Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Pantai pasir putih


__ADS_3

"Bagaimana kalau besok kita jalan² ke pantai pasir putih", Ucap Dion kepada Dina yang sudah rapi untuk mengantar Naila ke sekolah.


" Boleh juga. Aku juga sudah lama enggak jalan²", Kata Dina semangat.


Mereka pun turun untuk sarapan, hanya ada Naila saja di meja makan. Karena Abraham dan Tika sudah berangkat di antar supir.


Hari ini Dion yang akan mengantar Naila ke sekolah bersama Dina tentunya.


Selesai sarapan, Mereka berjalan keluar menuju mobil dengan Dion yang duduk di kursi pengemudi Naila di belakang dan Dina di samping Dion.


Dion melajukan mobil nya agak cepat, Karena Naila hampir telat. Tidak ada yang bicara mereka sibuk masing².


Tibalah mobil yang di kendarai Dion sampai di sekolah Naila.


" Ayo turun sayang", ucap Dina ketika sudah berpamitan dengan Dion tadi.


Setelah Dina dan Naila turun, Dion langsung tancap gas menuju kantor.


" Sungguh tidak menyesal aku nikahin Dina, Selain cantik mandiri Dina pun menyayangi Naila seperti putri nya sendiri", Ucap Dion sambil menyetir.


Dion menyetir dengan perlahan sambil bernyanyi, entah kenapa Dion hari ini merasa sangat bahagia, Apakah karena Mama tika sudah ke Jakarta atau Karena mereka besok akan jalan², Dion pun tidak mengerti.


Sampai Di kantor Dion di sapa setiap Karyawan nya yang berpapasan. " Pagi pak", Sapa karyawan dan masih banyak lagi. Tapi Dion hanya membalas dengan senyum tipis. Ya masih untung kan di kasih senyum coba kalau di cemberutin ya gak thor hhhi.


Sampai di ruangannya seperti biasa, tumpukan berkas sudah menunggu kedatangan Dion, ingat ya bukan perempuan yang nunggu. Tapi tumpukan berkas.


Dion mulai melepas Jas nya dan menyisakan kemeja saja, Dion pun mulai serius mengecek berkas itu satu persatu, Dion harus menyelesaikan pekerjaan nya hari ini karena besok Dion akan mengajak Dina dan Naila liburan.


" Semangat Dion, demi liburan besok bisa tenang dan fokus pada keluarga saja", monolog Dion menyemangati dirinya sendiri.


Saking semangat nya Dion sampai melupakan jam makan siang.


" Huh.. Akhirnya selesai juga", Ucap Dion sambil melirik jam mahal di tangan nya, waktu sekarang menunjukan jam 8 malam.


Setelah merenggang kan otot² yang kaku, Dion pun memutuskan untuk pulang. Dion memasang kembali jas nya menenteng tas kerja dan berjalan menuju mobil.


Tidak butuh lama Dion sudah sampai di rumah.


clekk...


Setelah membuka pintu kamar Dion mendapati istrinya yang sedang memasukan pakaian ke dalam koper.


" Mas sudah pulang", ucap Dina sambil berdiri mengambil alih tas kerja suaminya.


" Iya sayang", ucap Dion sambil mencium pucuk kepala Dina.

__ADS_1


deg


Jantung Dina serasa mau melompat mendapat sikap manis Dion.


Dina langsung buru² menjauh dari Dion untuk menyimpan tas kerja yang dipegangnya.


" Mas mau mandi dulu ya sayang, Nanti Mas bantuin beres² nya", Ucap Dion.


" Enggak usah Mas, Mas mandi aja bentar lagi juga Selesai", Ucap Dina tersenyum manis.


" Ya sudah kalau Mas mandi dulu", Dion pun langsung berjalan menuju kamar mandi.


Selesai memasukan pakaian yang akan mereka bawah besok, Dina memutus kan ke dapur untuk menghangat kan lauk, Padahal bisa saja Dina menyuruh Bik Sumi. Tapi Dina enggak mau menggangu tidur bik Sumi, Dan juga Dina ingin melayani kebutuhan Suaminya.


" Akhirnya selesai juga", Ucap Dina lalu menghidangkan nya di meja makan.


Tap..tap..tap.


Suara langkah Dion turun dari tangga mendekat ke arah meja makan.


" Loh kok enggak nyuruh bik Sumi aja Sayang", ucap Dion ketika sudah duduk di kursi.


" Cuma manasin aja enggak harus bik Sumi Mas, Kasian bik Sumi besok harus bangun pagi", ucap Dina dan Dion pun mengangguk.


" Makan yang banyak Mas.


" Iya sayang, Abisin dulu ini entar nambah lagi 2 piring", gurau Dion.


" Haaa..hahha. Mas ada² saja", Ucap Dina sambil tertawa.


" Kamu cantik kalau seperti itu", Dion yang melihat Dina tertawa lepas.


Dina pun seketika merona mendengar pujian Dion.


" Kamu enggak makan juga sayang", ucap Dion.


" Enggak Mas, tadi udah makan bareng Naila", Kata Dina sambil fokus melihat Dion makan.


Selesai makan malam, Sepasang Suami istri itu pergi menuju kamar mereka.


" Ayo istirahat besok kita akan berangkat pagi", Kata Dion memberi tahu istrinya.


Dina pun menurut dan membaringkan tubuhnya di samping Dion sambil memeluk guling.


" Hei.. hei.. Siapa yang nyuruh meluk guling", protes Dion ketika melihat Dina akan tidur sambil memeluk guling.

__ADS_1


" Emang kenapa sih Mas, aku enggak bisa tidur kalau enggak meluk guling", ucap Dina tidak terima dan sekaligus bingung.


" Kamu peluk Mas aja, enggak usah peluk guling enak kan meluk mas", ucap Dion santai.


" Mas apa² an sih, enggak mau aku mau meluk guling aja", ucap Dina kembali memejamkan mata.


Tapi siapa sangka Dion mengambil guling itu dan membuang nya ke lantai, lalu Dion menarik tubuh Dina dalam dekapan nya.


Dina yang malas berdebat karena mengantuk, Akhirnya membiarkan Dion memeluk nya.


" Nah kalau gini kan enak", gumam Dion mengulum senyum melihat Dina tidak menolak pelukan nya.


Lama kelamaan karena capek seharian kerja, akhirnya Dion menyusul menyusul Dina ke alam mimpi.


Sedangkan Naila yang terbangun dari tidurnya, berjalan ke kamar Dion dan Dina.


Clekkk..


Pintu pun terbuka, Mendengar pintu terbuka Dion yang sudah tertidur pun mau tidak mau membuka mata.


" Sayang kok kamu kesini", ucap Dion.


" Papa Naila mau tidur bertiga boleh kan pa", ucap Naila memelas.


" Ya usah naik sini sayang", ucap Dion sambil menggeser.


Naila pun naik ke tempat tidur, Dan tidur di tengah². Mau tidak mau Dion mengalah kepada putrinya. Akhirnya jadilah mereka tidur bertiga malam ini.


Dina yang terbangun lebih dulu terkejut mendapati Naila sudah tidur di tengah² mereka, pasalnya Dina tadi malam tidak sama sekali merasakan kedatangan Naila di kamar mereka.


Tidak mau ambil pusing, Dina pun memutuskan untuk melangkah ke kamar mandi membersihkan diri, karena jam 9 meraka akan berangkat ke pantai pasir putih.


Mendengar suara gemercik air di kamar mandi, Dion pun terbangun dari tidurnya.


" Hooammm... Jam berapa sekarang", ucap Dion pada dirinya sendiri sambil melirik jam di atas narkas samping tempat tidur.


Clekk..


Suara pintu dibuka dan menampilkan sosok Dina yang baru selesai mandi.


" Mas buruan mandi ntar bisa gantian sama Naila", Ucap Dina melihat Dion sudah bangun.


" Iya ini Mas mau mandi", Ucap Dion langsung menuju kamar mandi.


Dina pun berjalan menuju meja Rias untuk mengeringkan rambut nya yang masih basah. Selesai mengeringkan rambut Dina pun mengambil pakaian Di lemari lalu memakainya.

__ADS_1


__ADS_2