My Own Path : Red Phoenix

My Own Path : Red Phoenix
Ch 60 – Pembantaian


__ADS_3

Goblin Commander dan Warren sama – sama berteriak.


Mendengar perintah komandan mereka, para Goblin mengangkat pedang mereka kemudian langsung menerjang, jejak kegilaan terpancar dari para Goblin ini.


Dengan jumlah Goblin yang sebanyak itu, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk para petualang di binasakan.


“Semua merapat, Tanker gunakan energy Shield kalian, Spearman serang dari celah Tanker, Swordman tebas mereka yang menerobos” meskipun keadaan berubah menjadi kacau Warren berusaha untuk tetap tenang.


Meskipun kematiannya sudah berada didepan mata, tetapi Warren tidak mau ia mati begitu saja tanpa berhasil memberikan perlawanan.


Begitupun dengan para petualang, mereka sadar dan siap kehilangan nyawa mereka, dan sangat kecil kemungkinannya mereka bisa bertahan hidup dalam pertempuran ini, tetapi mereka bukanlah hewan jinak yang tidak memiliki perlawanan, mereka adalah manusia yang pantang menyerah meskipun sadar peluang itu nyaris tidak ada.


Didukung dengan perintah Warren, para petualang semakin yakin, bahwa mereka harus melawan sebisa dan semampu yang mereka bisa lakukan.


Seperti yang diperintahkan Warren, para Tanker mulai memasang energy Shield mereka, yang langsung membentuk sebuah dinding energy yang kembali melindungi para petualang.


Tetapi bedanya, sekarang jarak mereka dengan para Goblin sangat dekat, bahkan mereka dapat melihat bagaimana bergairahnya para Goblin ini untuk menghancurkan shield dan membinasakan mereka.


Sementara itu dibarisan belakang para Goblin, beberapa Goblin Commander mendengus karena tidak bisa ikut membantai para petualang.


Hal ini disebabkan dengan jumlah kecil petualang yang ada sedangkan jumlah mereka para Goblin lebih dari lima ratus membuat satu perlima dari para Goblin saja sudah cukup untul mengerubungi dan menekan para petualang.


“Cih apa yang kalian lakukan, cepat binasakan mereka, masih banyak manusia yang harus kita bantai” salah satu Goblin Commander menggerutu.


“Hahah, kau iri dengan kami karena tidak bisa ikut menikmati pesta bukan hahah” Goblin Commander yang menekan para petualang tahu bahwa Goblin Commander yang lain hanya iri padanya, karena menurutnya tidak ada batasan waktu untuk menaklukan para manusia, bermain – main dengan mereka juga cukup menyenangkan.


“Komandan mengapa kita tidak ikut menekan para manusia itu, lihat teman – teman kita sangat bergairah, apa komandan tidak ingin bergabung dengan kesenangan seperti itu?” disudut lain, salah satu bawahan Gamo sedang bertanya kepadanya.


“Apa kalian akan puas hanya dengan mainan sebanyak itu,? Kalian semua ikuti perintahku, dan tunggu saja, hidangan utamanya belum tiba” ucap santai Gamo.


“Baik komandan” bawahannya tidak bertanya lebih lanjut, semua bawahan Gamo tahu bahwa komandan mereka berbeda dari komandan lainnya, dengan keputusan yang dibuat komandan Gamo, para bawahannya selalu merasa mendapatkan untung yang besar.


Kejadian itu terus berulang dan kemudian membentuk kepercayaan bawahannya terhadap Gamo.


Sementara itu, meskipun terlihat santai, Goroda sebenarnya memperhatikan jalannya pertempuran, Goroda menilai sikap para Komandannya, Goroda berpikir inilah waktu yang tepat untuk melihat siapa yang bisa menjadi bantuan besar bagi dirinya, dan atau menyesatkannya dalam jurang kehancuran.


“Hmm” Goroda sedikit kecewa dengan para Commander yang sedang menekan, bukannya Goroda tidak suka mempermainkan mangsanya tetapi hanya sampai batas tertentu.


Seorang komandan harus bisa mengetahui waktu kapan yang pas, kapan mereka memainkan mangsanya dan kapan mereka mengeksekusi mangsanya, dan dalam pandangan Goroda, para komandannya tidak mengetahui hal tersebut.


Rasa kecewa juga Goroda rasakan dari Komandan yang tidak bisa menahan emosi mereka, menurutnya para Goblin masih terlalu dangkal dalam memahami kontrol emosi dan strategi.


“Hoooo, anak itu memang berbeda” Goroda melihat Gamo dan pasukannya, bukan hanya Gamo tenang dan tidak terlalu bereaksi, tetapi Gamo terlihat memperhatikan medan pertempuran dan seperti bersiap untuk mengantisipasi sesuatu.


“Gabi!!!” dengan sorot mata yang tajam, Goroda menyerukan salah satu nama Goblin Commander.


Gabi berbalik dan melihat tatapan tajam Goroda, “Baik Chief” Gabi mengerti waktunya bermainnya telah selesai, sudah waktunya dirinya bertindak serius.


Keadaan yang terlihat sekarang adalah para Goblin yang sudah berdarah – darah dengan banyak luka ditubuh mereka tetap mempertahankan determinasi mereka, para Goblin masih tetap memiliki vitalitas yang tinggi.

__ADS_1


Sementara itu para petualang semakin tersudut, energi Shield dari para Tanker semakin menipis, dan Spearman serta Swordman sudah kewalahan menyerang banyaknya Goblin dihadapan mereka.


“Garu, Toad kita mulai”


“Ya” jawab serempak keduanya.


“Kalian semua buka jalan” Garu tiba – tiba berteriak, secara serempak bawahannya memberikan jalan “Heavy Slash” Garu mengayunkan pedang besarnya dan langsung menhancurkan Shield milik para Tanker.


“Woahhhhh” pertahanan hancur, dan para Goblin pun langsung merangsek dan mulai membantai para Tanker yang kelelahan mempertahankan Shield.


“Mage tanah lakukan” Warren segera memberikan perintahnya, ia tidak bisa membiarkan para Tanker nya dibantai begitu saja.


“Ya, Grounder Break” dengan para petualang sebagai pusatnya tanah disekitar para petualang mulai bergetar, membuat pijakan para Goblin menjadi tidak seimbang.


“Mage Api”


“Ya, Fire Ring!!”


“Fire Blast!!”


“Advance Fireball!!”


“Mage Angin”


“Ya Air Flow Disaster”


Belum habis magic api menyerang, magic tipe angin datang membantu semakin menambah energi pada magic api dan membuat serangan sebelumnya semakin membesar.


“Kalian berani membantai pasukanku!!” Toad segera meraung melihat anak buahnya satu persatu terpanggang habis “Wave Controll Reverse!!” dengan merentangkan kedua tangannya Toad menahan dan membalikkan energi api milik para petualang.


“Batalkan magic kalian” Warren tidak menyangka para Goblin memiliki kemampuan untuk membalikkan magic yang menyerang mereka.


Sayangnya energi api terlalu besar untuk dibatalkan begitu saja, energi api menabrak para Spearman dan Swordman sebagai lapisan kedua dari para petualang setelah hilangnya para Tanker yang melindungi.


“Woahhh”


Ketika energi api dibatalkan, Spearman dan Swordman sudah terlanjur terluka parah, dan melihat pembalikan serangan yang dilakukan komandan mereka para Goblin kembali merangsek dan membantai para petualang yang sudah terluka.


Semua peristiwa ini berlangsung dengan cepat, serangan silih datang berganti, alur serangan berubah berkali – kali, dengan jejak darah berwarna merah dan hijau saling menyatu ditanah, mayat para petualang bercampur dengan para Goblin.


Pembantaian jelas terjadi tepat didepan mata para petualang termasuk Warren yang masih bisa bertahan, segala upaya, skill dan kemampuan telah mereka berikan, namun jelas bahwa semua itu tidak cukup dan sekarang kematian jelas berada didepan mereka.


Tetapi yang aneh adalah para petualang tidak menunjukan sedikitpun ekspresi putus asa, bahkan Warren sekalipun, dalam benak Warren ia menerima dengan sepenuh hati apa yang akan terjadi, setidaknya Warren sudah berusaha semampunya, tetapi hanya satu penyesalan yang ia rasakan ialah Warren tidak bisa mengungkapkan siapa yang telah mengkhianatinya dalam wujud seorang Kiev.


Ketika saat – saat terakhir itu terjadi, sebuah keajaiban terjadi.


“Radiant Night Dark Illusion” tiba – tiba terdengar sebuah suara lantang dari arah belakang.


Seketika suasana berubah, awan hitam tiba – tiba menaungi tanah tersebut, udara dingin yang mencekam berhembus begitu saja, siang tiba – tiba berganti malam berikut dengan semua kegelapan yang mengikutinya.

__ADS_1


Mengaburkan pandangan para Goblin termasuk kelompok Warren juga, namun yang menjadi perbedaan adalah para Goblin yang dekat dengan kelompok Warren semuanya linglung seperti kehilangan akal mereka sedangkan kelompok Warren hanya bingung melihat keadaan seperti itu.


“Kalian cepat mundur kebelakang, pasukan utama tidak jauh tertinggal dibelakangku” tiba – tiba ada seseorang yang menaiki kuda mendekat kearah mereka.


“Sir Richard”


“Sir Richard datang membantu”


“Ya aku datang membantu kalian, dan sekarang kalian bergegaslah mundur dan berlindung, jangan menyia nyiakan waktu yang kuberikan”


Ya Richard yang datang membantu Warren dan para petualang lainnya, sebelumnya Richard berkuda untuk menyusul pasukan utama tetapi setelah berhasil mengejar pasukan utama Richard memikirkan sesuatu yang lain.


Dalam pikirannya, jika Richard bergabung dan berjalan dengan pasukan utama kemungkinan Warren dan para petualang lainnya sudah dibantai habis oleh para Goblin dan ketika mereka datang semuanya sudah terlambat.


Karena Richard sudah mengetahui seberapa menakutkan dan seberapa kejam para Goblin ini dalam membantai ras manusia.


Oleh karena itu Richard segera memacu kudanya lagi dan kembali memisahkan diri, meskipun tindakannya sempat ditentang beberapa pemimpin aliansi tetapi Richard tetap dengan keputusannya.


Dan benar saja, jika saja tadi Richard ragu bahkan untuk sekejap saja, mungkin yang akan dia temui adalah mayat semua petualang.


“Baik Sir” Warren dan petualang lainnya menuruti perintah Richard, meskipun para Goblin dalam status terkena ilusi dan bisa saja mereka menyerang dan membunuh mereka, tetapi sekarang menyelamatkan nyawa adalah hal terpenting bagi mereka.


Meskipun Skill ilusi Richard mencakup area yang luas, tetapi sayangnya skill tersebut tetap tidak bisa mencapai semua pasukan Goblin, bahkan Gamo dan pasukannya masih bisa melihat apa yang terjadi pada Goblin didepannya.


Tetapi karena tebalnya kabut malam meskipun mereka tidak terkena ilusi, jarak pandangan sendiri sudah berkurang sedemikian rupa, sehingga Gamo tidak bisa melihat apa yang dilakukan mangsanya.


Gamo dan Goroda sama – sama menyeringai “Hidangan utama telah tiba”


----------


Spesial Thank untuk


@gardika


@Anak Desa


@Roy Makaay


@Ya Fi


@NonQ


@Bye one Kak


@Andri Mulyansyah


dan semua teman - teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, sekali lagi terima kasih sudah mendukung karya saya sebulan terakhir ini, saya berharap teman - teman semua tetap mendukung saya kedepannya, dan bila ada kritik dan saran silahkan tinggalkan di komen, saya akan berusaha memperbaikinnya.


sekali lagi Terima Kasih and jangan lupa tinggalkan like nya ya teman teman :)

__ADS_1


__ADS_2