
"Papa sama yang lain nya Udah pulang duluan tadi,mereka mau pamit sama kamu tadi,tapi mendengar kamu kecapean mereka cuma nitip salam aja",ucap Dion kepada Dina.
"Oh ya harus nya bapak panggil aku dong,jadi enggak enak kan enggak nemuin mereka dulu",ucap Dina merasa bersalah.
"Enggak kenapa² mereka juga ngerti kok,enggak usah merasa tidak enak",kata Dion yakin kan Dina.
Dina pun hanya bisa diam mendengar penjelasan Dion.Bagaimana pun Dina merasa enggak enak dengan Mama Tika takut nanti di bilang enggak sopan.sedangkan Dina tau kalau Mama Tika tidak setuju dengan pernikahan ini.
Dion yang mengerti dengan pikiran Dina pun perkata.
"Kamu yang sabar ya menghadapi sikap Mama,sebenarnya mama itu orang nya baik,cuma hanya sedikit keras saja,lama² juga mama akan menerima kamu",ucap Dion menenangkan menatap Dina dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Melihat sikap perhatian Dion membuat hati Dian tersentuh tapi sesegera mungkin Dina menguasai diri.
"Aku harap seperti itu",ucap dina lalu tersenyum manis menutupi kesedihan nya.
"Sekarang kita tidur yuk sudah malam besok kita akan langsung pulang ke rumah",ajak Dion.
Dina pun menurut segera naik ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di samping Dion.
Karena terlalu kelelahan tidak butuh waktu lama mereka pun berkelana di alam mimpi.
Sedangkan di rumah wijaya Abraham menasehati Tika istrinya."Papa harap Mama bisa menerima kehadiran Dina sebagai mantu mama dan berhenti menjodohkan nya dengan Tina,apa mama mau ke jadian dulu terulang lagi",ucap Abraham panjang lebar.
Mendengar ucapan suaminya Tika pun sedikit berpikir,tetapi tidak di tunjukan kepada Abraham.
"Kita lihat saja nanti kalau Dina sampai tidak becus menjadi istri dan Mama untuk Naila,mama Akan meminta Dion untuk meninggalkan nya dan mama akan menyuruh Dion untuk menikahi Tina",ucap Tika.
Abraham pun tersenyum mendengar perkataan istrinya walaupun terdengar masih memihak kepada Tina,setidak nya Tika masih mau memikirkan kebahagian Dion.
Selesai membahas masalah Dina mereka pun memutuskan untuk tidur karena waktu sudah larut malam.
Di kamar hotel,Dian yang terbangun lebih dulu kaget melihat keberadaan Dion,tapi detik berikutnya Dina baru sadar kalau mereka sudah menjadi suami istri,Dina menatap lekat wajah tampan Dion yang lagi Tidur.
__ADS_1
Puas memandangi suaminya Dina pun memutuskan untuk membersihkan diri.
Dion yang sebenarnya sudah terbangun saat merasakan pergerakan Dina,sengaja tidak membuka mata nya karena dia tau kalau istrinya sedang memandang wajah tampan nya.Dion yang tidak ingin membuat Dina malu karena tertangkap memandang suami nya sendiri memutuskan untuk tetap pura² tidur.
Lama Dion menunggu Dian selesai mandi,Tetapi belum ada tanda² kalau Dina akan keluar.Dion pun memutuskan menghubungi asisten nya untuk menjemput mereka untuk pulang setengah jam lagi.
"Halo Doni,tolong jemput saya dan istri saya di hotel,tempat kemaren acara resepsi"ucap Dion memberi tahu Doni,takutnya Doni lupa biasakan manusia tempatnya pelupa.
"Baik tuan saya segera ke sana",ucap Doni di seberang.
"15 menit lagi kamu harus sampai disini kalau sampai kamu telat,liat saja saya potong gaji kamu 50% ",ancam Dion pura².
Dion pun langsung mematikan panggilan ketika melihat Dina sudah memakai dress.
"Saya mandi dulu kamu jangan kemana²", ucap Dion kepada Dina yang sedang menyisir rambut.
"Siapa juga yang mau pergi",ketus Dina.
Dina yang melihat Dion menghindar mengerucut kan bibirnya.
Tiba² saja suara bel berbunyi,Dina pun berjalan menuju pintu dan melihat siapa yang datang.
"Maaf nyonya saya Doni asisten nya Tuan Dion, tuan menyuruh saya untuk menjemput kalian",ucap Doni memberi tahu Dina.
"Oh pak Dion lagi di kamar mandi,sebentar lagi keluar silahkan tunggu dulu di sofa",ucap Dina ramah dan tersenyum.
Dion yang mendengar Dina menyebut tuan nya bapak hanya mengulum senyum merasa lucu dengan panggilan Dina.
"Memang tuan Dion pantas jadi bapak nya Nyonya Dina sih secara umur mereka beda jauh",kata Doni membatin dan segera berjalan menuju sofa.
"Eh Don ngapain kamu disini siapa yang mengizinkan kamu masuk",ketus Dion tak terima,Pasal nya Doni sedang bersama Dina.
"Maaf tuan,Nyonya Dina yang menyuruh saya menunggu Disini karena tadi kata nyonya Dina tuan sedang di kamar mandi",ucap Doni takut dengan bosnya.
__ADS_1
"Enggak apa² sih dia nunggu disini masak harus nunggu di mobil,kasian dia bolak balik",ucap Dina menatap Dion.
"Kan memang sudah menjadi tugas nya",ucap Dion yang sudah terbakar cemburu.
Doni yang menyadari kalau sang bos sedang cemburu pun memilih untuk pamit keluar. "Maaf tuan saya sudah lancang,baiklah kalau begitu saya tunggu tuan diluar",ucap Doni tak enak hati.
"Bapak kenapa sih asisten bapak cuma mau nunggu bapak saja apa masalah dia hanya aku suruh duduk di sofa",bantah Dina yang tidak suka dengan sikap Dion setelah Doni keluar.
"Apa masalah nya terserah saya toh yang gaji dian saya",ucap Dion yang tidak mau kalah.
"Terserah bapak lah",ucap Dina yang tidak ingin meladeni Dion yang keras kepala.
Ketika sudah dirasa penampilan nya sudah rapi Dion pun mengajak Dina keluar meninggal kan hotel.
"Ayo kita pulang,apa kita sarapan dulu sebentar",ucap Dion yang sudah mulai melunak.
"Maaf kan saya,saya hanya enggak mau istri saya di pandangi oleh laki² lain selain saya",ucap Dion lagi yang menyadari kalau Dina masi marah.
"Harusnya bapak enggak usah begitu,walaupun dia asisten bapak tapi dia sudah baik dengan mengabdi kepada bapak selama ini",ucap Dina yang akhirnya luluh.
"Mau makan dulu atau langsung pulang",ucap Dion mengalihkan pembahasan.
"Langsung pulang aja pak,aku udah kangen banget sama Naila",ucap Dina yang di setujui Dion.
Mereka pun jalan dan tidak lupa Dion yang menggandeng erat tangan Dina.
Doni yang berjalan di belakang mereka hanya bisa membatin."Dasar bos bucin sangat mudah cemburuan padahal sudah memili putri", batin Dion.
Akhirnya mereka sampai di parkiran menuju mobil,Doni membukakan pintu untuk Dina dahulu yang mana langsung di serobot Dion." Biar saya saja yang membukakan pintu untuk istri saya",ucap Dion lalu membukakan pintu.
Membuat Doni dan Dina menggeleng kepala melihat kelakuan Dion yang sangat berlebihan.
Setelah melalui drama tadi barulah Doni masuk di kursi pengemudi dan menjalan kan mobil menuju kediaman Wijaya.
__ADS_1