
Singkat cerita.
Tiba lah hari di mana pernikahan Dion dan Dina,para tamu sudah mulai berkumpul mulai dari kerabat keluarga kedua belah pihak dan beberapa rekan kerja Wijaya group.
Dion sudah gagah dengan memakai jas hitam dan memakai peci.Sedangkan Dina baru selesai dirias para perias dikamar.
"Aduh kamu sangat cantik,manis lagi kayak barbie",ucap perias itu kepada Dina.
Setelah semua keluarga selesai di rias barulah Dina keluar bersama, Mama Tika yang menggandeng Dina dari sebelah,Bibi Mirna sebelah kiri dan Tasya di belakang memegangi ekor Kebaya Dina.
Dion yang melihat Dina berjalan ke arah nya tidak berkedip melihat kecantikan Dina. Bagaimana Dion Tidak terpesona sehari² Dina tidak memakai make up saja sudah cantik,apalagi sekarang Dion tidak bisa berkata² untuk pesona seorang Dina.
Ketika Dina sudah duduk di dekat Dion baru lah Dion sadar dan tersenyum kepada Dina.
"Baiklah apakah bisa segera kita mulai",ucap penghulu.
"Bisa pak mulai saja sekarang",ucap para saksi.Penghulu pun menjabat tangan Dion.
"Saudara Dion Anugrah Wijaya saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan saudari Dina Permatasari dengan seperangkat alat solat dan uang 100 juta Dibayar tunai.
"Saya terima nikah dan kawinnya Dina Permatasari dengan mas kawin tersebut di bayar TUNAI",ucap Dion dengan lancar.
"Bagaimana para saksi,sah?"
SAH.......ucap para tamu undangan.
Dina mencium punggung tangan Dion kemudian Dion mencium pucuk kepala Dina.Membuat para tamu undangan bersorak meriah.
Setelah selesai acara ijab kabul,mereka bubar untuk istirahat karena malam nanti akan di adakan resepsi di hotel bintang lima.
"Din Paman dan yang lain mau pulang dulu soalnya enggak bisa lama",ucap broto.
"Iya paman,terima kasih sudah mau menjadi wali Dina",ucap Dina sedih.
"Kamu dan Tasya sudah kami anggap seperti anak kami sendiri,dan itu sudah menjadi kewajiban paman menjadi wali kamu",ucap broto lembut.
__ADS_1
"Iya Din mulai sekarang kami adalah pengganti orang tua kalian",timpal Mirna.
Dina yang tidak bisa berkata² lagi dengan kebaikan paman dan bibinya yang satu ini pun memeluk mereka sambil menangis haru.
"Terima kasih paman bibi kalian sudah bersedia menjaga kami",ucap Dina tulus.
"Sudah² jangan nangis lagi masak pengantin baru nangis kan hari ini hari bahagia kamu dan nak Dion",ucap broto.
"Terima kasih paman sekeluarga sudah menghadiri pernikahan kami",ucap Dion yang sejak tadi bersama Dina.
"Sama² Nak Dion, Paman titip Dina ya.Jaga dan sayangi dia jangan pernah menyakitinya ajari Dia menjadi istri yang di inginkan nak Dion dan jika suatu saat Nak Dion tidak menginginkan Dina lagi Pulang kan Dia kepada paman.Pesan broto kepada Dion.
"Dion akan selalu menjaga dan melindungi Dina semampu Dion,Paman tenang saja",ucap Dion memberi keyakinan.
"Ya sudah kami pulang dulu ya",ucap broto dan mereka pun pulang.
"Ayo istirahat dulu nanti malam akan di adakan resepsi dan tubuh banyak tenaga",ucap Dion lembut kepada Dina.
Dina pun mengikuti langkah Dion memasuki kamar mereka.
Dion langsung ke kamar mandi untuk menghilangkan penat Dion berendam dengan air hangat,Setelah merasa tubuhnya lebih segar Dion pun menyelesaikan ritual mandinya.Dan memakai baju santai.
"Aku ke depan dulu ya enggak enak sama teman² yang masih disini",ucap Dion.
Dina pun hanya mengangguk memberi izin.
"istirahat saja dulu nanti malam masih ada acara",ucap Dion lalu pergi meninggalkan Dina.
Setelah kepergian Dion.Dina yang sudah selesai menghapus Make up nya memutuskan untuk mandi,karena sudah sangat gerah.
Sambil berendam Dina kembali termenung,Apakah keputusan nya ini tidak akan menyesal suatu saat nanti,Dion adalah orang yang bisa membuat Dina merasakan jatuh cinta."Tapi sayang nya hanya Dina Dion tidak",pikir Dina.
"Aku enggak boleh berharap lebih atas sikap Dion yang baik,karena bisa saja itu semua cara Dion untuk membuat Mama Tika percaya kalau kami saling mencintai",monolog Dina.
Selesai berendam Dina membilas tubuhnya di bawah guyuran Shower,setelah cukup Dina keluar dari kamar mandi dan mengambil pakaian santai",setelah selesai Dina memutuskan untuk istirahat sebentar.
__ADS_1
Dion masuk ke kamar karena sudah sore mereka harus bersiap² untuk acara nanti malam.Tapi ketika Dion membuka pintu Dion mendapati Dina yang sedang tertidur pulas.
Wajah Dina yang teduh dan menenangkan ketika sedang tidur membuat Dion tidak tega untuk membangun nya.
Tapi mengingat para perias akan datang setengah jam lagi, membuat Dion mau tidak mau membangunkan tidur nyenyak Dina.
"Din, bangun bentar lagi perias akan datang",ucap Dion lembut di depan wajah Dina.Dimana hembusan nafas Dion yang hangat menyapa permukaan wajah Dina.
Dina mulai mengeliat kerena merasa terganggu tidurnya,Dina pun mulai membuka mata dan alangkah terkejutnya Dina melihat Dion yang terlalu dekat dengan nya sambil menatap lekat.
"Sekarang sudah jam berapa",Tanya Dina berusaha menutupi kegugupannya
Dion yang melihat Dina sudah membuka mata langsung cepat menjauh kan wajahnya. "Emm sekarang sudah sore cepat bangun sebentar lagi perias akan datang",ucap Dion sama gugup nya dengan Dina.
"Aku keluar dulu kamu siap² setengah jam lagi perias akan datang kesini,aku tadi hanya ingin memberitahu kamu",ucap Dion berusaha setenang mungkin.
Dion pun langsung keluar meninggal kan Dina,karena tidak ingin Dina melihat roma merah di wajahnya akibat ketahuan memandang Dina,ya walaupun mereka sudah sah.
"Gimana Yon perias Dina sudah datang belum", tanya Abraham yang baru bergabung dengan Dion.
"Belum pa setengah jam lagi mereka sampai,Mama sama Naila mana pa,suruh ke kamar aja siap² untuk di hias",tanya Dion.
"Mama kamu ada di kamar sama Naila Nanti Papa bilangin",ucap Abraham.
Dion pun hanya mengangguk mengiyakan.
"Kalau gitu Papa tinggal dulu ya mau memberitahu kalau perias akan datang setengah jam lagi biar mereka biasa Siap²",kata Abraham dan pergi menuju kamar nya.
Sekarang tibalah acara resepsi Dimana Dina memakai Gaun putih dan Didepan nya pernak pernik berlian,dan Dion dengan setelan jas nya.
Sepanjang acara Tika hanya cemberut mendengar pujian² untuk Dina yang keluar dari pada sahabat sosialitanya.
"Beruntung banget ya Jeng Tika dapat menantu cantik masih muda lagi",ucap salah satu dari mereka.
"Iya beruntung banget secara kan anak nya jeng Tika udah duda anak satu walaupun kadar ketampanannya enggak udah di ragukan lagi",ucap yang lain menimpali.
__ADS_1
"Mereka sangat cocok yang satu cantik yang satu tampan.
Dan masih banyak lagi komentar mereka,Membuat Tika muak dan kebetulan Tina yang sedari tadi berada di sana mengepal tangan kesal.