Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Detak jantung


__ADS_3

Dion yang baru duduk,tiba² Tina langsung nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu dulu.Tina pun langsung bergelayut manja di lengan kokoh Dion. ", Yon entar makan siang di luar nya",ucap manja Tina. dengan pakaian ketat Tina sengaja untuk Dion. Tapi sayang Dion sama sekali tidak tergoda,dan malahan risih dengan sikap Tina.


"Iya, kata Dion dan melepaskan tangan Tina yang melingkar di lengan kokoh nya.


Tina yang merasa di abaikan semakin gencar menggoda Dion sambil menggesek kan tubuh nya ke tubuh Dion.


"Apa² an kamu Tina jaga sikap ya ini di kantor jangan hanya karena kamu sudah di anggap keluarga kamu ngelunjak ya", ucap Dio penuh penekanan di setiap kata.


"Kamu kenapa sih Yon, selalu cuekin aku",gerutu Tina.


Dion pun tidak menjawab pertanyaan Tina ,kerena terlalu malas meladeni Tina,Dion pun mengambil berkas dan menandatangani nya tanpa memperdulikan Tina yang sudah kaya cacing kepanasan lantaran di cuekin.


"Ya sudah aku keruangan ku ya Yon jangan lupa nanti siang aku kesini kita keluar makan siang ya", ucap Tina. yang hanya di balas anggukan dari Dion,Tina pun langsung mencium Pipi Dion dan segera pergi.


Dion yang kaget dengan ulah Tina yang menurutnya terlalu lancang pun hanya bisa menghembuskan napas kasar dan memulai pekerjaan nya lagi.


Pukul 12:30 Tina menghampiri keruang kerja Dion,Dion seperti biasa hanya datar ekspresi yang di berikan nya.


Mereka pun berjalan bersebelahan tidak lupa dengan Tina yang melingkarkan tangan di lengan kokoh Dion dengan manja.


Sepulang dari makan siang Dion langsung memutuskan untuk menjemput Naila.Tidak butuh lama Dion pun sudah sampai dan melihat Naila cemberut karena Dion telat menjemput 10 menit.


"Papa kok telat sih jemput nya kita udah dari tadi tau nungguin Papa", kesal Naila sambil cemberut dan masuk ke mobil bersama Dina.


"Maaf sayang Papa barusan sibuk kerja ini baru bisa jemput", ucap Dion berbohong,tidak mungkin Dion jujur bisa tambah cemberut Anak kesayangan nya.


Dina yang duduk di kursi belakang hanya tersenyum mendengar interaksi kedua orang itu.

__ADS_1


Dion pun sesekali memperhatikan Dina dari kaca spion. " sungguh cantik kamu Din aku suatu saat kamu akan menjadi mama nya Naila. batin Dion sambil mengulum senyum.


"Kalian mau makan dulu enggak", tanya Dion.


"Enggak deh Pa Naila belum lapar, kalau tante giman", tanya Naila.


"Nanti aja sayang Tante belum lapar", jawab Dina.


"Ya sudah kita langsung ke rumah kamu ya Din", ucap Dion.


"Iya pak,jawab Dina gugup.Karena lagi² pandangan mereka bertemu dan cukup lama Dina pun memutuskan pandangan nya ke arah lain.


Jantung Dina berdegup dengan cepat,Ia sadar akan perasaan yang mulai menyukai Dion, bagai mana tidak Dion bisa di katakan laki² yang sempurna dengan status duda nya.Dion berkulit sawo mateng tatapan elang serta rahang yang tegas,mampu membuat siapa saja melihat nya terpesona tidak di pungkiri Dina mengagumi sosok Dion.


Tapi Dina menepis perasaan nya karena dia sadar,dia jauh berbeda dengan Dion yang sempurna,dan di tambah lagi Dion dari keluarga terpandang.


Mereka pun sampai di depan rumah Bibi Puspa dan Dina pun turun dari mobil mengambil pakaian serta mau pamit ke pada Bibinya.


"Siapa yang nganter kamu di depan makai mobil bagus Din",kata Bibi Puspa.


"Itu bos nya Dina Bi, Dina mau sekalian pamit di suruh nginep di sana soalnya biar enggak bolak balik",ucap Dina berpamitan.


"Baguslah kalau kamu Di sana,jadi enggak nyusahin saya lagi dan ingat ya setiap kamu gajian kamu harus kasih bibi sebagai balas budi kebaikan saya sama kamu selama ini", ucap Puspa angkuh.


"Iya Bi", ucap Dina. Dina yang sudah biasa mendapat omongan kasar dan hinaan dari bibi Puspa sudah enggak ambil pusing lagi toh dia juga akan pergi dari rumah ini.


Dina langsung keluar menuju mobil Dion yang sudah menunggu dari tadi.

__ADS_1


Dion yang ketika melihat Dina keluar dari rumah dengan wajah berubah sedih,bisa menebak pasti ada masalah barusan,tapi Dion memutuskan untuk tidak bertanya dulu dan membiarkan Dina menenangkan diri.


Untung saja Naila tertidur ketika menunggu Dina tadi dan langsung di pindahkan Dion tidur di belakang.


Dion pun menghidupkan mesin mobil dan mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang,sesekali Dion melirik dari ekor mata nya ke Dina yang sedang melamun di sebelah nya dan sesekali fokus ke jalan.


Di rasa Dina sudah mendingan, Dion oun bertanya. " Kamu ada masalah apa Din", tanya Dion hati².


"Enggak ada apa² pak, cuma kecapean aja",dusta Dina sambil memaksa tersenyum.


Dion yang menyadari Dina tidak ingin bercerita,akhirnya memutuskan diam dan kembali fokus menatap jalan.


Ketika mobil yang mereka naikin sudah sampai di rumah Dion,mereka keluar buru² Dina membuka pintu ketika Dion ingin menggendong Naila yang sudah tertidur lelap dari tadi.


Dina pun mengikuti Dion dari belakang sambil menggendong Naila menuju lantai dua ke kamar Naila.Dion mengecup sayang kepala Naila dan pergi ke kamar nya,ketika di depan pintu keluar kamar Naila Dion berpapasan dengan Dina.Dion pun tersenyum lembut dengan tatapan teduh.


Deg.


Jantung Dina pun berdetak,dengan segera mungkin Dina menguasai diri nya dan menuju tempat Naila.


Dina mengganti pakaian Naila dengan pakaian santai tidak lupa sebelum nya Dina sudah melepaskan sepatu dan koas Naila.


Setelah selesai Dina menuju kamarnya di lantai satu yang sudah di beri tahu Dion tadi.Sampai di kamar Dina merapikan pakaian nya dan mandi,karena gerah dari yang cuaca nya sangat panas.


Lama Dina berendam di kamar mandi dengan mata terpejam,dan seketika itu Dina langsung teringat kejadian tadi di mana sikap Dion yang manis dan senyum yang menawan serta tatapan teduh nya


Arhk... kamu jangan gila Dina kamu enggak pantas dengan pak Dion,dia manusia sempurna,baik dari segi materi mau pun segi ketampanan.sedangakan kamu apa hanya anak kampung yang sedang mengadu nasib di kota orang", batin Dina sambil memukul² pelan kelapa nya sendiri.

__ADS_1


Setelah puas dengan pikiran nya Dina pun memutuskan untuk mengakhiri ritual mandi nya,dan menuju tempat pakaian.Dina kali ini memakai baju santai dan celana pendek selutut berwarna abu².


Karena merasa lapar sejak dari tadi belum makan apa² Dina pun memutuskan untuk makan,ketika sedang asik menikmati makanan nya tiba² Dion datang menghampiri, dan alangkah terkejutnya Dion melihat penampilan Dina yang menurutnya sangat seksi dengan celana selutut yang memperlihat kan kaki jenjang nya.


__ADS_2