
“Yo, kau mau pergi kemana? Pertarungan kita belum selesai, kau tidak berpikir untuk lari dariku bukan?” kini Ashura berbalik memprovokasi Vargas.
“Hahaha, aku tahu akan seperti ini jadinya, Assassin dari dulu memang tidak berani bertarung satu lawan satu, mereka pasti menunggu bantuan atau menggunakan cara licik untuk mengalahkan lawan – lawannya, tidak heran Assassin masih dipandang sebelah mata, hahah”
“Maksudmu aku menunggu bantuan dari tuan disana, tenang saja tuan disana hanyalah seorang Alchemis, dia bukan seorang petarung, lagipula bantuan yang dia berikan hanyalah Dagger ini saja, bukankah kau juga mendengar bahwa Dagger ini hanya mainan untuk anak kecil disana, jangan bilang kau takut dengan mainan untuk anak kecil?” Ashura mencibir.
Vargas juga mendengar semua ucapan Tanhill kepada Ashura, bahkan sekarang ia juga bertanya kepada dirinya sendiri, ‘Ya apakah aku takut? Kenapa aku seperti ini? tapi ada sesuatu yang tidak benar mengganjal pikiranku, tapi aku tidak tahu apa itu?’ Vargas kebingungan dengan pikirannya.
“Hey, kali ini aku akan bertarung denganmu secara adil satu lawan satu, tuan disana tidak akan bergerak sama sekali, aku akan membuktikan bahwa seorang Assassin tidak boleh diremehkan”
“Kau yakin berkata seperti itu melawanku?”
“Jika aku ingin aku sudah menyerangmu daritadi, mengapa aku harus melewatkan kesempatan emas yang baru saja tersaji di hadapanku jika bukan untuk bertarung secara adil denganmu” Jawab jujur Tanhill.
‘Sial ucapannya benar, untung saja ia tidak mengambil kesempatannya’ Vargas juga membenarkan ucapan Ashura di dalam hatinya, sekarang Vargas tahu pirasat diawalnya benar, jangan sekali – kali lengah melawan seorang Assassin seperti lawannya sekarang.
“Hahah kau sendiri yang meminta, jangan salahkan aku jika kesempatan selanjutnya kau yang bertekuk lutut meminta ampunan kepadaku” Vargas mencoba menaikan semangatnya.
“Hey – hey, mau sampai kapan kalian beradu mulut seperti itu, kalau itu mau kalian mengapa kalian tidak main opera ditengah kota saja sekalian, kapan adu jotosnya penonton mulai kecewa” kembali suara pria malas terdengar.
Vargas yang sekarang membelakangi Tanhill menolehkan wajahnya hanya untuk terkejut melihat Tanhill yang sekarang sedang duduk santai bersandar pada sebuah pohon dengan segelas arak ditangan, dan buah apel ditangan yang lainnya, Tanhill benar – benar siap untuk menikmati pertunjukan dihadapannya. (Sayangnya popcorn belum ditemukan di cerita ini :D)
“Kau benar – benar ...” seketika Vargas geram melihat betapa santainya Tanhill, Vargas menganggap dirinya seperti diremehkan, seolah dia lawan yang sudah pasti bisa dikalahkan “Aku pastikan setelah aku berurusan dengan Assassin itu kematianmu akan kubuat sekejam mungkin” dengan ekspresi berat Vargas berkata lirih.
“Yah, itupun jika kau bisa” Tanhill tidak repot – repot menanggapi ucapan Vargas.
“Seekor keledai tidak jatuh pada lubang yang sama, tapi ternyata kau lebih bodoh daripada keledai, Double Attack” sebuah bisikan lirih terdengar di telinga Vargas.
Ashura tidak menyia – nyiakan kesempatan yang didapatnya lagi, ketika perhatian Vargas tertuju pada Tanhill, Ashura segera melakukan serangannya, Double Attack Ashura lancarkan.
Ashura mengincar pinggang dan leher Vargas, namun karena reflek yang dimiliki Vargas, serangan kedua Ashura hanya mengenai bahu Vargas saja, meskipun begitu pinggang dan bahu Vargas tetap terluka oleh Cross Venom ditangan Ashura.
“Kau, bukankah kau bilang ingin bertarung secara adil melawanku?” Vargas segera bergerak menjauh, mengambil jarak dengan Ashura yang bersiap memberikan serangan lanjutannya.
“Apakah kau pernah melihat seorang Assassin yang melewatkan dua kali kesempatan yang datang kepadanya” Ashura balik bertanya dengan seringai diwajahnya.
__ADS_1
“Kau” Vargas kemudian mencoba kembali menyembuhkan luka yang baru saja diterimanya, namun yang terjadi adalah luka Vargas tidak sembuh kembali, malah ada efek seperti menggerogot yang dirasakan Vargas dari lukanya.
‘Poison jenis apa ini?’ sebelumnya Vargas tahu bahwa Cross Venom berisi sebuah Poison, namun karena Vargas menganggap Cross Venom itu senjata untuk mainan seorang anak kecil, maka Poison yang dihasilkanpun tidak akan signifikan, setidaknya Vargas yakin masih bisa menanganinya.
Namun sekarang kenyataannya berbeda, bahkan dengan kekuatan Blood Spirit pun Vargas tidak bisa menyembuhkan lukanya.
“Hahaha, sungguh pertunjukan yang menghibur, tidak pernah kusangka seorang pemimpin bandit yang terkenal masih bersikap naif seperti ini, sungguh lelucon yang bagus hahaha” Ditengah keterkejutan Vargas, Tanhill tertawa terbahak – bahak melihat ekspresi Vargas.
Sedangkan Ashura bingung, tidak tahu apa yang telah terjadi, apa yang membuat Vargas mengeluarkan ekspresi terkejut seperti itu, dan mengapa tuan Tanhill mengejek Vargas.
“Berani kalian menjebakku!!!” mendengar ucapan Tanhill seketika amarah Vargas memuncak, kini dia tahu bahwa sedari awal dirinya telah dibodohi.
“jangan salahkan kami, kau saja yang terlalu bodoh untuk mempercayai musuhmu” Tanhill balas mencibir.
“Diam kau!!” Vargas mendelik kearah Tanhill “Kau persiapkan saja kata – kata terakhirmu sebelum aku nanti menggorok lehermu” Vargas menunjuk Tanhill.
“Sekarang giliranmu, aku tidak akan menahan kemampuanku lagi Blood Rage : Impulsion!!” Vargas mengeluarkan skill berserknya, kemudian tubuh besar Vargas mulai menyusut, dan dari pori – pori kulitnya keluar darah merah segar bercampur dengan sebuah aura kuat.
Blood Rage Impulsion adalah skill kemampuan terkuat sekaligus terlarang yang dimiliki Vargas mengapa karena dengan kemampuan ini tubuh Vargas akan dibalut oleh darahnya sendiri, yang membuat Vargas seperti manusia darah, namun dengan begitu tubuhnya akan aman karena tidak sembarang senjata dapat menembus lapisan darahnya.
Namun skill ini juga terlarang karena memiliki batas waktu, dan darah yang Vargas gunakan akan menguap keudara setelahnya maka dari itu ketika Skill ini digunakan, Vargas harus benar – benar membunuh lawannya, dan mengambil darah lawannya untuk mengganti darahnya yang telah dia gunakan.
Jika tidak maka Vargas akan jatuh dalam keadaan sekarat, dan bisa saja meninggal.
Untuk kali ini Vargas yakin dapat mengalahkan Ashura dengan cepat menggunakan kemampuannya ini, setelah mengalahkan Ashura, Vargas akan langsung menguliti tubuh pria yang sedang bersantai itu, Vargas benar – benar membulatkan tekadnya dan mengambil resiko dengan hidupnya sendiri.
Setelah transformasinya selesai Vargas langsung bergerak menyerang Ashura, dengan kemampuannya yang sekarang akselerasi Vargas bertambah tiga kali lipat, bahkan sekarang Vargas bisa dikatakan seorang Assassin dengan senjata pedang besarnya.
Menerima serangan Vargas, Ashura tidak bergeming sama sekali, walaupun tidak mengerti apa yang terjadi Ashura tetap siaga, Ashura tidak akan membiarkan Vargas mengalahkannya dengan mudah.
“Akan keberitahu perbedaan Dagger dengan pedang besar yang kau punya, Ashless Ash World” sama seperti Vargas, Ashura juga mengaktifkan kekuatan martial spiritnya.
“Mati kau!!” melihat Ashura yang tidak bergerak sama sekali membuat Vargas senang, kemenangannya datang lebih cepat.
Namun ketika senjata Vargas menyentuh tubuh Ashura, Vargas tidak merasakan sensasi senjata yang menebas tubuh lawannya, bahkan dalam penglihatannya pun Vargas melihat tubuh Ashura melebur menjadi debu.
__ADS_1
“Mari kita lihat siapa diantara kita yang bisa bertahan lebih lama” suara Ashura terdengar dibelakang Vargas, sembari melakukan beberapa serangan Ashura kembali menghilang menjadi debu yang berterbangan.
Cross Venom terbukti menjadi sebuah senjata yang tajam terlihat dari bekas serangan Ashura meskipun luka yang dihasilkan tidak terlalu dalam tetapi Cross Venom masih bisa menembus Blood Spirit milik Vargas.
Vargas geram dengan serangan Ashura, Vargas secara membabi buta melakukan tebasan demi tebasan melindungi dirinya sendiri, Vargas mulai kehilangan kesabarannya karena Vargas juga merasakan jika serangan Ashura tidak bisa Vargas sembuhkan.
Melihat Vargas yang membabi buta semakin menguntungkan Ashura, Ashura dengan pengalamannya yang segudang, mulai melancarkan serangannya ketitik – titik buta Vargas.
Dalam sekejap mata pertarungan sudah berat sebelah, dimana Ashura yang berada diatas angin sedangkan Vargas sekarang tubuhnya dipenuhi bekas sayatan yang secara ajaib mengurangi kekuatan Blood Spirit ditubuhnya.
Beberapa serangan selanjutnya Ashura berhasil memenggal kepala Vargas begitu saja.
“Hah apa yang terjadi, mengapa semudah ini bertarung melawannya” bahkan Ashura sendiri kaget dengan apa yang sedang dirasakannya sekarang.
“Kau sudah selesai, cepat kesini dan beristirahatlah” Ashura mendengar ucapan Tanhill, kemudian Ashura segera datang menghampiri.
“Kau sungguh berlebihan kali ini, seharusnya tidak perlu kau menggunakan Ash World milikmu, kau cukup bertarung seperti biasa saja aku yakin kau bisa mengalahkannya”
“Saya tidak terlalu yakin tuan, mengingat lawan saya adalah Blood Warrior apalagi dia juga menggunakan Blood Rage nya, jika saya tidak mengeluarkan kartu As milik saya sendiri mungkin sekarang kepala saya yang terpenggal”
“Dengan Cross Venom ditanganmu hal itu tidak akan terjadi”
“Yah itu juga yang ingin kutanyakan tuan, apa yang sebenarnya terjadi mengapa Vargas sangat terkejut ketika menerima racun dari Dagger ini” Ashura bermaksud memberikan kembali Cross Venom kepada Tanhill.
“Kenapa kau tidak coba saja sendiri, sayat sedikit ujung jarimu dan katakan apa yang kau rasakan” Tanhill tidak menjawab Ashura, ia memilih Ashura yang merasakannya sendiri.
Ashura menuruti usulan Tanhill dan menyayat ujung jarinya sendiri, dan kemudian terkejut sendiri.
“Poison jenis apa ini?”
----------
maaf untuk beberapa hari kebelakang jadwal updatenya tidak menentu, dikarenakan kesibukan mendadak yang menimpa saya, saya usahakan secepatnya agar bisa update seperti biasa, terimakasih juga kepada teman - teman yang sudah setia dan mendukung cerita saya.
tapi jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :) :D
__ADS_1