Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
jebakan Aldi


__ADS_3

Sedangkan di lain tempat Tina yang saat ini seperti cacing kepanasan, gara - gara rencana nya tidak ada berhasil, tapi di satu sisi Tina bahagia setidak nya keluarga Wijaya sebentar lagi akan hancur.


" Pa rencana Tina menjebak Dion gagal lagi, tapi papa tenang saja karena mungkin keluarga Wijaya akan hancur, pasalnya Dion mengetahui kalau mamanya ada juga dalam rencana ini, dan Dion juga mengancam kalau akan memberitahu om Abraham", tutur Tina panjang lebar.


Sedangkan Edgar yang mendengar informasi putrinya barusan, sedikit merasa senang karena memang tujuan nya untuk menghancurkan keluarga Wijaya, walaupun putrinya gagal menjebak Dion.


" Tenang saja sayang, sebentar lagi papa akan menjalankan rencana papa untuk menyabotase perusahaan Wijaya, tanpa satu orang pun yang tau", kata Edgar di seberang sana.


" Lakukan secepatnya Pa", Sinis Tina dengan ide gila yang sudah memenuhi otak nya.


Tina ke luar dari kediaman nya, menemui Aldi yang pacarnya, karena sudah lama Tina tidak bermanja dengan sang pacar.


" Selamat datang Nona, apakah Nona sedang mencari tuan Aldi", ucap pelayan Di rumah Aldi ketika Melihat Tina datang.


" Iya Aldi di mana".


" Tuan Aldi lagi di balkon kamarnya Nona". Tina pun langsung berjalan menuju kamar kekasihnya, Ya Tina sudah tau seluk beluk rumah Aldi, Karena Dia sering kesini menghabiskan hari panjang bersama Aldi.


Tanpa mengetuk pintu dahulu, Tina langsung masuk berjalan menuju tempat Aldi, terlihat Aldi sedang santai sambil memandang keindahan malam.


" Sayang, aku kangen", ucap Tina langsung memeluk Aldi dengan agresif.


Sedangkan Aldi dengan senang hati menerima perlakuan kekasihnya itu, sebenarnya Aldi merasa rindu dengan sosok ini, Tapi karena sikap Tina yang terlalu ambisi membalas dendam Aldi pun tidak mau terlalu ikut campur.


" Apakah benar kamu merindukan ku", ucap Aldi tersenyum dan menarik lengan kekasihnya mendudukkan di pangkuan nya.


" Hhhhh, Apakah kamu juga merindukan ku". Tina langsung mengalungkan tangan nya di leher Aldi sambil tersenyum menggoda, dengan pakaian yang amat minim.


Sedangkan Aldi yang di suguhi pemandangan tubuh seksi Tina, tidak akan membuang kesempatan, akhirnya mereka pun menghabis kan malam panjang berbagi peluh.


Begitulah hubungan yang dijalani Aldi dengan Tina yang tidak sehat, Tapi mereka sama - sama menyukainya.


Seketika terlintas di pikiran Aldi untuk menjebak Tina, supaya Tina tidak bisa lari lagi dari nya, Diam - Diam Aldi mengambil poto mereka tanpa busana, ketika Tina sudah terlelap kerena pertempuran mereka barusan.

__ADS_1


" Kamu tidak akan bisa berpaling dari ku sayang", gumam Aldi senyum sinis, lalu tidur memeluk Tina, rasanya Aldi sangat bahagia hari ini dengan datang nya Tina tiba².


Sedangkan Saat ini, Mama Tika menangis segugukan karena bertengkar dengan Papa Abraham.


" Sudah berapa kali Papa bilang sama Mama, berhenti mengusik hidup anak kita, kenapa Mama selalu tidak jerah dengan kepergian Dion dulu".


Ya Abraham sangat marah ketika mendengar cerita anaknya, dan yang Abraham tidak habis pikir, kare sikap ego istrinya, putra mereka hampir kehilangan nyawa.


" Maaf kan Mama pa, Mama hanya ingin yang terbaik untuk Dion", ujar Tika masih berusaha membelah diri di depan suaminya.


" Jika benar Mama menyayangi Dion, terima Dina, apa yang membuat Mama begitu membenci Dina, Dina itu wanita baik dia menerima Dion dengan statusnya duda Punya anak, Apakah karena harta, untuk apa Ma, kita tidak kekurangan Harta", tegas Abraham panjang lebar supaya istrinya sadar jika memang akan sadar tapi dia tidak yakin mengingat kerasnya Tina.


" Tidak bisa kah Papa sedikit saja mendukung Mama, mama hanya ingin Dion memiliki pendamping yang sepadan dengan nya". Masih tetap mempertahankan egonya.


Abraham yang sudah teramat kesal dengan istrinya, memilih pergi mencari cara gimana membuat istrinya menerima Dina.


" Kamu kenapa di luar jam segini, Mas harus istirahat", ucap Dina ketika melihat suaminya sedang duduk di teras dengan kursi rodanya sambil menatap kosong.


" Mas hanya ingin mencari angin sayang", Dion mengambil tangan istrinya yang memegang kursi roda, Dion ingin bicara dengan Dina tetapi tidak ingin membuat istrinya cemas atas peristiwa yang dialaminya.


" Tidak ada sayang, Mas hanya lelah". Dion mengurungkan niatnya untuk memberi tahu Dina, karena belum siap melihat kecemasan sang istri.


" Baiklah jika Mas tidak ingin bicara sekarang, lebih baik kita masuk udara malam tidak baik untuk masa pemulihan mas". Dina langsung mendorong kursi suaminya menuju peristirahatan mereka setelah di setujui Dion.


Mereka pun langsung tidur karena merasa lelah, Dina tertidur sangat pulas, tanpa Dian sadari Dia memeluk suaminya kerena merasa nyaman.


Tina yang baru terbangun, mengeliat manja dan berjalan menuju kamar mandi tanpa mengunakan busana, karena sudah terbiasa Tina tidak risih dan malu.


" Cepat mandilah dan antar aku pulang", pinta Tina ketika melihat Aldi yang sudah bangun Tanpa sedikit pun menaruh curiga.


" Baiklah tunggu sebentar sayang", Aldi langsung bergegas membersihkan Diri, dia sangat bahagia saat ini karena rencana nya mengikat Tina akan berhasil, dapat di pastikan jika Tina menolak Aldi akan menyebar luaskan poto mereka.


" Kita sarapan dulu".

__ADS_1


" Tidak aku ingin pulang cepat".


" Baiklah", Aldi pun pasrah mengikuti keinginan kekasihnya.


Tina hari ini memutuskan untuk ke jakarta menemui keluarganya, karena mereka berniat untuk menghasut Keluarga Wijaya di sana.


" Mas hari ini jadwal cek up kamu", ucap Dina mengingatkan suaminya ketika mereka akan keluar dari kamar.


" Mama, Papa, ayo sarapan ", Titah Naila ketika Dina bersama Dion sudah duduk di kursi.


" Iya sayang", balas Dina dan Dion barengan.


Mereka mulai menikmati sarapan mereka dengan tenang. " Sayang nanti Mama enggak bisa nganter kamu ya, soalnya hari ini jadwal Papa cek up".


" Iya Ma, Naila di antar supir aja, kan Naila udah besar", Naila langsung memberi senyum terbaik nya, mengatakan bahwa dia tidak apa.


" Bagus pintar nya Anak Papa, enggak terasa ya sayang putri kita udah besar aja", tanggapan Dion tertawa. Dion sangat bersyukur memiliki putri yang sangat pengertian dan istri yang perhatian.


" Pa, Ma Nila berangkat dulu ya", Naila pun menyalimi kedua orang tua nya, dan di balas pelukan hangat oleh Dion dan Dina.


" Belajar yang rajin sayang ya", ucap mereka berdua.


" Mas aku ke kamar dulu ya mau ngambil tas sebentar".


" Iya sayang". Dion mengambil handphone mengecek email yang masuk, sembari menunggu kedatangan istrinya.


" Bagaimana perkembangan kantor", ucap Dion ke pada sekretaris nya.


" Kantor sudah kembali normal Tuan, tuan tenang saja saya akan menghandle semua nya".


" Iya saya percayakan semua nya kepada mu dan langsung pecat saja, jika ada orang yang berlaku curang".


" Baik tuan, saya akan mengerjakan semua perintah tua".

__ADS_1


Tidak lama dari itu, Dina pun keluar mendekati suaminya dan mereka pun menuju rumah sakit.


__ADS_2