My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 11 – Claude si Anak Batu


__ADS_3

5 tahun kemudian


Di suatu pagi yang cerah dimana semua orang baru saja terbangun dari tidurnya, di salah satu rumah nampak seorang anak kecil berusia delapan tahun tengah menyibukkan dirinya dengan sapu yang ia pegang, berusaha memeragakan beberapa gerakan yang biasa dilakukan para penjaga kota.


“Aku yakin kemarin gerakannya seperti ini, tapi mengapa rasanya ada yang berbeda ya” anak kecil itu merenung dan merenung memikirkan kekurangan apa yang tidak diketahuinya, namun anak itu tidak kunjung menemukannya.


“Ah sialan, mengapa aku tidak bisa menemukan jawabannya” anak itu marah, menggerak – gerakkan sapunya ke sembarang arah.


Namun secara tidak sengaja sapu itu mengenai tumpukan daun yang telah ia sapu sehingga tumpukan daun itu tercerai berai kembali.


“Ah ... Ah ... apa yang ku lakukan” dengan terpaksa anak itu kembali menyapu halaman rumah tersebut.


Setelah semua tumpukan daun terkumpul kembali, anak itu mengeluarkan sebuah energi api berwarna oranye kemerahan dari ujung telunjuknya, mengarahkannya ke dedaunan kemudian langsung membakar seluruh daun.


“Hey Claude dimana kau, dimana sarapannya?” tidak lama terdengar suara malas seorang pria paruh baya yang


tidak lain adalah Tanhill yang baru saja bangun.


“Aku belum mengambilnya paman”


“Mengapa kau belum mengambilnya? Cepat sana pergi ambil sarapan kita”


“Aku belum menyelesaikan membakar dedaunan ini paman”


“Hey apa yang kau lakukan daritadi, lihat hari sudah siang,” dengan mata yang terlihat masih mengantuk Tanhill keluar melihat pekerjaan Claude “Kau pasti tidak serius mengerjakan tugasmu kan nak, lihat, kau hanya serius ketika kulihat saja kan”


“Tidak paman, tidak seperti itu, tadi ada angin kencang yang masuk sehingga aku harus menyapu nya lagi, huuh dasar angin sialan mengapa harus mengganggu tugasku,” Claude menggerutu “Sungguh paman aku tidak bohong, jangan salahkan aku salahkan saja angin yang datang itu” Claude memasang wajah memelas.


“Tidak ... tidak ... hentikan ekspresi itu, aku tahu itu hanya alasan mu saja, oh iya hari ini tepat kau berumur 8 tahun, sayangnya karena pekerjaanmu yang tidak benar aku tidak akan mengizinkanmu pergi ke hutan sendiri”


“Ah ... kau sudah berjanji padaku tahun lalu, mengapa sekarang kau menarik kembali kata – katamu, ingat paman seorang lelaki yang di pegang itu ucapannya, sekali kau berjanji A, kau harus menepatinya” Claude bersemangat berusaha meyakinkan Tanhill.


Sudah satu tahun lamanya Claude menunggu untuk bisa bepergian sendiri menjadi seorang pencari tanaman herbal dihutan.


Claude sudah 2 tahun ini ikut dengan Tanhill mencari tanaman herbal di hutan, meskipun usianya baru 6 tahun kala itu, namun karena tubuh Claude yang lebih besar dari anak seumurannya, membuat Claude tidak terlihat seperti anak 6 tahun, ditambah dengan kecerdasan yang di atas rata – rata membuat Claude cepat mengingat jenis – jenis tanaman herbal.


Setahun kemudian Claude meminta izin untuk mencari herbal sendiri, namun Tanhill tidak mengizinkannya karena faktor usianya, Tanhill berjanji bahwa tahun depan ia akan mengizinkan Claude.


“Aku tidak percaya padamu anak kecil, lihat saja hari ini, ketika aku tidak mengawasimu, pekerjaan nya menjadi lama, apa jadinya nanti ketika mencari tanaman herbal dihutan, kau akan mengumpulkan apa?” Tanhill mencibir


“Kau juga tahu paman, aku telah menghafal semua jenis tanaman herbal, aku akan membuktikannya padamu paman, aku akan mencari semua jenis tanaman itu, maka beri aku kesempatan paman” Claude masih berusaha meminta izin Tanhill.


Tanhill menghela nafas, “Sebenarnya apa yang kau cari di hutan sana, mengapa kau ingin sekali pergi sendiri”


“He he he” Claude tidak menjawab.


“Mengapa kau tidak belajar menjadi seorang alchemis saja, dengan Martial Spirit mu suatu saat kau akan menjadi alchemis ternama”


“Aku tidak mau menjadi seorang Alchemis, aku benci bau busuk yang keluar dari panci gosong itu, rasanya perutku akan mengeluarkan seluruh isinya ketika menghirup bau itu”


“Hoy .. hoy tidak selamanya Alchemis menciptakan bau seperti itu, ketika pill itu berhasil diselesaikan, mereka tidak menghasilkan bau sama sekali, kau juga tahu itu kan, lagi pula namanya Cauldron bukan panci gosong ingat itu!!” Tanhill geram dengan ucapan Claude.


“Lalu mengapa paman sering sekali menciptakan bau busuk seperti itu, seingatku hanya dua tiga kali kau berhasil membuat pill, sisanya hanya bau busuk yang tercipta”


“itu namanya percobaan, kau tahu percobaan, setiap kali kau ingin melewati ranahmu kau harus mencoba membuat resep baru, dalam prosesnya belum tentu kau berhasil oleh karena itu bau busuk itu pasti tercipta” Tanhill memberikan penjelasan.


“Nah itu paman, aku tidak mau menghabiskan seumur hidupku duduk diam di depan sebuah panci gosong, membuat cairan kental berbau busuk hanya untuk melewati ranahku sendiri, rasanya masih banyak hal yang ingin ku lakukan” Claude menjawab dengan wajah polosnnya.

__ADS_1


“Kamu ... kamu !!!” Tanhill kehilangan kata – kata “Nak kau tidak tahu nilai dari menjadi seorang Alchemis ternama”


“Ya aku tidak tahu paman, dan aku tidak mau tahu” Claude masih tetap menjawab ucapan Tanhill.


“Hah ... sudahlah, kau itu anak batu, selalu melelahkan ketika berbicara dengan mu, hush sana pergi ambil sarapan kita di kedai makanan bibi Wad” Tanhill mengibaskan tangannya.


“Ya aku tahu itu, jadi paman, kau akan mengizinkanku pergi ke hutan sendiri kan?” ucap Claude dengan wajah penuh harap.


“Aduhhh” jerit Claude.


Tanhill menjitak kepala Claude, “Cepat kau ambil sarapan kita”


Dengan kepada yang terasa nyut – nyutan akhirnya Claude pergi mengambil sarapan untuk mereka berdua.


“Bibi, aku mau mengambil sarapanku dengan pamanku” sesampainya di kedai, Claude langsung memanggil bibi Wad si pemilik kedai.


“Oh Little Claude yang datang dimana pamanmu?”


“Pamanku ada dirumah bi, biasa bi hari sudah siang tetapi orang tua itu belum bangun, dasar orang tua pemalas ck


... ck ...” Claude menggeleng – gelengkan kepalanya.


“Ha ha, itu sudah menjadi kebiasaan pamanmu, seharusnya kau sudah terbiasa” bibi Wad tertawa melihat ekspresi


Claude.


“Ya mau tidak mau aku harus terbiasa bi he he” Jawab Claude dengan senyum polosnya “Ngomong – ngomong kak Austin belum pulang dari ibukota kerajaan bi?”


“seharusnya dalam waktu dekat ini Austin akan pulang, bibi tidak tahu detailnya, yang penting bagi bibi austin disana baik – baik saja, dan kau juga harus selalu sehat ya nak” bibi itu mengusap kepala Claude.


“Tenang bi, aku anak yang kuat jarang terkena penyakit, aku pasti akan selalu sehat” Claude nyengir kuda.


“Baik bi, terima kasih” Claude pulang membawa sarapannya.


Kemudian pasangan paman dan keponakan ini sarapan bersama tanpa ada argumen yang terjadi, Claude masih trauma dengan jitakan pamannya, sementara Tanhill menikmati sarapannya dengan tenang.


Ketika sarapan berakhir, Tanhill meletakkan mangkuk sup nya “Sungguh sarapan pagi ternikmat yang pernah kurasakan, tidak terdengar suara anjing mengoceh setiap saat”


“Hey paman, aku ada disini”


“Ya kau disitu, lalu apa?”


“Kau barusan menyindirku kan?”


“Kau merasa?”


“Tidak” jawab Claude tegas.


“Lalu mengapa kau protes?” Tanhill mengernyitkan dahinya.


“Aku ... aku ...” Claude tidak bisa menjawab malah menggaruk – garuk kepalanya.


“Hah sudahlah, ini” tiba – tiba Tanhill mengeluarkan sebuah keranjang dari Storage Ringnya, “Kau pergi bersiap – siaplah, bukannya hari ini kau akan pergi ke hutan”


“Apa kau mengizinkanku paman?”


“Ya” jawab Tanhill dengan raut wajah terpaksa.

__ADS_1


“Hore ... hore ...” teriak Claude kegirangan.


“Sudah sana cepat kau ganti baju, dan segera pergi dari hadapanku” Tanhill kembali mengibaskan tanganya.


“Baik paman” dengan segera Claude berlari kekamarnya mengganti pakaiannya.


Kini Claude sudah berganti pakaian, ia menghampiri Tanhill hendak mengambil keranjang besarnya.


“Paman aku sudah siap”


“Ya ini, keranjangmu, dan bawa ini” kemudian Tanhill mengeluarkan busur panah lengkap dengan anak panahnya “Kau suka bermain dengan panahan kan, jika kau bisa, sekalian kau buru  beberapa kelinci disana”


“Ho panah yang bagus, siap paman” Claude kagum dengan panah barunya.


“Dan ini pakai ini juga” Tanhill juga mengeluarkan sebuah kalung dengan batu permata kecil sebagai gantungannya.


“Ini apa paman?”


“Hadiah ulang tahunmu, ingat kau harus selalu memakainya, karena jika kau dalam bahaya batu itu akan menyelamatkanmu” jawab Tanhill.


“Oh ok”


“Dan ingat satu hal, kau tidak boleh memperlihatkan Flame Spiritmu, kau gunakan Spirit Shadow saja”


“Hmm boleh aku bertanya paman, mengapa aku tidak boleh menggunakan Flame Spiritku, bukankah itu bagus untuk menyerang para Wild Beast di hutan?”


“Ya jika itu orang lain, tetapi Flame Spiritmu berbeda” Tanhill mengambil sebuah pisau, dan menyayat kecil jarinya “Coba kau gunakan api mu pada lukaku”


Claude ragu sejenak, namun tetap menuruti permintaan Tanhill.


Dengan sekejap api yang dikeluarkan Claude menutupi luka sayatan di jari Tanhill, dan terlihat pula bahwa luka


sayatannya perlahan sembuh seperti semula.


“Kau lihat sendirikan, api mu itu bukan api perusak, tetapi api penyembuh, coba kau bayangkan seekor Wild Beast


yang sekarat kau serang dengan apimu itu, akan seperti apa kejadian selanjutnya”


“Eng... Beast itu akan sembuh dan menerkamku” jawab Claude polos.


“Nah itu kau tahu, jadi ingat baik – baik ucapanku hari ini, kau tidak boleh sekalipun memperlihatkan kekuatan apimu, karena Flame Spirit mu tidak berguna dalam pertarungan kau mengerti?”


“Iya paman” Claude mengangguk “Kalau begitu aku pergi paman”


Sampai di gerbang Claude di sapa oleh beberapa prajurit yang bertugas


“Hey Claude kau hendak mencari tanaman herbal, dimana pamanmu?” sapa seorang penjaga gerbang.


“Iya paman, paman Tanhill sedang tidur dirumahnya”


“Ok, kalau begitu hati – hati walaupun hutan luar relatif aman, tetapi hutan tetap berbahaya bagi anak seusiamu” Prajurit itu mengingatkan Claude.


“Siap paman, aku akan mengingatnya” Claude langsung berjalan melewati gerbang kota.


‘Hehe, petualangan solo ku dimulai, kelinci – kelinci kecil persiapkan dagingmu untuk ku masak nanti’ Claude menggosok hidungnya dan mulai berlari menuju hutan.


----------

__ADS_1


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2