
“Tekad yang bagus nak, tapi untuk menjadi seorang Assassin yang handal tekad saja tidak cukup ...” meskipun masih kebingungan, Ashura masih memberikan beberapa masukan kepada Claude.
“Latihan akan kita mulai esok hari, kita akan berangkat pagi hari oleh karena itu persiapkan dirimu dengan baik hari ini besok aku akan menjemputmu” Ashura memberikan petuah terakhirnya.
“Siap paman” Claude menjawab dengan semangat.
“Apakah ada hal lain lagi tuan Tanhill?” Ashura bertanya kepada Tanhill, Tanhill menggelengkan kepalanya tersenyum “Kalau begitu untuk hari ini aku undur diri terlebih dahulu, aku ingin segera mengabarkan informasi ini kepada serikat petuatalang”
“Silahkan” Tanhill tidak menahan Ashura lagi.
“Terima kasih tuan” Ashura berpamitan, dan kemudian keluar dari rumah sebelum kemudian menghilang bergegas menuju serikat petualang.
“Paman, paman Ashura itu siapa?”
“Siapa dia? Kau tidak perlu mengetahuinya, sekarang aku sudah mencarikanmu guru beladiri jadi hentikan kebiasaanmu mengintip pasukan kota berlatih”
“Aku ...” Claude menggaruk – garuk kepalanya yang tidak gatal “Darimana paman tahu aku suka melihat pasukan kota berlatih”
“Heh anak muda, aku tahu semua kelakuanmu di kota ini, termasuk ...” Tanhill tersenyum mengejek.
“Ah, aku tidak akan bertanya lagi, bye – bye paman” Claude segera meninggalkan ruangan pamannya, Claude takut pamannya benar – benar mengetahui kenakalan memalukan yang pernah Claude lakukan.
“Dasar anak itu” Tanhill menggeleng – gelengkan kepalanya melihat kepergian Claude, sebelum kembali merenung “Para Goblin sudah memulai pergerakan mereka, tidak kusangka akan secepat ini waktu berlalu”
Langit sudah menguning, matahari sudah berada di ufuk barat, bersiap berganti dengan malam yang datang menjelang.
Di tengah – tengah Behemoth City, terlihat seorang pria bergerak cepat terburu – buru mengabaikan semua keberadaan di sekitarnya, bergerak cepat dengan tujuan Serikat Petualang.
Pria tersebut adalah Ashura yang baru saja keluar dari rumah Tanhill dengan sekejap Ashura sudah sampai di depan pintu masuk Serikat Petualang.
Ashura bergegas datang ke Serikat Petualang karena pentingnya informasi yang ia bawa, setelah mengkonfirmasi kebenaran mengenai darah Goblin Ashura sudah kehilangan ketenangannya.
Karena Ashura tahu dari beberapa catatan, semenakutkan apa para Goblin ini, Ashura ingin segera memberitahukan Serikat untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya, terlebih pemerintah kota pun harus segera turut campur tangan dalam mencegah invasi para Goblin ini.
Setelah menenangkan diri sejenak, Ashura segera masuk ke aula Serikat, dan berjalan langsung kearah resepsionis yang bertugas.
“Saya Lisa, ada yang bisa saya bantu tuan?” Sang resepsionis memperkenalkan dirinya dan menyapa Ashura.
“Aku ingin bertemu dengan Pemimpin Serikat Petualang kota ini” Ashura menjawab tenang.
“Mohon maafkan saya tuan, tetapi Pemimpin Serikat tidak bisa sembarang menerima tamu, jika ada hal yang ingin anda sampaikan, bisa menyampaikannya kepada saya, kemudian saya pasti akan menyampaikannya kepada Kepala Serikat.” Lisa menjelaskan peraturan di serikat petualangnya.
“Apa identitas ini bisa membantu?” Ashura mengeluarkan sebuah Token yang menjelaskan identitasnya sebagai petualang Tier A dari serikat petualang pusat yang berada di ibukota kekaisaran.
__ADS_1
Lisa terkejut melihat token tersebut.
Meskipun identitas Ashura menyamai Pemimpin Serikat Warren yang sama – sama petualang Tier A, namun dalam hal kemampuan, petualang yang mengelola kota kecil seperti Warren jauh berbeda dengan Ashura yang selalu bepergian dan meningkatkan kemampuannya.
Dari segi ujian yang diterimapun terdapat perbedaan yang signifikan antara petualang yang berasal dari ibukota kekaisaran (Ashura) dengan petualang yang berasal dari ibukota kerajaan (Warren).
“Identitas ini bisa membantu tuan, tapi maafkan saya kembali, baru saja Pemimpin Serikat beserta beberapa petualang top di serikat ini pergi menuju mansion kota, guna menghadiri undangan langsung dari penguasa kota” Lisa berbicara dengan sedikit nada hormat setelah mengetahui identitas Ashura.
“Mengapa pemimpin serikatmu bisa – bisa nya pergi menemui jamuan penguasa kota disaat seperti ini?” Ashura mengeluh.
“Maafkan saya menyangkal ucapan anda tuan, tetapi pemimpin serikat tidak datang ke Mansion kota untuk menghadiri jamuan penguasa kota, melainkan untuk menghadiri pertemuan penting”
“Apa kau bilang? Darimana kau mengetahuinya?” Tanya Ashura penasaran.
“Saya tidak tahu detailnya, tetapi tadi siang saya melihat kepala pasukan kota datang menemui pemimpin serikat dengan token urgensi ditangan dan ekspresi tegang yang terlihat jelas diwajahnya, setelah itu saya juga mendengar bahwa pemimpin kota juga mengundang para bangsaawan kota beserta para tokoh kota untuk sebuah pertemuan penting, tetapi jaringan informasi kami tidak bisa mengetahui apa yang mereka bahas” Jawab Lisa panjang lebar.
Mendengar penuturan Lisa, Ashura jatuh termenung, “Baiklah, aku terima informasi darimu” Kemudian Ashura mengambil sebuah Record Stone dan mulai memasukan informasi yang hendak ia sampaikan kepada Warren.
“Aku sudah memasukan informasi apa yang hendak ku beritahu kepada Pemimpin Serikatmu didalam Record Stone ini, jadi kuharap kau bisa memberikannya segera setelah pemimpin serikatmu pulang” Ashura menyerahkan Record Stone kepada Lisa.
“Bolehkah kutahu apa Grade dari informasi ini tuan?” Lisa bertanya untuk mengatur prioritas sebuah informasi.
“Grade dari informasi ini adalah Tier S.” Jawab Ashura singkat.
“Baiklah kalau begitu aku akan pergi” Ashura kemudian keluar dari Serikat Petualang dan kembali ke penginapan tempat ia beristirahat.
Sementara itu Lisa mengerutkan keningnya, ia merasa heran mengapa hari ini banyak sekali peristiwa yang aneh, apa sesuatu yang besar akan terjadi.
Lisa sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi, ia berniat mengintip sedikit informasi di dalam Record Stone, tetapi ketika ia mencobanya Record Stone dalam keadaan tersegel, dan jelas bahwa hanya pemimpin serikat yang bisa membuka segel tersebut.
***
Di Mansion Kota
Tepatnya di satu ruangan besar yang berisikan meja panjang berikut kursi – kursinya yang sekarang sudah terisi penuh oleh para tokoh – tokoh bangsawan Behemoth City.
“Selamat datang semuanya, sebelumnya saya meminta maaf atas undangan saya yang mendadak, sehingga mengganggu waktu kalian, serta terimakasih saya ucapkan atas kesediannya kalian datang memenuhi panggilanku” Richard yang duduk di ujung meja berdiri dan mulai berbicara.
“Tidak perlu berbicara seperti itu tuan, sudah seharusnya kami datang memenuhi panggilan anda tuan Richard Lord of Behemoth” Baron Lathias menjawab ucapan Richard.
“Hei Lat tua, sepertinya tambang emas yang baru saja kau dapatkan membuatmu berubah sejauh ini, sejak kapan kau menjadi orang tua ramah seperti ini,” seorang pria terkekeh melihat perubahan Baron Lathias yang terkenal gila harta.
“Hei Yorda apa kau tidak tahu sebuah istilah semakin tua umurmu, maka semakin bijaksana kau akan menjadi, itulah yang terjadi, dan melihatmu sekarang aku tersadar pantas kau tidak mempunyai kemajuan, ternyata sifat picikmu itulah yang menghalangi perkembanganmu” Lathias balas menjawab ucapan Baron Yorda.
__ADS_1
“Kau! ... Apa hubungannya pikiranku dengan perkembanganku?” Yorda menyalak.
“Tentu saja ada” Lathias juga tidak mau kalah.
“Hei kalian berdua!” tiba – tiba suara berat datang dari seorang pria sepuh “Aku tidak mempunyai banyak waktu untuk mendengar perseteruan kalian berdua” suara pria sepuh itu rendah namun berat yang membuat Baron Lathias dan Baron Yorda terdiam.
“Bagus, sekarang Richard kau sudah mengundang kami kesini, segera ceritakan apa yang telah terjadi, kau tidak akan melakukan pertemuan ini selama kau masih bisa menghadapinya kan” ucap pria sepuh tersebuh.
Pria sepuh yang baru saja berbicara adalah Baron Simon, Baron Simon adalah Baron tertua sekaligus terkuat dari lima Baron yang ada di Behemoth City.
Sedangkan dua Baron tersisa adalah Baron Trixie dan Baron Lim, mereka berdua tidak banyak berbicara dan memilih mendengarkan percakapan diantara yang lainnya.
Baron Trixie adalah Baron perempuan sekaligus Baron termuda diantara yang lainnya, ia mewarisi gelar bangsawannya menggantikan ayahnya yang baru saja meninggal.
Meskipun menjadi Baron termuda diantara yang lainnya sekaligus status nya sebagai perempuan, nyatanya tidak ada yang berani memandang rendah Baron Trixie.
Sedangkan untuk Baron Lim, ia adalah Baron yang baru datang dari kekaisaran. Tanpa perlu disebutkan para Baron yang lainpun mengerti bahwa keberadaan Baron Lim di Behemoth City adalah untuk menjadi mata bagi kekaisaran, namun karena Baron Lim nyatanya tidak mempersulit Behemoth City, maka para Baron ini menutup mata akan identitasnya.
Ruangan rapat sendiri tidak hanya dihadiri para Baron, tetapi datang juga Warren dengan beberapa petualang top yang ia miliki, ada juga Sir Davos dan Sir George yang datang mewakili para Alchemist dan Blacksmith, serta beberapa tokoh penting lainnya.
“Seperti yang tuan Simon katakan, memang ada hal penting yang membuat saya harus memanggil kalian semua disini” Richard menarik nafas pelan.
“Goblin datang kembali” Ucap Richard setenang mungkin sambil meletakan sebuah botol giok di depan meja.
“Apa kau bilang?!” Baron Yorda yang pertama kali bereaksi, sementara yang lainnya membelakan mata tidak percaya dengan ucapan Richard, dan Warren bersama para petualang justru tanpa sadar menggidikan badan mereka.
Richard sudah menduga reaksi yang akan diperlihatkan oleh para hadirin yang berada diruangan ini, Richard hanya mengambil dan membuka tutup botol giok, kemudian menumpahkan sebuah cairan hijau keatas meja.
Sir Davos yang merupakan seorang Alchemis langsung mendekat dan memeriksa cairan tersebut, “Ini memang darah Goblin, dengan identitasku sebagai Alchemis aku dapat menjamin kebenarannya”
Meskipun Sir Davos berkata seperti itu, tetapi raut wajahnya menunjukan ketidakpercayaan, Sir Davos ingin menyangkal informasi tersebut, tetapi pengetahuannya mengharuskannya untuk mengkonfirmasi bahwa cairan diatas meja ini adalah darah Goblin.
Mendengar penuturan Sir Davos, membuat seluruh hadirin jatuh dalam kepanikan.
“Apa yang sedang terjadi?” Ucap Baron Yorda.
“Apa yang harus kita lakukan?” Ucap Baron Lathias.
Kecuali untuk beberapa orang.
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)
__ADS_1