Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
rawat inap


__ADS_3

Dion malam ini memutuskan untuk tidak tidur. Dion ingin menjaga istri nya dan sambil mengerjakan laporan masalah di perusahaan.


Bagaimana Dion tidak bertambah pusing saja, di saat istrinya harus di rawat dan Doni barusan memberi laporan bahwa data perusahaan ada yang membocorkan nya kepada perusahaan lain.


Dion belum bisa untuk mencurigai siapa yang telah berhianat. Dion sudah meminta kepada Doni untuk menyelidiki nya dan langsung memberikan sanksi untuk orang tersebut.


Dion mulai membuka lap top nya yang di bawah Bi Sumi tadi, Karena Dion meminta nya setelah mendapat kabar dari Doni.


Karena merasa pening dengan masalah yang saat ini datang bertubi - tubi. Dion memijit pelipis nya yang berdenyut. Dengan lihai nya Dion mengotak atik lap top nya hingga tidak di sadari waktu sudah menunjukan tengah malam.


Melihat istrinya yang tertidur dengan tenang membuat penat Dion seketika hilang. Dina yang tidur dengan wajah yang manis dan sedikit seperti tersenyum.


Sungguh saat ini Dion seperti memandangi bidadari cantik yang tengah terlelap. Tanpa di sadar kaki Dion melangkah mendekati tempat tidur istrinya sambil memandang lekat.


Dion mengusap kepala Dina menyentuh pipinya, Ark ini sungguh membuat gejolak Dion menggebu.


" Kau menggoda mas sayang", gumam Dion frustasi dengan pikiran liar nya.


sekuat tenaga Dion menahan supaya tidak mengganggu ketenangan Dina. Akhirnya Dion memilih duduk di Sofa saja meneruskan pekerjaan nya, Dion takut tidak bisa mengontrol diri sedangkan Dina saat ini sedang sakit.


Dina bergerak dalam tidurnya seolah menantang Dion yang dari tadi memandang nya. Dengan mulut sedikit terbuka sungguh Dion ingin menghabisi Dina saat ini jika saja Dina tidak sakit dan mereka bukan sedang di rumah sakit.


Karena frustasi di bisa apa - apa Dion memutuskan keluar sejenak mencari angin menenangkan pikiran kotornya.


Dion memesan kopi untuk menemani acara begadang nya.


" Halo Doni besok saya akan ke kantor suruh semua staf berkumpul di ruang rapat kita akan melihat siapa yang telah khianat".


" Baik Tuan, Saya sedang mencari nya tapi menurut orang - orang kita. Pengkhianat ini cukup pintar dia sama sekali tidak meninggal kan jejak sangat rapi dan sepertinya sudah di rencana kan di jauh waktu".


" Kau benar Don. Sekarang kita harus lebih cerdik lagi mencari tau". Telpon pun terputus.


Setelah memesan kopi Dion berjalan memasuki kamar inap istrinya, Dion sudah terlalu lama meninggalkan Dina yang sedang tidur.


Dion berjalan gagah seperti seorang model, sungguh siapa pun yang melihatnya akan terpesona tak heran banyak wanita yang mengantri ingin menjadi istri seorang Dion walaupun sudah Dudu anak satu.


Klek.


" Mas dari mana, aku cariin enggak ada di sini", ucap Dina yang melihat Dion memasuki kamar inap nya.


" Mas keluar sebentar tadi sayang beli kopi, hem kenapa kamu bangun ada yang sakit kah", ucap Dion perhatian.

__ADS_1


" Enggak Mas, kebangun aja terus enggak liat mas di sini".


Dion meletakan kopi nya di meja dan mendekat ke arah Dina.


" Mas udah di sini jangan cemberut dong, Mas enggak tahan di sini tadi abis nya kamu godain mas", ucap Dion.


" Kapan aku godain Mas lah aku dari tidur", Dina cemberut karena di bilang Dion menggoda nya padahal Dina tidak merasa seperti itu.


" Kamu godain mas loh sayang, Masa tidur mulutnya di buka kan mas tergoda. untung mas bisa nahan kalau enggak udah abis kamu sama Mas". Dion dengan sengaja nya jujur.


Dina langsung mencubit pinggang Dion yang jahil itu.


" Apaan sih mas, Aku lagi sakit tau".


" Ya maka nya Mas pergi aja dulu dari pada kebablasan".


" Hahahah, Mas ada - ada saja".


" Tidur lagi sayang biar cepat sehat, Mas mau lanjutin ngecek Email dulu".


Dina menurut saja karena jujur Dina masih sangat ngantuk. Dina membaringkan kembali tubuhnya dan Dion menyelimuti tubuh istrinya mengecup singkat pucuk kepada dan terakhir bibir cuma kecupan.


Ketika adzan subuh berkumandang. Dion mengakhiri kerjaan nya dan membersihkan diri untuk melaksanakan kewajiban umat muslim.


Dengan khusuk Dion memanjatkan Doa nya meminta pertolongan kepada sang pencipta atas semua masalah yang menimpa nya.


Sedangkan Dina yang sudah bangun menatap lekat Dion yang baru selesai solat sungguh hati Dina sayang bersyukur memiliki suami seperti Dion.


" Sayang kamu sudah bangun", ucap Dion yang sedang membereskan sajadah nya.


Dina hanya mengangguk lalu tersenyum manis.


" Mau sarapan apa sayang biar mas pesenin".


" Mau sup iga saja Mas".


Dion langsung mengambil hp dan memesan melalui aplikasi. Karena Dina kemaren mengeluh tidak mau makanan rumah sakit.


" Mas nanti ke kantor sebentar ya sayang ada urusan sedikit, nanti kamu di temani Naila sana Bi Sumi, sekalian bawain baju ganti mas".


" Iya Mas, tapi enggak lama kan aku enggak mau loh lama- lama di tinggal mas nya", Dina mulai mode manja saat ini.

__ADS_1


" Enggak kok sayang, Mas juga enggak mau ninggalin kamu lama", ucap Dion sangat senang karena Dina tidak ingin lama di tinggal.


Dina mengangguk tersenyum sebenar nya Dina tidak mau mengizinkan. Tapi Dina juga tidak boleh egois toh suaminya bekerja juga untuk mereka.


" Mas bayi kita pengen di peluk papa nya".


" Bayi nya atau mama nya ini yang mau di peluk".


" Dua - dua nya deh mas", kekeh Dina yang langsung di sambut Dion pelukan hangat menjadi candu Dina.


" Selamat pagi pa", ucap Dok ter yang tiba - tiba masuk melihat keromantisan dua insan itu.


" Pagi Dokter, silahkan", ucap Dion langsung memberi ruang supaya dokter bisa memeriksa Dina.


Sedangkan Dina yang di tangkap basa seperti sedang melakukan nya dengan pria lain padahal suaminya sendiri tersenyum malu.


" Tidak usah malu itu hal wajar", ucap Dokter itu menggoda Dina.


Dina tidak menjawab karena dia benar - benar sangat malu saat ini. Sedangkan Dion bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa pun.


" Kondisinya sudah beransur membaik, tinggal nunggu benar - benar sehat besok juga boleh pulang, saya permisi dulu ", ucap Dokter itu ramah dan meninggal kan dua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu.


" Mas aku sangat malu tau".


" Ya kenapa mesti malu sayang itu wajar kan kita sudah suami istri pelukan juga halal", ucap Dion santai.


bruk...


Dina memukul lengan Dion kesal, bagaimana bisa suaminya sama sekali tidak malu.


Tok... tok... tok..


Dion membuka pintu melihat siapa yang datang ternyata pesanan mereka.


Dion mengambil nya dan mulai membuka pesanan itu, ketika Dion ingin menyuapi Dina ia menolak.


" Biarkan aku sendiri Mas, Mas juga harus sarapan bukan nya mas harus ke kantor entar telat loh masa bos telat", ucap Dina langsung menjelaskan supaya Dion tidak membantah.


" Baiklah sayang".


Dion pasrah tidak ingin membantah lagi melihat tatapan tajam istrinya.

__ADS_1


__ADS_2