My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 46 – Malam Yang Panjang


__ADS_3

“Malam ini kau berlatih disini” Ashura menemukan tempat berbatu yang sunyi sepi jauh dari tempat pertempuran tadi siang.


“Kurasa sebentar lagi para prajurit kota akan datang untuk memeriksa situasi, jadi aku harus kembali kesana dan memberikan informasi, kau tinggal disini dan fokus berlatih saja”


“Iya paman” kemudian Claude segera mengambil tempat duduk yang menurutnya nyaman dan kemudian memfokuskan pikirannya mulai menyerap energi alam dan menaikan ranahnya sedikit demi sedikit.


‘Mental yang kuat, bahkan setelah peristiwa hebat menegangkan yang hampir merenggut nyawanya sendiri, anak ini masih bisa memfokuskan diri menyerap energi alam, aku tidak bisa tidak memujinya’ Ashura tersenyum hangat melihat kondisi Claude saat ini.


“Baiklah kau berlatih dengan tenang disini, aku akan segera kembali” Ashura kemudian pergi meninggalkan Claude.


Setelah Claude tidak merasakan aura keberadaan Ashura, Claude membuka mata “Hah ... aku ... tidak bisa ... menahannya lagi” seluruh tubuh Claude bergetar, nafas memburu, butiran keringat keluar dengan cepat membasuh setiap permukaan kulitnya serta detak jantungnya berdegup sangat kencang.


Claude bukannya tidak merasakan panik atau terguncang, Claude hanya berusaha terlihat kuat dimata paman – pamannya, dengan mempertahankan Adrenalinnya Claude mampu mempertahankan ketenangannya.


Bukan Claude sok kuat, hanya saja Claude tidak mau merepotkan paman – pamannya saja.


Baru setelah Claude ditinggalkan sendiri, kemudian Claude melepaskan Adrenalinnya dan inilah yang terjadi, Claude terbaring lemas bahkan jika saja Claude tidak dibantu dengan pill dari Tanhill maka kelelahan mentalnya melebihi ketika Claude berhadapan dengan Poison Stinger.


“Ternyata Sang Penguasa Alam, Angel atau Demon, Dewa Dewi disana belum mau mengambil nyawaku” Claude bergumam lirih setelah mampu menstabilkan nafasnya sendiri.


“Yah mungkin masih ada sesuatu yang harus kulakukan, sehingga kematianku harus diundur, tak apa aku sangat bersyukur dengan kesempatan ini, setidaknya aku bisa berpetualang lebih lama didunia ini” dalam posisi berbaring Claude melihat gemerlapnya bintang diangkasa, tanpa disadari Claude memejamkan matanya kemudian tertidur pulas.


Claude terlalu capek dengan peristiwa hari ini.


***


Setelah menerima kabar dari Belo, Richard segera memimpin pasukannya sendiri menuju hutan, Richard ingin melihat sendiri kondisi dari para prajuritnya, dan siapa tahu ada sebuah petunjuk yang merujuk pada kelompok mana yang telah menargetkannya.


Ditengah – tengah perjalanan Richard mendapat panggilan dari George, George menginformasikan bahwa rombongan prajurit kota telah dibinasakan oleh sekelompok Bandit, namun dari rombongan tersebut kepala pelayan bersama nona muda tidak diketahui keberadaannya, George memberitahukan seluruh informasi yang diterimanya dari Tanhill.


Pada akhirnya Richard dan George bertukar informasi dan menitipkan ucapan terimakasih untuk Tanhill yang telah menguburkan para prajuritnya dengan layak.


Meskipun informasi terbaru telah diketahui, Richard tetap melanjutkan perjalanannya.


Dengan tanda merah api yang masih menyala dibantu dengan seorang ahli Detection Richard dengan cepat tiba ditempat pertempuran, terlihat bangkai kereta, serta kobaran api yang membakar mayat para bandit serta gundukan tanah yang masih baru tanda dari makam para prajuritnya.


Richard terdiam ‘Maafkan aku karena telah mengorbankan kalian untuk urusan pribadiku’ perasaan bersalah muncul didalam hati Richard.


Suasana hening untuk sesaat, para prajurit juga terdiam melihat makam dari rekan – rekan mereka.


“Oh rekan prajurit dari Behemoth City telah tiba” ditengah keheningan malam itu sebuah suara jelas terdengar dari arah samping pasukan.


“Siapa kau?!!” beberapa prajurit sudah menghunuskan pedangnya sedangkan yang lainnya bersiaga.


Kemudian tanpa basa basi Ashura menjelaskan identitasnya dan apa yang telah terjadi, semuanya yang perlu diketahui oleh para pasukan ini Ashura beritahu, Ashura tidak mau terjadi kesalahpahaman diantara mereka.

__ADS_1


“Aku Lord Behemoth City, mengucapkan terimakasih atas bantuan anda” setelah mengetahui seluruh cerita Richard berterima kasih atas nama seluruh prajurit.


“Sama – sama tuan”


Kemudian Richard memerintahkan para pasukannya untuk mencari sesuatu yang berharga atau mencurigakan disekitar area tersebut.


“Hmm bolehkah kutahu dimana mayat kepala prajurit Coda, dan juga mayat orang yang melawannya?”


“Silahkan ikuti saya tuan” Ashura menunjukan jalannya.


“Ini adalah makam tuan Coda, sedangkan untuk mayat orang yang telah melawannya ada disebelah sana” Ashura menunjukan mayat Golden Monkey yang kehilangan kepalanya tidak jauh dari makam Coda.


“Seekor Wild Beast?” Richard sangat bingung ketika dilihatnya lawan yang dihadapi Coda adalah seekor Wild Beast, tetapi menurut penuturan Belo lawan yang dihadapi Coda jelas adalah seorang manusia.


“Apa benar Wild Beast ini yang bertarung melawan Coda?” Richard bertanya.


“Ya benar tuan, saya sudah mengkonfirmasinya sendiri ketika menguburkan tubuh tuan Coda terdapat jejak aura dan helaian bulu dari Golden Monkey itu, namun ada hal yang aku tidak mengerti tuan” Ashura berbicara sedikit ragu.


“Katakan”


“Ketika pertempuran terjadi saya jelas melihat dua orang manusia pergi mengejar tuan Coda dan yang lainnya, tetapi ketika pertempuran selesai aku tidak menemukan jejak mereka, adapun ditempat tuan Coda bertarung aku hanya menemukan aura Belo dan satu orang lainnya berlari ke satu arah, terus aku juga menemukan potongan pakaian yang tercabik – cabik didekat tempat pertarungan itu”


“Apa maksudmu?” Richard tidak mengerti maksud dari ucapan Ashura.


“Hmm, ini mungkin hanya dugaanku saja (dugaan tuan Tanhill juga), mungkinkah manusia itu berubah wujud menjadi seekor Wild Beast?”


“Sampai saat ini aku tidak mengetahui ada manusia yang bisa berubah menjadi seekor Wild Beast, tetapi jika kita membaliknya, bahwa seekor Wild Beast yang berubah menjadi seorang manusia itu bukan hal yang mustahil” meskipun Richard sendiri enggan mengakuinya, namun informasi ini berasal dari catatan lama para pendahulunya.


Ashura tidak lagi terkejut mendengarnya, “Lantas apa yang membedakan kita dengan para Wild Beast ini tuan Richard?”


“Aku juga tidak tahu, catatan yang pernah ku baca tidak menunjukan cara kita membedakannya” Richard menggeleng dengan pasrah.


“Sial!” Ashura mengutuk “Jika ini benar, bukankah para Wild Beast ini sudah hidup berdampingan dengan kita, terlebih lagi sepertinya sekarang mereka sedang menargetkan anda bukan?”


“Ya benar”


“Lalu apa yang akan anda lakukan sekarang, kepada siapa anda akan percaya jika hal seperti ini terjadi?” Ashura tidak benar – benar frustasi, untuknya yang suka menyendiri Ashura tidak terlalu khawatir dengan para Wild Beast yang menyamar ini, Ashura hanya tinggal berusaha bertambah kuat dan melawan mereka.


“Aku tidak tahu, bahkan jika aku tahupun aku tidak akan membicarakannya denganmu” Richard tersenyum penuh arti.


“Pemikiran yang bijak tuan” Ashura memuji pemikiran dari Sir Ricahrd.


Ya ditempatkan dalam posisi seperti itu, Richard tidak akan lagi mempercayai orang secara penuh, termasuk Ashura yang meskipun telah membantu para prajuritnya, namun Richard sendiri baru bertemu dengannya hari ini, Richard hanya berusaha bertindak secara hati – hati ‘Baguslah anakku sudah tidak bersamaku’ Richard bersyukur dalam hatinya.


“Apa kau menemukan hal lainnya, seperti Storage Ring yang tertinggal”

__ADS_1


“Sayangnya aku tidak menemukannya, aku rasa Storage Ring yang dimilikinya ikut hancur ketika Golden Monkey itu mati, dugaan ini berasal dari butiran debu didekat salah satu jarinya” Ashura menceritakan detail penemuannya.


“Ikut hancurkah? Mereka benar – benar merahasiakan kelompok mereka” Richard bergumam.


“Yah dan sepertinya tugas anda juga bertambah tuan”


“Bukan hal yang mengejutkan, lagipula aku memang sudah menduganya” Richard tersenyum ramah, Richard sama sekali tidak menunjukan kepanikan akan bahaya dalam setiap tindakannya.


“Bagaimana dengan satu orang lagi, apa yang terjadi padanya?”


“Aku tidak mengetahuinya tuan, ditempat terakhir auranya menghilang begitu saja, aku tidak menemukan lagi jejaknya, kemungkinan orang tersebut melarikan diri”


“Lalu bagaimana dengan jejak pertempurannya?”


“Aku tidak menemukan apa – apa tuan, maka dari itu aku menyimpulkan bahwa orang tersebut melarikan diri” Ashura membuat asumsi seperti itu setelah mengetahui bahwa kepala pelayan beserta nona muda tersebut selamat.


“Oh iya tuan” Ashura tiba – tiba ingat ucapan Claude. “Saya sarankan anda untuk lebih memperhatikan kelompok dari Baron Lim, karena orang terakhir yang mengejar itu adalah Wen Qi salah satu wanita yang tinggal di rumahnya”


“Apa?” Richard cukup kaget.


“Menurut Claude, anak kecil yang membantu anak anda kabur, Claude berhasil mengetahui identitas sang pengejarnya yang tidak lain adalah Wen Qi salah satu wanita dari rumah Baron Lim” Ashura menjelaskan darimana ia mendapatkan informasi tersebut.


“Seberapa yakin anak itu percaya bahwa wanita itu adalah Wen Qi?” kini Richard ingat ada seorang wanita yang selalu menemani Baron Lim dikediamannya dan wanita itu bernama Wen Qi.


“Yah wanita itu marah ketika anak itu mengejeknya sebagai gundik seorang Baron” Ashura tersenyum canggung menuturkan ucapan Claude sebelumnya.


“Hahaha anak yang pintar” Richard memuji kecerdasan Claude yang membongkar kedok Wen Qi “Baiklah aku akan mengawasi mereka, terimakasih atas informasi yang kau berikan, ucapkan juga salam ku kepada anak kecil itu” Richard kemudian kembali kepasukannya dan bersiap pulang ke kota.


***


“Heh apa kau sudah mengetahuinya?” Seorang pria yang duduk dibar kota berbisik kepada temannya.


“Apa?”


“Aku mendengar bahwa, sekelompok Goblin tengah berkumpul didekat kota kita, mereka sedang bersiap untuk menyerang kita”


“APA YANG KAU KATAKAN!!!” tiba – tiba temannya tersebut berteriak dan menarik perhatian orang – orang disana.


“Ssssttt diam, aku akan dipenggal para penjaga kota jika aku ketahuan menyebarkan berita ini” Pria itu menunjukan ekspresi ketakutannya.


Namun sayangnya teriakan pria tadi telah menarik perhatian para pengunjung yang lainnya, sehingga para pengunjung ini mulai mendekat dan bertanya mengapa dia barusan berteriak.


Kemudian pria itu menceritakan kenapa ia berteriak, ketika orang – orang bertanya dari siapa ia mengetahuinya, pria itu kemudain tersadar bahwa pria yang telah memberitahunya telah menghilang.


Pada malam itu tersebut, hal seperti barusan terjadi berulang kali di berbagai tempat, membawa badai kepanikan menuju Behemoth City.

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2