
Sepeninggalnya Richard beserta para prajuritnya, Ashura kedatangan rombongan yang lain, mereka adalah pasukan yang berasal dari Throne Bite City.
Kemudian Ashura menjelaskan kembali semua peristiwa yang terjadi, semua informasi diterima dengan baik oleh kepala pasukan, berbeda dengan pasukan Richard, kepala pasukan hanya memerintahkan untuk memeriksa area sekitar, dan setelah itu mereka pamit untuk mencari tempat berkemah.
Mereka tidak menanyakan apa – apa lagi, sehingga Ashura tidak terlalu kerepotan.
‘Malam yang panjang, beberapa pejuang telah meninggal bahkan sebelum pertempuran besar terjadi, aku tidak bisa membayangkan berapa banyak pejuang yang harus gugur ketika pertempuran yang sebenarnya terjadi’ Ashura merenung melihat gemerlap bintang dilangit.
“Tugasku disini sudah selesai, sepertinya tidak akan ada lagi pasukan yang datang” Ashura kemudian meninggalkan area tersebut dan kembali ketempat Claude berlatih.
“Apa yang terjadi!!” pada mulanya Ashura bergerak biasa saja, namun ketika dilihatnya Claude dalam posisi terbaring seketika Ashura menjadi panik dan bergegas menghampiri Claude.
“Oh ... kukira sesuatu telah terjadi” Ashura langsung memeriksa keadaan Claude, dan kemudian menyadari dengkuran halus dari Claude, Akhirnya Ashura mengerti bahwa Claude hanya tertidur saja, Ashura juga memperhatikan banyaknya keringat disekujur tubuh Claude begitupun dengan tangannya yang masih sedikit bergetar.
“Yah untuk hari ini aku lupa bahwa kau masihlah seorang anak kecil” Ashura menatap Claude yang tertidur pulas.
Ashura kini tahu, bukan mental Claude yang kuat, tetapi tekad nya yang kuat.
Karena dilihat dari keringat dan gemetar disekujur tubuhnya, Ashura tahu bahwa anak ini telah mengalami serangan panik yang hebat, namun berkat tekad kuatnya yang tidak ingin membuat khawatir pamannya membuat anak ini mampu mempertahankan ketenangannya.
“Kerja bagus nak, aku menghargai sikapmu” Ashura mengelus kepala Claude, “Yah untuk malam ini, tidak ada salahnya untukmu beristirahat, setelah semua hal yang kita lalui hari ini sudah sewajarnya kita tidur nyenyak untuk sekejap” kemudian Ashura memposisikan dirinya dibawah pohon dan ikut memejamkan matanya.
***
Tanpa sepengetahuan Richard dan para bangsawan lain, malam itu di Behemoth City tersiar kabar mengenai invasi Goblin, meskipun tidak jelas siapa yang menyebarkannya dan kebenaran mengenai informasi tersebut.
Tetapi karena jumlahnya yang semakin banyak membuat semua warga juga mulai memikirkannya.
Kabar burung itu terus berlanjut dari mulut kemulut, pada awalnya mereka menanyakan siapa orang yang telah menyebarkan berita tersebut, namun setiap orang yang pertama kali diberitahu menceritakan kembali sosok yang memberitahu mereka berbeda satu sama lain.
Seperti banyak sekali orang pada malam itu yang memberitahu invasi para Goblin.
Sampai kemudian pertanyaan pertanyaan mulai berkembang liar pada pikiran semua masyarakat dari mulai apakah kabar itu benar adanya? Apakah benar para Goblin siap menyerang kota mereka? Jika benar apa yang harus mereka lakukan?
Keributanpun mulai terjadi diantara para masyarakat ini.
Ada sekelompok masyarakat yang mencecar orang – orang yang pertama kali diberitahu, bahkan tidak sedikit pula berujung pria itu dipukuli massa karena dianggap menyebarkan berita palsu.
Ada juga sebagian yang memilih untuk berkemas, selagi mereka mempunyai cukup waktu mereka berencana untuk segera pergi dari Behemoth City, terutama bagi mereka yang merupakan kelompok Karavan mereka segera berkemas.
__ADS_1
Ada juga yang berusaha menenangkan para masyarakat lainnya dan mengajak untuk percaya pada kepemimpinan Sir Richard untuk menyelesaikannya.
Ada juga yang mempertanyakan sikap para bangsawan yang tidak memberitahu mereka apa yang telah terjadi, sampai seseorang mencetuskan untuk bergerak mengumpulkan para masyarakat untuk meminta informasi yang sebenarnya dari para bangsawan ini.
Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang berkumpul di depan Mansion kota, berharap salah satu dari para pejabat ini akan memberitahu mereka, namun karena Richard sedang tidak ada begitu pula dengan Coda dan Belo, sehingga Mansion kota terlambat merespon sehingga keributan pun mulai memanas.
Adapun para Bangsawan kota mereka terlambat menyadari keributan besar yang telah terjadi, mereka terlalu sibuk mengerjakan dan merencanakan urusan mereka masing – masing.
Baru setelah teriakan – teriakan keras dari para masyarakat ini terdengar, mereka menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dengan masyarakat mereka.
Sedangkan Sir Davos yang bertugas untuk menjaga ketenangan masyarakat kini tengah mencari keberadaan George yang menghilang dari rumahnya sendiri. “Sir George sedang dimana anda sekarang?” sebuah jejak frustasi terlihat jelas pada wajah Sir Davos “Hah ... mau tidak mau aku sendiri yang harus menyelesaikannya” Sir Davos bergerak menuju sebuah panggung yang berada dipusat kota.
Sementara itu ketika keributan besar terjadi, tanpa diketahui oleh masyarakat yang lain, nampak seorang pria bertudung sebuah jubah tersenyum penuh kemenangan melihat hasil kerjanya yang berjalan dengan sangat baik.
“Tugasku sudah selesai, sekarang kita lihat apa yang akan dilakukan para bangsawan bodoh itu” dengan seringai yang khas pria itu mengusap wajahnya dan seketika ia berganti wajah dan penampilan menjadi seorang pelayan dan kemudian pria itu ikut berlari berbaur dengan masyarakat dan kembali kerumah Baron Lim, ya pria itu adalah Faceless.
Sementara itu Baron Lim yang kini berada diruangannya sedang tersenyum bahagia, melihat hasil kerja anak buahnya yang sangat memuaskan dirinya.
“Salam tuan, aku sudah mengerjakan apa yang anda perintahkan” tidak lama munculah Faceless menghadap keruangan Baron Lim.
“Bagus, kerja bagus, sekarang mari kita lihat apa yang akan dilakukan para bangsawan bodoh itu hahah” Baron Lim mengangguk puas.
“Baik tuan” Faceless keluar dari ruangan tersebut.
“Zen Yang, sekarang kau wakili aku untuk berangkat keaula kota, ku yakin semua bangsawan kota sebentar lagi akan berkumpul disana, kau cukup amati dan ikuti saja keputusan mereka” Lim menugaskan Zen Yang yang sama berada diruangan tersebut.
“Baik tuan” kemudian Zen Yang beranjak dan bersiap untuk pergi.
Sebagai seorang Baron yang diakui publik Lim juga mendengar orang – orang yang berteriak diluar rumahnya, oleh karena itu Lim sengaja menyuruh Zen Yang untuk mengalihkan perhatian para masyarakat, dan melihat langkah apa yang akan dilakukan bangsawan dan pemimpin kota.
Melihat para bangsawan kota keluar dan bergerak menuju aula kota, para masyarakat mengerti bahwa secara tidak langsung para bangsawan ini menyuruh mereka untuk berkumpul di aula kota, oleh karena itu mereka pun bergegas berkumpul diaula kota.
Kembali ke kediaman Baron Lim.
Baron Lim yang sedang menikmati teh hangatnya kembali kedatangan seorang tamu.
“Seiji datang meminta audiensi”
“Oh kau datang disaat yang tepat, suasana hatiku sedang bagus, mengapa tidak kau duduk dan temani aku menikmati secangkir teh hangat ini” Lim menyambut kehadiran Seiji dengan senyum bahagia diwajahnya.
__ADS_1
“Terimakasih, tetapi kurasa perasaan anda akan berubah ketika mendengar informasi yang saya bawa sekarang” ucap Seiji masih dengan wajah datar tanpa ekspresinya.
“Apa yang ingin kau sampaikan?” mendengar ucapan Seiji, Baron Lim segera mengubah sikapnya.
“Aku baru saja kembali dari hutan bersama dengan rombongan Richard, dari sana aku mendapatkan dua informasi, satu rencana anda telah gagal, Belo dan Audrey berhasil selamat dan kini mereka sedang berada di Throne Bite City, berlindung dibawah naunangan Lars”
“Apa?”
-pyar-
Bersamaan dengan ucapannya cangkir yang berada di tangan Lim terlepas dan pecah, Lim terlalu kaget mendengar informasi tersebut.
“Tapi bagaimana bisa, aku bahkan telah menyewa kelompok Blood Skull untuk rencanaku, terlebih disana juga ada Wen Qi dan Tan Qiang apa yang dilakukan kedua orang itu sampai menggagalkan rencana ini” Lim mulai gusar dan amarah mulai terlihat diwajahnya.
“Aku juga tidak mengetahui detailnya, tetapi untuk mereka berdua hal ini ada kaitannya dengan informasi selanjutnya” Seiji menahan ucapannya.
“Lanjutkan”
“Wen Qi dan Tan Qiang disamping gagal melakukan tugasnya, mereka juga dikalahkan dan meninggal ditempat”
“Apa kau bilang?” Lim semakin tidak percaya dengan informasi yang diberikan Seiji “Kau jangan bercanda denganku, jika mereka berdua telah meninggal maka aku dapat merasakannya, mengapa aku belum mengetahui hal ini”
“Yah itu pilihanmu untuk percaya kepadaku atau tidak, tapi aku sendiri telah memastikan bahwa disana ada mayat seekor Golden Monkey, dan bekas energi dari Soul Eater yang dikuras habis, aku tidak tahu apa yang terjadi tetapi yang jelas mereka menghadapi lawan yang sangat sulit”
“Tidak ... itu tidak mungkin terjadi, jika mereka benar – benar mati maka Storage Ring mereka juga akan hilang seketika, dan saat itu terjadi Storage Ring milikku akan mengirimkan sinyal kehilangan dari mereka, tetapi sampai saat ini Storage Ringku belum bereaksi apa – apa, kau pasti bercanda denganku mungkin mayat – mayat itu hanya tiruan dari mereka untuk mengelabui orang lain” sebuah jejak kegilaan terlihat dari wajah Lim.
Lim tidak mau mengakui bahwa teman – temannya telah meninggal, mengingat perjuangan mereka selama ini, bahkan dari awal mereka menjadi pelayan Desolate dan mendapat pengakuan dari Desolate mereka selalu berjuang bersama.
“Seperti apa kataku, kau bisa mempercayainya atau tidak, tetapi menurutku Storage Ring dari teman – temanmu ada ditangan si pembunuh lalu mengapa kau tidak coba untuk menghubungi salah satu Sound Stone yang tersimpan di Storage Ring mereka” Seiji memberikan sarannya.
Lim segera menuruti usulah Seiji, dengan Sound Stone miliknya, Lim berusaha menghubungi Sound Stone milik Wen Qi.
“Yo ... Akhirnya kepala pelayan Desolate datang menghubungiku, selambat itukah kau mendapatkan informasinya?” setelah terhubung langsung terdengar suara seorang pria terkekeh dengan nada meremehkan.
“Siapa kau?”
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)
__ADS_1