My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 27 – Berbagai Pengaturan (2)


__ADS_3

“Sudahlah, dari awal pandangan kita sudah berbeda, aku tidak akan bisa mengerti jalan pikiranmu” Baron Yorda menggelengkan kepalanya.


“Jadi bagaimana pertemuannya, apa yang akan kita lakukan?” Baron Lathias bertanya.


“Ya maksud kedatanganku adalah untuk memberitahumu hasil dari pertemuan tersebut, termasuk tugas kita masing - masing” kemudian Baron Yorda mulai menjelaskan kembali isi dari pertemuan termasuk tugas – tugas yang harus segera mereka lakukan.


“Jadi aku ditugaskan untuk membantu serikat petualang membangun basis pertahanan di perbatasan, hmm ini ...” Baron Lathias jatuh dalam perenungan.


Baron Lathias tahu maksud dari tuan kota, dengan status nya sebagai salah satu orang terkaya di kota, Sir Richard secara tidak langsung menyuruhnya mengeluarkan sebagian hartanya untuk mempertahankan kota.


“Apa yang kau renungkan?!” Baron Yorda kembali mengerutkan keningnya.


Baron Lathias tetap tidak menjawab, Baron Lathias sedang mempertimbangkan berapa kerugian yang akan ia alami, dan apa keuntungan yang akan ia dapatkan dari membantu serikat petualang kali ini.


“Hoy aku tahu kau ini manusia yang tamak, tapi biarkan aku bertanya kepadamu, apakah kau masih akan mempertahankan hartamu ketika nyawamu jelas dipertaruhkan disini?” Baron Yorda tidak tahan lagi dengan sikap temannya tersebut.


“Ini ...” mendengar pertanyaan Baron Yorda, Baron Lathias tidak bisa berkata – kata, dan jatuh lagi dalam perenungan.


“Ah sudahlah, terserah kau mau melakukan perintah tuan kota atau tidak, tidak ada urusannya juga denganku, urusanku hanya menyampaikan apa yang harus kau dengar, kalau begitu aku akan kembali, masih banyak hal yang harus kukerjakan” Baron Yorda segera berbalik tidak menunggu Baron Lathias mengambil keputusan.


Beberapa saat kemudian setelah perginya Baron Yorda, Baron Lathias membulatkan tekadnya dengan tatapan serius terpancar dari sorot matanya.


“Pelayan, segera panggil saudagar Fang, dan para pedagang dijalan utama kota, aku mengundang mereka untuk membahas sesuatu yang darurat!!” Baron Lathias segera memerintahkan pelayannya.


“Ya tuan” segera pelayan tersebut keluar dari ruangan tuannya.


‘Ya yang ku punya hanyalah harta dan koneksi dengan apa lagi aku bisa membantu jika bukan dengan hartaku dan koneksiku’ Baron Lathias berniat membantu tidak hanya serikat petualang saja, tetapi seluruh masyarakat yang memerlukan, jika keadaan darurat benar – benar terjadi.


***


Warren dan kelompoknya yang undur diri terlebih dahulu segera tiba di serikat petualang.


Warren langsung mendatangi resepsionis Lisa yang sedang bertugas.


“Lisa untuk hari ini segera akhiri aktivitas serikat, dan kumpulkan para petualang dari seluruh kota, kita akan melakukan pertemuan darurat, untuk detail lengkapnya nanti akan kusampaikan ketika pertemuan di gelar, kau pastikan saja semua petualang hadir, mengingat pentingnya pertemuan ini” Warren dengan tegas mengingatkan Lisa.


“Baik tuan, tapi mohon maaf sebelumnya, ada informasi yang ingin kusampaikan juga, mengingat tingkatan informasinya aku tidak bisa menundanya lagi” terlihat jelas kegelisahan terpancar dari matanya.


“Informasi tingkat apa?”


“Setidaknya, Tier S, itu yang diucapkan oleh si pembawa berita”


“Apa?” Warren tertegun, jarang hampir tidak pernah ia mendapatkan jenis informasi dengan tingkat urgensi melebihi tier A. “Cepat katakan!!”

__ADS_1


“Y.. ya tuan ...” menarik nafas dalam – dalam lisa mulai menceritakan kejadian sore tadi, dimulai dari identitas Ashura yang semakin mengagetkan Warren, sampai pada Ashura yang mengeluarkan Record Stone untuk melindungi informasi tersebut.


“Ini tuan Record Stone yang dimaksud menurut ucapannya, hanya tuan, pemimpin serikat petualang yang bisa melihat isi dari Record Stone ini” Lisa mengakhiri penjelasannya.


“Ya aku tahu, terima kasih kau menjalankan tugasmu dengan baik” Warren menerima Record Stone tersebut, dan memang ada semacam segel khusus yang hanya bisa dibuka oleh para pemimpin serikat petualang “Sekarang kau lakukan apa yang tadi kuperintahkan, aku akan memeriksa Record Stone ini terlebih dahulu”


“Baik tuan” Lisa segera mengerjakan apa yang Warren perintahkan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Warren untuk membuka segel pada Record Stone, dengan begitu ia segera membuka Record Stone ditempat.


Warren tidak perlu khawatir dengan kebocoran informasi, karena sifat dari Record Stone adalah mentransfer sebuah informasi langsung ke kepala orang yang mengaksesnya, jadi terlihat sebagai ingatan yang tiba – tiba muncul.


Setelah melihat informasi apa yang ada didalam Record Stone, Warren kembali menegang, Warren berbalik segera menemukan salah satu bawahannya Kiev dan segera memanggilnya.


“Kiev, tolong kau urus serikat untuk saat ini, arahkan para petualang yang hadir untuk menungguku di aula serikat, aku harus keluar dan mengkonfirmasi sesuatu terlebih dahulu”


“Baik, tapi sampai kapan kau akan keluar, dan untuk urusan apa, sampai kau harus mengabaikan tugas mu disini?” Kiev menyetujui perintah Warren.


“Aku tidak tahu sampai kapan, tetapi pastikan mereka tetap menunggu sampai aku datang, biarkan mereka beristirahat di aula serikat, dan akan kujelaskan semuanya nanti” Warren tidak berlama – lama ia segera berlari keluar dan menghilang ditengah kerumunan.


Warren percaya kepada para bawahannya sehingga ia bisa dengan santainya meninggalkan gedung serikat dan mengkonfirmasi sebuah informasi yang dinilainya lebih penting.


Dengan alasan tersebut kini Warren sudah berada di depan sebuah penginapan, Warren segera mendatangi resepsionis, bertanya keberadaan Ashura.


Resepsionis yang sebelumnya telah diberi pesan oleh Ashura segera mengantarkan Warren keruangan Ashura.


“Masuklah”


“Silahkan tuan”


“Terima kasih” ucap Warren kepada sang resepsionist.


Warren kemudian masuk, dan bertemu dengan orang yang sama dengan bayangan dalam Record Stone.


“Seal!!” -wushh-


Terdengar ucapan lirih Ashura, namun setelah ucapan tersebut, suasana ruangan berubah, Warren sudah tidak terkejut dengan perubahan suasana tersebut, Warren sadar dengan informasi yang akan mereka bicarakan lebih aman untuk menyegel ruangan sehingga tidak ada yang bisa menguping mereka.


“Terima kasih kau segera datang menemuiku, mengingat berat nya informasi yang akan kuberikan aku terpaksa menyegel ruangan ini, apa kau keberatan?”


“Tidak tuan”


“Tidak usah sungkan, aku akan menganggap kita sebaya disini, tidak perlu berdiri dalam sopan santun”

__ADS_1


“Baiklah,” menghela nafas lega, karena sepengalamannya para petualang yang datang dari cabang kekaisaran selalu menuntut senioritas diantara mereka, dan beberapa ada yang sangat merepotkan dan menyebalkan.


“Langsung saja, aku disini ingin memberitahumu bahwa Goblin kembali terlihat, aku melihat jejak mereka di dekat Red Flower City ... ” kemudian Ashura menceritakan kembali pengalamannya kepada Warren “... maka dari itu aku ingin meminta bantuanmu untuk membantu menghubungkannya dengan pemimpin kota”


“Kurasa untuk sekarang hal tersebut sudah tidak diperlukan” Warren menggelengkan kepalanya.


“Apa maksudmu? Apa kau berkata bahwa para pemimpin kota itu akan mengabaikan informasi ku?” Ashura mengerutkan kening tidak terima dengan ucapan Warren.


“Bu ... Bukan ... bukan seperti itu,” Warren segera menjawab takut Ashura tersinggung, “Aku akan menceritakan maksud dari pertemuan dengan pemimpin kota hari ini”


Kemudian Warren menjelaskan kembali detail pertemuan, termasuk dengan kelompok Warren yang telah menemukan sarang mereka, dan rencana mereka menghubungi para pemimpin kota, kerajaan serta kekaisaran.


Mendengar penuturan Warren, Ashura tertegun tidak menyangka akan ada peristiwa tersebut di Behemoth City.


“Jadi kalian akan membangun basis pertahanan di perbatasan hutan?”


“Ya, kalau bisa apakah kamu bisa menghubungi serikat petualang kekaisaran untuk mengulurkan bantuannya kepada kami” Warren berharap kepada Ashura.


“Percuma saja, kau juga tahu sendiri dengan sistem yang kita punya, mereka tidak akan bergerak jika tidak ada keuntungan bagi mereka, atau jika mereka sendiri yang berada dalam bahaya seperti itulah serikat petualang kita”


“Ya aku tahu, lalu apakah kamu akan membantu kami?” Warren mempertajam pandangannya terhadap Ashura.


“Untuk saat ini, aku tidak akan membantu kalian, selama para Goblin ini belum bergerak aku yakin kalian masih bisa melakukan pengintaian tanpa perlu bantuan dariku, tetapi jika pertempuran sudah terjadi kuharap kau akan segera menghubungiku” Ashura mengeluarkan Sound Stone khusus untuk menghubungi dirinya.


“Ya, terima kasih sebelumnya” Warren lega mendengar kesanggupan Ashura untuk membantu mereka dan segera mengambil Sound Stone milik Ashura.


“Apakah ada informasi lain yang ingin kau sampaikan?” Warren kembali bertanya.


“Untuk saat ini, tidak ada hanya itu saja yang kupunya, tapi aku ingin kau melaporkan penemuanku kepada pemimpin Red Flower City, agar mereka benar – benar menanggapi hal ini dengan serius” Ashura kembali mengingatkan pentingnya informasi tersebut.


“Ya akan kupastikan hal tersebut, kalau begitu aku akan kembali sekarang mungkin para petualang lain sudah menungguku di gedung serikat” Warren undur diri.


“Ya, maaf telah merepotkanmu” Ashura segera membatalkan segel ruangan dan mempersilahkan Warren untuk kembali.


Sepeninggalnya Warren, Ashura menoleh kejendela dan melihat keadaan kota yang terlihat damai sembari bergumam, “Sepertinya pertumpahan darah akan segera terjadi di kota ini” Ashura tidak bisa menyembunyikan ekspresi tidak enaknya.


Ashura kerap kali tidak bisa mengabaikan sifat kemanusiannya, seringkali ia membantu mereka yang membutuhkan selama masih dalam kapasitasnya, karena sifat inilah Ashura biasanya akan diejek oleh para petualang terutama Assassin lain.


Tetapi untuk musuh – musuhnya,  Ashura layaknya seorang malaikat maut yang mengadili hidup mereka, tidak pernah ada belas kasihan dalam tatapan matanya.


“Hah kenapa aku selalu berpikiran seperti ini? kasus ini terlalu besar untuk ku tangani sendiri, yah setidaknya aku sudah memberitahu mereka, dan nanti aku juga akan sedikit mengulurkan tanganku membantu mereka, untuk sekarang aku harus fokus pada pelatihan anak itu” Ashura mencoba mengalihkan pikirannya mencoba mengingat kembali keberadaan Claude.


“Hmm, anak yang menarik.”

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2