
“Heaven ... Sun ... Lotus ...” Claude tergagap, untuk sesaat Claude terdiam.
“Kelopak bunganya berwarna orange kemerahan, terlihat pula energi api kecil di pusat bunga, terus kemilauan energi cahaya di sekitarnya juga terlihat, terus alas bunga yang berwarna hijau giok, ditambah dengan bau nya yang khas”
Claude mencoba mencari – cari lagi informasi di dalam kepalanya, “Ya tidak salah lagi, bunga itu adalah Heaven Sun Lotus, semua ciri – cirinya sesuai dengan apa yang ditulis dibuku paman Tanhill, ingatanku tak mungkin salah”
Dijelaskan pula dalam buku tersebut bahwa bunga ini adalah bahan utama untuk pembuatan pill yang bernama Sun Refine Pill, pill ini memiliki khasiat untuk memurnikan semua jenis Flame Spirit.
Semakin murni sebuah Martial Spirit, maka semakin kuat pula kemampuan yang dihasilkan, maka dari itu bahan – bahan yang dapat memurnikan Martial Spirit sangat dicari di Grand Middle Earth
Terlebih kekuatan utama keluarga kekaisaran di Red Phoenix Empire adalah Flame Spirit, sudah jelas bahwa keberadaan Heaven Sun Lotus amat sangat dicari, apalagi bagi yang mempunyai bunga ini sudah jelas pihak kekaisaran akan membayar berapa pun harganya untuk menukar bunga tersebut (pemikiran naif Claude)
Claude senang sekali, Claude tidak menyangka bahwa nasibnya sangat baik hari ini “Oh hari ini Dewi keberuntungan sedang mengunjungi ku, terimakasih dewi ... terimakasih dewi” Claude melihat kearah langit dengan suka cita.
“He he, tidak kusangka aku akan menemukan Heaven Sun Lotus disini, kasihan rombongan paman Warren, mereka masuk kearea dalam menghadapi bahaya tanpa tahu dimana keberadaan bunga ini, sedangkan aku hanya berjalan santai dan menemukannya, sungguh nasib tahu cara mempermainkan seseorang”
“Tapi tunggu dulu, mengapa Heaven Sun Lotus berada disini? Seingatku area ini belum termasuk area dalam, memang sih ini termasuk area pinggiran tetapi jarang ditemukan tanaman langka seperti ini disini”
Claude merenung sebentar.
“Ah otak ku tidak sampai” Claude berteriak sendiri “Ya hutan ini penuh dengan misteri, aku menerima hal itu, aku tidak akan mempertanyakan lagi keanehan yang ada di hutan ini, yang penting sekarang adalah mengambil bunga itu dan menjualnya, maka aku akan kaya raya ho ho ho”
Claude memperhatikan area sekitar, dengan matahari yang menunjukan sebentar lagi akan terbenam Claude berpikir bahwa area ini aman dari orang lain, asumsinya adalah setiap para pencari herbal pasti sudah kembali ke kota ataupun sedang berjalan ke kota.
Sedangkan para petualang di area dalam hutan, tidak akan datang kearea pinggir seperti ini, karena mereka terlalu sibuk membuat perkemahan untuk mereka bermalam.
Sedangkan petualang di kota, hanya orang idiot yang memulai petualangan di hutan pada waktu sore, karena tingkat bahaya hutan dalam meningkat ketika malam tiba.
“Ok semua aman terkendali” Claude segera melepaskan Shadow Lost nya, mengekspos kembali aura tubuhnya.
“Waktunya memanen” Claude melangkah keluar dari semak – semak hendak menuju kolam, namun baru saja maju selangkah, Claude langsung mendengar sebuah desisan yang berasal dari kedalaman air.
-shhhhh shhhhh-
“Oh Tidak ...” dengan reflek yang cepat Claude segera kembali ketempat awalnya, dan kembali menggunakan Shadow Lost.
__ADS_1
Tidak lama keluarlah sesosok Wild Beast berbentuk ular dari dalam danau, ukurannya besar, lebih dari 3 kali ukuran badan Claude. Dengan corak merah hitam di sekujur tubuhnya. Ular itu mengangkat kepalanya mengarah ke semak – semak tempat Claude berdiam diri.
Claude tegang, bahkan untuk menghirup nafas saja rasanya sangat berat sekali.
Ular itu keluar dari danau karena sempat merasakan keberadaan Claude, namun karena Claude dengan cepat menghilangkan kembali auranya, ular itu kehilangan jejak Claude.
Daripada menyerang Claude, ular itu memilih melingkarkan badannya di sekitar Heaven Sun Lotus, terlihat seperti menjaga keberadaan Heaven Sun Lotus, terlihat pula sesekali ular itu mendenguskan energi panas.
Claude menghela nafas lega, ketika melihat ular itu tidak mengetahui keberadaan dirinya.
“Oh dewi sialan, apa kau datang kesini hanya untuk mengejekku, kenapa kau datangkan harta bersama dengan musibahnya, mengapa juga Poison Stingers terkutuk itu berada disini” Claude mengutuk dewi keberuntungan yang sebelumnya ia sembah – sembah.
“Claude, sabar Claude, ini ujian Claude” Claude berusaha menenangkan pikirannya, memikirkan hal apa yang harus ia lakukan.
“jika aku menginginkan bunga itu, aku harus mengalahkan Wild Beast sialan itu, tetapi pertanyaannya mengapa Poison Stinger ada disini? Menurut catatan Heaven Sun Lotus tidak pernah dijaga oleh Wild Beast apapun” Claude berusaha menganalisis sesuatu.
“Tunggu dulu, apa mungkin? Jangan bilang Poison Stingers itu ingin menggunakan bunga itu untuk memurnikan kekuatan serta menaikan ranahnya sendiri” Claude tiba – tiba sadar bahwa kekuatan Poison Stingers adalah bisanya yang mengandung unsur racun korosi dan api.
“Disaat – saat seperti ini aku tidak boleh panik, aku harus memeriksa keadaan, memikirkan solusi dan beberapa kemungkinan” Claude sadar dirinya tidak boleh panik, karena sekali saja ia kehilangan status Shadow Lost nya, maka kematian yang akan menunggunya.
“serangan utama nya adalah gigitan dan semburan racun api dari mulutnya, sekali terkena saja nyawaku akan menghilang, titik lemah nya adalah area lehernya persis dibawah mulutnya, jika aku ingin mengalahkan Poison Stinger aku harus bisa melukainya dengan telak di area tersebut”
Claude berusaha mengingat beberapa informasi yang sebelumnya telah ia pelajari.
“Ok aku memiliki panah di tanganku, aku juga bisa melakukan serangan kejutan dengan tepat, namun masalah utamanya adalah apakah aku bisa menghasilkan cukup kekuatan untuk mengalahkan Poison Stinger dengan sekali serang”
Jawabannya tidak.
Claude sadar dengan kekuatannya, Claude memang kuat tetapi ia hanya kuat diantara para Novice saja, ketika dihadapkan pada binatang level 3 puncak Claude layaknya makanan pembuka yang mampu dilumat dalam sekali lahap.
“Sekarang pindah pada bunga itu, menurut catatan waktu memanen Heaven Sun Lotus yang aman adalah ketika matahari terbenam, pada waktu itu energi panas pada bunga melemah, dan alas bunga membutuhkan waktu untuk menyelubungi si bunga”
Sebenarnya bukan tidak mungkin memanen bunga itu diwaktu biasa namun dalam prosesnya membutuhkan sebuah alat atau kekuatan es yang cukup untuk memetik bunga tersebut, tentu saja dengan kondisi Claude sekarang ia tidak akan bisa melakukannya.
“Kelihatannya ular tersebut satu pikiran dengan ku, ular itu akan menunggu waktu matahari terbenam, lalu menelan dan mencerna bunga itu”
__ADS_1
Bersamaan dengan gumamannya, Claude menemukan sebuah ide.
“Ho ho aku menemukan jawabannya, Ular sialan kita lihat siapa orang yang terakhir kali tersenyum kau atau aku” Claude menyeringai.
Claude mempertahankan energinya dengan menelan beberapa pill buatan Tanhill dengan begitu kondisinya tetap dalam keadaan prima, Claude tetap menunggu sampai pada waktu matahari terbenam dan Heaven Sun Lotus mengalami perubahan.
Claude memperhatikan mata Poison Stinger yang berbinar, ular itu menganggap bahwa sebentar lagi dia bisa menelan bunga itu namun tanpa sang ular sadari, Claude selalu memperhatikan tingkah si ular bersiap dengan sebuah anak panah terpasang di busurnya.
Merasa waktunya tepat, Poison Stinger menyemburkan racun apinya berusaha melemahkan energi matahari dari bunga, kemudian membuka mulutnya bersiap menelan Heaven Sun Lotus.
Tepat pada saat itu juga, sebuah anak panah datang langsung mengarah pada leher Poison Stingers, serangan telak. Poison Stingers tidak bisa menghindari serangan Claude, namun setelah memperhitungkan timing sedemikian rupa, tetap saja kekurangan Claude adalah kekuatannya sendiri.
Meskipun serangan Claude masuk namun serangan nya tidak bisa membunuh si Ular dalam sekali serang.
Tahu bahwa dirinya telah di ganggu dan di serang membuat Poison Stinger murka, dengan desisan yang kuat ular tersebut langsung menyerang ke arah Claude.
“Sial !!” Claude segera berlari dengan kekuatan bayangannya Claude terlihat seperti ada dan tiada, namun kekuatan Claude tidak bisa mengelabui mata sang ular.
Dengan cepat Poison Stinger melilit tubuh Claude, sedangkan Claude mengangkat kedua tangannya dengan busur dan anak panah yang telah ditariknya.
Dengan badan yang terasa remuk akibat lilitan sang ular Claude melihat kepala Poison Stinger di depan matanya, membuka mulutnya siap melahap Claude hidup – hidup.
Claude tidak mau menyerah, harapan terakhirnya adalah anak panah ditangannya, Claude tarik sekuat tenaganya, untuk saat terakhir ini Claude menggunakan kekuatan Flame Spirit pada anak panahnya.
“Rasakan ini !!!”Claude berteriak sembari melepaskan anak panah yang kini berwarna merah keemasan yang langsung menembus leher sang ular.
Bersamaan dengan itu Poison Stinger juga mengeluarkan racunnya, namun kalung Claude berhasil mencegah racun api melukai Claude.
Berbeda dengan Claude, Poison Stinger kini meronta – ronta ditanah, lilitannya sudah mengendur, sang ular terlihat kepanasan menahan api yang ada di tenggorokannya. Perlahan namun pasti Poison Stinger itu terbakar habis oleh api dari panah Claude.
“Hey ular sialan, aku yang tertawa di akhir pertempuran ha ha ha”
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)
__ADS_1