My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 08 – Dimana Bayi Itu?


__ADS_3

“Sial, mengapa wanita tua itu harus menggunakan Death Seal!!” wajah Ayala merah padam, mencoba menahan amarah yang berada dalam pikirannya.


“Sepertinya Anna tahu, bahwa Ayala ada di pasukan anda tuan?” Argus memelankan suaranya berbicara dengan Carl.


“Iya, bukan hanya itu, tetapi Anna tahu bahwa aku adalah dalang dibalik semua pengejaran ini” Carl mendesah lega.


Carl lega bahwa sekarang Anna telah meninggal, membawa semua informasi terkait perbuatan dirinya, Carl juga lega bahwa diakhir kematiannya Anna menggunakan Death Seal sehingga Anna akan terbebas dari dimanfaatkan oleh para penyihir pembangkit seperti Ayala.


“Maaf menyela tuan, tetapi aku berfikir ada yang aneh dengan ini semua” Mia salah satu komandan berbicara


“Katakan” Carl memberikan Mia izin berbicara.


“Aku melihat Grand Wizard Anna meninggal disini, tetapi aku tidak menemukan jejak bayi yang dibawanya,? Bahkan dalam gambaran Makani pun tidak terlihat keberadaan bayi tersebut”


“Ah kau benar, aku juga melihat ketika Anna melantunkan Magic nya Anna seperti menggendong seorang bayi, tetapi ketika dia terbaring dan mengakhiri hidupnya, bayi itu tidak terlihat” Argus membenarkan ucapan Mia.


Carl terdiam sebentar, merenungkan ucapan kedua bawahannya.


“Terima kasih kalian telah mengingatkan ku” Carl akhirnya tersadar bahwa tujuan utamanya adalah menyingkirkan bayi tersebut, namun kehadiran Anna sempat mengganggu fokusnya.


“Ayala,!!” teriak Carl memanggil Ayala.


Ayala berbalik dan memandang Carl, terlihat wajahnya masih memendam amarah, akibat harapannya yang tidak terkabul.


Ya Ayala adalah seorang Necromancer dengan ranah Grand Master Awal, kemampuannya hampir sama dengan Makani, Ayala dapat membangkitkan seseorang yang berada 2 tingkat diatas ranahnya yakni Grand Master Lanjut.


Dengan kehadiran Anna yang terluka parah, ditambah fakta terbaru bahwa Anna telah meninggal semakin membuat Ayala bersemangat karena ia akan mendapat mainan baru yang kuat.


Namun karena Death Seal yang telah Anna aktifkan mencegah Ayala mengambil energi kehidupan Anna, menjadikan Ayala dipenuhi rasa kecewa dan amarah.


“Kendalikan emosimu Ayala” Carl mengingatkan Ayala dengan suara beratnya.


Mendengar ucapan Carl, Ayala secara perlahan menstabilkan emosinya, secara perlahan raut wajahnya melunak, sekarang hampir tidak ditemukan jejak ketegangan di raut wajah Ayala. Sebelum kemudian Ayala tersenyum mengangguk kearah Carl.


“Bagus, kemarilah aku memerlukan bantuan mu” Carl tidak ambil pusing dengan perubahan ekspresi Ayala, namun untuk kedua Commander semuanya menggunakan raut wajah aneh.


Meskipun sudah beberapa tahun mereka bersama Ayala, namun para Commander ini masih belum terbiasa dengan perubahan ekspresi yang selalu dilakukan oleh Ayala.


Terkadang kedua Commander ini bertanya - tanya sebenarnya ekspresi mana yang menunjukan sosok Ayala yang sesungguhnya, karena berkata tentang emosi, bagi mereka berdua sangat sulit untuk mengganti ekspresi yang berkaitan dengan emosi meskipun tuan mereka sekalipun yang memerintahkan mereka.


“Baik, apa yang harus kulakukan tuan?” Ayala kembali menjadi Ayala yang tenang, tersenyum menghanyutkan.


“Aku ingin kau melacak keberadaan bayi itu, kau bisa merasakan auranya kan?”


“Ya aku bisa, sebelum pelariannya aku sempat bertemu dengan bayi itu, ditambah aura bayi itu juga sedikit tercampur dengan energi Anna, tidak masalah bagiku untuk mencari keberadaannya” Ayala percaya diri dengan kemampuannya.

__ADS_1


“Senang mendengarnya” Carl tersenyum “Sekarang lakukan tugasmu”


“Baik tuan” Ayala mengangguk.


Kemudian Ayala memfokuskan fikirannya kembali, menggunakan kemampuan Soul Guiding nya Ayala mencari dengan seksama, sampai kemudian sebuah lengkungan senyuman terukir di bibirnya yang merah merekah “Aku menemukan jejaknya, tuan silahkan ikuti aku”


Ayala kemudian berjalan mengikuti arah dari aura sang bayi, berikut pula Carl dan yang lainnya berada dibelakang Ayala, berjalan menuju sebuah pohon besar dengan semak belukar yang rimbun menutupi tanahnya


Begitu sampai di pohon tersebut Ayala mengerutkan keningnya.


“Aku yakin aura bayi itu mengarah ke pohon ini, tetapi mengapa sekarang aura nya menghilang begitu saja” Ayala tidak mengerti dengan keadaan nya sekarang.


Carl percaya dengan navigasi Ayala, oleh karena itu Carl tidak berbicara apa – apa, Carl hanya mengeluarkan pedangnya dan kemudian menebaskan pedang tersebut kearah semak belukar di samping pohon.


-kreakkk-


Tiba – tiba bunyi sebuah penghalang magis yang retak terdengar ditelinga setiap orang.


Perhatian semuanya tertuju pada semak belukar yang mulai menunjukan tanda sebuah penghalang rusak, namun ketika dilihat lagi tidak ditemukan apapun di dalam penghalang tersebut.


“Ya, ini aura bayi itu, aku yakin tadi bayi tersebut berada disini” Ayala sekarang yakin dengan penilaiannya.


“Sekarang pergi kemana bayi tersebut,?” Argus bertanya kepada Ayala tetap dengan penampilan ganasnya.


“Aku tidak tahu, auranya menghilang begitu saja di semak ini” Ayala menjawab Argus dengan sikap acuh tak acuhnya.


“Aku tidak berkata seperti itu” Ayala mengelak


“Kau ....”


“Argus diam !!” Carl menyela amarah Argus “Apa kau sungguh tidak bisa melacak keberadaannya lagi” Carl balik bertanya kepada Ayala.


“Aku tidak bisa” Ayala menggelengkan kepalanya.


Carl terdiam memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi, keadaan menjadi hening dalam sekejap, semua orang menunggu perintah dari Carl.


beberapa saat kemudian “Kita akan pergi menuju Behemoth City, kalau tidak salah Richard yang mengelola kota tersebut” Carl memutuskan pergi menuju Behemoth City.


Karena setelah berpikir sejenak Carl tidak bisa menemukan alasan yang lain selain bahwa bayi tersebut telah dibawa oleh seseorang, dan seseorang tersebut seharusnya lebih kuat daripada Ayala, sehingga kemampuan Ayala tidak bisa bekerja.


Ditambah dengan fakta bahwa Richard adalah orang yang mendukung kaisar sebelumnya, dan merupakan kerabat dekat bayi tersebut, serta Carl tidak bisa menemukan seseorang yang lebih kuat dari Ayala di sekitar area ini selain Richard, sehingga asumsi Carl adalah Richard telah membawa bayi tersebut dan berlindung di Behemoth City.


Dibawah cahaya bulan yang sebentar lagi akan menghilang Carl dan para pengikutnya bergegas menuju Behemoth City.


Fajar sebentar lagi menyingsing, matahari siap naik ke permukaan menggantikan bulan untuk menyinari bumi kembali merubah malam menjadi siang.

__ADS_1


Sementara para penduduk sedang melakukan rutinitas pagi mereka, para prajurit yang bersiaga di tembok pertahanan tampak kelelahan, begitu pun dengan para petualang yang telah berjaga semalam suntuk tanpa istirahat.


Melihat hal tersebut, Coda dan Warren sama – sama mengatur pasukan mereka masing – masing untuk bergiliran bertugas menjaga gerbang sementara yang lain dapat beristirahat.


Di tengah – tengah Coda mengatur pasukannya, tiba – tiba salah satu prajuritnya berteriak.


“Ada beberapa orang keluar dari hutan !!!”


“Semua bersiaga !!!”


Mendengar para pasukan berteriak, mereka yang sedang beristirahat pun mau tidak mau kembali terjaga, sedangkan Coda dan Warren memusatkan perhatian mereka kepada beberapa orang yang datang.


“Siapa kalian, tolong jelaskan asal usul kalian !!” setelah orang – orang itu mendekat Coda berteriak dari atas tembok meminta penjelasan.


“Jenderal Agung Carl dari kekaisaran datang berkunjung dan kalian berani menghalangi jalan seperti ini, dimana rasa hormat kalian, segera berlutut dan panggil bangsawan kota kalian” Argus menjawab pertanyaan Coda.


Coda terhenyak sejenak, jika benar apa yang dikatakan orang itu maka untuk urusan apa seorang Jenderal Agung kekaisaran datang kesebuah kota pinggiran seperti ini, tetapi jika mereka hanya penipu maka masalah besar akan dihadapi Coda.


Masalahnya adalah Coda tidak bisa mengenali bahkan salah satu dari mereka, harap dipahami bahwa seorang kepala pasukan kota kecil seperti dirinya belum pernah melihat para Jenderal Agung maupun Para Komandan Besar, Coda hanya pernah mendengar nama mereka saja.


“Ayala apa kau bisa memindai seluruh kota, coba kau temukan jejak keberadaan bayi itu di kota ini” sementara Coda sedang berpikir, Carl berbisik kepada Ayala.


“Akan ku coba” Ayala bergerak kebelakang barisan, dan memejamkan matanya berkonsentrasi mencari keberadaan seorang bayi.


“Apa yang sedang kau lakukan, cepat panggil bangsawan kota ini, kasabaran kami terbatas !!” Argus kembali menyalak.


Mendengar ucapan Argus, Coda segera menghubungi Sir Richard melalui sound stone dikediamannya.


“Ada apa Coda?” terdengar suara tenang Richard di seberang sana.


“Maaf mengganggu tuan, tetapi di gerbang timur sekarang ada sekelompok orang yang mengaku sebagai utusan dari kekaisaran, dan salah satunya mengaku sebagai Jenderal Agung Carl” Coda melaporkan penemuannya di gerbang timur.


“Kau tahan mereka, aku akan segera kesana!” mendengar laporan Coda, Richard langsung merubah sikap santainya, dan bergegas menuju gerbang timur.


“Tuanku akan segera datang, mohon para tuan sekalian bisa bersabar” Coda memberikan penjelasannya kepada rombongan Carl.


“Hebat ... sangat hebat ... tuanmu menyuruh kami menunggu, sungguh berani sekali bangsawan kota ini !!” Argus kembali membual.


“Ah tolong maafkan kelancanganku yang tidak punya sopan santun ini, maafkan kami atas ketidaknyamanan ini, jika saja aku tahu bahwa Jenderal Agung Carl akan berkunjung, maka kami akan menyiapkan jamuan terbaik kami, sekali lagi mohon maafkan kesalahan hamba” Tiba – tiba saja Sir Richard sudah berada di depan gerbang menundukan badannya meminta maaf.


Argus hendak menjawab, tetapi setelah bertukar pandangan dengan Richard, Argus mundur beberapa langkah, dengan badan yang sedikit bergetar Argus menelan kembali ucapan yang hendak ia lontarkan.


‘Aura Sir Richard masih seperti dulu’ dengan tatapan gugupnya Argus menundukan kepala, mundur beberapa langkah memposisikan dirinya dibelakang Carl.


Melihat tindakan Richard, Carl mengeraskan wajahnya, sorot matanya menjadi tajam, dengan penekanan yang tinggi Carl bertanya “Dimana bayi itu?”

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2