
Pagi itu, Claude yang baru saja memulai sesi latihannya, kembali terganggu oleh suara para bandit yang bergerak di dekatnya.
Masih memegang busur ditangannya, Claude segera bersembunyi, dan bergerak perlahan menjauh berharap keberadaannya tidak diketahui, dan untung saja para bandit tersebut hanya lewat tanpa memperhatikan beberapa anak panah yang masih tertancap di beberapa pohon.
‘Syukurlah’ Claude lega namun ia tidak mau gegabah, Claude segera bergerak perlahan kembali ketempat Ashura.
Sesampainya di tempat Ashura, Claude kaget melihat Ashura yang sudah memasang wajah serius.
“Paman ...”
“Aku tahu, sekarang kau masukan semua barang – barangmu kedalam Storage Ring, termasuk busur ditanganmu, kita akan pindah sekarang, tempat ini sudah tidak aman untuk kita tinggali”
“Baik paman” Claude segera berkemas sesuai perintah Ashura.
Claude tidak banyak berkomentar karena ia tahu keputusan Ashura benar adanya, dua hari berturut – turut mereka dibayangi oleh keberadaan para bandit, jelas hal tersebut mengganggu latihan Claude.
“Sudah paman”
“Bagus sekarang lemaskan tubuhmu” Ashura mendekat lalu mengangkat tubuh Claude lalu menempatkannya di pundak persis seperti seorang kuli mengangkat karung – karung milik para saudagar.
“Ehhhh ... paman apa yang sedang kau lakukan aku bisa jalan sendiri” Claude protes dengan tidakan Ashura.
“Sudahlah, kita sedang diburu waktu, jika aku harus menunggu langkah siputmu, kita tidak akan pernah bergerak jauh dari sini” dalam hati Ashura bergumam ‘Untung anak ini masih di ranah Novice jadi berat Armornya masih bisa ku tanggung’ kemudian Ashura mulai melompati pepohonan, bergerak menjauh dari tempat asal mereka.
Namun tanpa sepengetahuan Ashura, mereka berdua bukan bergerak menjauh, namun bergerak mendekat kearah kelompok Blood Skull dan kereta kuda.
Hal tersebut baru diketahui keduanya ketika melihat sebuah suar penanda yang gagal dikeluarkan. ‘Oh tidak, kenapa aku bergerak mendekati mereka’
Sebenarnya para bandit ini tidak begitu menjadi ancaman bagi Ashura, ia bisa kabur ataupun menyerang mereka tanpa kehilangan apapun, namun yang menjadi permasalahannya adalah sekarang ia sedang bersama anak kecil bernama Claude, yang tentunya harus ia lindungi.
Namun bukannya pergi menjauh tetapi mereka datang mendekat, tentu saja hal tersebut membuat kepala Ashura cukup berdenyut.
“Paman bukankah itu suar penanda? Tapi mengapa suar itu menghilang begitu saja”
“Sssttt ... diam, kau bersembunyi disini, bila memungkinkan aku akan membantu mereka melawan para bandit itu” ucap Ashura yang dijawab dengan anggukan kepala Claude.
Setelah suar menghilang, terdengar suara hingar bingar peraduan dari berbagai skill dan magic yang dikeluarkan, tampak bahwa pertempuran disana telah dimulai, Ashura meletakkan Claude ditempat yang tangkainya besar takut Claude akan jatuh kebawah tanah dan membuat keributan.
Setelah Ashura mengatur segala sesuatunya dan memastikan Claude aman, Ashura kemudian bergerak namun baru satu pohon ia lewati sebuah keributan terdengar dibawah sana.
“Camouflage” Ashura secara reflek mengaktifkan skill persembunyiannya.
Terlihat dua orang pria berlari, satu orang didepan menggendong seorang anak, sedangkan satunya lagi berada di belakang berusaha menangkis serangan dari arah belakangnya.
Tidak lama terdengar suara Vargas dan munculah dua orang lagi yang langsung mengepung kedua pria tersebut, Ashura jelas dalam mode Camouflage sehingga kehadirannya tidak diketahui, sedangkan untuk Claude mungkin mereka mengabaikannya, pikir Ashura.
__ADS_1
“Bukannya itu Tuan Coda dan Tuan Belo, mengapa mereka ada disini” Claude yang memperhatikan kedua pria yang dikepung terkejut setelah mengetahui identitas kedua pria dibawahnya.
“Tunggu ... tunggu ..., jika mereka adalah Tuan Coda dan Tuan Belo, berarti anak perempuan yang sedang dibawa Tuan Belo mungkinkan Nona Flame Princess” Claude tanpa sadar menjadi bersemangat membayangkan ia bertemu dengan idolanya, “Aku harus memastikannya dulu” Claude bergerak maju.
Dengan hati – hati Claude bergerak maju dan dengan segera mengetahui bahwa dugaannya ternyata benar, Claude sangat senang sehingga membuat dirinya tidak waspada untuk kemudian menginjak ranting kecil sehingga.
-Prak-
“Arghhh, Sang Hero datanggggg” tanpa Claude sadari ia jatuh kebawah dengan seruan lantang yang keluar dari mulutnya.
Jatuh dalam pose yang meyakinkan Claude tertegun sejenak ‘Apa yang sedang kulakukan sekarang’, Claude baru menyadari bahwa ia jatuh tepat diantara tuan Coda dan orang yang akan melawannya, Claude meneguk ludahnya.
Mencoba menenangkan dirinya Claude berbalik melihat idolanya “Nona cantik, Maafkan keterlambatanku” Claude tersenyum simpul.
‘Apa yang sedang dilakukan anak bodoh itu’ sementara itu Ashura menepuk keningnya sendiri melihat tingkah absurd yang sering dilakukan oleh Claude.
“Kau siapa?”
Diluar harapan Claude, sang Idola hanya melihatnya sekilas sebelum menundukan kepalanya di antara punggung Belo, sementara pertanyaan itu datang dari pria besar yang berada di hadapan Claude.
“Cih paman jelek, kau tidak perlu tahu siapa aku, tidak ada gunanya juga” Claude mulai berdiri secara perlahan seolah seperti dibuat sekeren mungkin, tapi kenyataannya memang seberat itu armor ditubuhnya.
“Hahaha baru kali ini kutemui anak kecil seberani dirimu, hahah” Vargas tertawa sebelum mengganti auranya “Hey nak, berhentilah bersikap sok keren dan katakan siapa dirimu?” Vargas tidak ingin menyia – nyiakan waktunya.
“Apa yang kulakukan terserah padaku, memangnya siapa juga paman jelek dihadapanku ini sampai berani menuntut kelakuan dan identitasku” Claude mencibir dengan sikap cueknya.
(Aura berbeda dengan skill, ketika Vargas mengeluarkan skill Blood Rage, Claude masih bisa merasakannya, tetapi ketika aura Vargas saja yang keluar Claude tidak terlalu merasakannya)
Oleh karena itu Claude berani beradu mulut dengan Vargas yang dalam anggapan Claude tidak terlalu berbahaya.
“Kau berani mengabaikanku!!” Vargas murka, dan segera bergerak menyerang Claude yang masih berdiri santai.
Vargas mengangkat pedangnya bersiap menebas Claude dengan satu serangan sebelum kemudian, tiba – tiba Ashura muncul menahan serangan Vargas dengan Daggernya.
“Kau ingin melukai anak ini, yah setidaknya kau harus mengalahkanku terlebih dahulu” kemudian Ashura membalikan serangan dengan beberapa sayatan kepada Vargas.
Vargas kewalahan menghadapi kecepatan Ashura dan mau tidak mau harus bergerak mundur untuk memberikan jarak diantara mereka berdua, setelah itu nampaklah bekas beberapa sayatan disekitar tubuhnya, namun karena Blood Spririt yang dimilikinya, Vargas tidak kehilangan banyak darah.
‘Assassin?’ “Siapa kau?” namun tetap saja kemunculan Ashura membuat Vargas terkejut.
“Lagi – lagi pertanyaan seperti itu, apa kau tidak mempunyai pertanyaan yang lain paman jelek” Claude kembali berujar.
“Cih berhadapan dengan pengguna Blood Spirit memang sangat merepotkan” Ashura mengomentari luka pada tubuh Vargas.
“Kau mengetahui keuntunganku, tapi masih tetap mau bertarung denganku, kau sungguh pemberani brother”
__ADS_1
“Wow ternyata kau selemah itu, bahkan serangan pamanku saja tidak bisa kau tangkis, paman cepat habisi paman jelek itu” kembali terdengar Claude berteriak.
“Hey anak bodoh, kenapa kau masih ada disini, cepat lari dan selamatkan dirimu, bawa mereka juga” Ashura berbalik ingin menjitak Claude namun ketika ia melihat kebelakang Claude sudah berada jauh dari dirinya.
“Siap paman, tuan Belo, tuan Coda lewat sini kita harus segera lari” bahkan sebelum disuruh Claude sudah mengamankan jalur pelariannya sendiri.
Belo dan Coda yang sedang tertegun segera mengikuti Claude, meskipun mereka tidak tahu siapa orang – orang ini tapi kenyataan mereka datang membantu membuat Belo dan Coda terharu.
“Kau pikir kau bisa pergi begitu saja dihadapanku” Vargas mencoba menerjang kearah Claude.
“Berani mengabaikanku, kau sungguh berani Ashless, Shadow Blade” semburat energi Dagger mengarah kepunggung Vargas.
“Sial” Vargas berbalik dan menahan serangan Ashura dengan pedang besarnya.
Ashura tidak tinggal diam ia segera bergerak kebelakang tubuh Vargas dan melakukan Double Attack.
Vargas tidak membiarkan serangan Ashura mengenainya, Vargas terpaksa melompat kedepan dan menjauhkannya kembali dari kelompok Claude.
“Apa yang sedang kalian lakukan, bukankah mereka adalah mangsa kalian cepat kejar mereka” Vargas kembali marah melihat Tan Qiang dan Wen Qi yang masih berdiri melihat pertarungannya.
“Kau tidak mau kami ...”
“Ayo kita ikuti mereka” Wen Qi segera memotong ucapan Tan Qiang dan bergegas menyusul Claude.
Sementara itu ...
“Hey anak muda, apa yang sedang kau lakukan, cepat bergerak” Belo meneriaki Claude yang bergerak seperti siput kekurangan air.
“Iya pahlawan muda, kau sudah gagah berani datang menyelamatkanku, kau harus bergerak cepat, kita akan melarikan diri bersama” Audrey mencoba menyemangati Claude.
“Belo tetap bergerak kedepan, aku akan tinggal disini dan menahan dua orang yang pasti akan mengikuti kita, hey anak muda cepat bergerak” Coda menghentikan gerakannya dan berbalik siap menghadang siapapun yang datang menyusul.
“Arghhh aku akan berusaha” mendengar motivasi dari idolanya, Claude berjuang sekuat tenaga mencoba berlari meninggalkan Coda.
Beberapa meter kemudian “Armor sialan” Claude kembali mengutuk.
“Tuan Belo kalian cepat pergi, tinggalkan saja aku disini, aku sudah tidak bisa bergerak lagi” Claude berpose menunjukan sikap ia siap berkorban “Nona Flame Princess serahkan semuanya kepadaku, aku akan menghalau semua orang yang berani mengejarmu”
“Tapi Young Hero, bagaimana dengan keselamatanmu, aku tidak bisa menanggung pengorbanan nyawa yang kau berikan” Audrey mengikuti alur kenarsisan Claude.
“Kau tidak perlu merasa berhutang padaku nona cantik, bertemu denganmu saja sudah menjadi bayaran setimpal untuk nyawaku” mendengar ucapan Audrey, Claude semakin membara.
‘Wekk, anak ini sangat tidak tahu malu’ “Paman Belo ayo kita tinggalkan saja anak ini, daripada dia menjadi beban untuk kita” Audrey berbisik pelan ketelinga Belo.
----------
__ADS_1
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)