
“Terimakasih kalian telah menjaga dan merawat anakku” terdengar suara lembut seorang ibu dari Moon Fox dewasa itu.
Tanpa menunggu tanggapan dari Ashura dan Claude, Moon Fox dewasa itu merangkul Siryu kemudian melompat kembali memasuki celah spasial yang masih terbuka.
Siryu hanya membalikan kepalanya tersenyum dan mengayunkan satu kaki depannya berpamitan dengan Claude.
Setelah itu celah spasial menutup dengan cepat dan keadaan kembali seperti sedia kala.
“Paman?”
“Hah” Claude dan Ashura masih terkejut dengan peristiwa yang baru saja mereka alami.
“AUWWW” tiba – tiba Ashura menjerit, merasakan sakit perih pada pinggangnya “Apa yang kau lakukan?” Ashura mendelik kearah Claude.
“Heheh, aku hanya memastikan kita tidak sedang bermimpi paman, dan semua hal yang baru saja terjadi itu nyata” Claude mencubit pinggang Ashura.
-dukk-
“Aduhhhh” Claude memegang kepalanya sendiri.
“Nah sekarang kau juga sudah tahu, jika ini benar – benar nyata” Ashura membalas perlakuan Claude dengan menjitak kepalanya.
“Iya – iya paman” Claude mengusap – ngusap kepalanya, “Jika Moon Fox dewasa itu menyebut Siryu sebagai anaknya, bukankah Siryu juga seekor Moon Fox Nine Tail?”
“Sudah kuduga ada yang aneh dengan Siryu” Ashura kini membenarkan firasatnya.
“Maksud paman?”
“Apa kau tidak menyadarinya, meskipun sekilas terlihat seperti seekor Wild Beast biasa, tetapi Siryu sesekali terlihat seperti mengerti ucapan kita, dari hal itu saja sudah membuktikan bahwa Siryu bukan Wild Beast biasa” Terang Ashura.
“Hmm jika aku pikirkan lagi memang seperti itu, bahkan ketika aku pertama kali menemukannya Siryu terlihat seperti meminta bantuanku, dan saat aku mengobatinya dia mengerti apa yang ku lakukan, kupikir itu hal yang biasa” ucap datar Claude.
“Dan kau tidak memberitahukannya padaku” Ashura mendelik “Bukankah sebelumnya aku sudah memberitahumu bagaimana sifat – sifat dari Wild Beast level satu?”
“Kapan?” Claude tidak ingat.
“Ketika pertama kalinya kau membawa Siryu, bukankah aku sudah memberitahumu?”
“Hmm, saat itu ya, hehe maaf paman aku tidak terlalu memperhatikan, kurasa saat itu aku terlalu fokus dengan makananku” jawab Claude sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Tapi jika Siryu adalah seekor Moon Fox Nine Tail, terus mengapa ekornya hanya ada satu?” Claude kembali bertanya.
“Moon Fox Nine Tail itu adalah Wild Beast yang istimewa, bahkan dari sejak mereka level satu mereka sudah memiliki kecerdasan sendiri, termasuk merubah penampilannya menjadi Moon Fox One Tail”
“Biasanya mereka yang berada dilevel satu memiliki dua ekor, itulah yang membedakan mereka dengan Moon Fox biasa, seiring naiknya level mereka maka jumlah ekornya juga bertambah, dan berhenti ketika ekornya berjumlah sembilan”
__ADS_1
“Kalau begitu, Moon Fox yang mengaku sebagai ibunya Siryu, merupakan Moon Fox terkuat?” Claude mencoba menyimpulkan.
“Sepertinya begitu” Ashura juga membenarkan pernyataan Claude, meskipun Ashura dalam keadaan terkejut tetapi tetap saja Ashura masih sempat menghitung jumlah ekor ibunya Siryu.
Setelah diingatkan kembali, tanpa sadar tubuh Ashura bergidik ngeri, ‘jika berkaca pada teori yang ku pelajari bukankah level dari Moon Fox itu adalah delapan, sekuat apa eksistensi Wild Beast berlevel delapan bahkan ranah tertinggi yang pernah dicapai manusia pun hanya ranah Legend yang sama dengan level tujuh pada Wild Beast’ dengan tubuh bergetar Ashura jatuh dalam perenungannya.
“Paman? ... paman? Apa yang terjadi?” Claude mencoba menepuk – nepuk bahu Ashura.
“Ah, tidak ... tidak ... bukan hal yang penting, lebih baik sekarang kau lanjutkan saja latihanmu” Ashura mencoba menenangkan pikirannya sendiri.
“Tapi bagaimana dengan Siryu?” wajah Claude berubah murung.
“Bukankah kau sendiri yang mengatakan akan kembali melepaskannya setelah Siryu sembuh? Sekarang Siryu sudah kembali pada keluarganya untuk apa kau bersedih?”
“Tapi paman, ini terlalu cepat bahkan aku belum siap berpisah dengannya?”
“Siap tidak siap kau harus selalu siap, karena kita tidak akan pernah tahu kapan perpisahan itu akan terjadi, itulah takdir dari perpisahan, lagipula Siryu pergi dengan keluarganya, bukan mati meninggalkan dunia, selama jalan takdir kalian bersinggungan kelak kalian pasti bertemu kembali” Ashura mencoba menasihati Claude.
“Benarkah paman?” secercah harapan muncul dimata Claude.
“Tidak ada yang mustahil di dunia ini, selama kau meyakininya” jawab santai Ashura.
“Terimakasih paman” mendengar ucapan Ashura sedikitnya mampu menenangkan hati Claude, dan menambah semangat Claude lagi dalam berlatih “Kelak kita akan bertemu lagi Siryu” Claude kembali tenggelam dalam latihannya.
Setelah menasihati Claude, Ashura memilih mendudukan dirinya, Ashura juga mencoba menenangkan hatinya yang tidak karuan ‘Demi apapun juga aku tidak pernah berharap bisa bertemu dengan Wild Beast sekuat itu’.
“Pemimpin ada Goblin disini jumlahnya satu”
“Di arah ini juga ada Goblin jumlahnya juga hanya satu ”
“... ... ...”
Sesuai perkiraan sebelumnya para Goblin datang kembali, namun jumlah mereka sekarang adalah delapan, dua kali lipat jumlah hari sebelumnya namun mereka masih bergerak sendiri – sendiri.
“Baik, serang mereka sesuai rencana, giring mereka pada perangkap yang sudah kita siapkan, berhati – hatilah jangan sampai jatuh lagi korban di kelompok kita” Warren memerintah melalui Sound Stone nya.
Dan beberapa saat kemudian mulai terdengar satu persatu jeritan para Goblin yang meregang nyawa mereka.
“Laporkan kerusakan!”
“Kami aman pemimpin, semua selamat tidak ada yang terluka di kelompok kami”
“Kami selesai disini pemimpin, semua aman terkendali”
“... ... ...”
__ADS_1
Mendengar laporan anak buahnya Warren menghela nafas lega, kali ini semua petualang sudah bersiap menghadapi para Goblin, tidak seperti kemarin ketika para Goblin tiba – tiba bergerak beberapa dari mereka tertangkap tidak siap oleh karena itu dua orang petualang harus merelakan nyawa mereka.
Malam itu pun berlalu dengan cepat, para petualang kembali ke pos dan menyisakan mereka yang memang bertugas pergi mengintai, sementara sisanya mereka dapat beristirahat.
“Yah setidaknya malam ini kita bisa beristirahat lebih cepat” menurut intuisinya Warren menyimpulkan bahwa para Goblin tidak akan membuat pergerakan lainnya. “Tiga hari lagi, kuharap para Goblin itu tidak membuat gerakan sampai kita benar – benar siap” lirih Warren.
Hari berganti, dua hari tidak terasa terlewati begitu saja, selama dua hari itu Warren dan para petualang lainnya kelelahan secara mental.
Para petualang kelelahan mental karena para Goblin tidak kunjung datang menyerang, langkah terakhir para Goblin adalah ketika delapan Goblin datang mengintai, setelah itu sampai dua hari ini mereka tidak membuat pergerakan apapun.
Namun karena tidak mengetahui hal tersebut membuat para petualang bersiaga sepanjang malam, Warren sendiri tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi.
‘Mereka sengaja memancing kita’ pikir Warren “Untuk selanjutnya kita akan membagi semua petualang menjadi dua kelompok satu kelompok bertugas berjaga dimalam hari dan satu kelompok lainnya akan berjaga disiang hari” Warren mulai mengubah pengaturannya.
Tepat dihari itu juga akhirnya pasukan dari Mountain Sage Kingdom tiba di Behemoth City, seperti yang lainnya Sir Richard datang menemui sang Jendral yang memimpin pasukan.
“Selamat datang dikotaku tuan Albert” Richard menyambut Albert yang merupakan Jendral yang memimpin pasukan.
“Sudahlah, bukankah sudah kubilang berkali – kali tidak ada formalitas diantara kita, sudah menjadi kewajibanku untuk datang membantu keponakanku” Identitas lain dari Albert adalah paman dari istri Richard, sehingga mereka berdua terkait hubungan keluarga.
“Lagipula aku harus meminta maaf padamu, sepertinya pasukanku datang terlambat, maaf prosedur kerajaan memang serumit itu”
“kalau begitu aku akan memanggilmu paman, ya tidak apa – apa aku mengerti dengan semua prosedur itu aku sudah sangat berterimakasih paman dapat segera datang ke kotaku”
“Baiklah sudahi basa – basinya, karena keterlambatanku pasti kalian belum memulai apapun bukan, sekarang kau atur pertemuan, kita akan memulai perencanaan kita siang ini” Albert ingin mempercepat rapat.
“Tapi, apakah paman tidak ingin beristirahat terlebih dahulu, atau mungkin pasukan paman juga kelelahan setelah berjalan begitu jauhnya”
“Aku tidak lelah sama sekali, dan untuk pasukanku, selama kita berdiskusi mereka bisa beristirahat, terlalu memanjakan mereka tidak akan berdampak baik pada perkembangan mereka dimasa mendatang”
“Baiklah kalau begitu, setelah makan siang aku akan memanggil semua pemimpin pasukan untuk berkumpul diruanganku, untuk sekarang paman dan pasukanmu ikuti aku terlebih dahulu” Richard menunjukan jalan untuk tempat peristirahatan mereka.
Sesuai permintaan Albert, siang itu Richard mengumpulkan semua pemimpin yang ada, kini di ruanganya telah berkumpul Haze, Lars, Glagas, Albert dan terakhir Richard sendiri.
“Apa yang terjadi, mengapa kau memasang double Seal Room disini?” Haze terkejut dengan ruang kerja Richard.
“Beberapa hari lalu aku menemukan seekor tikus yang menguping, sayangnya aku gagal menangkapnya, dan sekarang aku tidak mau hal itu terulang kembali”
“Oh” jawab singkat Haze.
“Baiklah semua telah berkumpul disini, sayangnya Lord Jared tidak bisa hadir karena dia sendiri mengkhawatirkan kotanya, tetapi dengan kekuatan yang sekarang kita punya pun, aku optimis kita bisa mengalahkan para Goblin itu” Richard membuka pertemuan.
“Mari kita mulai rapat perencanaan ini”
-----------
__ADS_1
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)