My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 38 – Sang Hero Datang


__ADS_3

-sreb-


“Arghhhh”


“Penyergapan!”


“Kita disergap!”


“Lindungi kereta!!”


Ditengah – tengah melemahnya kewaspadaan para prajurit yang mengawal kereta kuda, mereka dikejutkan dengan serangan tiba – tiba seorang bandit yang menargetkan satu prajurit dibagian belakang pasukan.


Prajurit itu langsung mati ditempat karena sergapan dan serangan bandit tepat menghujam jantungnya, sang prajurit hanya bisa berteriak untuk mengingatkan prajurit yang lain.


“Ho ho santai saja, mengapa kalian berteriak seperti itu, kami tidak akan menyakiti kalian jika kalian menuruti kemauan kami ha ha ha” ucap bandit yang sedang mencabut pedang kemudian membersihkan pedangnya dari tetesan darah sang prajurit.


“Ha ha ha tenang saja, kalian tidak perlu tegang seperti itu, kami bukan orang – orang barbar yang membunuh sesuka hati kami, selama kalian memenuhi permintaan kami, kami tidak akan mengejar kalian lebih jauh” kemudian terdengar seorang pria berbicara, di ikuti oleh kemunculan bandit – bandit lain yang sudah mengelilingi kereta kuda.


“Vargas, apa yang kau lakukan disini!!” Coda menunjukan ekspresi kagetnya ketika melihat seseorang yang berbicara ternyata adalah Vargas sang Blood Warrior pemimpin dari kelompok bandit Blood Skull.


Sebagai kepala pasukan Behemoth City tentu Coda tidak asing dengan kelompok Blood Skull, Coda juga mengetahui sosok seperti apa pemimpin Blood Skull tersebut.


Termasuk kebiasaannya yang jarang ikut terlibat dalam penjarahan yang dilakukan anak buahnya.


Oleh karena itu, ketika hari ini Coda melihat Blood Warrior yang jelas – jelas memimpin oprasi kali ini, Coda terkejut.


“Aku, tentu saja disini aku memimpin anak buahku mencari secuil harta untuk kelangsungan hidup kami, untuk apa kau mempertanyakan keberadaanku” Vargas mencibir.


Mendengar ucapan Vargas, Coda hanya tersenyum kecut, jika Coda bahkan percaya dengan ucapan Vargas, maka dia akan ditertawakan seluruh pasukannya, tidak pernah ada kelompok bandit yang datang hanya demi secuil harta.


“Kau pikir aku seorang anak kecil yang naif, untuk apa kau berada disini, tidak seperti biasanya kau pergi memimpin bawahanmu, kenapa kau tidak pulang saja dan menunggu anak buahmu kembali membawa jarahan mereka” Coda tidak takut dengan para bandit lainnya, yang ia waspadai adalah Vargas yang lebih kuat dan lebih ganas dibanding bandit – bandit lainnya.


“Yah aku hanya terlalu bosan menunggu di markas, sesekali aku juga harus menggerakan otot – ototku yang mulai terasa kaku bukan, lagipula sebagai pemimpin kelompok sudah seharusnya aku menunjukan kekuatanku bukan?” Vargas tersenyum tenang.


“Sudahlah sudahi omong kosong ini, apa yang sebenarnya kelompok kalian inginkan, harta? Kami hanya membawa sedikit harta disini, kalian bisa membawanya segera, dan kemudian lepaskan kami, biarkan kami melanjutkan perjalanan kami”


“Yah aku tidak akan menolak harta yang kalian tawarkan, tetapi hal itu tidaklah cukup, kami juga membutuhkan beberapa penghangat tubuh ketika malam menjelang, kau tahu bukan area hutan misterius akan terasa dingin ketika malam tiba” Vargas menyeringai.


“Maksudmu?”


“Kau bahkan tidak tahu maksudku, kau itu naif atau bodoh, jelas saja aku menginginkan para wanita yang ada didalam kereta itu, kalian baru boleh melanjutkan perjalanan jika kalian meninggalkan kereta itu berikut seluruh isinya, bagaimana?”


“Prajurit, lepaskan suar!” Coda memberikan perintah.


Salah satu prajurit kemudian mengeluarkan sebuah selongsong bambu yang sebelumnya sudah diisi dengan magic tipe penanda, kemudian prajurit tersebut mengaktifkannya.


Namun sebelum suar menyala, energi magicnya sudah menghilang diredam oleh sebuah penghalang udara yang tidak terlihat.

__ADS_1


“Magic Barrier” gumam seluruh pasukan kota.


“Aku tidak menyangka, kau akan begitu lugas menolak tawaranku, padahal jika kau menerimanya kalian masih bisa meneruskan perjalanan, dan meneruskan surat ketangan sang raja, sayangnya hidup kalian akan berakhir disini, teman – teman, waktunya berpesta!!” Vargas mengayunkan tangannya mempersilahkan teman – temannya menikmati pertempuran.


“Pasukan aktifkan Guard!!”


“Guard Shield!!” seketika aura pertahanan tercipta mengelilingi seluruh kereta kuda, membentuk sebuah kubah kecil dengan konsentrasi energi pertahanan yang kuat.


“Serang!!!”


“Cepat habiskan energi Shield mereka”


Beberapa bandit berteriak menyemangati teman – teman mereka, para bandit menikmati sensasi melihat mangsa mereka berlindung dalam formasi defensif yang sebentar lagi bisa mereka tembus.


“Fire Blast”


“Break Slash”


“Mountain Break”


“Water Needle”


“Earth Shocker”


“Hancurkan!! Hancurkan!!”


“Tuan Vargas, jangan sampai lengah mereka tidak mungkin menyerah begitu saja” Tan Qiang yang memakai topeng berbisik.


“Apa kau pernah melihatku melepaskan mangsaku, lagipula apa yang bisa mereka lakukan, disituasi terpojok seperti itu” Vargas mencibir.


“Kita cukup melihat dari samping, biarkan mereka yang melakukannya, jika ada sesuatu yang diluar kendali mereka, kita akan bergerak” Wen Qi menarik tubuh Tan Qiang kebelakang dan berbisik di barengi dengan tatapan tajam, sesuatu yang jarang Wen Qi perlihatkan.


Tan Qiang kemudian terdiam, dan mulai berkonsentrasi kembali, melihat Wen Qi yang berubah menjadi serius tandanya ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.


“Pemimpin, kita tidak bisa menahan nya lebih lama lagi, segera lakukan rencana cadangan” seorang prajurit yang mengerti aliran energi Guard Shield mulai menipis segera memberitahu Coda.


“Tapi bagaimana dengan kalian?” Coda merasa bimbang.


“Kau tidak perlu mempedulikan kami pemimpin, kami bergabung dengan pasukan kota untuk melindungi dan melayani Behemoth City, kami rela berkorban, segera lakukan rencana cadangan dan selamatkan nona muda”


“Iya pemimpin, serahkan saja mereka pada kami, kami tidak akan mudah kalah dari para bandit sialan ini”


“iya pemimpin, segera selamatkan nona muda, kami akan menahan mereka”


Satu persatu prajurit berbicara meyakinkan Coda.


“Baiklah kalau begitu, terimakasih aku tidak akan pernah melupakan jasa kalian” Coda segera memasuki kereta dan dengan cepat merangkul Audrey seraya berseru, “Belo, Plan B segera”

__ADS_1


“Paman ap...”


“Ya” belo segera merangkulkan tangannya dan berkata lirih “Blink”


Sementara itu Vargas yang melihat Coda bergerak cepat memasuki kereta serta merasakan fluktuasi magic yang berbeda di dalam kereta kuda segera berseru, “Nona Wen ...”


“Aku mengerti” Wen Qi sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, maka dari itu dirinya telah menyiapkan Magic Detection untuk mencari keberadaan Coda dan yang lainnya.


“Mau pergi kemana kalian” Wen Qi tersenyum “Mereka ada diarah selatan lima belas meter jauhnya dari sini, dan mereka terus bergerak” Wen Qi segera memberitahu Vargas.


“Bagus, mari kita susul para tikus itu, mereka cukup bodoh untuk mengira bisa kabur dariku, kalian selesaikan para prajurit tidak berguna itu, aku akan menjemput tikus yang berusaha kabur hahah” Vargas memberikan perintah kepada para bandit, sementara dirinya mulai bergerak ke arah yang ditunjukan Wen Qi.


“Ayo kita ikuti Vargas” Wen Qi dan Tan Qiang juga bergerak mengikuti Vargas.


Sementara itu Coda dan Belo yang baru saja menggunakan magic teleportasi segera bergerak dengan cepat Belo menggendong Audrey dan memimpin jalan sementara Coda berada di belakang menjaga kedua orang tersebut.


Mereka sadar, mereka tidak akan mudah lolos dari pengejaran Vargas dan yang lainnya, kemungkinan mereka juga sudah dibuntuti, tetapi dengan berpisahnya Vargas dari kawanannya Coda sedikit bisa berharap menang jika memang mereka harus bertarung.


Coda segera mengambil botol yang berisi cairan pelumpuh dan segera menuangkan isi cairan tersebut kedalam sarung pedang dengan pedang yang masih tersimpan rapi didalamnya.


Beberapa saat kemudian terdengar seruan mencibir, “Kalian pikir bisa melarikan diri dariku, bukankah kalian terlalu meremehkan diriku” Vargas muncul dan memberikan tebasan ringan kearah Coda.


Coda berbalik dan menahan serangan tersebut “Belo kau terus berlari selamatkan nona muda” Coda bersiap untuk menghadapi Vargas.


“Sayangnya kalian tidak akan pergi kemana - mana” sebelum bahkan Belo dapat bergerak Tan Qiang yang merubah suaranya sudah menghalangi jalur pelarian Belo.


“Vargas apa kau butuh bantuan kami?” Suara lembut Wen Qi terdengar, tentu saja Wen Qi juga sudah merubah suaranya sehingga Coda dan Belo tidak menyadarinya.


“Aku tidak akan merepotkan kalian, ini adalah bisnisku, kalian tidak perlu mengotori tangan, cukup perhatikan saja agar tidak ada yang melarikan diri dari sini” Vargas berseru percaya diri.


“Kalau begitu aku tidak akan mengganggu”


Mendengar percakapan orang – orang ini Audrey yang dari tadi terdiam tidak bisa menahan amarahnya lagi.


“Apa yang kalian mau dari kami, tidakkah kau tahu aku adalah anak dari pemimpin kota Behemoth City, mantan Jenderal Red Phoenix Empire, jika ayahku tahu kalian mengamcamku seperti ini, dia akan segera menghancurkan markas kalian” Audrey berteriak kencang.


“Haha nona muda, kata – katamu membuatku takut” Vargas menanggapi “Tetapi sayangnya ayahmu tidak akan mengetahuinya sayangku hahah”


“Kau kan yang ingin bertarung melawanku?” Vargas menatap Coda, “Sepertinya kau sudah mempersiapkan sesuatu pada senjatamu, mari kita lihat apa yang kau punya” Vargas menyeringai memperhatikan senjata ditangan Coda.


Vargas mencabut pedang besarnya bersiap menyerang namun sebelum bahkan Vargas mulai bergerak, tiba – tiba muncul seseorang.


“Sang Hero datang!!” kemudian terlihat seorang anak kecil yang memakai sebuah Armor berat seumuran Audrey datang dari atas pohon, menjatuhkan dirinya dengan pose terduduk seperti kesatria menerima titah, “Nona cantik, Maafkan keterlambatanku” anak itu melirik kearah Audrey dengan senyum simpul diwajahnya (berusaha terlihat keren).


“Kau siapa?”


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2