My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 37 - Penyergapan


__ADS_3

“Itu apa paman?” Claude melihat langit berwarna merah darah tidak jauh dari posisi mereka berada.


Claude juga merasakan udara yang berubah menjadi mencekam, padahal sebelumnya tidak.


“Itu adalah salah satu kemampuan dari Blood Warrior, ketua dari Blood Skull, mereka adalah salah satu kelompok bandit yang mendiami area misterius di dalam hutan ini”


“Nah inilah yang kumaksud kau tidak boleh mendekati mereka, kau lihat sendiri bukan, seperti apa kekuatan para bandit ini”


“Hmm” Claude mengangguk, “Apa yang sedang mereka lakukan paman, sampai mengeluarkan kemampuan seperti itu?”


“Yah seperti hal nya para bandit, kemungkinan mereka sedang menjarah sebuah karavan, tetapi biasanya Blood Warrior tidak pernah ikut bertindak, tapi mengapa hari ini berbeda?” Ashura balik bertanya.


“Lah kenapa paman bertanya kepadaku, aku tidak tahu apa – apa mengenai mereka” Claude mengerutkan keningnya, “Terus mengapa paman masih ada disini? Paman tidak akan memeriksa, atau membantu mereka?”


“Jika aku kesana, bagaimana denganmu?”


“Aku juga tidak bodoh paman, aku bisa bersembunyi menggunakan Shadow Lost, lagipula apa yang mereka harapkan dari mencuri seorang anak kecil miskin seperti ku?”


“Ya benar juga, kalau begitu berhati – hatilah aku akan segera kembali” mendengar ucapan Claude, Ashura segera pergi dan menghilang diantara pepohonan.


Sementara itu Claude yang baru saja menghabiskan makanannya, tidak langsung bergerak untuk berlatih, Claude tidak mau membuat suara yang berlebihan yang bisa saja menarik perhatian para bandit, Claude memilih bersembunyi diantara semak – samak sambil menunggu Ashura datang kembali.


Beberapa saat kemudian aura mencekam menghilang secara perlahan, berikut dengan langit yang mulai kembali ke warna asalnya.


Kemudian Ashura kembali, namun tidak tampak bekas pertempuran disekujur tubuhnya, dugaan Claude, Ashura hanya datang melihat, dan kemudian pergi setelah melihat situasi.


“Paman, apa yang terjadi?”


“Yah seperti kataku, mereka adalah para Bandit dari kelompok Blood Skull namun bedanya mereka tidak sedang menjarah karavan, yang aku lihat hanyalah Blood Warrior yang sedang berhadapan dengan Bear Spirit sendirian, sementara teman – temannya berdiri disamping melihat pertarungan mereka”


“Setelah pertarungan selesai, mereka bergegas kembali bergerak menuju markas mereka” jejak kebingungan memenuhi wajah Ashura, jelas bahwa ia tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Blood Warrior dan anak buahnya.


Jelas bahwa Blood Skull bukanlah kelompok pemburu binatang, tetapi mengapa hari ini mereka memburu Wild Beast, atau apakah mereka mempunyai rencana lain, yang tidak Ashura ketahui.


Pemikiran tersebutlah yang membebani Ashura, jika ada sebuah karavan yang diserang para bandit, sebisa mungkin Ashura akan membantu, jika tidak bisa maka Ashura bisa meminta bantuan dari kota terdekat.


‘Yah tidak perlu kupikirkan juga, jika memang mereka menyerang karavan tepat didepan ku, aku pasti akan membantu, jika tidak ya udah biarkan saja, untuk apa juga aku mencari masalah dengan para bandit ini’ Ashura mencoba mengingatkan pikirannya sendiri.


“Ok, karena para bandit itu sudah bergerak, kau bisa memulai latihanmu kembali”


“Baik paman” Claude mulai berdiri, memposisikan tubuhnya dan mulai melakukan latihannya, meskipun tubuhnya sangat kaku, Claude berusaha sangat keras untuk segera melampaui batasannya.


***


Kembali beberapa jam yang lalu, di mansion kota Behemoth City, Richard sedang sibuk menenangkan anak nya Audrey yang mengamuk, karena tidak mau kembali ke White Lake City  hari ini.

__ADS_1


“Ayah, kenapa kau tiba – tiba menyuruh mereka menjemputku, untuk berangkat hari ini?!! bukannya ayah memberitahuku untuk berangkat tiga hari lagi, bukankah tiga hari lagi itu adalah besok, sejak kapan ayah berbicara bohong kepadaku?!!” Audrey menyilangkan tangannya dengan wajah cemberut berdiri didepan ayahnya.


“Nak, ayah tidak bermaksud membohongimu, ayah hanya ingin mempercepat keberangkatanmu saja” Richard menatap lembut Audrey anaknya.


“Apa maksud ayah mempercepat keberangkatanku, apa ayah sudah tidak mau bersama denganku, apa ayah sudah tidak menyayangiku lagi oleh karena itu ayah segera ingin aku berangkat” bulir – bulir air mata terlihat di ujung mata Audrey.


“Nak kita sudah membicarakan ini sebelumnya, apa alasanku menyuruhmu kembali, dan apa masalah yang sedang ayah hadapi, bukankah semuanya sudah aya beritahukan, kuharap kau mengerti nak” Richard memeluk tubuh Audrey.


“Benar nona muda, bukan maksud tuan Richard untuk membohongi anda, atau tuan Richard tidak menyayangi anda nona, justru sebaliknya, semua pengaturan ini ditujukan untuk anda, supaya anda selamat dan aman, beliau hanya ingin melihat anda segera aman itu saja nona” Baron Lim yang sedari tadi berdiri disamping ruangan mencoba membantu Richard.


Baron Lim memang sedari pagi sudah berada di mansion kota, ia berniat melaporkan informasi yang didapatnya dari kekaisaran, namun belum sempat ia melapor, Audrey sudah membuat kekacauan, yang membuat fokus dari Richard beralih kepada Audrey.


“Aku yakin nona muda adalah seorang anak yang cerdas bukan?, apa nona muda bersedia mendengar saranku?” Baron Lim berusaha membujuk Audrey.


“Apa?!” dengan ekspresi merengut Audrey melepaskan pelukannya dan berbalik melihat Baron Lim.


“Apa nona menyayangi ayah anda?”


“Tentu saja” jawab Audrey dengan cepat.


“Apa nona ingin membebani ayah anda?”


“Tentu saja tidak mau”


“Tapi menurut saya dengan nona seperti ini, malah membebani pikiran ayah anda, ayah anda jadi tidak bisa melakukan pekerjaan lain yang saya rasa sama pentingnya dengan anda nona”


Richard menghela nafas, “Yah tidak apa – apa, tetapi besok kau akan berangkat bersama Coda dan Belo” terkadang Richard tidak bisa menolak permintaan anak semata wayang nya ini.


“Iya ayah” Audrey tersenyum bahagia.


“Terima kasih Baron Lim sudah membantuku membujuknya” Richard tersenyum “Kau bisa keluar sebentar nak, ayah ingin berbicara dulu dengan Baron Lim”


Setelah Audrey keluar, “Sekarang anda bisa menyampaikan informasi apa yang anda bawa” Richard kembali serius.


“Baiklah tuan, sama seperti dugaan saya, kekaisaran memberitahu saya bahwa mereka saat ini sedang disibukkan dengan hal lain, namun mereka masih menganggap bahwa ancaman Goblin sebagai sesuatu yang berbahaya, oleh karena itu pihak kekaisaran akan mengirimkan beberapa pasukan untuk membantu kita disini”


“Mengingat jarak antara kekaisaran dengan Behemoth City, pihak kekaisaran sudah mengirimkan pasukannya per hari ini, mereka mengatakan tidak menunggu surat resmi datang dan pihak kekaisaran mempercepat keberangkatan para prajuritnya, namun tetap saja saya akan mengirimkan surat resminya”


“Yah syukurlah jika pihak kekaisaran masih menanggapi masalah ini, terima kasih Baron Lim, dan aku akan meminta bantuanmu sekali lagi, jika para pasukan ini sudah datang, tolong sediakan akomodasi untuk mereka, apa tidak apa – apa baron Lim”


“Sudah menjadi tugas saya menjembatani kota ini dengan kekaisaran, harap anda tenang saya akan merawat para pasukan kekaisaran” Baron Lim mengangguk, “Baik itu saja yang ingin saya sampaikan tuan, kalau begitu saya undur diri, saya ingin menyiapkan beberapa hal” Baron Lim mengakhiri laporannya.


“Silakan Baron Lim”


Baron Lim segera masuk ke kereta kuda nya, dan pulang menuju kediamannya. Setibanya Baron Lim segera menghubungi Tan Qiang yang sedang bersama Vargas dan kawanannya.

__ADS_1


‘Sial, rencana ku harus tertahan oleh anak ingusan itu, aku harus menyiapkan konfensasi untuk manusia gila itu’


“Lim, kau hampir saja membunuhku” terdengar suara Tan Qiang di seberang Soud Stone yang sudah terhubung.


***


Besok paginya, mansion kota Behemoth kembali sibuk seperti hari kemarin, bedanya pagi ini tidak ada amukan anak kecil bernama Audrey, sekarang Audrey sudah duduk manis di kereta.


“Belo, Coda keserahkan keselamatan anak ku kapada kalian” Richard memberikan ucapan terakhirnya kepada bawahannya.


“Saya akan melindungi nona muda dengan segenap jiwa saya tuan”


“Saya juga”


“Kami berangkat tuan”


“Ya, hati – hati dan selalu waspada”


Kemudian kereta kuda mulai berjalan meninggalkan mansion kota menuju gerbang barat yang langsung mengarah ke White Lake City ibukota Mountain Sage Kingdom.


Iringan kereta kuda itu berisikan Audrey, Belo dan dua pelayan wanita, sedangkan Coda dan beberapa prajurit kota mengawal kereta kuda dari samping dan belakang rombongan, serta beberapa harta yang akan dihadiahkan kepada pihak kerajaan.


Ketika rombongan melewati gerbang barat, tanpa sepengetahuan orang lain Baron Lim hadir disana, menggenggam sebuah Sound Stone yang mengeluarkan cahaya.


“Kalian bisa bergerak sekarang” Baron Lim menyeringai kemudian memutuskan panggilan.


Sementara kereta kuda sudah berjalan cukup jauh dari gerbang kota, terjadi beberapa percakapan didalam kereta.


“Paman Belo, ada apa denganmu? Kenapa hari ini kau tegang sekali?” Audrey heran dengan sikap Belo yang berbeda.


“Ha ha ... mungkin perasaan anda saja nona, aku tetap seperti ini, seperti biasanya untuk apa aku tegang” ucap Belo sambil mengelap bulir - bulir keringat di dahinya.


“Iya nona, mungkin itu hanya perasaan anda saja nona” salah satu pelayan ikut bicara.


“Tidak, aku yakin ada sesuatu yang paman sembunyikan dariku bukan?” Audrey menyelidik.


“Ah mungkin saja, paman Belo tegang karena menahan mual yang dirasakannya, apa anda tidak pernah merasa mual ketika bepergian nona?” pelayan yang lain berusaha mengalihkan perhatian Audrey.


Bukan tanpa alasan belo dan para pelayan merasa tegang, tetapi karena sebelum berangkat mereka semua sudah diingatkan bahwa perjalanan kali ini tidak akan berjalan seperti biasanya, namun mereka tetap harus mempertahankan suasana agar Audrey merasa baik – baik saja.


Namun sebelum Audrey menanggapi ucapan pelayan, prajurit yang berada diluar sudah berteriak.


“Penyergapan”


“Kita disergap”

__ADS_1


-----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2