
Dina yang terbangun mendengar suara adzan di masjid, bergegas turun daru tempat tidur dan menuju kamar mandi yang ada di belakang dekat dengan dapur untuk mengambil wudhu, selesai wudhu Dina menuju kamar dan menunaikan solat subuh.
Selesai solat subuh,Dina berniat untuk menyiapkan sarapan pagi,ketika hendak berjalan melewati ruang tengah,Dina melihat Dion yang tidur sambil melipat tangan di dada dan kaki di tekuk. "Mungkin kedinginan", pikir Dina dan langsung pergi ke dapur.
Dion yang terganggu dengan aroma harum masakan yang berasal dari dapur,Akhirnya Dion bangun sambil merenggangkan otot² yang kaku akibat semalaman tidur di sofa yang kecil.
"Em. masak apa kamu Din", tanya Dion yang melewati Dina untuk pergi ke kamar mandi.
"Lagi masak nasi goreng sama telor balado", kata Dina dan kembali melanjutkan masak.
"Oh ya Tasya kemana kok enggak kelihatan",tanya Dion yang tidak melihat Tasya di dapur.
"Tasya masih di kamar beres²,entar siang di jemput paman sumo untuk tinggal dengan nya di baturaja", kata Dina.
Dion pun paham dan mengangguk paham,dan masuk kedalam kamar mandi.
Dina yang sudah selesai masak dan menghidangkan di meja makan yang tidak terlalu besar,setelah selesai Dina memanggil Tasya dan Dion untuk sarapan duluan,karena Dina mau mandi dulu.
"Tasya dek,ajak pak Dion sarapan,kalian duluan aja,mbak mau mandi dulu",kata Dina yang lagi di depan kamar Tasya.
"Iya mbak ini,soal nya Tasya belum sudah beres² nanti keburu paman sumo dateng enggak enak kalau buat dia nunggu lama",ucap Tasya.
"Ya sudah buruan sarapan,mbak.mau mandi dulu",lalu bergegas ke kamar untuk mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi.
Di kediaman wijaya, Abraham dan Tika yang baru pulang dari jakarta ketika sampai di rumah bingung karena hari libur tidak ada satu pun orang di rumah.
"Bik, Tuan Dion sama Naila di mana",tanya Mama Tika dengan raut bingung.
"Non Naila lagi tidur,kalau Tuan Dion lagi di kampung Non Dina Bu",ucap bi Sumi sopan.
"Tolong buatin es jeruk 2 ya buat saya sama bapak".
"Baik bu,saya permisi dulu, dan balas anggukan.
__ADS_1
"Pa Dion ngapain ya ke kampung Dina,dan siapa lagi Dina",tanya Tika kepada Suaminya.
"Mana Papa tau Ma,coba di telpon dulu Dion nya",saran Abraham.
Tika pun menghubungi Dion. "Kamu dimana Yon",ucap Tika ketika sambungan telpon terhubung langsung bertanya.
"Dion lagi di kampung nya Dina ma,Ibunya baru meninggal kemaren jadi Dion nganter Dina pulang",ucap jujur Dion.
"Cepat pulang sekarang Mama Sama Papa tunggu kamu di rumah",ucap Tika lalu mematikan telpon nya.
"Anak kamu pa kayak nya Dina perempuan istimewa deh buat Dion sampai belah² hin nganter ke kampung segala",adu tika pada abraham.
"Biarin aja kenapa sih Ma,Dion juga bukan anak kecil lagi Sudah bisa menentukan yang terbaik buat dia,Mama jangan terlalu ikut campur dengan hidup Dion",saran abraham.
"Mana bisa gitu Pa,Dion itu cocok nya sama Tina,apalagi keluarga kita sudah kenal baik sama keluarga nya dan mereka juga udah kita anggap kayak keluarga.Pokoknya Mama enggak mau tau Dion harus Nikah sama Tina",tegas Tika.
Abraham yang melihat betapa keras kepala istrinya hanya bisa geleng kepala.
"Terima kasih Sum,Ucap Abraham.
"Sama² pak saya permisi kebelakang dulu,pamit Sumi dan langsung pergi.
Dion yang sedang di perjalanan pulang bersama Dina Hanya saling Diam, Dion berpikir untuk mengenal kan Dina sebagai calon istrinya kepada kedua orang tau nya.Biar Mama Tika tidak lagi memaksa Dion untuk menikahi Tina.
Tidak lama mobil pun sampai di depan rumah keluarga Wijaya,Satpam pun membukakan gerbang dan mempersilahkan majikan nya masuk.
Selesai memarkirkan mobil Dion dan Dina pun turun dari mobil dan berjalan beriringan.
"Dari mana saja kamu Yon,dan perempuan ini siapa",tanya Tika tak sabaran.
"Ini Dina Ma pengasuh Naila.dan Dion kemaren ke kampung Dina karena ibunya masuk rumah sakit,dan ketika Dion ingin pulang saat itu ibu nya Dina di kabarkan meninggal jadi Dion menunda kepulangan.
"Dan satu lagi minggu depan Dion akan menikahi Dina",ucap Dion mantap.
__ADS_1
"Apa²an kamu Yon,jangan bercanda ya mama sudah menjodohkan kamu sama Tina",Tegas Tika.
"Kamu serius dengan pilihan kamu Yon, jangan sampai kamu mengambil keputusan salah",nasehat Abraham.
"Dion serius pa, dan minggu depan Dion akan menikahi Dina.Dion harap Mama sama Papa merestui niat Dion.
Dina yang masih shock dengan ucapan Dion barusan hanya bisa menunduk dan diam.
"Pokok nya sampai kapan pun Mama enggak akan memberi kalian restu,ucap Tika lalu berdiri dan melangkah ke kamarnya.
"Papa akan mendukung setiap keputusan kamu,urusan Mama biar Papa nanti yang bicara", Abraham pun berdiri dan menepuk pelan bahu Dion dan pergi menyusul istrinya.
"Bapak enggak serius kan dengan ucapan bapak barusan",ucap Tika yang masih tidak percaya dengan tindakan Dion.
"Saya serius dan mulai sekarang kamu calon istri ku dan aku akan menjaga dan melindungi kamu,Dion pun menatap lekat netra Dina yang sudah berkaca².
"Sekarang kamu istirahat pasti capek dari perjalanan,dan enggak usah di pikirin perkataan Mama,sebenar nya Mama orang nya baik hanya saja belum kenal dengan kamu makanya begitu nanti sudah enggak lagi",kata Dion menenangkan Dina.
"Ma,mama jangan terlalu menuruti keinginan mama,biarkan Dion memilih siapa yang cocok untuk mendampingi nya",nasehat Abraham pada Tika ketika mereka duduk di tempat tidur.
"Mana bisa gitu pa,kita enggak tau asal usul Dina dan gimana keluarganya,kalau Tina ya sudah jelas dari segi pendidikan dan bibit bobot nya kita sudah tau".
"Kalau kita terlalu ikut campur Papa enggak mau kejadian dulu terulang lagi kepada Dion,Dimana kita menolak pilihan nya dan akhirnya Dion memilih pergi dari kita dan parah nya dia menikah tanpa ada kita di sana, apa Mama mau kehilangan anak yang hanya satu² nya,tambah Abraham.
#Flashback
Dulu Dion sangat mencintai Dewi mereka pun berpacaran sudah lama,saat SMA sampai kuliah,setelah lulus kuliah Dion mengenal kan Dewi kepada keluarga nya dan mengutarakan niat nya untuk menikahi Dewi.Tapi di tolak mentah² olah Abraham dan Tika dengan alasan Dewi bukanlah perempuan yang cock untuk nya.
sampai suatu hari terjadilah pertengkaran antara hebat antara Dion dan kedua orang tua nya. Dion yang tidak terima keputusan kedua orang tau nya memutuskan untuk pergi dari rumah dan menikahi Dewi.
Dimana saat itu keluarga Dewi yang bukan dari keluarga berada menerima niat baik Dion walaupun mereka sempat merasa aneh karena tidak melihat kehadiran keluarga Dion.Melihat orang tua Dewi yang bingung akhirnya Dion pun bercerita.
Untung keluarga Dewi bisa mengerti dan menikah kan Dion dan Dewi.
__ADS_1