
prov author
Tina terus mericau tidak jelas. Kadang menangis, Kadang tertawa dan yang lebih para Tina sudah berapa kali mencoba bunuh diri.
Untung selalu ada yang melihat nya dan menggagalkan niat Tina untuk melompat dari jendela kamarnya lantai dua.
Aku ingin mati saja untuk apa aku hidup jika Dion tidak bersama ku. Dion sudah membenci ku! Aku ingin menyusul kak Bunga saja. Pasti sekarang Kak Bunga sudah bahagia di sana tidak merasakan sakit hati lagi.
Lama Tina melamun memikirkan jalan yang akan Ia tempuh. Dan akhirnya jalan terakhir hanya mengakhiri hidup nya.
Setelah keadaan rumah sudah mulai sepi Tina kembali mencoba bunuh diri. Tina meminum obat sangat banyak sehingga menyebab nya overdosis dan ketika Tina membuka mata Tina mendapati diri nya di rumah sakit.
" Sayang kamu sudah sadar", Yesi berujar lembut sambil mendekati putrinya.
Yesi tidak dapat lagi menahan air matanya. Yesi sangat sedih melihat kedua nasib putrinya yang mencintai lelaki sama dan tidak mencintai mereka.
" Mama jangan nangis aku enggak apa - apa!" Tina sangat bersalah telah membuat Mama mya sedih dan kepikiran dengan keadaan nya.
" Sayang! Jangan tinggalkan Mama. Mama enggak akan sanggup kehilangan putri untuk kedua kalinya. Cukup sudah Kakak kamu yang ninggalin Mama, Mama enggak akan sanggup".
" Maafin Tina Ma", lirih Tina sambil menangis.
Yesi lebih mendekat ke Tina memeluk nya erat memberi kekuatan untuk sang putri yang sedang terpuruk.
" Kamu tidak salah sayang. Tidak ada yang salah di sini hanya takdir yang sedang tidak berpihak kepada kalian, Ikhlaskan Dion Nak".
" Tidak bisa Ma. Tina sudah mencoba namun tetap saja Tina sakit sekali dan tidak ikhlas Dion di miliki perempuan lain".
" Bukan kah kamu sedang memiliki kekasih Nak, lupakan Dion jalani dengan kekasih mu".
" Aku sudah tidak lagi dengan nya Ma. Dia laki - laki brengsek dan suka main perempuan", Tina terus menangis di pelukan Mama Yesi mencari ketenangan.
" Kamu istirahat lah Nak, kamu butuh istirahat yang cukup dan jangan membebani pikiran mu kepada Dion yang sama sekali tidak peduli kepada mu".
" Sayang peluk Mas dong, masak tidur nya berjauhan!" Dion terus menoel tubuh Dina yang terbungkus selimut.
" Tidur aja kenapa Mas, aku ngantuk tau", Dina langsung memejamkan matanya.
__ADS_1
Dion yang merasa di abaikan tidak terima. Dion membalikan tubuh Dina menghadap ke arah nya dan memeluk sangat erat. Tiba - tiba saja Dina memukulinya.
" Mas aku enggak bisa nafas loh, kamu erat banget meluk nya", keluh Dina.
Seketika Dion melonggarkan sedikit pelukan nya sambil nyengir. Dion selalu saja membuat Dina kesal sekaligus ngangenin.
Hening. Hanya terdengar suara dengkuran halus menandakan mereka sudah ke alam mimpi yang indah.
Dina mengeliat tiada henti, Entah kenapa Dina malam ini tidur nya gelisah dan keringat bercucuran di dahi nya.
Dion mulai terusik dengan pergerakan Dina. Lambat waktu pun Dion yang awal nya tidak terlalu masalah akhirnya bangun.
sepertinya Dina mimpi buruk
Setelah puas membatin dan melihat Dina terus gelisah Dion pun memberanikan diri mengganggu tidur sang Istri.
" Sayang. Hemmm, Bangun sayang bangun", bisik Dion di telinga Dina berusaha membangunkan nya.
" Mas aku mimpi Mas", Ucap Dina yanh sudah terbangun dengan peluh yang bercucuran seperti sedang habis berlari.
" Aku mimpi ketemu Ibu sama Bapak Mas", Dina menceritakan semua nya hingga akhirnya Dina yang mau ikut dengan kedua orang tua nya. Tapi kedua orang nya tidak mengizinkan.
" Iya Mas, aku memnag sangat rindu sama Ibu dan Bapak besok kita ajak sekalian Tasya ya Mas".
" Iya sayang, Sekarang tidur lagi yuk masih malam besok Mas ambil cuti kita ziarah".
Mereka akhirnya tidur kembali walau Dina belum sepenuhnya tenang. Melihat suaminya yang sudah tidur lambat lama pun Dina menyusul suami nya.
Hingga pagi menjelang Dina bangun duluan melihat kearah suaminya yang masih pulas tidur. Dina turun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
" Rasanya sangat segar berendam air hangat pagi seperti ini", monolog Dina.
Dina menyabuni tubuhnya secara menyeluruh lalu membilasnya di bawah guyuran shower. Setelah merasa segar Dina keluar hanya memakai lilitan handuk.
Dina tidak merasa malu atau pun canggung lagi sekarang terhadap Dion karena mereka sudah mengetahui isi hati masing - masing.
Dengan santainya Dina memakai dalam dan pakaian luarnya di depan Dion yang sedang tidur. Setelah selesai Dina baru membangunkan Dion.
__ADS_1
" Mas bangun Mas udah siang loh, Enggak nganter Naila apa", ucap Dina pelan sambil menepuk lembut lengan suaminya.
Hoammm
" Jam berapa sekarang sayang", ucap Dion sambil menguap.
" Sekarang masih jam enam Mas, buruan gih mandi entar lama Naila nya nunggu Kamu".
" Iya sayang. bawel bener istrinya Mas ini, tapi mas mau di mandiin".
Seketika Wajah Dina langsung memerah mendengar ucapan Suaminya.
" Mandi sendiri kan bisa Mas", ucap Dina cemberut.
" Mas enggak mau mandi kalau enggak kamu yang mandiin", keke Dion dengan pendirian nya.
" Baiklah Ayo buruan mas, Nanti Naila lama loh nungguin nya, kasian tau".
Dion pun berjalan mengikuti langkah Dina ke kamar mandi. Ya kali ini Dion benar - benar keterlaluan Masa mandi aja harus dengan Dina kan author jadi iri liat keromantisan kalian hehehe.
Dion mulai melepaskan pakaian nya satu persatu di hadapan Dina, sukses saja Dina menutup muka nya dengan lima jari renggang.
" Ya ampun sayang nutup nya gitu mending enggak usah tutup aja tau", goda Dion sambil menurunkan tangan Lima jari renggang Dina.
Dina hanya malu di buat nya, muka yang serasa memanas bisa di pastikan bagaimana merahnya bukan.
" Buruan mas mandinya, aku tinggal ya nanti", rajuk Dina menutupi gugup nya.
" Ya jangan gitu dong sayang", ucap Dion mengalah dan mulai merendamkan tubuhnya. Tidak ada yang di lakukan mereka hanya sekedar Dina memandikan Dion nya yang manja.
Dina keluar duluan untuk menyiapkan pakaian santai untuk sang Suami, karena hari ini mereka akan ke makan orang tua Dina.
" Terima kasih sayang", Dion mencuri ciuman di pipi Dina dan mulai memakai pakaian nya.
Dina hanya menggeleng di buat nya. Tidak menyangka Dion akan semanja ini padahal seharusnya Dina yang manja karena Dina dengan hamil saat ini. Mungkin benar kata orang kalau Dion yang mengalaminya.
Setelah selesai mereka turun untuk sarapan bersama, sudah ada Naila yang duluan sarapan.
__ADS_1
" Selamat pagi sayang", sapa Dina mencium pipi Naila.
" Pagi Ma. Pagi Pa", ucap Naila ceria.