Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
kejadian tak terduga


__ADS_3

Dion duduk di kursi kosong di depan Dina. "Mau makan juga pak", tanya Dina basa basi dan menatap Dion sebentar lalu fokus ke makanan nya lagi.


"Enggak kok udah makan tadi,mau ambil minum haus",kata Dion lalu mengambil gelas mengisi air dan meminum nya hingga tandas.


Diam² Dion memandang Dina yang sedang lahap makan, ",cantik satu kata berhasil lolos dari bibir Dion tanpa Dion sadari memuji Dina.


Dina yang tidak terlalu jelas mendengar nya barusan pun bertanya. "Iya pak,bapak ngomong apa?.


"Enggak ngomong apa²", balas Dion gugup dan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Dina selesai dengan sarapan nya membawa piring kotor ke wastafel dan mencucinya."Saya duluan pak kemar mau istirahat", ucap Dina seketika membuyarkan lamunan Dion.


"Eh..iya Din dulu aja", jawab Dion dan sesegera mungkin menguasai diri.


Dion yang mau ke kamarnya menghampiri kamar Naila sebentar,lalu mengecup sayang pucuk kepala nya. "Papa janji Nak akan buat Tante Dina jadi Mama kamu", Gumam Dion lalu keluar menuju kamar nya.


Dion menatap langit² kamarnya bagaimana cara membuat Dina mau menikah dengan karena dia tau kalau Dina, tidak akan mau ke pada nya yang sudah berstatus duda. Sedangkan Dina masih gadis cantik pula, lama Dion berpikir akhirnya Dion tertidur.


Pagi pun menjelang,hari ini hari minggu. Dion pun memutuskan untuk bersantai di rumah, Naila yang di tinggal Dina sendirian di ruang tamu bermain boneka,karena Dina sedang berkutat di dapur membuat kue untuk cemilan.


Naila pun menghampiri Dion yang sepertinya baru sudah menerima telpon seseorang. "Pa Nai mau Tante cantik jadi mama Naila",pinta Naila dengan gemas. Ya Naila memang terlalu pintar dari anak seusia nya.


Dion hanya tersenyum menanggapi ucapan putrinya,karena Dion pun merasakan keinginan yang sama.


Dion mengambil Naila yang berdiri dan mendudukkan nya di pangkuan,yang dimana membuat Naila tertawa bahagia.


"Oh ya sayang,Tante Dina dimana?" kata Dion.

__ADS_1


"Lagi di dapur pa,Tante Dina kata nya mau bikin kue",ucap polos Naila.


"Kita samperin yuk sayang",ajak Dion dan langsung di setujui dengan semangat oleh Naila.


Mereka pun berjalan dengan Naila di gendongan Dion menuju dapur,di sana sudah ada Naila yang sibuk membuat adonan di bantu Bik Sumi.Bik Sumi yang melihat kedatangan majikan nya langsung pamit pergi meninggalkan keluarga itu bersama.


"Non bibi tinggal dulu ya mau jemur pakaian", pamit bik Sumi beralasan.


"Iya bik, makasih udah bantuin tadi", kata Dina ramah dan tersenyum. Tanpa ia sadari Dua orang yang sejak tadi memperhatikan setiap gerak geriknya yang cekatan membuat adonan brownies.


"Tante...Panggil Naila hendak turun daru gendongan sang Papa dan segera menghampiri Dina".


Dion pun mendekat ke arah kedua nya."Mau di bantuin Din",ucap Dion lembut.


"Enggak usah pak nanti jadi pakaian bapak kotor,mending kalian tunggu di meja makan aja",kata Dina lembut kemudian tersenyum melihat tingkah Naila yang menggemaskan.


"Saya bantuin apa nih",tanya Dion.


"Tolong bukain Tepung nya aja pak Ini adonan nya udah mau jadi",kata Dina memberi arahan.


"Ok siap bos",ucap Dion sambil meletakan tangan di kepala seperti hormat,Naila pun langsung tertawa melihat Papa nya.


Naila yang jahil tanpa sepengetahuan Dion mengambil sedikit tepung dan mencolek kan di wajah Papa nya.Dion yang melihat kelakuan putrinya pun membalas mengambil sedikit tepung dan mengoleskan di hidung Naila dan juga Dina.


Dina yang terkejut pun langsung membalas hal yang sama kepada Dion,Dion ingin membalas Dina lagi tapi Dina berlari dan dikejar Dion jadilah mereka kejar-kejaran di dapur merasa Dina yang mulai kelelahan berlari Dion pun langsung menangkap Dina dengan memeluk nya.


Lama mereka berpelukan yang sebenarnya Dion lah yang memeluk Dina,karena sama² mematung,akhirnya Naila memanggil mereka. "Papa Tante kue nya gimana",ucap polos Naila berhasil membuat kedua nya sadar dan segera menjauh satu sama lain.

__ADS_1


Setelah kejadian tadi suasana pun menjadi canggung,akhirnya Dion pamit untuk membersihkan Diri.


Jadi tinggal lah Dina dan Naila di dapur,Dina yang melihat Naila yang pakaian nya sudah kotor meminta tolong Bik Sumi untuk memandikan Naila sebentar karena tanggung sebentar lagi sudah siap.


"Naila sayang,Naila mandi dulu ya sama Bik Sumi ntar kita makan bersama", pinta Dina dengan lembut kepada Naila.


"Iya tante,Naila mandi dulu ya",ucap bocah itu dengan semangat.


"Bik tolong mandiin Naila sebentar nya",pinta Dina ke bik Sumi.


"Iya non,dengan senang hati bik Sumi melakukan nya.


Tidak butuh lama Brownies pun jadi Dina pun mengiris dan meletakan nya di piring lalu di bawah ke meja makan,tidak lupa Dina sekalian memasak walaupun itu tugas Bik Sumi tapi Dina senang melakukan nya.karena memang sudah menjadi hobi nya dan sudah terbiasa pastinya.


Dina mulai memasak,kali ini Dina memasak iga bakar ayam crispy dan semangkok sup brokoli.Tidak butuh lama masakan pun jadi dan segera menghidangkan nya di meja makan.


Lalu Dina pun pergi ke kamar untuk membersihkan diri,lama Dina berendam dan seketika terlintas dengan kejadian tak terduga tadi dan berhasil membuat pipinya merah merona.


Nyaman dalam dekapan Dion tadi masih terasa bagi Dina aroma parfum yang lembut tidak terlalu menyengat dan ketika mencium nya terasa tenang,dada bidang dan lengan kokoh Dion mampu membuat Dina berdebar.


Setelah puas dengan pikiran nya Dina mengakhiri mandinya dan memakai kimono keluar dari kamar mandi dan mengambil baju.Dina memutuskan memakai Dress selutut dengan lengan tangan panjang.seperti biasa tanpa memakai Make up hanya memoles lip tin sedikit Dina pun terlihat sangat cantik.


Dirasa sudah cukup Dina pun keluar menuju meja makan,di sana sudah ada Dion dan Naila menunggu nya.Dion yang melihat kedatangan Dina pura² sibuk makan untuk menghilangkan rasa canggung akibat kejadian tadi.


"Tante ayo duduk sini",Pinta Naila ketika melihat Dina mendekat.


"Iya sayang", Dina pun duduk di kursi samping Naila dan posisi di depan Dion.Dina menunduk tidak berani melihat kearah Dion karena masih teringat ke jadian tadi.

__ADS_1


Mereka makan dengan diam hanya sesekali mereka menimpali celotehan Naila,sungguh makan kali ini rasanya sangat canggung.Dion sesekali melirik Dina yang selalu menundukkan pandangan nya tanpa melihat sedikit pun ke arah Dion.Sampai makan pun selesai Dion yang pergi duluan ke depan untuk menonton tv.Akhirnya Dina bisa bernafas lega.


__ADS_2