit miliknya, kini terlihat gumpalan api di ujung jari Audrey berwarna merah bercampur sedikit putih dan sedikit mengeluarkan hawa dingin.


Sir Davos yang sudah menduganya menjadi lebih terkejut “Sungguh nasib baik menghampiri keluarga anda tuan, anak anda mewarisi salah satu Flame Spirit khusus” Sir Davos melepaskan tangan Audrey sembari berkata kepada Richard.


“Boleh saya tahu, jenis Flame Spirit apa yang berada di dalam tubuh anak saya” Richard tersenyum tidak terlalu terkejut dengan ucapan Sir Davos.


“jika aku tidak salah, jenis Flame Spirit yang berada di dalam tubuh Audrey adalah Icy Flame Spirit” jawab Sir Davos


***


Sementara itu di kediaman Tanhill, Claude secara perlahan membuka matanya, malam sudah mulai larut dan akhirnya ia telah menyelesaikan proses pemurniannya.


“Woah, apakah ini benar tubuhku,? Mengapa aku merasa sangat beda sekali” tiba – tiba Claude bergumam sendiri, merasakan tubuhnya yang tiba – tiba memiliki energi yang berlebih.


“Akhirnya kau selesai juga” Tanhill membuka pintu ruangan tersebut. “Tenangkan kembali pikiranmu, sekarang kau mengalami kenaikan ranah, sehingga kekuatanmu berlimpah yang mengganggu keseimbangan tubuhmu, cepat fokus kembali dan atur ulang seluruh kekuatanmu dan simpan kembali dalam tubuhmu”


“Siap paman” Claude dengan cepat melakukan perintah pamannya, menyeimbangkan energi di dalam tubuhnya.


“Sesudah itu, kau makanlah dan cepat beristirahat, sementara besok pagi kau jangan kemana – kemana” Tanhill keluar dari ruangan itu dan kembali berjalan ke kamarnya seraya bersenandung kecil.


‘Yah seperti dugaanku, anak itu menaikan ranah nya 2 tingkat’ Tanhill tersenyum.

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2