My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 34 – Informasi dan Instruksi


__ADS_3

George yang tengah berada dalam konsentrasi penuh terganggu, namun ketika dia akan protes, George melihat Tanhill mengeluarkan Sound Stone dengan simbol unik yang hanya mereka ketahui.


Seketika George tahu apa yang terjadi, tidak menunggu lama George segera memasang Barier di sekitar kediamannya.


Setelah Tanhill yakin semua aman, Tanhill segera menyuntikan sebagian energinya pada Sound Stone.


Seketika juga terdengar suara berat penuh dengan tekanan bergema diruangan George “Apa yang terjadi?”


Saat Tanhill hendak menjawab, George segera memotong, “Salam tetua, tolong maafkan keterlambatan ini tetua, Tanhill sedang berada dirumahku, dan aku perlu memasang Barier terlebih dahulu sebelum menerima panggilan anda”


“Oh ternyata kau George, baguslah kau sedang bersama Tanhill, aku baru saja mendapatkan informasi sekaligus perintah, bahwa dalam dua minggu kedepan para Goblin akan memulai invasi mereka terhadap Manusia, sasaran mereka adalah kota – kota yang berbatasan dengan Green Lantern Forest (area dalam yang biasa manusia sebutkan), adapun detail mengenai kota mana yang akan mereka serang dan jumlah keseluruhan para Goblin ini aku tidak mengetahuinya”


“Jadi maksud anda para Goblin ini akan bergerak mendahului kita yang merupakan ras utama dari East Moon Forest? Bukankah ini sama saja dengan mereka menginjak muka kita, dimana harga diri kita sebagai ras yang diakui oleh Nature Forest Tree, tidakkah pemimpin melakukan pencegahan” George menyalak tidak terima dengan inisiatif yang akan dilakukan para Goblin.


“Hah George, sepertinya bepergian dengan Tanhill tidak membuat dirimu menjadi lebih pintar” tetua diseberang menghela nafas panjang.


“Tetua maafkan kebodohan saudaraku, setelah ini aku akan menjelaskan maksud dari informasi ini, adapun aku juga mendapatkan informasi bahwa keberadaan Goblin ditemukan di kota sebelah, hal tersebut semakin memperkuat informasi yang baru saja anda berikan” Tanhill segera berbicara.


Sadar bahwa dirinya telah salah memahami maksud dari tetua, George menurunkan amarahnya dan kemudian memberikan informasi yang dimilikinya, “Maaf jika saya tidak mengerti tetua, saya juga memiliki beberapa informasi ...” George menceritakan kembali keseluruhan informasi yang didapatnya dari Mansion kota.


Mendengar informasi dari Tanhill dan George membuat kening sang tetua mengkerut “Aku tahu bahwa para Goblin lebih kuat dari Manusia, tetapi mereka adalah ras yang sangat berhati – hati, jadi mengapa mereka melakukan kesalahan dasar seperti ini?”


“Untuk informasi dari George, sepertinya aku tahu mengapa informasi keberadaan Goblin bisa diketahui para Manusia” Tanhill seperti tersadar akan sesuatu.


“Kau menngetahui penyebabnya?” George bertanya.


“Tetua, apakah informasi mengenai penyerangan Goblin ini juga diberitahukan kepada para pemimpin ras lain?” mengabaikan George, Tanhill bertanya kepada tetua.


“Ya kau benar, apakah ada hubungannya?”


“Ya sepertinya begitu, kalau perkiraanku benar, keberadaan Goblin dibocorkan oleh para anak kecil dari Desolate” Tanhill mengingat keberadaan Baron Lim dan kawanannya.


“Apa, beraninya mereka mencoba membocorkan keberadaan para Goblin, jika dibiarkan mereka pasti akan membocorkan keberadaan kita juga ...” George juga tahu bahwa Baron Lim dan kawanannya merupakan mata – mata dari Desolate.


“Kau bisa tidak untuk tenang sedikit, sangat merepotkan untuk mengurus pikiran sumbu pendek yang kau miliki” Tanhill memotong ucapan George dengan tatapan tajam yang dimilikinya.


George tidak berbicara lagi, setelah melihat tatapan intimidasi dari Tanhill, George memilih menutup rapat mulutnya, dan memasang telinga dengan jeli, ia bersungguh – sungguh tidak akan mencampuri diskusi antara tetua dan temannya.


“Lanjutkan Tanhill” Tetua memberi perintah.

__ADS_1


“Ya, tentu saja anak – anak dari Desolate ini tidak secara sengaja membocorkan rahasia, mereka hanya salah mengambil langkah saja, dan lagipula kebocoran informasi ini juga berguna bagi kita, tidak perlu bagi kita mencampuri urusan Desolate, atau memberitahu para Goblin, biarkan saja semuanya mengalir dan pihak kita yang akan menjadi pemenang diakhir”


Sang Tetua terdiam, mencoba mencerna ucapan Tanhill, setelah beberapa saat “Ya kau benar, tidak perlu bagi kita untuk ikut campur, kerja bagus Tanhill tidak salah aku menugaskanmu disini”


“Terima kasih tetua”


“Tapi sayangnya tugas kalian berakhir disini, pemimpin menyuruh kita menarik sebagian besar mata – mata yang berada di kerajaan sekitar, khususnya kota – kota yang akan di invasi oleh para Goblin, kembali dan bersiaplah sudah cukup bagi kita untuk menghasut para manusia bodoh itu”


“Dan aku meminta kalian berdua, untuk segera menghubungi mereka, adapun untuk waktu kapannya, pemimpin tidak memberikan waktu yang pasti, jadi kalian bisa kembali kapan saja, sebelum atau saat invasi berlangsung”


“Baik tetua akan kami laksanakan” jawab Tanhill dan George secara serempak.


“Oh iya, untuk kau Tanhill serahkan juga tonggak kepemimpinan mata – mata, kepada Lindswell, biarkan dia yang memimpin mulai dari saat ini”


“Baik tetua” Tanhill mengangguk.


“Sekian saja, informasi dan instruksi yang diberikan pemimpin” seketika juga Sound Stone meredup tanda sang tetua telah menonaktifkannya.


“Kau berhutang penjelasan kepadaku?” bahkan sebelum Tanhill memasukan Sound Stonenya, George sudah melayangkan pertanyaannya kepada Tanhill.


“Kau ... tidak bisakah kau sedikit bersabar” Tanhill menggelengkan kepalanya.


“Tidak, aku tidak mau rasa penasaranku terus berputar di kepalaku, sial seharusnya aku sudah tahu, sebuah kesalahan bagiku untuk mendengarmu berbicara dengan para tetua” George mengeluh frustasi, dari dulu ia tidak pernah suka dengan segala macam siasat atau strategi, baginya bertarung secara langsung adalah sebuah kehormatan tertinggi.


“Kau ...” George tidak bisa membalas Tanhill yang terlalu sempurna bahkan dia sendiri tidak mengetahui kelemahan apa yang dipunyai temannya ini “Cepat kau jelaskan, apa yang tidak kumengerti tadi”


“Yah baiklah, kita akan mulai dari para Goblin yang akan memulai invasi, aku tidak keberatan, begitupun dengan tuan pemimpin,”


“Yah itulah yang kupertanyakan, mengapa kau tidak keberatan, dan mengapa para tetua dan pemimpin mengabaikan hal ini, bukankah kehormatan kita suatu yang harus kita utamakan, apa aku saja yang melihat ini sebagai penghinaan dari ras Goblin untuk ras High Elf kita” kembali George menyalak.


“Yah, kehormatan yang didasari atas pemikiran tolol hanya akan berakhir dengan kematian, apa kau sudah lupa dengan skema pengkhianatan para Goblin ketika perang besar ribuan tahun yang lalu?” Tanhill mencibir kerah George.


“Tentu saja aku tidak akan lupa, oleh sebab itu aku sangat membenci tindakan pengecut dari mereka”


“Maka dari itu mari kita balas para Goblin ini, sekarang para Goblin ini sedang dalam semangat tinggi mengejar pengakuan dari Nature Forest Tree, tetapi mereka tidak akan tahu bahwa manusia tengah bersiap menghadapi mereka, meskipun para manusia ini lemah, tetapi tetap saja mereka tidak akan menang semudah itu dari manusia,”


“Para tetua dan tuan pemimpin membiarkan para Goblin menyerang dengan tujuan para Goblin dan Manusia akan saling menyerang dan pada saat mereka dalam kondisi terlemah mereka, kita akan datang dalam satu sapuan membinasakan Manusia sekaligus para Goblin ini”


Mendengar penjelasan Tanhill, George baru mengerti apa tujuan tersembunyi dari tuan pemimpin mereka, sekilas para Goblin ini akan mengambil inisiatif penyerangan, namun pada kenyataannya mereka hanya akan dijadikan sebagai umpan kembali oleh para ras dibelakang mereka.

__ADS_1


“Yah jika itu yang akan terjadi aku tidak keberatan” George menyeringai. “Sekarang apa yang akan kita lakukan?”


“Lakukan saja seperti biasa, kau melakukan tugas harianmu, dan aku akan menghubungi teman – teman kita serta menghubungi Lindswell di kekaisaran, selebihnya kita bantu manusia disini sewajarnya, kita akan pergi ketika para Goblin datang menyerang”


“Oh iya, bagaimana dengan Dagger yang kupesan, kau sudah mulai mengerjakannya bukan?” Tanhill mengingatkan George mengenai pesanannya.


“Iya, aku memang sedang mengerjakannya, kau tidak perlu khawatir seperti janjiku tiga atau empat hari Dagger nya selesai ku kerjakan, ngomong – ngomong soal Dagger aku teringat dengan anak itu, apa yang akan kau lakukan dengan anak itu, ketika waktunya kita kembali? Kau tidak berpikir untuk membawanya bersama kita bukan?” George bertanya sedikit menyelidik.


“Heh kupikir waktu itu, kau sudah mengetahui apa yang akan kulakukan” Tanhill menatap George.


“Aku hanya menduga saja, kupikirkau mempersenjatainya, untuk membawanya bersama kita?”


“Tentu saja tidak, apa aku sebodoh itu untuk membawanya bersamaku”


“Lantas akan kau apakan dia?”


“Aku memiliki pengaturanku sendiri untuk anak itu, apa kau pikir aku akan dengan susah payah membesarkan, serta memfasilitasi seorang anak tanpa sebuah tujuan” Tanhill menyeringai.


“Aku tahu sifatmu, dan jawabannya adalah tidak” sedikit pencerahan muncul dalam pikiran George, dulu dia juga sempat tidak percaya bahwa seorang Tanhill membesarkan seorang anak, baginya yang mengetahui sifat oportunis akut yang dimiliki Tanhill merasa seperti kekonyolan datang menghampiri telinganya.


Maksudnya, apa yang akan Tanhill peroleh dari seorang anak kecil yang tidak bisa melakukan apa – apa, namun sekarang George tahu bahwa Tanhill memang mempersiapkan anak itu untuk hari ini, tetapi untuk mengetahui apa tujuan itu, sayangnya otak George tidak bisa memahaminya.


“Lalu apa pengaturanmu untuk anak itu?”


“Untuk seseorang yang bodoh sepertimu, terlalu berat jika harus kujelaskan, kau cukup menikmati pemandangan yang akan segera tersaji” Tanhill tetap menyeringai.


“Kau ... yah kau atur saja semuanya sesukamu, aku sudah tidak peduli lagi” George tidak menyanggah atau menanyakan kembali ucapan Tanhill.


***


Kembali kepada Claude yang sedang menguliti daging Grey Wolf secara perlahan disertai gerutuan yang tidak ada habisnya ditujukan kepada instruktur barunya Ashura.


-Hatchuuuuu-


“Ah siapa lagi orang yang sedang membicarakanku, tidak bisakah mereka melihat aku yang sedang kesal ini” ucap Claude berusaha mengangkat tangan untuk mengusap ingus di hidungnya.


Namun apa daya tangannya terlalu berat untuk mengusap.


“Arghhhhh!!” -Hatchuuuu-

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2