
“Secara garis besar kami sudah siap Oldie, saat ini kami sedang mengerjakan detail - detail kecil yang tersisa” Goroda bertekuk lutut dihadapan Oldie Tribal “Selama anda memanggil, kami siap menyerang saat itu juga”
“Bagus, terima ini” kemudian Oldie Tribal memberikan sebuah kalung dengan tanduk kecil sebagai gantungannya, “Kalung ini berfungsi sebagai identitas mu sebagai pemimpin pasukan, dan ketika waktu penyerangan tiba kalung ini akan bersinar dan saat itu tiba kau jangan ragu untuk memerintahkan pasukanmu untuk menyerang” Sang Oldie menjelaskan.
“Terimakasih Oldie” Goroda langsung menerima dan memakai kalung tersebut.
“Berdirilah dan Alirkan Nature Spiritmu kedalam kalung itu”
“Baik Oldie” Goroda mematuhi setiap perkataan Oldie tanpa keraguan sedikitpun.
Goroda langsung mengarahkan sedikit Nature Spirit miliknya kedalam kalung tersebut, dan kalung merespon dengan mengeluarkan sedikit cahaya keemasan lalu kemudian menghilang tampak seperti kalung tersebut menyerap Nature Spirit milik Goroda.
“Bagus sekarang kalung itu telah mengakuimu, dan mulai dari sekarang kalung itu akan menggandakan seluruh kekuatanmu, menggandakan seluruh kecakapan bertarungmu, menggandakan peningkatanmu setiap harinya, tapi kau tidak perlu khawatir selama kau tidak mati kalung itu tidak akan pernah lepas dari lehermu” Oldie menjelaskan kelebihan dari kalung tersebut.
Mendengar pernyataan Sang Oldie, membuat semua Goblin yang hadir meneguk ludahnya mereka sendiri, akan menjadi sebuah kebohongan jika mereka tidak menginginkan kalung yang dipakai pemimpin mereka.
Dimulai dari prajurit biasa sampai para Goblin Commander mereka merasakan sifat tamak mereka mendidih karena iri melihat Goblin Cheif mereka.
Namun mereka juga sadar bahwa Chief mereka sangat kuat, fakta bahwa sebelum memakai kalung tersebut Goroda sudah menjadi Goblin yang terkuat diantara mereka, dan sekarang Goroda memakai kalung tersebut, semua Goblin memikirkan hal yang sama, akan seperti apa kekuatan Goroda sekarang.
Para Goblin ini berusaha keras menekan keinginan mereka.
“Terimakasih Oldie, terimakasih” Goroda sangat senang ketika tahu kalung tersebut juga bisa menambah kekuatannya.
Baginya yang mendambakan kekuatan dengan datangnya kalung tersebut semakin menambah percaya diri yang Goroda miliki, kini Goroda lebih yakin bisa membantai para manusia bodoh itu, meskipun pasukannya dibantai sekalipun.
Goroda yakin dengan kekuatannya yang sekarang bahkan jika dirinya terjun seorang diri, tidak akan memerlukan waktu yang lama untuknya membantai semua manusia itu
“Yah sudah menjadi tugasku untuk memperkuat keluargaku, pasukanku, jika tidak seperti ini, kita hanya akan mengulang sejarah, tanpa adanya keadilan dan kesejahteraan untuk kaum kita” Oldie tersenyum lembut seperti seorang ayah yang memberi nasihat dan dorongan kepada anak – anaknya.
Mendengar ucapan Oldie, Goroda semakin bersemangat tidak sabar menanti hari pertempuran tiba.
“Sekarang kau pelajari terlebih dahulu kekuatan kalung itu, kau gali sendiri potensinya, karena setahuku meskipun tidak signifikan tetapi kalung tersebut juga bisa memperkuat pasukanmu”
“Baiklah tugasku disini sudah selesai, aku akan mengunjungi kelompok – kelompok yang lain, pastikan kau dan pasukanmu siap selalu karena sebentar lagi kita akan memulai pertempuran ini” setelah itu Oldie Tribal berbalik dan pergi begitu saja dengan kedua pengawalnya.
“Terimakasih Oldie” Goroda berlutut menundukan kepalanya sebagai tanda terimakasih dan tanda mengantar kepergian sang Oldie
“Terima kasih Oldie!!” secara serempak seluruh pasukan Goblin yang ada digua mengikuti Chief mereka, memberi penghormatan kepada Oldie Tribal.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Oldie Tibal telah sepenuhnya pergi dari gua tersebut, Goroda langsung bangkit.
“Para Commanderku, untuk sementara waktu aku akan pergi ke pengasinganku untuk memahami sebanyak mungkin kekuatan dari kalung ini, sampai waktunya tiba kalian semua yang mengatur pasukan dan keadaan di gua ini, sekali lagi kuserahkan semuanya kepada kalian”
tanpa menunggu persetujuan mereka Goroda segera pergi menuju tempat perasingannya. Menutup ruangan tersebut dan dengan sekejap menenggelamkan kesadarannya mencoba memahami kekuatan kalung tersebut.
Dilain tempat, sang Oldie Tribal berjalan bersama dua pengawalnya tiba – tiba berkata “Apa yang sedang kalian pikirkan?” Oldie yang perasa tahu bahwa bawahannya sedang memikirkan sesuatu.
“Maaf Oldie, Apa tidak berlebihan memberi para Chief itu, Spirit Necklace ini?” Salah satu Goblin Knight berbicara sambil memegang Kalung yang sama bentuknya dengan milik Goroda.
“Berlebihan? kurasa tidak, apa kalian tahu tujuan aku memberikan Spirit Necklace ini kepada kalian terlebih dahulu?”
“Untuk meningkatkan kekuatan kami para Goblin Knight sebagai pasukan khusus milik anda Oldie” Jawab salah satu Goblin Knight.
“Ya kau benar, dan tujuanku sekarangpun tetap sama, aku memberikan mereka Spirit Necklace ini juga untuk memperkuat diri mereka dan kelompoknya, karena kita akan berhadapan dengan para manusia aku juga perlu meningkatkan kekuatan mereka yang akan bertarung, sedangkan untuk kalian, kalian tidak aku persiapkan untuk membantai para manusia” Oldie mencoba menjelaskan.
“Maksud Oldie, kami tidak akan bergerak ketika semua Goblin pergi membantai manusia?”
“Kau benar, ketika kita sudah selesai dengan semua persiapan, para Chief itu sudah lebih dari cukup untuk membantai manusia, dan untuk kalian, para Goblin Knight akan tetap bersamaku”
“Maaf jika aku lancang Oldie, tapi jika seperti itu untuk apa kami dipersiapkan, kami juga ingin bertarung dan menjarah, naluri kami tidak bisa diredam begitu saja” salah satu Goblin Knight mengeluarkan unek – uneknya.
“Musuh kita bukan hanya para manusia itu, para manusia itu hanyalah sepiring makanan yang kapan saja bisa kita makan, coba kalian pikir mengapa Aliansi mengizinkan kita bergerak pertama, padahal jelas – jelas mereka juga ingin mengekploitasi tanah Grand Middle Earth ini”
“Terlebih untuk ras High Elf, mereka jelas tahu bahwa kita telah melakukan kesalahan saat perang terakhir, namun sekarang mereka dengan jelas mempersilahkan kita, membiarkan kita bebas bergerak tanpa tekanan apapun apa kalian tidak memikirkan ada sesuatu yang aneh sedang terjadi?”
Kedua Goblin Knight kebingungan mendengar pernyataan Oldie.
“Jelas para High Elf membenci kita para Goblin, mereka berniat mengadukan kita dengan para manusia itu sampai kedua belah pihak menerima kerugian, ketika saat itu tiba mereka para High Elf licik itu akan datang dan membantai manusia sekaligus bangsa kita” Oldie segera menjelaskan pendangannya.
“Lalu jika itu yang mereka rencanakan mengapa kita harus bergerak pertama?”
“Apa kalian lupa dosa kita terhadap Nature Spirit Tree?” kedua Goblin Knight segera mengerti maksud dari Oldie “Bagus jika kalian mengerti, aku mengambil langkah ini dengan terpaksa, kita hanya punya kesempatan ini untuk memulihkan kehormatan kita di depan Nature Forest Tree”
“Oleh karena itu aku memberikan kekuatan kepada para Goblin Chief untuk membantai para manusia, dan menyiapkan kalian untuk bertarung melawan para High Elf sialan itu”
“Untuk saat ini mari kita patuh ikuti alur yang berjalan, biarkan para High Elf ini lengah, sampai pada waktunya tiba, bahkan mereka tidak akan mempunyai waktu untuk bersiap melawan kita” Seringai jahat tergambar jelas diwajah Oldie.
“Kami mengerti Oldie” mendengar rencana langsung Oldie membuat kedua Goblin Knight ini merasa sangat bersemangat, mereka berdua ingin segera merasakan momen dimana mereka akan memandang rendah dan membantai para High Elf yang selalu meremehkan mereka.
__ADS_1
“Sekarang ayo kita datangi kelompok lainnya” masih dengan seringai diwajahnya Oldie Tribal membuka ruang spasial didepannya dan kemudian mereka masuk dan dengan sekejap mereka menghilang dari hutan tersebut.
Tanpa diketahui oleh kedua Goblin Knight sebenarnya ada maksud lain dari seringai yang ditunjukan Oldie Tribal, sayangnya hanya Oldie Tribal saja yang mengetahui makna sebenarnya dibalik seringai diwajahnya.
***
Malam yang panjang pun akhirnya berakhir, dengan sinar mentari pagi hangat menyapa, membangunkan Claude dan Ashura yang tertidur dibawah sebuah pohon rindang.
“Uwahhh akhirnya tenagaku pulih kembali” Claude yang pertama bangun dan kemudian terkejut sendiri “Ah ... apa yang kulakukan semalam, bukankah seharusnya aku berlatih ...”
“Hey apa yang terjadi, hari masih pagi mengapa kau sudah ribut – ribut tidak jelas” ucap Ashura yang terbangun oleh suara Claude.
“Ah maaf paman, sepertinya aku tadi malam ketiduran dan tidak berlatih, apa tidak apa – apa paman?” Claude takut Ashura akan memarahinya.
“Tidak perlu kau pikirkan, aku juga mengetahui kondisimu, selama kau kembali bugar dan bisa berlatih hari ini, istirahat satu malam tidak apa - apa” Ashura melambaikan tangannya.
“Hehe terimakasih paman” Claude menghela nafas lega.
“Ngomong – ngomong, awalnya aku tidak terlalu peduli, tetapi semakin lama aku juga tidak bisa menahannya, tubuhmu sudah sangat bau mau sampai kapan kau mendiamkannya, tidak kah harusnya kau bersihkan” Ashura memegang hidungnya jelas bau keringat dari tubuh Claude dipagi ini sangat menyengat.
“Hehe, akhirnya paman merasakannya, yah terima saja paman, aku juga sudah berdamai dengan bau badanku sendiri” Claude puas sekali melihat ekspresi Ashura.
“Oh aku tidak menyangka bahwa kau akan sekotor ini, padahal aku tahu caranya membersihkan badan ketika memakai Armor itu” Ashura tahu apa yang dipikirkan Claude.
“Apa?” Claude terkejut “Tapi bukankah paman bilang sendiri bahwa tidak ada cara bagiku untuk mandi?”
“Kapan aku berbicara seperti itu? Seingatku aku hanya tersenyum dan tidak menjawab apa – apa, hahaha” sekarang giliran Ashura yang puas telah berhasil mempermainkan Claude.
“PAMAN!!! ...”
Akhirnya Claude pergi mencari danau kecil setelah mengetahui cara membersihkan badannya yang hanya tinggal disiram atau berendam dalam air saja Armor ini akan secara otomatis menyegarkan dan membersihkan badannya.
Dengan gerutuan yang tidak ada habisnya, Claude terus berjalan dan kemudian sampai disebuah danau kecil, namun sebelum Claude bisa mandi, ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
“Apa itu?”
----------
jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)
__ADS_1