My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 23 – Mencari Bimbingan


__ADS_3

Mendengar penuturan langsung Tanhill membuat Ashura tertangkap kaget tidak siap mengetahui kecurigaanya ternyata benar.


“Dan jika tempat itu seperti yang kau gambarkan bisa kupastikan bahwa para Goblin ini telah melalui sebuah pertarungan dan mereka berkelompok dalam jumlah yang tidak sedikit”


“Tapi mengapa saya tidak menemukan apa – apa disana, selain jejak pertempuran dan tentunya cairan hijau seperti ini berserakan dimana – mana?” Ashura masih kebingungan.


“Goblin itu makhluk yang kejam, mungkin kau juga pernah mendengar kisahnya beberapa tahun yang lalu,” Tanhill melihat Ashura mengangguk.


“Goblin itu selalu melakukan serangannya secara frontal, bagi mereka terkena beberapa goresan tidak membuat mereka gentar, bahkan ketika darah mereka menetes keluar banyak Goblin tetap memiliki Vitalitas yang tinggi guna menjatuhkan lawannya.”


“Dengan determinasi kuat dan sifat tidak mengenal takutnya seringkali lawan yang dihadapi para Goblin ini merasa tertekan dan takut untuk kemudian menyerah tanpa syarat”


“Dari apa yang kau ceritakan, aku menduga bahwa para Goblin ini sedang berburu beberapa Wild Beast untuk makanan mereka, jelas bahwa mereka belum menyerang manusia, karena jika itu terjadi mungkin beritanya sudah lama terdengar” Tanhill menyimpulkan.


“Tuan Tanhill, apakah memang Goblin itu sekuat yang anda ucapkan?”


“Jika mengacu pada vitalitas, jelas bahwa kita sebagai manusia pasti akan kalah dengan mereka, tetapi Goblin juga ada dengan kelemahannya, selama kita bisa langsung menebas lehernya maka Goblin akan seketika mati, tapi tentu saja berbicara mungkin terdengar mudah namun eksekusinya tidak semudah itu”


“Saya mengerti tuan, jika mereka mudah dihadapi mereka tidak akan menjadi monster yang pernah membuat kekacauan dulu,” Ashura setuju dengan ucapan Tanhill “Lalu sebaiknya apa yang harus kulakukan sekarang tuan?”


“Aku tidak tahu, mungkin sebaiknya kau melaporkannya kepada serikat petualang, atau mungkin langsung ke penguasa kota Red Flower City, apapun itu selama kau bergerak cepat kita mungkin bisa mempersiapkan segala sesuatunya”


“Ya anda benar tuan, hmm bolehkah saya bertanya, mengapa anda tenang sekali mengetahui bahwa diluar sana para Goblin sedang mengintai, bahkan mungkin sebentar lagi mereka akan menyerang kita tuan” Ashura sedikit curiga dengan sikap Tanhill yang acuh tak acuh.


“Memangnya reaksi apa yang kau harapkan dariku?” Tanhill terkekeh menggeleng – gelengkan kepala, “Walaupun kau tahu aku adalah seorang Alchemis yang mampu, tapi aku tetap seorang Alchemis, didepan kalian para maniac pertarungan aku bisa apa, oleh karena itu ketimbang panik, aku lebih suka menggunakan pengetahuanku untuk keluar dari situasi seperti ini”


“Boleh saya tahu apa yang anda pikirkan untuk keluar dari ancaman mereka tuan?” Ashura bertanya penasaran.


“Hmm sederhana saja, jika keadaan berubah seperti yang baru saja aku katakan, mungkin pergi mengunjungi Jotunheim dan berlindung disana merupakan opsi terbaik.” Dengan wajah tanpa dosa Tanhill mengungkapkan rencananya.


-gubrak-


Ashura kaget hingga menjatuhkan dirinya sendiri seraya bergumam ‘pengetahuan apa, yang kau lakukan hanya kabur dari masalah dan mencari perlindungan’


“Yah seperti yang ku bilang, aku ini seorang Alchemis bukan seorang petarung, aku tidak bisa berbuat apa – apa digaris depan, kehadiranku hanya akan menjadi beban bagi kalian, jadi kalian saja yang bersiap dan bertarung melawan para Goblin ini”


“Anda benar tuan, kalau begitu saya akan pamit undur diri untuk segera melaporkan hal ini ke serikat petualang” Ashura mengambil kembali botol giok diatas meja dan berdiri hendak pergi sebelum kemudian Tanhill mencegah kepergian Ashura.


“Eh tunggu sebentar Shura, jangan terburu – buru, lagipula hari masih sore masih banyak hal yang perlu kita bicarakan, untuk masalah para Goblin, menunggu satu hari tidak akan menjadi masalah bagi kita” Tanhill tersenyum penuh misteri.


‘Bukannya kau sendiri yang bilang bahwa kita harus bergerak cepat melaporkan hal ini, guna mempersiapkan skenario terburuk, lantas mengapa sekarang kau menahanku disini?’ Ashura bergumam di dalam hatinya, tetapi kemudian duduk kembali tanpa sedikitpun berbicara.

__ADS_1


“Karena pertanyaanmu sudah ku jawab, sekarang giliranku mencari bantuanmu,” Tanhill tersenyum.


“Bolehkah saya tahu apa yang anda perlukan dari saya tuan?”


“Menurutmu, bagaimana dengan anak tadi?”


“Claude? Secara postur tubuh untuk anak seusia dia sangat bagus, ranah yang dimilikinya juga tidak rendah, selain itu membuatnya mengambil Job sebagai Rogue juga tidak masalah mengingat Shadow Spirit bawaan anak itu juga cocok sekali ketika bermain dengan Archery dan Assassin”


“Dilihat dari bawaannya, anak itu tidak buruk jika di beri pelatihan yang tepat anak itu mungkin bisa menjadi petualang top suatu saat nanti, tetapi untuk sekarang karena aku tidak tahu kemampuannya aku tidak bisa menilainya.” Ashura secara objektif membagikan penilaiannya.


“Untuk kemampuan memanah anak itu tidak buruk, aku tahu karena aku sering sekali melihatnya berburu Wild Rabbit dihutan, untuk anak seusianya aku bisa mengatakan bahwa anak itu adalah yang terbaik di Behemoth City dalam hal memanah.”


“Sayangnya itu hanya di Behemoth City” Ashura tersenyum menggelengkan kepalanya.


Seperti yang diketahui ada 12 kerajaan di bawah naungan kekaisaran serta banyak sekali kota dibawah kedua belas kerajaan ini, sudah pasti disetiap kota tersebut juga ada bakat seperti Claude, bahkan bukan tidak mungkin melampaui Claude.


Karena Ashura telah bepergian ke berbagai kota di sekitaran Red Phoenix Empire, membuat Ashura tidak terlalu kaget ketika melihat bakat yang dimiliki Claude.


Baginya Claude bagus, tetapi sebatas bagus saja, bukan sangat bagus ataupun yang terbaik, Oleh karena itu Ashura hanya tersenyum saja ketika mendengar beberapa ucapan dari Tanhill.


-uhuk uhuk-


“Tidak perlu kau perjelas aku juga sudah tahu” Muka Tanhill memerah.


“Aku ingin kau menjadi instruktur bagi anak itu, melatihnya menguasai Shadow Spirit serta bagaimana cara menggunakan Dagger sebagai seorang Assassin bukan sebagai juru masak” Jawab Tanhill enteng.


“Tapi aku memiliki ...” Ashura bermaksud menolak permintaan Tanhill, tetapi ucapannya langsung dipotong Tanhill.


“Kau jangan terlalu cepat menolaknya, meskipun aku tidak tahu apa itu seni pertempuran, tetapi aku tahu bahwa anak itu memiliki sesuatu yang beda, kemampuan belajarnya diatas rata – rata terlebih sifat keras kepala ketika ingin mempelajari sesuatu menjadi nilai tambah baginya”


“Sebagai seorang Alchemis, aku ingin mendapatkan murid yang cakap seperti dia, tetapi apa daya anak itu terlalu batu untuk mengetahui seni meracik pill”


“Dan sebagai pamannya aku ingin mendorong dan memfasilitasi anak itu untuk melakukan apa yang ia inginkan, serta menyediakan sumber daya terbaik untuk perkembangannya”


“Berdasarkan pengamatan yang kulakukan,anak itu mempunyai potensi dalam Job Rogue dengan spesialisasi yang unik, coba kau pikir siapa di Red Phoenix Empire yang memiliki Job Rogue dengan dasar Archery dan Assassin? Setahuku jawabannya tidak ada”


Mendengar ucapan Tanhill, Ashura merenung sebentar sebelum kemudian menganggukan kepalanya, setidaknya Ashura belum menemukan seorang Rogue dengan spesialisasi di Archery dan Assassin.


Memang seperti yang telah Tanhill ceritakan kepada Claude, kebanyakan petualang dengan Job Rogue selalu menggunakan pedang atau tombak dan Magic sebagai kombinasi mereka.


Mengapa hal ini terjadi?.

__ADS_1


Alasannya sederhana, karena Magic mudah digunakan, dengan hanya rapalan dan energi kehidupan sebuah Magic bisa tercipta walaupun kekuatannya sedikit kurang dibandingkan menggunakan tongkat sihir tetapi celah tersebut bisa tertutupi dengan ranah yang dimiliki.


Magic sebagai serangan jarak jauh dan pedang atau tombak sebagai serangan jarak dekatnya.


Kembali muncul sebuah pertanyaan mengapa Dagger tidak ada, dan mengapa harus pedang dan tombak?


Karena pedang dan tombak memiliki dampak serangan yang besar dibandingkan dengan Dagger, jadi meskipun tingkat kesulitan penguasaannya cukup tinggi banyak Rogue yang memilih diantara keduanya.


Untuk Dagger, sekilas memang mudah untuk menggunakannya, tetapi pada kenyataannya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi ketika bermain dengan Dagger, yakni kecepatan, timing, eksekusi, dan tentunya bakat bawaan.


Sedangkan untuk Archery, fakta bahwa tingkat kesulitan penguasaannya menjadi yang tertinggi sudah mengurangi minat para Rogue ini.


Tetapi bukan tidak ada sama sekali, malah di pasukan penjaga selalu ada satu pasukan Archer didalamnya, pun demikian dengan Assassin, begitu juga dengan petualang, tidak sedikit pula mereka yang memiliki spesialisasi dalam Archery dan Assassin.


Jumlah mereka merata dengan para Mage, Swordman, Shield Warrior maupun Berserker, tetapi untuk menjadi seorang Rogue, bahkan mereka menolak untuk mencobanya.


Sebenarnya teori mengenai Rogue dengan spesialisasi Archery dan Assassin sudah banyak di perbincangkan, teori ini menyebutkan bahwa Rogue dengan spesialisasi tersebut dapat mengeluarkan potensi sesungguhnya dari seorang Rogue.


Pernyataan ini diperkuat dengan fakta bahwa serangan Archery lebih tajam dengan rentang lebih jauh dibandingkan dengan Magic, serta kecepatan dan keluwesan Dagger dapat menekan para pengguna pedang dan tombak ketika mereka beradu dalam ranah yang seimbang.


Namun karena syaratnya yang mengharuskan menguasai dua senjata sekaligus membuat para Rogue ataupun petualang urung mencobanya, lagipula teori hanya sebuah teori, tanpa ada bukti nyata keberhasilannya, orang – orang ini tidak mau mencobanya.


Untuk kasus Claude, karena dia telah mempunyai Archery sebagai landasan utamanya Tanhill ingin mendorong Claude untuk membuktikan teori yang dimilikinya tersebut, ditambah Martial Spirit bawaan Claude, Tanhill yakin Claude mampu menguasai keduanya.


“Tidak semua orang bisa menjadi seorang Assassin makanya sangat sedikit Assassin handal,” Tanhill memuji Ashura, “Oleh karena itu, aku tidak menemukan Assassin yang cukup handal selain dirimu untuk membimbing anak itu”


“Ini ...” Ashura jatuh pada perenungan.


“Anggap ini, sebagai bayaran atas bantuanku sebelumnya, bagaimana menurutmu?”


“Ah tapi, saya berjanji untuk membantu anda ...”


“Dan inilah yang ingin kulakukan, kau bantu aku melatih anak itu” Tanhill terus memotong ucapan Ashura.


“Hmm baiklah kalau begitu, aku akan mencobanya” Pada akhirnya Ashura menyetujui permintaan Tanhill.


“Baguslah.” Tanhill lega “Hey nak, mau sampai kapan kau menguping disana,? aku sudah memuji – mujimu di hadapan instruktur barumu, awas saja jika kau tidak serius berlatih” Tanhill mendelik kearah pintu.


Sesaat kemudian pintu terbuka, Claude masuk tersenyum canggung menyapa instruktur barunya “Terima kasih paman mau mengajariku, aku tidak akan pernah lalai ataupun berleha – leha, aku akan berlatih dengan sungguh - sungguh” Ucap Claude penuh tekad.


‘Anak ini, sejak kapan ia menguping di balik pintu? Mengapa aku tidak bisa merasakan hawa keberadaannya’ Ashura jatuh dalam kebingungan.

__ADS_1


----------


jangan lupa tombol like di tekan ya teman - teman, terima kasih :)


__ADS_2