
“Siapa kau?” Lim jelas terkejut mendengar ucapan pria diseberang sana, Lim tidak menyangka pria itu akan mengetahui identitas mereka, dalam benak Lim terbesit sebuah pemikiran apakah teman – temannya telah mengkhianati mereka sebelum kematiannya.
“Siapa aku? Kau tidak perlu tahu, yang jelas aku tahu identitas kalian, jika aku mau aku bisa saja menjual informasi identitas dan keberadaan kalian, kuyakin banyak manusia yang bersedia memburu kalian”
“Bagaimana caranya kau tahu identitas kami? Apa yang kau inginkan dari kami?” Lim tidak bodoh, jelas pria ini menginginkan sesuatu dari pihak mereka, jika tidak pria tersebut sudah melakukan hal yang dibicarakannya.
“Kau pasti berpikir bahwa teman – temanmu yang telah membocorkan identitas kalian bukan? Sayangnya salah, apa kau berpikir keberadaanmu aman selama ini, aku bahkan sudah mengetahui identitas kalian bahkan dari saat kalian semua datang ke kota ini” suara pria berubah menjadi lebih berat dan serius.
“Kau benar, ada yang kuinginkan dari kalian, pertama hentikan tindakan bodoh yang belakangan ini kalian lakukan, dari mulai bocornya informasi mengenai keberadaan para Goblin apa kau mengira tidak ada yang mengetahui bahwa semua itu adalah perbuatan kalian?”
“Apa kalian tidak merasa mesti bertanggung jawab kepada Aliansi, sudah beruntung aku tidak memberitahu mereka, jika saja mereka tahu maka tanah leluhurmu yang akan menerima akibatnya dan untuk kalian, silahkan kalian berimajinasi” masih dengan nada otoritatifnya pria tersebut melanjutkan pembicaraannya.
“Dan sekarang kalian ingin mengganggu rencanaku, apa aku harus sebaik itu membiarkan kalian kembali menghancurkan salah satu rencanaku sebagai bagian dari Aliansi, maka jangan salahkan aku membunuh dua rekanmu, anggap saja hal ini sebagai peringatan dariku maupun pihak aliansi, kau mau menuruti atau mengabaikan peringatan ini terserah kalian, tetapi nyawa kalian tergantung pada pilihan kalian” pria tersebut mengakhiri panggilannya.
Lim tersungkur kelantai, ketika mendengar dan mencerna semua ucapan pria itu akhirnya Lim tersadar bahwa pria diseberang bukanlah manusia naif yang menginginkan keuntungan dari mereka, melainkan seseorang yang lebih otoritatif dari mereka.
Aliansi.
Dengan satu kata itu saja pria itu sudah meyakinkan identitasnya kepada Lim.
Terlepas dari kelompok mana pria itu berasal, fakta bahwa pria tersebut bisa menyebutkan Aliansi dengan semudah itu berarti identitasnya melebihi mereka, seperti yang diketahui ‘Aliansi’ adalah kata yang tabu untuk diucapkan bagi mereka yang hanya sebatas pelayan saja.
“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi, aku tidak mempercayainya, aku sudah bertindak serapih dan sebersih mungkin mengapa masih ada orang yang mengetahuinya” masih tersungkur dilantai Lim meratapi perbuatan yang telah dilakukannya.
“Kau ... pasti kau kan yang telah membocorkan semuanya” Lim mengacungkan jarinya menunjuk Seiji, jelas Lim berada diambang kegilaan, otaknya tidak sanggup menerima segala informasi yang bertabrakan satu sama lain.
Sedangkan Seiji yang ditunjuk hanya menggeleng – gelengkan kepalanya, dengan gerakan seketika ia sudah berada didepan Lim dan segera menampar wajah Lim dengan cukup keras.
“Tenangkan kembali pikiranmu, kau juga mengetahui sendiri sumpah seorang shinobi sepertiku, lagipula aku disini hanya untuk mengumpulkan informasi, untuk berpikir aku berkhianat, maaf aku masih menyayangi nyawaku sendiri”
Tamparan keras dari Seiji seakan menyadarkan Lim yang baru saja kebingungan “Ya kau benar, maafkan aku atas hilangnya kesabaran yang baru saja kuperlihatkan” Lim sendiri tidak menyangka dirinya akan menjadi seperti tadi hanya dengan mendengarkan pria tadi berbicara.
“Oh iya ada satu lagi informasi yang harus kau ketahui, sekarang Richard akan lebih mengawasi kelompokmu, karena identitas Wen Qi telah diketahui sebagai salah satu orang yang mengejar putri Richard, dan Richard sendiri sekarang mencurigai kalian sebagai kelompok yang ingin menyerang mereka”
“Dan fakta bahwa ada seekor Golden Monkey disana akan semakin membuat mereka waspada, karena mereka mencurigai bahwa Golden Monkey bisa berubah menjadi manusia, mereka juga tahu sedang berhadapan dengan siapa, jadi bersiaplah jika mulai dari sekarang mereka akan membatasi dan selalu mengawasi gerakan kalian”
“Saranku, tidak ada salahnya mengikuti ucapan dari pria tadi, kurasa pria tadi sudah mengetahui apa yang akan terjadi, melalui ucapan peringatannya jelas pria itu masih tetap memikirkan kalian sebagai bagian dari kelompok mereka” Seiji mencoba menguraikan ucapan pria tersebut dalam sudut pandang yang berbeda.
__ADS_1
“Ya kau benar, aku akan memikirkannya” Lim kembali duduk di kursinya, terlihat jelas wajah penuh pikiran sangat kontras perbedaannya dengan wajah penuh kebahagian waktu ketika Seiji baru saja datang.
“Kalau begitu aku akan kembali” Seiji kemudian mundur beberapa langkah sebelum kembali menghilang dalam kegelapan.
“Hah ... aku harus mulai darimana?” Lim mengerutkan keningnya, semua rencana yang ada dibenaknya sekarang hancur seketika, “Terlalu banyak hal yang harus kupikirkan”
***
Sementara itu Tanhill sudah sedari tadi tiba dirumahnya, Tanhill juga sudah memberitahu George semua peristiwa yang terjadi dihutan, Tanhill juga menyuruhnya menghubungi Richard untuk memberikan informasi tersebut.
Dan saat ini Tanhill sedang memperhatikan sebuah Sound Stone yang baru saja ia pakai, ya pria yang baru saja berbicara dengan Baron Lim adalah Tanhill.
“Apa tindakanmu tidak berlebihan?” George perlahan bertanya.
“Apa?”
“Dengan membunuh dua pelayan Desolate, dan mengatakannya sebagai peringatan, apa hal itu tidak apa – apa, jelas Aliansi membutuhkan bantuan semua pihak dan tidak akan membiarkan salah satunya meninggal dengan sia - sia” George mencoba mengingatkan Tanhill.
“Kau terlalu banyak berpikir, jika aku tidak pergi mengingatkan mereka, entah hal bodoh apalagi yang akan mereka lakukan, kemarin mereka membocorkan keberadaan Goblin, hari ini mereka akan mengganggu rencanaku, jika kubiarkan besok mungkin mereka akan membocorkan keberadaan Aliansi”
“Jika mereka pintar, disini jelas bahwa aku masih melindungi identitas mereka, bahwa aku membantu mereka, dengan peringatanku mereka akan waspada dan tidak bertindak semau mereka lagi, apalagi ditambah dengan Richard yang sekarang pasti akan lebih mengawasi pergerakan mereka, seharusnya mereka mengerti maksud peringatanku”
“Pertanyaanku adalah apakah mereka akan mengerti dengan maksud dari tujuanmu ini, kau juga tahu tidak semua orang mampu memahami pemikiranmu itu” George kembali menjawab.
“Aku tidak peduli mereka akan mengerti atau tidak, setidaknya aku sudah memberitahu mereka, untuk apa yang akan mereka pilih nantinya, seperti ucapanku nyawa mereka jadi taruhannya” ucap Tanhill acuh tak acuh.
“Sekarang giliranku bertanya, mengapa kau masih berada disini? Tidakkah kau mendengar keributan diluar sana, sebagai seorang yang mempunyai kehormatan dimata masyarakat seharusnya sekarang kau sedang berusaha menenangkan mereka bukan?” Tanhill balik bertanya.
“Aku ... apa yang bisa kulakukan? Kau juga tahu sendiri aku tidak terlalu bisa berbicara dan membujuk seseorang apalagi ini sebuah kelompok besar”
“Hmm, lalu tadi pagi apa, kau bahkan bisa mengusir mereka dengan ucapan halusmu?” Tanhill heran dengan rasa pesimis yang dimiliki temannya itu.
“Itu hanyalah basa – basi, kau tidak mungkin mengharapkanku berbasa – basi disituasi sepert ini kan?”
“Ya aku mengharapkanmu seperti itu, sekarang kau pergi sana dan temui para masyarakat disana, setidaknya kehadiranmu dapat menenangkan suasana hati mereka” Tanhill mencoba mengusir George secara halus.
George kemudian beranjak, “Cih, dasar orang – orang dari Desolate itu selalu membuat keributan” George mengeluh.
__ADS_1
“Yah akhirnya kau menyadari betapa membebaninya setiap apa yang mereka lakukan bukan” Tanhill mencibir.
“Baiklah kalau begitu” kemudian Tanhill pergi dari rumah Tanhill.
“Yah sekarang mari kita telusuri apa isi dari dua Storage Ring milik pelayan – pelayan Desolate itu, apakah ada sesuatu yang berharga didalamnya” mata Tanhill berbinar – binar melihat Storage Ring dihadapannya.
Sementara itu di alun – alun kota.
“Kalian semua tenang!!!” menggunakan segenap energinya Baron Simon berteriak agar suaranya dapat didengar oleh seluruh masyarakat yang hadir.
“Bagaimana kami bisa tenang, Baron Simon cepat katakan semua berita itu tidak benar!!” seseorang berteriak didepan panggung aula.
“Benar Baron Trixie cepat katakan berita itu tidak benar!!”
“Baron Yorda kami mempercayai anda, jawab kami mengapa tersiar berita seperti ini? apa yang sebenarnya telah terjadi?”
“Tuan Davos, anda adalah seorang tuan yang mempunyai Integritas tinggi, tolong jawab pertanyaan kami!!”
Tidak berselang lama, kerumunan masyarakat kembali ribut mempertanyakan kebenaran, dan kejelasan berita tersebut.
“Bagaimana ini bisa terjadi Sir Davos, bukankah tugas anda untuk menenangkan masyarakat mengapa hal ini bisa terjadi? Terus dimana Sir George mengapa aku belum melihatnya?” ditengah – tengah panggung, Baron Yorda bertanya.
“Aku disini tuan - tuan” sebelum Sir Davos bisa menjawab Sir George sudah tiba di aula.
“Darimana saja kau selama ini” Sir Davos berbisik.
“Maaf atas keterlambatanku, tadi aku mencari penyebab berita menyebar, sepertinya seseorang telah memainkan peran dibalik layar untuk menyebarkan berita ini” George membuka percakapan.
“Kalian semua, kesampingkan dulu hal itu, sekarang tugas kita adalah untuk menenangkan mereka ini” Baron Trixie segera berbalik menyela Sir George dan yang lainnya.
“Anda benar” semuanya setuju.
“Sekarang apa yang harus kita lakukan,? Dimana Sir Richard sekarang? Hanya Sir Richard yang bisa menentukan bisa tidaknya kita memberitahu para masrakat ini” ucap Baron Trixie
semua Baron setuju dengan ucapannya, menurut mereka orang yang bisa bertanggung jawab atas semua masyarakat adalah pemimpin mereka Sir Richard, sedangkan keberadaan mereka hanya untuk memudahkan Sir Richard mengerjakan tugasnya.
“Hadirin sekalian, maaf atas keterlambatannya, aku disini sekarang!!”
__ADS_1
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)