Nasib Wanita Malang

Nasib Wanita Malang
Makan bersama


__ADS_3

Di sepanjang jalan,Naila tidak berhenti berceloteh dengan riang,menceritakan tentang teman nya di sekolah TK.Tidak terasa mereka sampai di sebuah restoran paling malam di ibu kota lampung,Mereka pun memilih tempat duduk yang kosong di pojokan,yang dimana Naila duduk di dekat Dina dan Dion di depan Mereka.


Tidak lama setelah itu, seorang pelayan pun datang menghampiri mereka. "Selamat sore, bapak ibu ini daftar menunya silahkan mau pesan apa",tanya seorang pelayan itu sopan,sambil menyodorkan menu.


"Saya pesan udang goreng tepung satu, gurame bakar satu, minum nya es teh 2",kata Dion ke pelayang yang di mana udang goreng itu untuk putri nya soal nya Naila paling suka dengan udang,tidak lupa Dion bertanya kepada Dina,Kamu mau pesan apa Din.


""Aku pesan cumi saus padang minumnya es jeruk", kata dina dan langsung di catat oleh pelayan.


"Baiklah pesanan nya udah di catat tunggu sebentar bapak ibu iya",kata pelayan dengan sopan dan pamit pergi.


Sambil.menunggu pesanan datang,Tiba² ada telpon masuk dari hp Dion, Dion pun menjauh dan menjawab telpon itu,ya Tina yang menelpon Dion cucu angkat Dion yang ada di jakarta mengurus perusahaan di jakarta, bersama kakek Malik.


"Halo Ion bagaimana kabar Kamu dan Naila",ucap Tina dengan suara manja nya,Aku lusa akan terbang ke Lampung di pindahkan kakek ke tempat kamu untuk menjadi bagian keuangan.


"Oh iya, Aku tunggu kedatangan mu Tina",balas Dion yang sudah menganggap Tina seperti keluarga sendiri.


Telpon pun berakhir,Dion sebenarnya tau kalau Tina suka sana dia dari Dion yang Akan menikah dengan Dewi,Tapi Dion tidak tau kalau yang menyebabkan mereka kecelakaan 2 tahun yang lalu itu atas ulah Tina karena tidak terima Dion dimiliki orang lain.Dion pun berjalan mendekati tempat Dina dan Naila di mana pesanan mereka sudah datang.

__ADS_1


"Papa kok lama banget sih nelpon nya, Naila sama tante cantik udah lama loh nunggu",protes Naila sambil cemberut yang dimana membuat Naila terlihat menggemaskan dengan bibir maju 6 senti ke depan.


"Tadi Tante Tina nelpon katanya mau kesini lusa", kata Dion menjelaskan dengan lembut ke pada putrinya.


Yang dimana sukses membuat Naila tambah cemberut saja,karena Naila enggak suka sama Tante Tina yang terlalu manja sama papanya.Melihat Naila yang tambah cemberut membuat Dion makin gemas di buat nya dan Dion pun langsung mengacak² gemes rambut Naila.Dion tau kalau Naila enggak suka kepada Tina.


"Ayo dimakan", ucap Dion mengalihkan obrolan.


Mereka pun makan dengan lahap,sambil mendengarkan celotehan- celotehan Naila,Dina yang enggak terlalu banyak ngomong karena masih merasa canggung sesekali membalas celotehan Naila dan sesekali hanya tersenyum. Dion yang sedari tadi memperhatikan sosok Dina yang apa adanya dan penampilan sederhana nya dengan rambut di kuncir kebelakang tanpa memakai make up dan hanya memakai lip tin saja sudah cantik sekali dan diam² Dion tersenyum sendiri.


Dina yang baru menyadari tatapan Dion kepada nya sukses menjadi salah tingkah dan pura² enggak lihat.Tidak terasa makanan mereka pun sudah habis dan waktu sudah menunjukan pukul 18:30 wib.Mereka pun pulang dan Dion mengantarkan Dina pulang ke rumah bibi nya, awal nya Dina menolak dengan alasan takut merepotkan Dion, Tapi Dion memaksa karena enggak baik gadis pulang malam²,tanpa bantahan lagi Dina mau di antar pulang.


Dion pun memarkirkan mobilnya, dan membuka kan pintu untuk Dina. "Sudah sampai", ucap Dion dengan lembut dan tersenyum.


"Eh iya pak terima kasih saya masuk dulu ya pak, hati² dijalan", kata dina tidak enak karena Dion begitu baik kepada nya dan tidak lupa tidak memberi senyuman termanisnya.


Dion pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang,sambil senyum² sendiri Dion lagi² terbayang dengan sosok Dina senyum yang selalu manis Kulit nya yang sawo mateng bibir tebal dan mata yang bulat dengan bola mata hitam pekat menjadi kesan tersendiri untuk Dina.Tanpa sadar Dion sudah sampai di depan rumah nya dan langsung memarkirkan mobil nya lalu ia mengendong Naila yang sudah tertidur dengan pulas menuju kamar putrinya.

__ADS_1


"Naila udah tidur Yon", kata mama Tika kepada Dion yang baru berjalan menuruni tangga.


"Iya ma udah tidur", jawab Dion langsung menghampiri mama Tika yang sedang menonton tv.


Setelah menghampiri Mama nya Dion yang sudah berganti pakaian santai pun langsung pergi ke teras samping tempat ayah nya sedang duduk santai, ya Abraham Lusitra Wijaya siapa yang enggak kenal dengan ngan seorang raja bisnis yang sukses Di ibu kota lampung dan jakarta.Lusi adalah panggilan dari keluarga tercinta.


"Baru pulang Yon",kata Ayah Lusi kepada Dion yang baru datang.


"Sudah dari tadi Yah", bales Dion.Dion pun langsung duduk di kursi depan Ayah nya sambil meminum kopi yang sudah di buatkan di buatkan pelayan sebelum Dion turun.


Hari sudah larut malam jam 12:50 Dion yang sudah tinggal duluan sang Ayah untuk istirahat jam 10 tadi duduk sendiri di teras.Dirasa sudah ngantuk Dion memutus kan ke kamar nya di lantai dua samping kamar putrinya, sebelum menuju kamar nya Dion menghampiri kamar putrinya lebih dahulu dan mengecup pucuk kepada Naila sambil mengusap lembut rambut nya,baru ia keluar dan masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Pagi menyapa Dion yang baru saja selesai mandi,memakai pakaian ke kantor dengan jas berwarna abu² kemeja hitam.Dion pun terlihat sangat tampan meski sudah memiliki anak. Dirasa sudah rapi Dion pun turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan pagi dimana di sana sudah duduk Naila yang sedang makan nasi goreng, Mama Tika yang memakan roti selai,dan ayah Lusi memakan nasi goreng.


Dion pun menyapa mereka,"Pagi putri papa", Dion kepada Naila sambil mencium pipi gembul nya,Pagi Ma Yah ucap Dion kepada Ayah dan Mama nya,lalu Dion langsung duduk di kursi depan Naila.


"Pagi", balas Ayah lusi dan Mama Tika serempak.

__ADS_1


Selesai sarapan mereka pergi ke tujuan masing² ,Naila di antar supir, Dion menyetir sendiri mobil nya karena malas memakai supir dan Ayah Lusi di antar supir.


Di perjalanan Dion tidak sengaja melihat Dina yang sedang menunggu angkut,Dion pun memberhentikan mobilnya di depan Dina dan membuka kaca mobilnya."Mau bareng saya antar kebetulan searah",ucap Dion.


__ADS_2